cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 10 Documents clear
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Xiandai Hanyu Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang Mandarin, Dewi; Anggraeni, Anggraeni; Prasetiani, Dyah; Siregar, Sheyra Silvia
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32578

Abstract

Xiandai Hanyu adalah salah satu mata kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Semarang. Pada mata kuliah ini tidak ada buku pegangan untuk mahasiswa, hanya berupa lembar fotokopi dan catatan-catatan, terlebih penyampaian materi menggunakan bahasa mandarin untuk semester dua dan semester tiga membuat mahasiswa merasa kesulitan dalam menerima dan memahami materi. Oleh karena itu peneliti merasa diperlukan adanya analisis terkait kebutuhan materi tentang mata kuliah Xiandai Hanyu, sehingga dapat diketahui materi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran materi mata kuliah Xiandai Hanyu di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang, mengetahui kebutuhan materi mata kuliah Xiandai Hanyu menurut dosen, dan mengetahui kebutuhan materi mata kuliah Xiandai Hanyu menurut mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Lalu untuk keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Gambaran materi mata kuliah Xiandai Hanyu di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang (2) Tidak sesuainya antara tingkat kesulitan materi dan cara penyampaian materi ketika proses pembelajaran, cukup memberikan poin-poin kunci agar lebih mudah di mengerti. (3) Mengetahui apa saja materi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan dosen pada mata kuliah Xiandai Hanyu.Xiandai Hanyu is one of the courses in the Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University. there is no handbook for students, only in the form of photocopies and notes, especially the delivery of material using Chinese for the second and third semesters makes students find it difficult to receive and understand the material. Therefore, researchers feel that an analysis is needed regarding the material needs of the Xiandai Hanyu course, so that it can be seen what kind of material is suitable for student needs. The purpose of this study was to determine the description of the Xiandai Hanyu course material in the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University, knowing the material needs of the Xiandai Hanyu course according to the lecturer, and knowing the material needs of the Xiandai Hanyu course according to students. This study used a qualitative descriptive method, with data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. Then for the validity of the data using triangulation techniques. The results of this study are as follows: (1) Description of the Xiandai Hanyu course material in the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University (2) The incompatibility between the difficulty level of the material and the way of delivering the material during the learning process, it is sufficient to provide key points to make it more difficult. easy to understand. (3) Knowing what materials are needed by students and lecturers in the Xiandai Hanyu course..
Analisis Teknik Terjemahan Subtitle Film How Long Will I Love You Sarah, Sarah; Sofyan, Rudy; Nasution, Vivi Adryani
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32579

