cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 211 Documents
Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Terhadap Ekstrak Tanaman Ranting Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) Abdul Rahman Wahid; Safwan Safwan
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.215 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1208

Abstract

ABSTRAKTanaman patah tulang termasuk dalam famili Euphorbiaceae, merupakan jenis tanaman kebun yang tumbuh tegak hingga setinggi 2-6m. Kandungan senyawa metabolit sekunder tanaman Euphorbia tirucalli L yaitu flavonid, fenol, saponin, dan tanin Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan daun ranting tanaman patah tulang. Senyawa metabolit sekunder diperoleh dari proses ekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi dan partisi. Metode penelitian skrining fitokimia dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian pada skrining fitokimia diperoleh positif mengandung flavonoid yang ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi kuning, tanin dan steroid sedangkan alkaloid, saponin dan triterpenoid negatif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman patah tulang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin dan steroid. Kata kunci : Pengetahuan; Kepatuhan; Tuberkulosis. ABSTRACTBroken bones plants belong to the family Euphorbiaceae, a type of garden plant that grows up to 2-6m tall. The content of secondary metabolites of Euphorbia tirucalli L plants namely flavonids, phenols, saponins, and tannins This study was conducted to determine the content of secondary metabolite compounds and the antioxidant activity of twig leaves of fractured plants. Secondary metabolites are obtained from the extraction process with ethanol solvent using maceration and partitioning methods. Phytochemical screening research methods are carried out by color testing using various reagents. The data analysis technique was carried out qualitatively. The results of the study on phytochemical screening showed that they positively contained flavonoids which were marked by changes in color to yellow, tannins and steroids while the alkaloids, saponins and triterpenoids were negative. This study can be concluded that fracture plants contain secondary metabolite compounds namely flavonoids, tannins and steroids. Keywords : Knowledge; Compliance; Tuberculosis.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Gelling Agent pada Karakteristik Formula Gel Antiseptik Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Pisang Ambon Dyera Forestryana; Muhammad Surur Fahmi; Aristha Novyra Putri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.736 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2303

Abstract

 ABSTRAKEkstrak etanol 70% kulit buah pisang Ambon mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi gelling agent terhadap karakteristik fisik gel ekstrak etanol 70% kulit buah pisang Ambon. Sediaan gel antiseptik ekstrak etanol kulit buah pisang dibuat dalam 4 formula dengan variasi basis dan konsentrasi basis gel yaitu FI (Na-CMC 5%), FII (Na-CMC 3%), FIII (Tragakan 5%), dan FIV (Tragakan 2,5%) Evaluasi terhadap sediaan dilakukan untuk mengetahui formula optimum yang memenuhi kriteria persyaratan. Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptic, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH dan viskositas. Analisis dilakukan secara statistik menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% untuk melihat perbedaan antar kelompok formula dan korelasi regresi linier untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi gelling agent terhadap karakteristik gel antiseptik ekstrak etanol kulit buah pisang Ambon. Formula optimum diperoleh pada F1 dengan basis gel Na-CMC pada konsentrasi 5% karena memenuhi kriteria syarat gel yang baik.Kata kunci: Kulit pisang Ambon; Antibakteri; Gel antiseptic; Gelling agent; Na-CMC.ABSTRACTEthanol extract of 70% Ambon banana peel contains alkaloids, flavonoids, and tannins, which has antibacterial activity. The aims of this study to determine the effect of type and concentration of gelling agents on the physical characteristics of antiseptic gel formula Ambon banana peel 70% ethanolic extract. The antiseptic gel formula of banana peel 70% ethanolic extract made in 4 formulas with variations in type and concentration gelling agent, namely FI (Na-CMC 5%), FII (Na-CMC 3%), FIII (Tragakan 5%), and FIV (Tragakan 2,5%). Evaluation of the formulas done to find out the best formula that meets the requirements criteria. The evaluations included organoleptic, homogeneity, spreadability, adhesion, pH, and viscosity. The analysis performed statistically using ANOVA with a confidence level of 95% to see differences between groups of formulas and linear regression correlation to determine the effect of type and concentration of gelling agent on the characteristics of the antiseptic gel of Ambon banana peel. The optimum formula is obtained on F1 based on Na-CMC of 5% because it meets the criteria for gel requirements.Key word: Ambon banana peel; Antibacteria; Antiseptic gel; Gelling agent;Na-CMC.
Evaluasi Penggunaan Obat Antituberkulosis (OAT) Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kediri Lombok Barat Tahun 2018. Nurul Qiyaam; Nur Furqani; Dara Junia Hartanti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.65 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1197

