cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO" : 8 Documents clear
PENDAPATAN USAHA GULA AREN DI DESA BELIMBING, KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN Mega Astuthi, Made Mika; Bora, Martinus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.906 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.514.%p

Abstract

Upaya menumbuh kembangkan industri kecil, merupakan salah satu upaya yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk meminimalisir jumlah angka pengangguran, khususnya di Desa Belimbing. Industri kecil sangat potensial untuk dikembangkan, terutama industri Gula Aren yang digeluti dalam masyarakat. Industri tersebut, tentunya mempunyai peran yang vital dalam menunjang kelangsungan hidup serta pendapatan bagi masyarakat Desa Belimbing yang bergelut dalam industri produk Gula Aren. Tujuan dari penelitianini  adalah untuk mengetahui besarnya Biaya Usaha, penerimaan, pendapatan dan nilai R/C rasio Usaha Gula Aren di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di lakukan di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan. Jumlah sempel yang di ambil sebanyak 40 orang dengan metode acak sederhana (Simpel Rendome Sapling). Teknik analisis yang digunakan adalah perhitungan biaya usahatani.  Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa total biaya yang dikeluarkan untuk usaha gula aren sebesar Rp. 557.500/bulan. Besarnya penerimaan gula aren sebesar Rp. 775.000 /bulan. Besarnya pendapatan gula aren sebesar Rp. 217.500/bulan. Besarnya R/C rasio sebesar 1,3 berarti usaha gula aren menguntungkan.  Kata kunci : pendapatan usaha, gula aren
PERANAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PETANI PADI SAWAH : KASUS DI DESA REPI, KECAMATAN LEMBOR SELATAN, KABUPATEN MANGGARAI BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Edison, Valensius
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.741 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.516.%p

Abstract

Peranan penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang mereka perlukan. Dalam menunjang pembangunan pertanian tidak terlepas dari kemampuan petani dalam menerapkan teknologi secara efektif dan penyuluh pertanian bertindak sebagai jembatan sekaligus penghantar teknologi untuk membantu para petani dalam meningkatkan usahatani. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui peran petugas penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi padi di Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat; (2) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dan efaluasi penyuluhan; (3) untuk mengetahui permasalan yang ditemukan dalam proses pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.Penelitian dilakukan di Desa Repi Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.Lokasi ini dipilih secara sengaja.Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya penyuluhan telah ada perubahan sikap, prilaku petani, maupun hasil produtivitas cukup meningkat yaitu sebelum hadirnya penyuluh, petani hanya mendapatkan hasil 2-3 ton per hektar, setelah adanya penyuluh hasil produktivitas petani di Desa Repi meningkat pada tahun 2015 mencapai 6-7 ton per hektar.   Kata Kunci: Penyuluh, Petani, Padi Sawah
PRILAKU PETANI TERHADAP TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN SALAK GULA PASIR KASUS DI SUBAK ABIAN PEDANA DESA SIBETAN,KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM Julia Dewi, Kadek Ayu Charisma; Radianta, I Kadek
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.478 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.517.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani mengenai pemeliharaan tanaman salak gula pasir, hubungan antara sikap dengan pengetahuan petani, instensitas interaksi petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan kendala-kendala yang dihadapi petani dalam pemeliharaan tanaman salak gula pasir. Penelitian ini dilakukan di Subak Abian Pedana Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.Sampel yang diambil adalah sebanyak 50 petani dari total populasi 67 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai pemeliharaan tanaman salak gula pasir tergolong tinggi. 2)Rata-rata sikap petani adalah setuju.3) Rata-rata tingkat intensitas interaksi petani dengan PPL tergolong sedang.4) Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pengetahuan petani dengan sikap terhadap pemeliharaan tanaman salak gula pasir. Hubungan yang nyata ini ditunjukkan dengan besar nilai x2 hitung berdasarkan pada hasil analisis Chi Square adalah 11,803 ternyata lebih besar dari pada nilai x2 tabel (5%) yang besarnya 3,841. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh petani dalam pemeliharaan tanaman salak gula pasir adalah: 1) kuantitas/produksi yang terbatas, 2) kualitas yang relatif rendah,3) fluktuasi harga, 4) cuaca dan 5) kebutuhan uang tunai.Kata Kunci: prilaku petani, interaksi, salak gula pasir.
SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN APEL DI PT. LARIS MANIS UTAMA BALI KECAMATAN DENPASAR TIMUR Pushpha, Anak Agung Gde; Riki, Fransiskus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.489 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.518.%p