Abstract

Judul penelitian adalah “Analisis Teknik Terjemahan Subtitle film How Long Will I Love You”. Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan teknik terjemahan subtitle film dari Bahasa Mandarin ke Indonesia. Metode penelitian dalam penelitian adalah metode kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam bentuk narasi pada subtitle film. Data penelitian dikumpulkan dengan menerapkan teknik analisis data oleh Spradley. Data tersebut dianalisis dengan mengindentifikasi teknik-teknik apa saja telah digunakan penerjemah dan dikategorikan sesuai teknik-teknik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 teknik terjemahan dari 187 teknik yang digunakan menerjemahkan film. Berdasarkan frekuensi penggunaan, teknik yang paling dominan: teknik modulasi 30 kali (16,04 %), teknik amplifikasi linguistik 25 kali (13,37 %), teknik kompresi linguistik 20 kali (10,70 %), teknik kreasi diskursif 20 kali (10,70 %), teknik amplifikasi 18 kali (9,62 %), teknik generalisasi 12 kali (6,41 %), teknik reduksi 12 kali (6,41 %), teknik transposisi 11 kali (5,89 %), teknik kalke 10 kali (5,34 %), teknik penerjemahan harfiah 8 kali (4,28 %), teknik adaptasi 8 kali (4,28 %), teknik deskripsi 7 kali (3,74 %), teknik kesepadanan lazim 5 kali (2,68 %), dan teknik variasi 1 kali (0,53 %). Berdasarkan hasil penelitian, teknik terjemahan yang paling sering digunakan adalah teknik modulasi.The title of this research is "Analysis of Subtitle Translation Technique How Long Will I Love You Film". The purpose was to describe the translation techniques in the subtitle film Mandarin to Indonesian. The research method used this research is a qualitative method. The data are words, phrases, clauses, and sentences of narrative on the film subtitles. The research data was collected by applying data analysis techniques. The data were analyzed by identifying which techniques the translator had used and categorized. Based on the research results, there are 14 translation techniques of 187 techniques used in translating How Long Will I Love You film. Based on the frequency use of these techniques, sorted according the most dominant technique used are: 30 modulation technique (16.04%), 25 linguistic amplification technique (13.37%), 20 linguistic compression technique (10.70%), 20 discursive creation technique (10.70%), 18 amplification technique (9.62%), 12 generalization technique (6.41%), 12 reduction technique (6.41%), 11 transposition technique ( 5.89%), 8 adaptation technique (5.34%), 8 dictionary translation technique  (4.28%), 8 adaptation technique  (4.28%), 7 description technique  (3.74%) , 5 the usual equivalent technique  (2.68%), and 1 the technique of variation  (0.53%). The translation technique is often used by translators is the modulation technique.
Pengembangan Media Pembelajaran Kuis Interaktif Pilihan Ganda Bahasa Mandarin Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Setiyo, Septian Adi; Anggraeni, Anggraeni; Supriatnaningsih, Rina; Marsuki, Ria Riski
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32575

Abstract

Penelitian ini didasari dari hasil observasi dan wawancara kepada  mahasiswa PPL yang mengajar Bahasa Mandarin di SMP Tritunggal Semarang pada tahun 2019. Didapatkan data bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang interaktif dan cenderung satu arah. Hal ini mengakibatkan siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam pembelajaran yang berdampak kurangnya pemahaman materi oleh siswa dalam pengusaan kosakata bahasa Mandarin. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan 1) menganalisis kebutuhan siswa berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin; 2) mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin.; dan 3)  mendeskripsikan validitas ahli dan guru terhadap produk media pembelajaran  berbasis Adobe Flash. Hasil penelitian ini adalah guru dan siswa menghendaki media yang berisi beberapa komponen seperti: memuat SK/KD dalam media, materi kosa kata diambil dari HSK, pengantar dalam media menggunakan bahasa Indonesia, dll. Selain itu dalam pengembangan media pembelajaran ini menggunakan Adobe Flash CS6 yang dikembangkan menjadi aplikasi android agar dapat dioperasikan di manapun dan kapanpun. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin mendapat nilai rata – rata 82,53 yang berarti media masuk dalam kategori layak/sesuai dengan skor 3 (rentang nilai 71-85). Hasil uji coba media tersebut menggunakan skala terbatas dengan jumlah responden 10 orang dari peserta didik SMP Tritunggal Semarang menyatakan bahwa media kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin yang dikembangkan diminati oleh peserta didik.This research is based on the results of observations and interviews with PPL students who teach Mandarin at SMP Tritunggal Semarang in 2019. Based on a preliminary study, it is found that the learning media used by the teacher is less interactive and tends to be one-way. This results in students feeling bored and less motivated in learning which results in a lack of understanding of the material by students in mastering Mandarin vocabulary. Based on the above problems, then The purpose of this study is 1) to analyze the needs of students based on Adobe Flash in learning Mandarin; 2) developing learning media based on Adobe Flash in Chinese language learning; and 3) describe the validity of experts and teachers for learning media products based on Adobe Flash. The results of this study are that teachers and students want media that contains several components such as: covering SK / KD on the media, vocabulary material taken from HSK, introduction to the media using Indonesian, etc. Besides the development of instructional media using Adobe Flash CS6 developed into an android application so that it can be operated anywhere and anytime. The results of the validation by media experts showed that the Chinese multiple choice interactive quiz got an average score of 82.53, which means that the media was included in the category according to the score of 3 (range 71-85). The results of the media trial using a limited scale with 10 respondents from Tritunggal Junior High School Semarang students stated that the Chinese multiple choice interactive quiz media developed was of interest to students.
Analisis Dialek Mandarin Tiongkok Dan Dialek Mandarin Taiwan Dari Film The Ex-File 3 : The Return Of The Exes (Tiongkok) Dan Film Our Times (Taiwan) Amanda, Amelia; Anggraeni, Anggraeni; Irawati, Retno Purnama; Marsuki, Ria Riski
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32576