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis (TB) ialah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan OAT dan mengevaluasi kesesuaian penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2014 dari Kementerian Kesehatan RI dan mengetahui hubungan antara hasil pengobatan dengan jenis kelamin, umur, lama pengobatan dan banyaknya penyakit penyerta kronik. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental dengan jenis penelitian deskriptifanalitik. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif pada pencatatan rekam medis pasien dan form daftar penyakit tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 100% pasien di puskesmas tersebut diberikan OAT jenis KDT (kombinasi dosis tetap), diperoleh hasil untuk paduan pengobatan kategori 1 memenuhi 100% dan kategori 2 memenuhi 100%, untuk indikasi dan dosis mencapai 100% kesesuaian. Kata kunci : Obat Anti Tuberculosis (OAT); Tuberkulosis paru. ABSTRACTTuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. This study aims to determine patterns of use of OAT and evaluate the suitability of the use of OAT based on the 2014 National Tuberculosis Control Guidelines from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia and know the relationship between treatment outcomes with sex, age, duration of treatment and the number of chronic comorbidities. This research is a non-experimental research with descriptive analytic research. Data collection was done retrospectively on the recording of patient medical records and tuberculosis disease register forms. The results showed that 100% of patients at the puskesmas were given KDT type OAT (fixed-dose combination), the results obtained for category 1 treatment alloys met 100% and category 2 met 100%, for indications and doses reached 100% compliance. Keywords : Anti Tuberculosis Drugs (OAT); Pulmonary Tuberculosis. 
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Pagesangan Periode Juli 2019 Nur Furqani; Cyntiya Rahmawati; Melianti Melianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.009 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1635

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dengan angka sistolik dan diastolik menunjukan angka lebih tinggi dari 140/90mmHg Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi sangat mempengaruhi beberapa kondisi psikis maupun seseorang. Gaya hidup yang sehat menggambarkan pola perilaku sehari-hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik, dan mental sosial berada dalam keadaan positf. Gaya hidup sehat yang meliputi kebiasaan tidur, makan, pengendalian berat badan, tidak merokok, minum-minuman beralkohol, berolahraga secara teratur dan mengendalikan stres, untuk mendapatkan kesehatan yang baik yaitu dengan merubah gaya hidup dalam menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungangaya hidup dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Pagesangan periode juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain penelitian case control dan dianalisi mengunakan uji Chi square Pengambilan data yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner yang diberikan pada responden yang akan diteliti dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden diambil berdasarkan kurun waktu penelitian . gaya hidup dengan kejadian hipertensi yang diteliti pada penelitian ini adalah olahraga, merokok, konsumsi ikan asin, konsumsi bayam, konsumsi gorengan, dan konsumsi pisang. Kemudian dianalis dengan menggunakan spss uji chi square. Hasil penelitian penelitian Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Pagesangan Periode Juli 2019 menunjukan adanya hubungan yang signifikan pada gaya hidup yaitu olahraga p= 0,00, merokok p=0,00, konsumsi bayamp=0,00, konsumsi gorengan p=0,001, konsumsi pisang p=0,001, sedangkan yang menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan adalah gaya hidup konsumsi ikan asin p= 0,263. Kata kunci : Hipertensi; Gaya Hidup; Puskesmas Pagesangan. ABSTRACTHypertension is an abnormally high blood pressure with systolic and diastolic numbers higher than 140 / 90mmHg lifestyle relationship with the incidence of hypertension greatly affects several psychological conditions and a person. A healthy lifestyle describes daily behavioral patterns that lead to efforts to maintain physical condition, and social mentality is in a positive state. A healthy lifestyle that includes sleeping, eating, weight control, not smoking, drinking alcoholic beverages, exercising regularly and controlling stress, to get good health by changing lifestyle in maintaining health. This study aims to determine the relationship of lifestyle with the incidence of hypertension in outpatients in the Pagesangan Health Center in July 2019. This study uses analytical observation methods with a case control research design and analyzed using the Chi square test. Data collection was carried out by means of direct interviews using questionnaire given to respondents to be studied with a total sample of 80 respondents taken based on the period of research. lifestyle with the incidence ofhypertension studied in this study are exercise, smoking, consumption of salted fish, consumption of spinach, consumption of fried foods, and consumption of bananas. Then analyzed using the chi square test spss. The results of the study of the Relationship between Lifestyle and Outpatient Hypertension in the Pagesangan Health Center in the period of July 2019 showed a significant relationship to lifestyle, namely exercise p = 0.00, smoking p = 0.00, spinach consumption p = 0.00, consumption fried food p = 0,001, consumption of banana p = 0,001, while the one that shows no significant relationship is the lifestyle of salted fish consumption p = 0,263. Keywords : Hypertension; Lifestyle; community health center of Pagesangan.
Tingkat Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Baiq Leny Nopitasari; Cyntiya Rahmawati; Baiq Mitasari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i1.3825

