cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 96 Documents
Pengembangan Buku Cerita Pepatah dari Tiongkok dalam Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i1.25840

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna membantu masyarakat untuk menghadirkan media belajar pepatah dari Tiongkok berupa buku seputar pepatah Tioingkok yang di sajikan secara sederhana, menarik, dan mudah di pahami. Pengembangan buku dilakukan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat  terhadap bahasa, budaya dan kesusastraan dari Negara Tiongkok sangat meningkat pesat, khususnya pada cerita Pepatah Tiongkok. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development), namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap lima, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, dan (5) revisi desain setelah validasi para ahli. Hasil pengembangan buku cerita ini berjudul “Pepatah Dari Negeri Tirai Bambu” yang memuat tiga cerita pepatah Tiongkok dengan latar cerita kehidupan sehari-hari masyarakat, penyusunan buku tersebut berdasarkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan koresponden. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil analisis kebutuhan  menunjukan bahwa koresponden menghendaki adanya pengembangan buku cerita pepatah Tiongkok. Isi dari buku ini memuat cerita dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin, yang disertai dengan gambar ilustrasi. Keseluruhan penilaian ahli bahasa dan ahli desain untuk seluruh aspek memperoleh hasil akhir 86,57 yang termasuk kedalam kategori 4 yaitu sangat sesuai, hal ini  menunjukan bahwa buku yang peneliti kembangkan sangat layak digunakan para pembaca buku yang ingin mempelajari pepatah Tiongkok dengan mudah.This research was purposeded  to help the community to presenting Chinesse proverb learning media in the form of book about the Chinese poverb which is presented in a simple, interesting, and easy to understand. This book development is based on increasing public interest in language, the culture and literature of China greatly improved, especially in the story of the Chinese proverb. The type of this research is Research and Development. This type of research is research and development (Research and Development), however, this research only reached stage five, namely (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, and (5) design revisions after expert validation. The results of the development of this story book titled “Pepatah Dari Negeri Tirai Bambu” which contains three Chinese proverb stories with background stories of people's daily lives, the preparation of the book is based on the results of analysis of the needs of correspondent. The conclusion of this study is that the results of the needs analysis show that the correspondent wants the development of a Chinese proverbial storybook. This book contain stories in Indonesian and Mandarin, which are accompanied by illustrated images. The overall assessment of linguists and design experts for all aspects obtained the final results of 86.57 which fall into category 4 which is very appropriate, this shows that the book the researchers developed is very suitable for book readers who want to learn the Chinese proverb easily.
EVALUASI KAMUS PERCAKAPAN BAHASA MANDARIN SEHARI-HARI SEBAGAI MEDIA BAGI PEMBELAJAR PEMULA
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.12687

Abstract

Abstract___________________________________________________________________Among the learning tools that required by the Mandarin learner is the dictionary. Dictionary is a reference book which contains vocabulary of a language with the meanings, explanations, and examples of it use. In Eastern societies, the main dictionary can also be a combination of words. In order to meet the needs of  social development, dictionary has developed a variety of models and objects to fit the needs in various industries or usefulness. This study discusses the evaluation of a pocket dictionary entitled Kamus Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari (Dictionary of Everyday Chinese Language  Conversation) work by Johny Lee. This study used descriptive qualitative method. The data collection technique used is literature technique by using data card. The purpose of this study is to determine the dictionary feasibility views of the dictionary contens conformity with the rules and grammar of Mandarin. Based on this result, many errors contained in the contents of dictionary, they are: incompatibility between sentences and translations or dictions, the use of grammar, pīnyīn writing, translation and writing error or typo. Abstrak Di antara alat bantu pembelajaran yang diperlukan oleh pembelajar bahasa Mandarin adalah kamus. Kamus adalah alat yang menyediakan kata-kata yang mengandung arti, penjelasan dan contoh penggunaannya. Dalam komunitas daerah Timur, kamus utama juga bisa berupa kata-kata gabungan. Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan sosial, kamus telah mengembangkan berbagai macam model dan objek untuk menyesuaikan kebutuhan di berbagai industri atau kegunaan. Penelitian ini membahas tentang evaluasi kamus saku yang berjudul Kamus Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari Karya Johny Lee. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dengan menggunakan kartu data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kamus dilihat dari kesesuaian isi kamus dengan aturan dan tata bahasa Mandarin. Berdasarkan hasil penelitian, kesalahan yang banyak terdapat pada isi kamus diantaranya adalah: ketidaksesuaian antara kalimat dan terjemahan atau pemilihan kata, penggunaan tata bahasa, penulisan pīnyīn, penerjemahandan kesalahan penulisan atau typo.
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Hanyu Yufa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i2.27105