Abstract

Bahasa Mandarin merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di dunia, termasuk merupakan bahasa nasional yang digunakan di Taiwan. Meskipun berasal dari sumber yang sama yaitu Beifanghua, namun terdapat perbedaan yang dapat dijumpai diantara keduanya terutama pada aspek fonologi dan leksikal. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan sumber data berupa film untuk membahas perbedaan yang ditemukan dalam film tersebut.Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan perbedaan fonologis dialek Mandarin Tiongkok dan dialek Mandarin Taiwan yang ditemukan di dalam film, (2) Mendeskripsikan perbedaan leksikal dialek Mandarin Tiongkok dan dialek Mandarin Taiwan yang ditemukan di dalam film. Hasil penelitian dari total 85 kosa kata data fonologi yang ditemukan dalam film The Ex-File 3 : The Return Of The Exes (Tiongkok) dan film Our Times (Taiwan) ditemukan perubahan konsonan dan nada yang meliputi konsonan zh [tʂ], ch [tʂ‘], sh [ʂ] dimana dialek Mandarin Taiwan pelafalannya menyerupai konsonan z [ts], c [ts‘] dan s [s], perubahan konsonan r [ʐ] menjadi l [l] dan pengurangan konsonan g [k] pada dialek Mandarin Taiwan, serta perubahan nada dimana dialek Mandarin Tiongkok didominasi oleh nada ringan sedangkan dialek Mandarin Taiwan lebih bervariasi tanpa mengubah arti kata.Mandarin is the most spoken language in the world, including the national language spoken in Taiwan. Even though they come from the same source, namely Beifanghua, there are differences that can be found between the two, especially in the phonological and lexical aspects. For this reason, researchers conducted research using a data source in the form of a film to discuss the differences found in the film.The objectives of this study were: (1) Describing the phonological differences between Mandarin Chinese dialects and Mandarin Taiwanese dialects found in the film, (2) Describing the lexical differences between Mandarin Chinese dialects and Mandarin Taiwanese dialects found in the film. The research results from a total of 85 vocabulary words of phonological data found in The Ex-File 3: The Return of the Exes (China) and Our Times (Taiwan) films found changes in consonants and tones including the consonants zh [tʂ], ch [tʂ '], sh [ʂ] where the Chinese Taiwanese dialect is pronounced like the consonant z [ts], c [ts'] and s [s], changes the consonant r [ʐ] to l [l] and the reduction of the consonant g [k] in the dialect Mandarin Taiwan, as well as the change in tone where the Mandarin Chinese dialect is dominated by light tones while the Mandarin Taiwan dialect is more varied without changing the meaning of the word. 
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Shangwu Kouyu Untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin UNNES Azizah, Septiana Nur; Anggraeni, Anggraeni; Prasetiani, Dyah; Marsuki, Ria Riski
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32577