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Status kesehatan yang buruk menunjukan kualitas hidup yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup penderita hipertensi di Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah penduduk usia 40-75 tahun. Pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Teknik sampling yang digunakanadalahpurposive samplingpada 69 responden yang menderita hipertensi di Puskesmas Gunungsari. Teknik pengumpulandata menggunakan kuesioner SF-36. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan menentukan persentase sempurna, tinggi, sedang, dan rendah. Domain fungsi fisik berada pada kategori sempurna yaitu 26 orang (37.68%), keterbatasan fisik berada pada kategori sempurna yaitu 64 orang (92.75%), nyeri tubuh berada pada kategori sedang yaitu 38 orang (55.07%), kesehatan secara umum berada pada kategori sedang yaitu 46 orang (66.66%), vitalitas/energi berada pada kategori tinggi yaitu 39 orang (56.52%), fungsi sosial berada pada kategori tinggi yaitu 51 orang (73.91%), keterbatasan emosional berada  pada kategori rendah yaitu 53 orang (76.81%), kesehatan mental berada pada kategori sempurna yaitu 28 orang (40.57%). Rata-rata nilai kualitas hidup dari 69 responden adalah 73.73 dengan kategori kualitas hidup sedang.Kata kunci : Kualitas hidup; Hipertensi; SF-36; Puskesmas.ABSTRACTHypertension is a condition of increased systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Poor health status indicates poor quality of life. This study aims to determine the quality of life of hypertensi on sufferers in Gunungsari Public Health Center, West Lombok Regency. The design of this study was an observational study with a cross-sectional approach. Respondents in this study were residents aged 40-75 years. Sampling was conducted at the Gunungsari Public Health Center in West Lombok Regency. The sampling technique used was purposive sampling of 69 respondents suffering from hypertension at the Gunungsari Community Health Center. Data collection technique susing the SF-36 questionnaire. The research data were analyzed descriptively by determining the percentage of perfect, high, medium, and low. Domains of physical function are in the perfect category that is 26 people (37.68%), physical limitations are in the perfect category that is 64 people (92.75%), body pain is in the moderate category thatis 38 people (55.07%), general health is in the moderate category namely 46 people (66.66%), vitality / energy are in the high category that is 39 people (56.52%), social functions are in the high category thatis 51 people (73.91%), emotional limitations are in the low category that is 53 people (76.81%) , mental health is in the perfect categoryof 28 people (40.57%). The average quality of live value of 69 respondents was 73.73 with the category of medium quality of life.Keywords : Quality of life; Hypertension; SF-36; Public health center.
Uji fitokimia fraksi etil asetat dari propolis lebah kelulut Heterotrigona itama asal Kutai Kartanegara Yuliawan, Veggy Nadia; Aziz, Abdul; Kustiawan, Paula Mariana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5322