Abstract

Salah satu mata kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Semarang adalah hanyu yufa. Dalam mata kuliah tersebut membahas materi tentang tata bahasa, akan tetapi materi tentang tata bahasa juga disampaikan pada mata kuliah yang lain. Buku yang digunakan sebagai bahan ajar untuk mata kuliah hanyu yufa juga berbeda-beda setiap beberapa tahun dan dosen yang berbeda disetiap semesternya. Oleh karena itu diperlukan adanya analisis mengenai kebutuhan materi tentang mata kuliah hanyu yufa, sehingga dapat diketahui bahan ajar dan materi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran buku materi mata kuliah hanyu yufa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang, mengatahui kebutuhan materi mata kuliah hanyu yufa menurut dosen, dan mengetahui kebutuhan materi mata kuliah hanyu yufa menurut mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket atau kuisioner dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) Gambaran materi mata kuliah hanyu yufa, serta materi apa saja yang sama dengan mata kuliah yang lain. (2) Buku materi hanyu yufa yang digunakan oleh angkatan 2018 sudah sesuai, hanya saja masih terdapat beberapa kekurangan. (3) Mengetahui kebutuhan bahan ajar seperti apa yang dibutuhkan oleh angkatan 2018.One of the courses in the Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University is Hanyu yufa. The subject discusses material on grammar, but the material on grammar is also given to other subjects. The book that is used as teaching material for the Hanyu yufa course also varies each year. Therefore it is necessary to have an analysis of the material needs about the course of Hanyu yufa, so that it can be known what teaching materials and materials are following with the needs of students. This study aims to find out the overview of the book material of the Chinese Language Study Program Semarang State University, to know the material needs of the Chinese Language Course according to lecturers, and to know the material needs of the Chinese Language Course by students. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques using questionnaires and documentation. Data validity use source triangulation. The results of this study, (1) A description of Hanyu yufa course material, as well as any material which is the same as the other courses. (2) The material book of the Hanyu yufa that is used by the class of 2018 is appropriate, it's just that there are still some shortcomings. (3) Determine the need for teaching materials such as what is needed by the 2018 class.
Kata Tiruan (Onomatope) Tiruan Perbuatan Dalam Bahasa Mandarin
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25866

Abstract

Dalam penelitian ini penulis membicarakan ‘Onomatope dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia Analisis Kontrastif’. Penulis memilih judul ini karena kurangnya penelitian tentang perbandingan antara onomatope bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Mandarin onomatope disebut  nǐshēngcí,zhuàngshēngcí,xiàngshēngcí. Onomatope diklasifikasikan menjadi 5 tipe onomatope, yaitu pertama, onomatope suara hewan, kedua, onomatope gerak atau aktivitas manusia, ketiga, onomatope benda di sekitar manusia atau fenomena alam, keempat onomatope perbuatan, dan kelima, onomatope abstraksi bunyi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik lesap, kemudian dilanjutkan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode distribusional. Berdasarkan penelitian diperoleh sebanyak 33 onomatope dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, kemudian diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe onomatope dan diperoleh 7 onomatope suara hewan, 8 onomatope tiruan bunyi gerak manusia atau aktivitas manusia, 5 onomatope tiruan benda di sekitar manusia atau fenomena alam, 12 onomatope tiruan perbuatan, dan 1 onomatope abstraksi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan komponen bunyi fonem yang menyusun. Di dalam bahasa Mandarin terdapat bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara aspiratif dan tidak aspiratif, sedangkan dalam bahasa Indonesia hanya bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara dan tidak memiliki konsonan aspriratif.The author chose this title because of the lack of discussion about the comparison between the onomatopoeia Chinese and Indonesia. In Mandarin the onomatopoeia called  nǐshēngcí,  zhuàngshēngcí, xiàngshēngcí. Onomatopoeia is classified into 5 types of onomatopoeia, the first, Onomatopoeia animal sound, the second, both onomatopoeia motion or human activity, the three, onomatopoeia  objects around humans or natural phenomena, the four, onomatopoeia  deeds, and the fifth, onomatopoeia  sound abstractions. Technique of collecting data using advanced technique that is technique of distribusional, then continued with library technique and technique of note. Data analysis method used is distribution method. Based on the research, there were 33 onomatopoeia in Mandarin and Indonesian language, then classified by onomatopoeia type and obtained by 7 onomatopoeia animal sounds, 8 artificial onomatopoeia  of human motion or human activity, 5 artificial onomatopoeia around human or natural phenomena, 12 onomatopoeia mock deeds, and 1 onomatopoeia sound abstraction. The results showed the different components of phoneme sounds that make up. In Mandarin there are consonant sounds and no aspirative voices and are not aspirational, whereas in Indonesian the sounds of consonants are voiced and voiceless and lack aspirational consonants.
Pengembangan Media Pembelajaran Roda Datar dalam Menguasai Elemen Piktograf pada Pembelajaran Hanzi Tingkat Dasar
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.25723