Abstract

Prodi pendidikan bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang membuka mata kuliah shangwu kouyu (percakapan bisnis) untuk mempersiapkan mahasiswanya bekerja di bidang bisnis, mengingat banyaknya proyek Tiongkok yang dinaungi di Indonesia. Agar materi yang dipelajari sesuai dengan apa yang dibutuhkan dilapangan, perlu adanya analisis untuk mengetahui kebutuhan  materi shangwu kouyu, sehingga bisa benar benar diaplikasikan setelah lulus nantinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan materi menurut dosen, stake holder, alumni dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif - kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mahasiswa membutuhkan bahan ajar dengan materi komprehensiv tingkat menengah dan sesuai dengan kebutuhan lapangan  kerja yang sebenarnya (2) ada 8 materi yang paling dibutuhkan menurut stake holder, yaitu  materi kunjungan pabrik, materi pertemuan, materi telepon bisnis, materi kontrak kerjasama, materi bersosisalisai, materi acara bisnis, materi perdagangan dan materi surat bisnis. (3) ada 5 materi yang paling dibutuhkan menurut alumni, , yaitu materi metode pembayaran materi pengiriman barang, materi pengemasan barang, materi ekspor impor, dan materi kontrak kerjasama dan 2 materi tambahan yaitu pajak dan produksi, (4) ada  5 materi yang paling dibutuhkan menurut mahasiswa, yaitu materi tentang kontrak kerjasama, materi bersosialisasi, materi telepon bisnis, materi ekspor impor serta materi tentang pemasaran dan layanan pelanggan.The Chinese language education study program, Semarang State University, opens the shangwu kouyu (business conversation) course to prepare students to work in the business field, considering the many Chinese projects that are shaded in Indonesia. In order for the material to be studied in accordance with what is needed in the field, there needs to be an analysis to find out the material needs of shangwu kouyu, so that it can really be applied after graduation. The purpose of this study was to find out the material needs according to lecturers, stake holders, alumni and students. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques using interview techniques and questionnaires. Data analysis techniques used qualitative data analysis techniques sourced from Miles and Huberman. The results of this study are as follows: (1) students need teaching materials with intermediate level comprehensive material and are in accordance with actual job field needs, (2) There are 8 materials that are most needed according to stakeholders, namely factory visit materials, meeting materials, business phone calls, cooperation contract materials, materials on business events, trade materials and business letter materials. (3) there are 5 materials that are most needed according to alumni, namely payment method materials for goods delivery, packaging materials, export-import materials, and cooperation contract materials and 2 additional materials, namely tax and production, (4) there are 5 materials that are the most required according to students, namely material on cooperation contracts, socializing materials, business telephone materials, export-import materials as well as materials on marketing and customer service.
Pengembangan Media Pembelajaran Kuis Interaktif Pilihan Ganda Bahasa Mandarin Sekolah Menengah Pertama ( SMP )
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32575

Abstract

Penelitian ini didasari dari hasil observasi dan wawancara kepada  mahasiswa PPL yang mengajar Bahasa Mandarin di SMP Tritunggal Semarang pada tahun 2019. Didapatkan data bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang interaktif dan cenderung satu arah. Hal ini mengakibatkan siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam pembelajaran yang berdampak kurangnya pemahaman materi oleh siswa dalam pengusaan kosakata bahasa Mandarin. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan 1) menganalisis kebutuhan siswa berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin; 2) mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin.; dan 3)  mendeskripsikan validitas ahli dan guru terhadap produk media pembelajaran  berbasis Adobe Flash. Hasil penelitian ini adalah guru dan siswa menghendaki media yang berisi beberapa komponen seperti: memuat SK/KD dalam media, materi kosa kata diambil dari HSK, pengantar dalam media menggunakan bahasa Indonesia, dll. Selain itu dalam pengembangan media pembelajaran ini menggunakan Adobe Flash CS6 yang dikembangkan menjadi aplikasi android agar dapat dioperasikan di manapun dan kapanpun. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin mendapat nilai rata – rata 82,53 yang berarti media masuk dalam kategori layak/sesuai dengan skor 3 (rentang nilai 71-85). Hasil uji coba media tersebut menggunakan skala terbatas dengan jumlah responden 10 orang dari peserta didik SMP Tritunggal Semarang menyatakan bahwa media kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin yang dikembangkan diminati oleh peserta didik.This research is based on the results of observations and interviews with PPL students who teach Mandarin at SMP Tritunggal Semarang in 2019. Based on a preliminary study, it is found that the learning media used by the teacher is less interactive and tends to be one-way. This results in students feeling bored and less motivated in learning which results in a lack of understanding of the material by students in mastering Mandarin vocabulary. Based on the above problems, then The purpose of this study is 1) to analyze the needs of students based on Adobe Flash in learning Mandarin; 2) developing learning media based on Adobe Flash in Chinese language learning; and 3) describe the validity of experts and teachers for learning media products based on Adobe Flash. The results of this study are that teachers and students want media that contains several components such as: covering SK / KD on the media, vocabulary material taken from HSK, introduction to the media using Indonesian, etc. Besides the development of instructional media using Adobe Flash CS6 developed into an android application so that it can be operated anywhere and anytime. The results of the validation by media experts showed that the Chinese multiple choice interactive quiz got an average score of 82.53, which means that the media was included in the category according to the score of 3 (range 71-85). The results of the media trial using a limited scale with 10 respondents from Tritunggal Junior High School Semarang students stated that the Chinese multiple choice interactive quiz media developed was of interest to students.
Analisis Dialek Mandarin Tiongkok Dan Dialek Mandarin Taiwan Dari Film The Ex-File 3 : The Return Of The Exes (Tiongkok) Dan Film Our Times (Taiwan)
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32576