Abstract

ABSTRAKPropolis merupakan salah satu produk dikumpulkan lebah dari getah pohon dan pada umumnya memiliki warna coklat kehitaman yang digunakan pada permukaan luar sarang untuk menghindari predator luar. Produk lebah kelulut jenis Heterotrigona itama digunakan oleh masyarakat sebagai upaya preventif dan pengobatan. Jenis ini juga menghasilkan propolis dengan jumlah lebih banyak dibandingkan jenis lebah bersengat, namun potensinya masih belum banyak dieksplorasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia fraksi etil asetat propolis lebah kelulut jenis H. itama asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sampel propolis diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% dan diuapkan untuk menghasilkan ekstrak etanol propolis. Kemudian dilakukan partisi cair-cair mendapatkan fraksi etil asetat. Setelah mendapatkan fraksi etil asetat, penelitian dilanjutkan dengan uji fitokimia secara kualitatif dan pengukuran kandungan total fenolik. Hasil analisa fitokimia menunjukkan fraksi etil asetat dari propolis lebah kelulut mengandung alkaloid, triterpenoid, saponin dan senyawa fenol. Pengukuran kandungan total fenolik menunjukan fraksi etil asetat memiliki kandungan fenolik 406 mg GAE/100g. Dapat disimpulkan kandungan senyawa dan total fenolik pada fraksi etil asetat propolis H. itama dari Kutai Kartanegara dipengaruhi oleh lingkungan sekitar peternakan tersebut. Kata kunci : Fitokimia; Fraksi etil asetat; Heterotrigona itama; PropolisABSTRACTPropolis is one of the products collected by bees from tree sap and generally has a blackish brown color that is used on the outer surface of the hive to avoid outside predators. The product of Heterotrigona itama bee is used by the community as a preventive and treatment effort. This species also produces propolis more than stinging bees, but its potential has not been explored much. The purpose of this study was to determine the phytochemical content of the ethyl acetate fraction of the H. itama propolis from Kutai Kartanegara, East Kalimantan. The propolis sample was extracted with 96% ethanol and evaporated to produce propolis ethanol extract. Then the liquid-liquid partition was carried out to obtain the ethyl acetate fraction. This continued with qualitative phytochemical tests and measurements of total phenolics. The results of phytochemical analysis showed that the ethyl acetate fraction of propolis contained alkaloids, triterpenoids, saponins  and phenolic content. The ethyl acetate fraction had total phenolic content 406 mg GAE/100g, It can be concluded that the compound and total phenolic content in the ethyl acetate fraction of H. itama propolis from Kutai Kartanegara influenced by the environment around the apiary.Keywords : Phytochemical; Ethyl acetate fraction; Heterotrigona itama; Propolis.
Evaluasi Ketepatan Pemberian Antibiotik Empirik Pada Pasien Demam Neutropenia Akibat Kemoterapi Di RSUP Dr Kariadi Semarang Pratiwi, Mida; Sutrisna, EM
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.4873

Abstract

ABSTRAKDemam neutropenia merupakan keadaan yang ditandai dengan suhu dan angka neutrofil meningkat. Neutropenia  dapat terjadi akibat kemoterapi dan merupakan keadaan darurat yang dapat mengakibatkan infeksi serius dan harus mendapatkan terapi antibiotik empirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan antibiotik empirik dengan metode gyssens pada pasien kanker yang mengalami demam neutropenia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan diambil secara prospektif di RSUP Dr Kariadi Semarang periode Juli-Oktober 2019. Kriteria inklusi pada penelitian adalah seluruh pasien kanker yang mengalami demam neutropenia dan mendapatkan antibiotik empirik. Data pasien yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dan akan dibandingkan dengan literatur. Hasil penelitian ini mendapatkan sebanyak 101 pasien dengan 57,4% adalah perempuan dan 42,6% laki-laki. Sedangkan untuk jenis kanker yang mengalami demam neutropenia dalam penelitian ini adalah 81,2% pasien kanker non solid dan 18,8% kanker solid. Berdasarkan diagram alir  gyssens penggunaan antibiotik empirik pada pasien demam neutropenia yang tepat pada penelitian ini adalah sebesar 74,3% dan tidak tepat sebesar 25,7%.Kata kunci : Kanker; Kemoterapi; Demam; Neutropenia; Antibiotik.ABSTRACTFebrile neutropenia is a state of apprehension with increased temperature and neutrophil count. Neutropenia can occur due to chemotherapy and emergencies that can lead to serious infections and should receive antibiotic therapy. Yhis study aims to achieve antibiotic accuracy with the gyssens method in cancer patients with febrile neutropenia. The study used a cross-sectional study design and was taken prospectively at the Hospital RSUP Dr Kariadi period July-October 2019. The inclusion criteria in the study were all patients who had febrile neutropenia and received empirical antibiotics. Patient data obtained from this study were analyzed and compared with the literature and then performed statistical analysis. The result of the study were 101 patient with 57,4% being female and 42,6% male. Meanwhile, the types of cancer that had febrile neutropenia in this study were 81,2% of non solid cancer patients and 18,8% of solid cancers. Based on the gyssens flow chart the use of empiric antibiotic in patient febrile neutropenia was 74,3% and 25,&% incorrect.Keywords : Cancer; Chemotheraphy; Febrile; Neutropenia; Antibiotic.
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tanjung Karang Nur Oktaviani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i1.3726

