Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN PRODUK STROBERI PADA UD MITRA TANI DI DESA PANCASARI KABUPATEN BULELENG Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman
dwijenAGRO Vol 4 No 2 (2014): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.419 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.4.2.313.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada UD Mitra Tani di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive. Responden yang dipilih berjumlah 15 orang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran dan merumuskan alternatif strategi dalam mengatasi kendala-kendala yang ada.Strategi pemasaran yang digunakan oleh UD Mitra Tani adalah melalui 4P yaitu produk, harga, saluran distribusi dan promosi. Dari kendala-kendala yang dihadapi oleh UD Mitra Tani dalam pemasarannya dapat diberikan strategi yaitu strategi pemeriksaan produk, strategi  kerja sama, strategi pemberian label, strategi pemberian nilai tambah, strategi promosi dan  strategi kualitas. Dari hasil penelitian ini disarankan petani bisa membuat produk olahan seperti selai, sirup, jus, dan dodol stroberi untuk bisa meningkatkan nilai tambah guna meningkatkan hasil pendapatan dan penerapan strategi ini diharapkan dapat menanggulangi kendala-kendala dalam perusahaan.Kata Kunci : Stroberi, Strategi, Pemasaran
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN UASAHATANI BAWANG MERAH (KASUS DI KELOMPOK TANI MERTHA JAYA DAN MEKAR SARI DESA SONGAN B, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN KLUNGKUNG) Yudistira, I Dewa Made; Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.984 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.339.%p

Abstract

Bawang merah memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan konsumsi pangan sehingga memiliki peluang ekonomis tinggi untuk diusahakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah di Kelompok Tani Mertha Jaya dan Mekar Sari. Penelitian ini dilakukan di kelompok tani Mertha Jaya da Mekar Sari di Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang dipilih secara purposive sampling (secara sengaja). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani pada Kelompok tani Mertha Jaya dan Mekar Sari yaitu sebanyak 44 petani, dan diambil semua  populasi pada kelompok tersebut dengan teknik sampling yaitu sensus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisa regresi linier berganda dengan alat analisanya software SPSS 20.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah di kelompok tani Mertha Jaya dan Mekar Sari di desa Songan B seluruh variabel bebas berpengaruh positif terhadap pendapatan uasahatani bawang merah, kecuali variabel biaya tenaga kerja (X11). Terdapat 3 faktor yang berpengaruh secara signifikan yaitu (1) Faktor biaya pupuk urea (X6) dengan nilai koifisien 0,216,(2) Faktor biaya pupuk NPK (X7) dengan nilai koifisien 0,197.(3) Faktor biaya pupuk kandang (X8) dengan nilai koifisien 0,556.Kata kunci : biaya, pendapatan, bawang merah
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TERHADAP USAHATANI CABE RAWIT (KASUS DI SUBAK BUMBUNGAN, DESA BUMBUNGAN, KABUPATEN KLUNGKUNG) Dwipayana, I Kadek Krisna; Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.233 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.345.%p