Abstract

Bahasa Mandarin merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di dunia, termasuk merupakan bahasa nasional yang digunakan di Taiwan. Meskipun berasal dari sumber yang sama yaitu Beifanghua, namun terdapat perbedaan yang dapat dijumpai diantara keduanya terutama pada aspek fonologi dan leksikal. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan sumber data berupa film untuk membahas perbedaan yang ditemukan dalam film tersebut.Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan perbedaan fonologis dialek Mandarin Tiongkok dan dialek Mandarin Taiwan yang ditemukan di dalam film, (2) Mendeskripsikan perbedaan leksikal dialek Mandarin Tiongkok dan dialek Mandarin Taiwan yang ditemukan di dalam film. Hasil penelitian dari total 85 kosa kata data fonologi yang ditemukan dalam film The Ex-File 3 : The Return Of The Exes (Tiongkok) dan film Our Times (Taiwan) ditemukan perubahan konsonan dan nada yang meliputi konsonan zh [tʂ], ch [tʂ‘], sh [ʂ] dimana dialek Mandarin Taiwan pelafalannya menyerupai konsonan z [ts], c [ts‘] dan s [s], perubahan konsonan r [ʐ] menjadi l [l] dan pengurangan konsonan g [k] pada dialek Mandarin Taiwan, serta perubahan nada dimana dialek Mandarin Tiongkok didominasi oleh nada ringan sedangkan dialek Mandarin Taiwan lebih bervariasi tanpa mengubah arti kata.Mandarin is the most spoken language in the world, including the national language spoken in Taiwan. Even though they come from the same source, namely Beifanghua, there are differences that can be found between the two, especially in the phonological and lexical aspects. For this reason, researchers conducted research using a data source in the form of a film to discuss the differences found in the film.The objectives of this study were: (1) Describing the phonological differences between Mandarin Chinese dialects and Mandarin Taiwanese dialects found in the film, (2) Describing the lexical differences between Mandarin Chinese dialects and Mandarin Taiwanese dialects found in the film. The research results from a total of 85 vocabulary words of phonological data found in The Ex-File 3: The Return of the Exes (China) and Our Times (Taiwan) films found changes in consonants and tones including the consonants zh [tʂ], ch [tʂ '], sh [ʂ] where the Chinese Taiwanese dialect is pronounced like the consonant z [ts], c [ts'] and s [s], changes the consonant r [ʐ] to l [l] and the reduction of the consonant g [k] in the dialect Mandarin Taiwan, as well as the change in tone where the Mandarin Chinese dialect is dominated by light tones while the Mandarin Taiwan dialect is more varied without changing the meaning of the word. 
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Shangwu Kouyu Untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin UNNES
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32577