Abstract

ABSTRAKPelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penerapan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tanjung Karang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, pengambilan data dengan menggunakan pendekatan cross sectional, instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang bersumber dari Peraturan Menteri Kesehatan No 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Responden dalam penelitian ini adalah petugas farmasi dan pasien rawat jalan di puskesmas Tanjung Karang.  Hasil penelitian yaitu kegiatan pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai sebesar 90%, Peralatan dan fasilitas pendukung sebesar 87,5%, pelayanan informasi obat sebesar 100%, dan sumber daya manusia sebesar 100%.Yang menunjukkan bahwa evaluasi penerapan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tanjung Karang berdasarkan Indikator-Indikator pelayanan farmasi sudah di laksanakan dengan baik dengan nilai rata-rata sebesar 94,37%.Kata kunci : Evaluasi; Pelayanan Kefarmasian; Puskesmas Tanjung Karang.ABTRACT :Pharmaceutical services in health centers are an integral part of the implementation of health efforts that play an important role in improving the quality of health services for the community, especially in the field of pharmacy. This study aims to determine the evaluation of the implementation of pharmaceutical service standards at the Tanjung Karang Puskesmas. This research is a descriptive study, data collection using a cross-sectional approach, the instrument in this study is a questionnaire which is sourced from the Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 concerning the standard of pharmaceutical services at Puskesmas. Respondents in this study were pharmacy officers and outpatients at Tanjung Karang Public Health Center. The results of the study were the management of drugs and consumable medical materials by 90%, equipment and supporting facilities at 87.5%, drug information services at 100%, and human resources at 100%, which showed that the evaluation of the implementation of pharmaceutical service standards at the Puskesmas Tanjung Karang based on indicators of pharmaceutical services has been implemented well with an average value of 94.37%.Keywords : Evaluation; Pharmaceutical Services; Puskesmas Tanjung Karang.
Uji Efektivitas Antijamur Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp) Terhadap Pertumbuhan Epidermophyton floccosum dan Candida albicans Baharuddin, Suherman
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.4886

Abstract

ABSTRAKKitosan dan turunannya telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang misalnya dalam bidang pangan, mikrobiologi, pertanian farmasi, dan sebagainya. Kitosan memiliki sifat antimikroba, karena dapat menghambat bakteri patogen dan mikroorganisme pembusuk, termasuk jamur, bakteri gram-positif, bakteri gram negatif. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas antijamur kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp) terhadap pertumbuhan E. floccosum dan C. albicans serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Metode isolasi yang digunakan meliputi deproteinasi, de­mineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi 3 tahap. Uji efektivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram (Tes Kirby-Bauer) menggunakan kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan hasil isolasi kitosan cangkang kepiting bakau melalui beberapa tahapan sebesar 46,3 g. Efektivitas antijamur kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp) terhadap pertumbuhan E. floccosum dan C. albicans pada masa inkubasi 3 x 24 jam dan 4 x 24 jam menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan, maka semakin besar pula zona hambat (efektivitas) yang didapatkan. Konsentrasi yang paling efektif berada pada kisaran konsentrasi 5% b/v (oneway ANOVA, α = 0,05), dimana pada penghambatan E. floccosum  sebesar 16,23±0,64 mm untuk 3 x 24 jam dan 17,56±0,75 mm untuk 4 x 24 jam. Sedangkan pada penghambatan C. albicans untuk 3 x 24 jam sebesar 13,56±0,49 mm dan 14,10±0,17 mm untuk 4 x 24 jam.Kata kunci : Efektivitas; Antijamur; Kitosan; Epidermophyton floccosum;Candida albicans.ABSTRACTChitosan and its derivatives have been widely used in various fields, for example in the fields of food, microbiology, agriculture, pharmacy, and so on. Chitosan has antimicrobial properties, because it can inhibit pathogenic bacteria and spoilage microorganisms, including fungi, gram-positive bacteria, and gram-negative bacteria. The purpose of this study was to determine the antifungal effectiveness of mangrove crab shell chitosan (Scylla sp) on the growth of E. floccosum and C. albicans and to determine the most effective concentration. The isolation methods used included deproteination, demineralization, depigmentation, and 3-step deacetylation. The antifungal effectiveness test was carried out by disc diffusion method (Kirby-Bauer test) using disc paper. The results showed that the results of the isolation of chitosan from mud crab shells through several stages were 46.3 g. The antifungal effectiveness of mangrove crab shell chitosan (Scylla sp) on the growth of E. floccosum and C. albicans at incubation periods of 3 x 24 hours and 4 x 24 hours showed that the higher the concentration of chitosan, the greater the zone of inhibition (effectiveness) obtained. The most effective concentration was in the concentration range of 5% w/v (oneway ANOVA, = 0.05), where the inhibition of E. floccosum was 16,23±0,64 mm for 3 x 24 hours and 17,56±0,75 mm for 4 x 24 hours. While the inhibition of C. albicans for 3 x 24 hours was 13,56 ± 0,49 mm and 14,10 ± 0,17 mm for 4 x 24 hoursKeywords : Effectiveness; Antifungal; Chitosan; Epidermophyton floccosum; Candida albicans.
Formulasi dan Uji Kecerahan Ekstrak Krim Lulur Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pemutih Kulit Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Dzun Haryadi Ittiqo; Ardiansyah Ardiansyah; Yuli Fitriana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i1.3903