Abstract

Cabe rawit merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura. Tanaman ini termasuk jenis sayuran dan buah-buahan. Cabe rawit dibudidayakan oleh banyak petani. Berdasarkan hal tersebut, diangkat judul penelitian Pengetahuan dan Sikap Petani terhadap Pertanian Cabe Rawit. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui sikap petani mengenai usahatani cabe rawit; (2) untuk mengetahui pengetahuan petani mengenai usahatani cabe rawit; (3) untuk mengetahui tingkat intensitas interaksi antara petani dengan mahasiswa PPL mengenai pengembangan usahatani cabe rawit; dan (4) untuk menggambarkan hubungan antara sikap dan pengetahuan petani dan (5) interaksinya dengan mahasiswa PPL mengenai usahatani cabe rawit di Subak Bumbungan, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling atau secara sengaja dengan pertimbangan. Subak Bumbungan berpotensi untuk pengembangan usahatani cabe rawit dan belum pernah dilakukan penelitian tentang usahatani cabe rawit. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 86 orang, sedangkan sampel penelitian ini adalah sebanyak 50 orang, yang diambil secara simple random sampling (acak sederhana). Metode analisisnya menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan petani anggota Subak Bumbungan Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung; mengenai pengembangan usahatani tanaman cabe rawit adalah tergolong tinggi (74,50). Rata-rata sikapnya adalah tergolong setuju (80,50)  terhadap pengembangan usahatani tanaman cabe rawit. Sedangkan rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dengan mahasiswa PPL termasuk dalam kategori sedang  (70,50). Melalui analisa statistika Chi Square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang nyata antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai pengembangan usahatani tanaman cabe rawit. Selain   itu, terdapat juga hubungan yang nyata antara tingkat intensitas interaksi antara anggota subak dan juga antara anggota subak dengan agen/aparat penyuluh, dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi yang diberikan dalam hal ini teknologi pengembangan tanaman cabe rawit.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Caberawit
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI PADI KASUS DI SUBAK BASAH DESA ANGKAH KECAMATAN SELEMADEG BARAT BARAT KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Rewa, Dorkas Anita
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.713 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.555.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), pestisida (X3), pupuk (X4), dan benih (X5) terhadap pendapatan usaha tani padi di Subak Basah baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah petani padi di Desa Angkah, Kecamatan Selamadeg, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Sampel penelitian diambil sebanyak 100 sampel dengan teknik total sampling. Data diambil melalui kuisioner. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Dari perhitungan regresi berganda dengan bantuan SPSS diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), pestisida (X3), pupuk (X4), dan benih (X5) berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan usaha tani padi dengan nilai sig. F sebesar 0,000. Variabel luas lahan (X1) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,002. Variabel tenaga kerja (X2) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,034. Variabel pestisida (X3) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,000. Variabel pupuk (X4) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,000. Variabel benih (X5) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,022.Kata kunci : faktor produksi, pendapatan usaha tani.
MEKANISME KREDIT KOPERASI USAHA AGRIBISNIS TERPADU (KUAT) SUBAK GUAMA DI DESA BELAYU KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Widiarta, I Kadek Agus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.429 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.560.%p

Abstract

Koperasi adalah wadah perekonomian rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya, dalam menjalankan usaha koperasi setidaknya mampu menyalurkan kredit secara maksimal sehingga meningkatkan perekonomian anggota. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana mekanisme pemberian kredit kepada anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (2) mengetahui mekanisme pengembalian kredit anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (3) mengetahui syarat yang berpengaruh dalam pemberian kredit bagi anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (4) mengetahui cara penyelesaian kredit anggota yang bermasalah di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ?, jumlah anggota petani sample yang diambil sebanyak 50 orang dari 544 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik â??simple random samplingâ?sebanyak 45 orang anggota petani dan 5 orang pengurus mengunakan teknik â??purposive samplingâ?. Hasil penelitian menunjukan Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama telah melayani pemberian kredit secara maksimal yang dibutuhkan oleh anggota petani Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama dan melakukan pembinaan kepada anggota petani yang meminjam kredit agar mencegah terjadinya kredit bermasalah.Kata Kunci : (Kuat) Subak Guama, Mekanisme, Kredit, Koperasi
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM GERBANG PANGAN SERASI DI SUBAK EMPAS KUBONTINGGUH, DESA DENBNTAS, KECAMATAN TABANAN, KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Yewa, Prisudatron
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.162 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.646.11-20