Abstract

Prodi pendidikan bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang membuka mata kuliah shangwu kouyu (percakapan bisnis) untuk mempersiapkan mahasiswanya bekerja di bidang bisnis, mengingat banyaknya proyek Tiongkok yang dinaungi di Indonesia. Agar materi yang dipelajari sesuai dengan apa yang dibutuhkan dilapangan, perlu adanya analisis untuk mengetahui kebutuhan  materi shangwu kouyu, sehingga bisa benar benar diaplikasikan setelah lulus nantinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan materi menurut dosen, stake holder, alumni dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif - kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mahasiswa membutuhkan bahan ajar dengan materi komprehensiv tingkat menengah dan sesuai dengan kebutuhan lapangan  kerja yang sebenarnya (2) ada 8 materi yang paling dibutuhkan menurut stake holder, yaitu  materi kunjungan pabrik, materi pertemuan, materi telepon bisnis, materi kontrak kerjasama, materi bersosisalisai, materi acara bisnis, materi perdagangan dan materi surat bisnis. (3) ada 5 materi yang paling dibutuhkan menurut alumni, , yaitu materi metode pembayaran materi pengiriman barang, materi pengemasan barang, materi ekspor impor, dan materi kontrak kerjasama dan 2 materi tambahan yaitu pajak dan produksi, (4) ada  5 materi yang paling dibutuhkan menurut mahasiswa, yaitu materi tentang kontrak kerjasama, materi bersosialisasi, materi telepon bisnis, materi ekspor impor serta materi tentang pemasaran dan layanan pelanggan.The Chinese language education study program, Semarang State University, opens the shangwu kouyu (business conversation) course to prepare students to work in the business field, considering the many Chinese projects that are shaded in Indonesia. In order for the material to be studied in accordance with what is needed in the field, there needs to be an analysis to find out the material needs of shangwu kouyu, so that it can really be applied after graduation. The purpose of this study was to find out the material needs according to lecturers, stake holders, alumni and students. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques using interview techniques and questionnaires. Data analysis techniques used qualitative data analysis techniques sourced from Miles and Huberman. The results of this study are as follows: (1) students need teaching materials with intermediate level comprehensive material and are in accordance with actual job field needs, (2) There are 8 materials that are most needed according to stakeholders, namely factory visit materials, meeting materials, business phone calls, cooperation contract materials, materials on business events, trade materials and business letter materials. (3) there are 5 materials that are most needed according to alumni, namely payment method materials for goods delivery, packaging materials, export-import materials, and cooperation contract materials and 2 additional materials, namely tax and production, (4) there are 5 materials that are the most required according to students, namely material on cooperation contracts, socializing materials, business telephone materials, export-import materials as well as materials on marketing and customer service.
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Xiandai Hanyu Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32578