Abstract

ABSTRAKKosmetik  pada umumnya mengandung senyawa kimia. Lulur banyak digunakan untuk mencerahkan kulit. Untuk menjaga keamanan diperlukan senyawa aktif yang aman. Antioksidan sering dimanfaatkan pada kosmetika. Daun kelor mengandung senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik lulur krim ekstrak daun kelor, mengetahui pada konsentrasi berapa dari  ekstrak daun kelor  sebagai lulur krim dapat mencerahkan kulit. Metode penelitian ini bersifat true eksperimental dengan pendekatan post test only control grup. Menggunakan hewan uji tikus sebanyak 4 ekor yang dibagi menjadi empat kelompok, kelompok 1 kontrol negative( basis lulur krim), kelompok 2 konsentrasi ekstrak 10%, kelompok 3 konsentrasi ekstrak 20% dan kelompok 4  konsentrasi ekstrak 30%. Perlakuan hewan uji dilakukan selama satu minggu, dengan pengukuran skala warna kulit menggunakan skin tone. Analisis data menggunakan one way annova. Hasil Uji sifat fisik memberikan mutu yang baik dengan rata-rata uji pH sediaan 6.7, daya lekat 39 detik dan daya sebar 6,608cm2 . Porsentase  kecerahan menunjukkan bahwa kelompok kontrol negativ  tidak ada perubahan, kelompok 2 konstrasi 10% (6,00 hari±0,82 ), kelompok  konsentrasi 20%  (5,00 hari±0,82) dan konsentrasi 30% (3.50 hari±0,58).  Dapat disimpulkan bahwa krim lulur esktrak daun kelor dengan kosntrasi 30% paling efektif  mencerahkan kulit.Kata kunci : Kosmetik; Lulur; Krim; Daun Kelor; Pencerah.ABSTRACTCosmetics generally contain chemical compounds. Lulur is widely used to brighten the skin. To maintain safety, a safe active compound is needed. Antioxidants are often used in cosmetics. Moringa leaves contain antioxidant compounds. The purpose of this study was to determine the physical quality of the Moringa leaf extract cream scrub, knowing at what concentration of Moringa leaf extract as a cream scrub can brighten the skin. This research method is true experimental with a post test only control group approach. Using 4 rats, divided into four groups, group 1 was negative control (cream scrub base), group 2 extract concentration was 10%, group 3 extract concentration was 20% and group 4 extract concentration was 30%. The treatment of the tested animals was carried out for one week, by measuring the skin color scale using the skin tone. Data analysis used one way annova. The physical properties test results gave good quality with an average pH test of 6.7, adhesion 39 seconds and spreadability 6.608cm2. The percentage of brightness shows that the negative control group has no change, group 2 is 10% (6.00 days ± 0.82), the concentration group is 20% (5.00 days ± 0.82) and the concentration is 30% (3.50 days ± 0 , 58). It can be concluded that Moringa leaf extract cream with a concentration of 30% is the most effective in lightening the skin.Keywords : Cosmetics; Scrubs; Creams; Moringa Leaves; Lightening. 

Page 2 of 22 | Total Record : 211