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kurangnya media pembelajaran berbasis tiga dimensi pada pembelajaran bahasa mandarin tingkat dasar yang membahas mengenai hanzi. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis tiga dimensi yang membahas mengenai hanzi sangat dibutuhkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui analisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf (2) mengembangkan desain media pembelajaran elemen piktograf, (3) mengetahui penilaian ahli media dan ahli materi terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (RD) dengan lima tahapan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data,  (3) desan produk, (4) validasi ahli, serta (5) revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dan pendidik membutuhkan media pembelajaran untuk mempelajari hanzi. Kedua, desain media pembelajaran terdiri dari roda datar, standing media, dan kartu hanzi. Ketiga, hasil dari validasi ahli media mendapat nilai rata-rata 88 memiliki skor 4 termasuk dalam kategori sangat layak dan hasil dari validasi ahli materi mendapat nilai rata-rata 85 memiliki skor 4 termasuk kategori sangat layak.This study is based on the lack of three dimensional based learning media on basic level mandarin learning that discusses hanzi. Therefore, the development of three dimensional based learning media that discusses hanzi is necessary. In this study, the researcher developed pictograph elemet flat wheel learning media. The purposes of this study are (1) to find out the analysis of the needs of teachers and students toward the pictograph elemets flat wheel learning media. (2) to develop pictograph element learning media design, (3) to find out the assessment of media expert and material expert on pictograph element flat wheel learning media. This study was done using a research and development (RD) approach with five stages, there are (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) expert validation,  (5) design revision. The results of this study showed that: First, both students and teachers need a learning media to learn hanzi. Second, the learning media design consists of flat wheel, standing media and hanzi cards. Third, the results of media expert validation got 88 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category and the results of material experts validation got 85 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category.
ANALISIS ISI SILABUS, RPP, DAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN BAHASA MANDARIN SMP NUSA PUTERA, SMP KEBON DALEM, DAN SMP KARANGTURI SEMARANG
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i1.12683

Abstract

Abstract___________________________________________________________________The curriculum is one of the educational variables which have an important role in improving the education quality. Every educational unit has been given the freedom to arrange and develop its own curriculum which is based on the arrangement guideline developed by the National Education Standards(BSNP). Meanwhile, the government doesn’t provide the curriculum of Mandarin subject at junior high school level, so that the curriculum arrangement responsibility given to each educational unit. The purpose of this study is to determine the content and the curriculum development of Mandarin subject in the scope of syllabus and lesson plan at junior high school grade VII. The research approach which was used in this research is descriptive qualitative. Based on the findings in the form of Mandarin subject curriculum content analysis from SMP Nusa Putera, SMP Karangturi and SMP Kebon Dalem had been known that there are differences between the curriculum contents of each school. From the research findings, it is known that there is still weakness in the curriculum arrangement, both components and development. It is necessary to do further socialization for schools and the teachers in arranging the curriculum content in order to create a more effective and efficient curriculum. Abstrak__________________________________________________________________Kurikulum merupakan salah satu variabel pendidikan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap satuan pendidikan diberi keleluasaan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulumnya sendiri yang berpedoman pada panduan penyusunan yang dikembangkan BSNP. Kurikulum bahasa Mandarin untuk tingkat SMP pemerintah tidak mengeluarkan sehingga penyusunannya diserahkan kepada masing-masing pihak satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi dan pengembangan kurikulum bahasa Mandarin dalam lingkup Silabus dan Rancangan Program Pembelajaran (RPP) SMP kelas VII. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang berupa analisis terhadap isi kurikulum bahasa Mandarin dari SMP Nusa Putera, SMP Karangturi dan SMP Kebon Dalem diketahui bahwa terdapat perbedaan antara masing-masing isi kurikulum sekolah tersebut. Dari hasil penelitian masih terdapat kekurangan dalam penyusunan kuirikulum tersebut baik dari segi komponen maupun pengembangannya. Hal ini diperlukan sosialisasi lebih lanjut untuk pihak sekolah dan para pengajar dalam menyusun isi kurikulum agar dapat tercipta kurikulum yang lebih efektif dan efisien.    
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Xiandai Hanyu Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32578