Abstract

Penelitian ini berjudul â??Saluran Dan Marjin Pemasaran Apel di PT. Laris Manis Utama Baliâ? penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran apel, dan besarnya marjin pemasaran apel di PT. Laris Manis Utama Bali kelurahan Kesiman Kertelangu, Kecematan Denpasar Timur.Tujuan penelitian 1)mengetahui saluran pemasaran di PT.Laris Manis Utama Bali. 2)mengetahui besarnya marjin pemasaran apel di PT.Laris Manis Utama Bali.Penelitian ini dilakukan di PT. Laris Manis Utama Bali, kelurahan Kesiman Kertelangu, Kecematan Denpasar Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode â??Purposive Samplingâ??Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemasaran buah apel di PT. Laris Utama Bali terdapat tiga tipe saluran pemasaran. Saluran pemasaran satu adalah perusahan pengumpul pengecer konsumen sebanyak 26,67%. Pada saluran dua adalah perusahan pengecer konsumen sebanyak 33,33% dan pada saluran pemasaran tipe tiga adlah perusahan supplier konsumen sebanyak 40,00%. Marjin pemasaran pada saluran I adalah Rp. 69.000,00 dengan biaya yang timbul pada lembaga pemasaran  pedagang pengumpul sebesar Rp. 20.000,00 dan pada pedagang pengecer sebesar Rp. 14.000,00. Marjin pemasaran pada saluran II adalah Rp. 39.000,00 dengan biaya pemasaran yang timbul pada lembaga pemasaran pedagang pengecer sebesar Rp. 14.000,00. Dan marjin pemasaran pada saluran III adalah Rp.38.000,00 dan biaya pemasaran yang hasilkan oleh lembaga pemasaran pedagang supplier sebesar Rp. 10.000,00. Nilai farmerâ??s share pada saluran pemasaran I sebesar 85,29% dan pada saluran pemasaran II sebesar 91,68% sedangkan pada saluran pemasaran III  sebesar Rp. 93,19%.Kata kunci : Saluran, Marjin Pemasaran dan Apel
BAURAN PEMASARAN MADU CAPALAU KARANGASEM PADA KELOMPOK TANI HUTAN CAPALAU DI DESA ABANG KABUPATEN KARANGASEM Juniani, Ni Kadek Putu
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.868 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.559.%p

Abstract

Madu adalah salah satu produk perlebahan yang telah dikenal oleh masyarakat luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai suplemen makanan dan obat, madu mengandung berbagai jenis komponen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu  untuk mengetahui bauran pemasaran madu dan kendala â?? kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Hutan Capalau di dalam bauran pemasaran madu. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Hutan Capalau. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota Kelompok Tani Hutan Capalau sebanyak 28 orang dengan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 11 orang. Pemilihan sampel pada penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive sampling) didasarkan atas kemampuan dari anggota Kelompok Tani Hutan Capalau untuk mengetahui proses bauran pemasaran Madu Capalau Karangasem. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan oleh Kelompok Tani Hutan Capalau adalah madu dari lebah madu jenis Apis Cerana, Apis Dorsata (Lebah Hutan) dan Apis Trigona (Klanceng) dengan berbagai varian rasa serta ukuran produk yang berkisar antara 90 ml sampai dengan ukuran 600 ml. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung dari ukuran kemasan produk yang berkisar antara Rp 35.000,- sampai dengan Rp 200.000,-. Pemasaran madu dilakukan secara langsung maupun dengan sistem titip pada toko â?? toko maupun warung â?? warung. Promosi yang sudah dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Capalau yaitu dengan pemasangan banner, brosur dan kartu nama pada warung atau toko yang dititipi dan mengikuti pameran â?? pameran yang diselenggarakan di dalam maupun luar daerah. Kendala â?? kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Hutan Capalau yaitu stup â?? stup atau glodog lebah madu banyak yang diserang predator, lebah madu mengalami mati masal, kemasan dan label produk yang kurang menarik, ijin yang didapat masih terbatas, banyak toko yang menolak untuk dititipi produk serta promosi yang belum optimal. Dari kendala â?? kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Hutan Capalau maka dapat disarankan berbagai hal yaitu perlu adanya perbaikan baik dari segi budidaya lebah madu serta perbaikan dari aspek bauran pemasaran yang meliputi perbaikan produk, harga, saluran distribusi serta promosi.Kata kunci : Bauran Pemasaran, Madu Capalau Karangasem, Kelompok Tani Hutan.
MEKANISME KREDIT KOPERASI USAHA AGRIBISNIS TERPADU (KUAT) SUBAK GUAMA DI DESA BELAYU KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Widiarta, I Kadek Agus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.429 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.560.%p