Abstract

Tujuan pertanian organik di dunia secara garis besarnya adalah sama yaitu untuk melaksanakan kegiatan bertani yang ramah lingkungan, sehingga menghasilkan produk yang relatif sehat yang pada akhirnya dapat peningkatkan kesejahteraan petani, kesehatan konsumen dan kesehatan lingkungan. Hadirnya program Gerbang Pangan Serasi yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Tabanan sejak tahun 2013 yaitu mendukung pertanian organik yang bebas dari bahan kimiawi.Penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling, pada Subak Empas Kubontingguh, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di Subak Empas Kubontingguh, sedangkan sampel adalah sebanyak 30 anggota subak yang mengikuti program Gerbang Pangan Serasi dengan metode simple random sampling. Proses pelaksaan Program Gerbang Pangan Serasi di Subak Empas Kubontingguh dimulai dari pembinaan kelompok tani subak, persemaian varietas padi IPB 36, persiapan lahan dan penanaman, perawatan / pemiliharaan sampai dengan penen dan pasca panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan pendapatan petani antara sebelum dengan sesudah mengikuti Program Gerbang Pangan Serasi berbeda nyata dimana selisih rata-rata pendapatan petani sebelum dan sesudah sebesar Rp 260,591.00, lebih besar pendapatan petani sesudah mengikuti program Gerbang Pangan Serasi. Lambatnya pembayaran hasil gabah kepada petani dan hasil produksi  yang menurun akibat lambatnya peralihan dari penggunaan kimia kepada penggunaan pupuk organik menyebabkan tanah belum stabil sehingga kesuburan tanah tidak maksimal.Kata kunci : Gerbang Pangan Serasi, Organik, Beras Sehat
PERAN PENDAMPING SIMANTRI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI KABUPATEN TABANAN I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.741.144-150