Abstract

Xiandai Hanyu adalah salah satu mata kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Semarang. Pada mata kuliah ini tidak ada buku pegangan untuk mahasiswa, hanya berupa lembar fotokopi dan catatan-catatan, terlebih penyampaian materi menggunakan bahasa mandarin untuk semester dua dan semester tiga membuat mahasiswa merasa kesulitan dalam menerima dan memahami materi. Oleh karena itu peneliti merasa diperlukan adanya analisis terkait kebutuhan materi tentang mata kuliah Xiandai Hanyu, sehingga dapat diketahui materi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran materi mata kuliah Xiandai Hanyu di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang, mengetahui kebutuhan materi mata kuliah Xiandai Hanyu menurut dosen, dan mengetahui kebutuhan materi mata kuliah Xiandai Hanyu menurut mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Lalu untuk keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Gambaran materi mata kuliah Xiandai Hanyu di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang (2) Tidak sesuainya antara tingkat kesulitan materi dan cara penyampaian materi ketika proses pembelajaran, cukup memberikan poin-poin kunci agar lebih mudah di mengerti. (3) Mengetahui apa saja materi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan dosen pada mata kuliah Xiandai Hanyu.Xiandai Hanyu is one of the courses in the Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University. there is no handbook for students, only in the form of photocopies and notes, especially the delivery of material using Chinese for the second and third semesters makes students find it difficult to receive and understand the material. Therefore, researchers feel that an analysis is needed regarding the material needs of the Xiandai Hanyu course, so that it can be seen what kind of material is suitable for student needs. The purpose of this study was to determine the description of the Xiandai Hanyu course material in the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University, knowing the material needs of the Xiandai Hanyu course according to the lecturer, and knowing the material needs of the Xiandai Hanyu course according to students. This study used a qualitative descriptive method, with data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. Then for the validity of the data using triangulation techniques. The results of this study are as follows: (1) Description of the Xiandai Hanyu course material in the Chinese Language Education Study Program, Semarang State University (2) The incompatibility between the difficulty level of the material and the way of delivering the material during the learning process, it is sufficient to provide key points to make it more difficult. easy to understand. (3) Knowing what materials are needed by students and lecturers in the Xiandai Hanyu course..
Analisis Kesalahan Penggunaan Jinyici dalam Membuat Kalimat Bahasa Mandarin pada Mahasiswa Semester VI Angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí), mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa, menentukan cara untuk membedakan penggunaan (jìnyìcí) dan merumuskan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesalahan penggunaan (jìnyìcí) tersebut. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang sebanyak 25 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí) adalah sebesar 28,4%. Kesalahan tersebut tergolong pada tingkat rendah, namun ada beberapa kesalahan yang perlu lebih diperhatikan yaitu kesalahan dalam penggunaan fungsi tata bahasa dan kesalahan dalam memahami makna. Cara membedakan penggunaan (jìnyìcí) dapat dilakukan mahasiswa dengan mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) dan memahami makna kosakata (jìnyìcí). Solusi yang dapat dilakukan adalah mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) secara keseluruhan dengan benar, memahami makna kosakata (jìnyìcí) secara spesifik, dan memperbanyak latihan membuat kalimat menggunakan kosakata (jìnyìcí).This study aims to identify mistake percentage in using (jìnyìcí), identify what mistakes conducted by students, determine how to differentiate the usage of (jìnyìcí), and formulate solution to reduce mistake in using (jìnyìcí). This study uses descriptive-quantitative approach. There are 25 sixth students of Mandarin Language Education Department in Universitas Negeri Semarang as population and sample. In addition, data is collected by documentation and testing method. Based on the analysis, there is 28,4% of mistake in using (jìnyìcí). This finding is categorized as low. However, there are some mistakes that need to be noted. For instance, mistake in using grammar and interpreting meaning. Furthermore, (jìnyìcí) can be differentiate by studying grammar of (jìnyìcí) and understand the meaning of (jìnyìcí). Finally, it is recommended to study the grammar of (jìnyìcí), specifically understand the meaning of (jìnyìcí) and increase the exercise to make sentences using (jìnyìcí).
Klasifikasi Penggunaan dòngliàngcí (Kata Satuan untuk Kata Kerja) dalam Buku Bahan Ajar Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25859