Abstract

Xiandai Hanyu adalah salah satu mata kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Semarang. Pada mata kuliah ini tidak ada buku pegangan untuk mahasiswa, hanya berupa lembar fotokopi dan catatan-catatan, terlebih penyampaian materi menggunakan bahasa mandarin untuk semester dua dan semester tiga membuat mahasiswa merasa kesulitan dalam menerima dan memahami materi. Oleh karena itu peneliti merasa diperlukan adanya analisis terkait kebutuhan materi tentang mata kuliah Xiandai Hanyu, sehingga dapat diketahui materi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran materi mata kuliah Xiandai Hanyu di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang, mengetahui kebutuhan materi mata kuliah Xiandai Hanyu menurut dosen, dan mengetahui kebutuhan materi mata kuliah Xiandai Hanyu menurut mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Lalu untuk keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Gambaran materi mata kuliah Xiandai Hanyu di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang (2) Tidak sesuainya antara tingkat kesulitan materi dan cara penyampaian materi ketika proses pembelajaran, cukup memberikan poin-poin kunci agar lebih mudah di mengerti. (3) Mengetahui apa saja materi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan dosen pada mata kuliah Xiandai Hanyu.Xiandai Hanyu is one of the courses in the Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University. there is no handbook for students, only in the form of photocopies and notes, especially the delivery of material using Chinese for the second and third semesters makes students find it difficult to receive and understand the material. Therefore, researchers feel that an analysis is needed regarding the material needs of the Xiandai Hanyu course, so that it can be seen what kind of material is suitable for student needs. The purpose of this study was to determine the description of the Xiandai Hanyu course material in the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University, knowing the material needs of the Xiandai Hanyu course according to the lecturer, and knowing the material needs of the Xiandai Hanyu course according to students. This study used a qualitative descriptive method, with data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. Then for the validity of the data using triangulation techniques. The results of this study are as follows: (1) Description of the Xiandai Hanyu course material in the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University (2) The incompatibility between the difficulty level of the material and the way of delivering the material during the learning process, it is sufficient to provide key points to make it more difficult. easy to understand. (3) Knowing what materials are needed by students and lecturers in the Xiandai Hanyu course..
Analisis Teknik Terjemahan Subtitle Film How Long Will I Love You
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32579

Abstract

Judul penelitian adalah “Analisis Teknik Terjemahan Subtitle film How Long Will I Love You”. Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan teknik terjemahan subtitle film dari Bahasa Mandarin ke Indonesia. Metode penelitian dalam penelitian adalah metode kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam bentuk narasi pada subtitle film. Data penelitian dikumpulkan dengan menerapkan teknik analisis data oleh Spradley. Data tersebut dianalisis dengan mengindentifikasi teknik-teknik apa saja telah digunakan penerjemah dan dikategorikan sesuai teknik-teknik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 teknik terjemahan dari 187 teknik yang digunakan menerjemahkan film. Berdasarkan frekuensi penggunaan, teknik yang paling dominan: teknik modulasi 30 kali (16,04 %), teknik amplifikasi linguistik 25 kali (13,37 %), teknik kompresi linguistik 20 kali (10,70 %), teknik kreasi diskursif 20 kali (10,70 %), teknik amplifikasi 18 kali (9,62 %), teknik generalisasi 12 kali (6,41 %), teknik reduksi 12 kali (6,41 %), teknik transposisi 11 kali (5,89 %), teknik kalke 10 kali (5,34 %), teknik penerjemahan harfiah 8 kali (4,28 %), teknik adaptasi 8 kali (4,28 %), teknik deskripsi 7 kali (3,74 %), teknik kesepadanan lazim 5 kali (2,68 %), dan teknik variasi 1 kali (0,53 %). Berdasarkan hasil penelitian, teknik terjemahan yang paling sering digunakan adalah teknik modulasi.The title of this research is "Analysis of Subtitle Translation Technique How Long Will I Love You Film". The purpose was to describe the translation techniques in the subtitle film Mandarin to Indonesian. The research method used this research is a qualitative method. The data are words, phrases, clauses, and sentences of narrative on the film subtitles. The research data was collected by applying data analysis techniques. The data were analyzed by identifying which techniques the translator had used and categorized. Based on the research results, there are 14 translation techniques of 187 techniques used in translating How Long Will I Love You film. Based on the frequency use of these techniques, sorted according the most dominant technique used are: 30 modulation technique (16.04%), 25 linguistic amplification technique (13.37%), 20 linguistic compression technique (10.70%), 20 discursive creation technique (10.70%), 18 amplification technique (9.62%), 12 generalization technique (6.41%), 12 reduction technique (6.41%), 11 transposition technique ( 5.89%), 8 adaptation technique (5.34%), 8 dictionary translation technique  (4.28%), 8 adaptation technique  (4.28%), 7 description technique  (3.74%) , 5 the usual equivalent technique  (2.68%), and 1 the technique of variation  (0.53%). The translation technique is often used by translators is the modulation technique.

Page 1 of 1 | Total Record : 10