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan penting bagi sumber pendapatan petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu program untk peningkatan kesejahteraan petani yaitu program Simantri. Dalam pelaksanaan program Simantri didampingi oleh pendamping di setiap kelompok Simantri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendamping serta kendala-kendala yang dihadapi pendamping simantri di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tabanan dan pemilihan lokasinya dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang pendamping simantri dan 10 orang ketua pengurus kelompok Simantri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendamping simantri adalah berperan sebagai edukator, mediator, motivator, evaluator. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi pendamping simantri di Kabupaten Tabanan adalah kurang mampunya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di masing-masing kelompok serta minimnya biaya operasional dari pemerintah, terbatasnya lahan yang dimiliki para petani, serta tidak adanya keseimbangan tugas dan aktivitas dalam mencapai tujuan individu dan kelompok. Kata Kunci : Simantri, Peran Pendamping, Kesejahteraan Petani
BAURAN PEMASARAN ASPARAGUS ( Asparagus oficinialis L.) PADA KOPERASI TANI MERTANADI DI DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG I Gusti Agung Nyoman Dananjaya; Anak Agung Gde Pushpha
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.163 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.748.25-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran asparagus serta kendala yang dihadapi oleh Koperasi Tani Mertanadi di Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan dengan sengaja dengan didasarkan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan tersebut adalah Koperasi Tani Mertanadi merupakan sumber penghasil Asparagus di Bali, daerah penelitian sangat berpotensi untuk mengembangkan tanaman asparagus. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 48 orang. Jumlah sampel yang diambil berjumlah 10 orang dengan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa metode yaitu observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran (Marketing Mix) yang dilakukan oleh Koperasi Tani Mertanadi yaitu produk Asparagus yang dihasilkan terdapat 5 jenis grade yaitu Grade Super, Grade A, B,C dan KW, harga Asparagus didasarkan atas grade mulai dari Rp 25.000 s.d. Rp 80.000, saluran distribusi yang dilakukan ke supermarket, restaurant dan suplayer, promosi yang dilakukan melalui internet, door to door dan mengikuti pameran dengan membuka stand–stand di Bali maupun diluar Bali. Permasalahan yang dihadapi yaitu berkaitan dengan hama dan penyakit serta harga yang berfluktuasi. Dari hasil penelitian dapat disarankan sebagai berikut yaitu perlu adanya tambahan tempat penyimpanan agar dapat menyimpan stok disaat adanya tambahan permintaan dari konsumen. Adanya cara pemberantasan hama dan penyakit sehingga dapat menjaga kualitas daripada produk itu sendiri. Perlu adanya promosi yang lebih luas sehingga produk Asparagus ini lebih dikenal oleh masyarakat luas serta perlu adanya mitra bisnis. Kata Kunci : Asparagus, Marketing Mix, Koperasi Tani Mertanadi
STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN RAYA EKA KARYA BALI SEBAGAI OBYEK WISATA DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN Anak Agung Gde Pushpha; I Gusti Agung Nyoman Dananjaya; Selamet
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.749 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.749.67-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal serta strategi pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan dengan sengaja dengan didasarkan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan tersebut adalah Kebun Raya Eka Karya Bali merupakan objek wisata alam yang letaknya sangat strategis dikawasan obyek wisata bedugul dan merupakan kawasan Konservasi yang sangat diminati baik oleh wisatawan domestik maupun oleh wisatawan mancanegara. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tabanan, pengelola, akademisi, tokoh masyarakat, dan pengunjung Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja dan berbagai pertimbangan, sehingga jumlah sampel ditetapkan sebanyak 20 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan menganalisis internal dan eksternal lingkungan dalam mengembangakan dan merumuskan strategi pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali dengan Analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali terdiri dari empat strategi. Strategi S-O yaitu mengembangkan penelitian dan konservasi dan tingkatkan sarana dan prasarana destinasi wisata, menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata dalam mengikuti kegiatan eksibisi ataupun promosi, Strategi W-O, yaitu melakukan pertemuan secara periodik antara manajemen kebun raya dengan tokoh masyarakat agar potensi yang ada dapat digali dan dimanfaatkan masyarakat, peningkatan anggaran untuk peningkatan wahana obyek wisata secara mandiri atau pun bekerja sama dengan pihak ketiga, Strategi S-T, yaitu memberikan tambahan papan informasi himbauan tentang kebersihan, Strategi W-T, yaitu bekerjasama dengan masyarakat, akademisi dan pengunjung dalam pemeliharaan kebersihan area, pengembangan wahana wisata hendaknya benar-benar memperhatikan antisipasi dampak lingkungan, kegiatan promosi hendaknya sekaligus dijadikan sosialisasi akan pentingnya pelestarian Kebun Raya Eka Karya Bali. Kata Kunci: Strategi, Kebun Raya Eka Karya Bali, Bedugul
Strategi Pengembangan Kegiatan Ekonomi Kreatif PKK di Kota Tabanan terhadap Peningkatan Pendapatan Anggota Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Suparyana, Pande Komang; Setiawan, I Made Dedy; Yuniti, I Gusti Ayu Diah
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol 5, No 6 (2020)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v5i6.15083

Abstract

The female workforce has productivity that plays a role and has the potential to support increased household income in rural areas. To provide guidance for women's productivity, a forum in the form of a PKK is needed that can be used by women. The purpose of this study was to identify the internal and external conditions of the PKK, as well as to determine the strategies that the PKK could use in Tabanan City in developing creative economic activities to increase member income. This research was conducted in Tabanan Regency at the PKK of each Village which was carried out from April to August 2020. Respondents consisted of 36 respondents from the PKK and 12 respondents from Kelian Dinas Banjar from the PKK. This research is a descriptive study that uses a strategic management approach, combining SWOT and AHP analysis for the best strategic decision making. The results of the research obtained are internal conditions in the development of PKK creative economic activities in Tabanan City, where the main strength factor is a solid group institution. The main weakness factors are lack of information on getting training activities and limitations in obtaining capital. Furthermore, external conditions in the development of PKK creative economic activities in Tabanan City, where the opportunity factor is good, namely the PKK group has a good image in the village government. For a major threat factor, namely the ease of duplicating products by competitors. So that we get the best strategy that can be applied in the development of PKK creative economic activities in Tabanan City, namely increasing the workforce of distributors to increase sales, in which product marketing requires product affordability to be well accepted by consumers.