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penelitian ini adalah (1) mengklasifikasikan penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja) dalam 3 buku bahan ajar (2) membedakan fungsi dari penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja). Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif kualitatif, Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah buku bahan ajar prodi pendidikan bahasa mandarin universitas negeri semarang yaitu buku zōnghé (komprehensif) tingkat 2, yuèdú (membaca) tingkat 2,dan tīngshuō(mendengar dan berbicara ) tingkat 2. Objek data dalam penelitian ini adalah sebuah penggalan kalimat dari wacana yang ada di buku bahan ajar yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yang diambil dari wacana pada buku bahan ajar. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 68 buah kalimat yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. kata satuan cì 25 buah, kata satuan  xià 30 buah, kata satuan biàn  5 buah, kata satuan tàng 2 buah, kata satuan dùn 1 buah, kata satuan chǎng 1 buah. dan kata satuan  zhēn sebanyak 1 buah.Based on background the problem, the purpose of this study is (1) classify use of measure word for verb (2) differentiate function from measure word for verb. The method in this study is qualitative descriptive statistical analysis method. This study uses the qualitative descriptive research type and design. The source of data in this study come from teaching material books at Chinese language education study program Semarang state university. The books used are (1) comprehension chinese (2) reading (3) listening and speaking. The object of data in this study is a sentence fragment from the text in teaching material books that has a measure word for verb. The data collection technique in this research was documentation in the text teaching material books. The final result of this study is there are 68 sentences used a measure word for verb. Unit word cì there are 25 unit, unit word xià there are 30 unit,unit word biàn there are 5 unit, unit word there are 2 unit, unit word  dùn there are 1 unit, unit word chǎng there is 1 unit and unit word针 zhēn 1 unit.
ANALISIS KESALAHAN PENEMPATAN ADVERBIAL (状语) DALAM KALIMAT BAHASA MANDARIN
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.12688

Abstract

Abstract___________________________________________________________________状语(adverbial) is an additional component in the front center of a verb, the form of an adjective.The basic function of adverbial is limiting and modifying the word center. Adverbial placement in Mandarin language is different from the adverbial placement in Indonesian sentences so that students often make mistakes in adverbial placement when creating Mandarin phrases. Furthermore, errors also occur when there are some adverbials in a sentence that makes adverbial must be placed based on the rules of order. This research tends to determine the type of adverbial placement errors and how to solve adverbial placement errors in a Mandarin sentence. This study used qualitative descriptive approach. The object of this research is the 43 eleventh grade students of SMA YSKI Semarang who choose Mandarin language lessons. Based on this research, the causes of students’ errors (respondents) are due to the influence of the use of Indonesian language and less understanding of the adverbial order, the correct adverbial sentence structure and the vocabulary. From those factors above, the researcher propose some suggestions in order to reduce the occurrence of adverbial placement errors, such as comprehending Mandarin sentence structure with simple formulas subject + adverbial + predicate + object, the placement of multi adverbial in the correct order, and also to enrich the vocabulary. Abstrak___________________________________________________________________ 状语(adverbial)adalah komponen tambahan di depan pusat kata kerja,kata sifat. Fungsi dasar adverbial adalah membatasi dan memodifikasi pusat kata. Penempatan adverbial dalam bahasa madarin berbeda dengan penempatan adverbial di dalam kalimat bahasa indonesia sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam penempatan adverbial saat membuat kalimat bahasa mandarin. Selain itu, kesalahan juga terjadi ketika di dalam sebuah kalimat terdapat beberapa adverbial, adverbial harus diletakkan berdasarkan aturan urutannya. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan penempatan adverbial  dan cara mengatasi  kesalahan penempatan adverbial dalam kalimat bahasa mandarin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA YSKI Semarang yang memilih pelajaran bahasa mandarin yang berjumlah 43 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, faktor penyebab kesalahan siswa (responden) dikarenakan adanya pengaruh bahasa indonesia, tidak memahami urutan adverbial, tidak mengetahui struktur kalimat beradverbial yang benar, serta tidak memahami kosakata. Dari faktor penyebab diatas, peneliti merumuskan beberapa saran agar dapat mengurangi terjadinya kesalahan penempatan adverbial dengan mememahami struktur kalimat bahasa mandarin dengan rumus sederhana subjek + adverbial + predikat + objek. Penempatan multi adverbial dengan urutan yang tepat, serta memperbanyak pembendaharaan kosakata.

Page 7 of 10 | Total Record : 96