Abstract

Koperasi adalah wadah perekonomian rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya, dalam menjalankan usaha koperasi setidaknya mampu menyalurkan kredit secara maksimal sehingga meningkatkan perekonomian anggota. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana mekanisme pemberian kredit kepada anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (2) mengetahui mekanisme pengembalian kredit anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (3) mengetahui syarat yang berpengaruh dalam pemberian kredit bagi anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (4) mengetahui cara penyelesaian kredit anggota yang bermasalah di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ?, jumlah anggota petani sample yang diambil sebanyak 50 orang dari 544 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik â??simple random samplingâ?sebanyak 45 orang anggota petani dan 5 orang pengurus mengunakan teknik â??purposive samplingâ?. Hasil penelitian menunjukan Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama telah melayani pemberian kredit secara maksimal yang dibutuhkan oleh anggota petani Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama dan melakukan pembinaan kepada anggota petani yang meminjam kredit agar mencegah terjadinya kredit bermasalah.Kata Kunci : (Kuat) Subak Guama, Mekanisme, Kredit, Koperasi
PENERAPAN TRI HITA KARANA PADA SUBAK KELAWANAN, DESA BLAHBATUH, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR Utari, I Gusti Ayu Wahyu
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.542 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.561.%p

Abstract

Sistem irigasi di Bali ditata dengan menggunakan pola tradisional yang dikenal dengan istilah â??Subakâ?. Bila dikaitkan dengan konsepsi Tri Hita Karana, subak merupakan suatu masyarakat hukum adat yang memiliki karakteristik sosio-agraris-religius. Selain itu, dengan konsep Tri Hita Karana diharapkan agar subak di Bali berusaha menjaga keserasian dan keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui penerapan konsep Tri Hita Karana pada subak atau masyarakat petani di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; (2) mengetahui manfaat dari penerapan konsep Tri Hita Karana pada Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; dan (3) mengetahui kendala-kendala yang ada dalam penerapan Tri Hita Karana di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ? . Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 41 dari 70 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.Hasil penelitian yang diperoleh adalah penerapan konsep Tri Hita Karana dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu : (1) Parhyangan, yang ditunjukan dengan adanya Pura Subak serta tatanan upacara dalam bercocok tanam yang dilakukan baik perorangan maupun secara bersama oleh Krama Subak; (2) Pawongan, yang ditunjukan dengan adanya konsep kebersamaan seperti gotong-royong dan rapat anggota subak; dan (3) Palemahan, yang ditunjukan dengan adanya perbaikan sistem irigasi serta pembagian pola tanam. Manfaat yang diharapkan dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana adalah mendapatkan ketenangan pikiran; meningkatnya hasil produksi; serta tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Adapun yang menjadi kendala-kendala adalah adanya alih fungsi lahan sawah menjadi tempat pemukiman; kegiatan subak yang sudah mulai berkurang; dan pencarian dewasa ayu dalam bercocok tanam.Kata Kunci : subak, Tri Hita Karana, upacara, gotong-royong
PENGEMBANGAN EKOWISATA PADA SUBAK DAN PERILAKU PETANI: KASUS DI SUBAK SEMBUNG, KECAMATAN DENPASAR UTARA, KOTA DENPASAR Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.745 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.628.%p

Abstract

Pembangunan pariwisata di Bali menunjukkan pertumbuhan yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi Bali. Sektor pertanian merupakan salah satu pendukung pengembangan pariwisata, meskipun terdampak dampak yang kurang menguntungkan bagi pembangunan pertanian, misalnya adanya alih fungsi lahan sawah. Sinergi pembangunan pariwisata dan pertanian dilakukan dengan mengembangkan agrowisata dan juga ekowisata. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui intensitas interaksi penyuluh pertanian berkenaan dengan prilaku petani terhadap pengembangan ekowisata, dan mengetahui hubungan antara intensitas interaksi dengan pengetahuan dan sikap petani. Penelitian ini dilakukan di Subak Sembung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar yang dipilih secara purposif. Jumlah sampel yang diambil adalah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat intensitas interaksi antara penyuluh pertanian dengan petani anggota subak berada pada kategori sedang. Sikap petani terhadap pengembangan ekowisata di subak adalah tergolong setuju. Sedangkan rata-rata pencapaian skor pengetahuan petani mengenai pengembangan ekowisata adalah tergolong tinggi dnegan skor 78,80 % dari skor maksimal. Dengan menggunakan analisis chi square, terdapat hubungan yang nyata antara variabel tingkat intensitas interaksi penyuluh dan petani dengan variabel sikap dan pengetahuan petani di Subak Sembung mengenai pengembangan ekowisata. Diperlukan adanya upaya-upaya pemberdayaan petani yang partisipatif agar mereka memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan wisata yang lebih baik kepada para pengunjung, seperti aspek kenyamanan dan kebersihan serta penyediaan produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh petani di Subak Sembung.Kata Kunci: Penyuluhan, interaksi, sikap, pengetahuan, dan  ekowisata.

Page 1 of 1 | Total Record : 8