cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Contact Email
jurnalanala@gmail.com
Phone
+6285738776698
Journal Mail Official
jurnalanala@undwi.ac.id
Editorial Address
JALAN KAMBOJA NO 17, DENPASAR - BALI
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Anala
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19075286     EISSN : 27225682     DOI : 10.46650
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Anala is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Engineering at Dwijendra University, Denpasar, Bali, Indonesia (P-ISSN: 1907-5286; E-ISSN: 2722-5682). The aim of the journal is to publish original and high-quality articles in the field of architecture, landscape architecture, interior design, building science, building construction, civil engineering and the built environment. Jurnal Anala is published twice a year, in February and September. We accept original articles that have not been previously published elsewhere and are not currently under review for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Filosofis dan Makna Bale Sakanem di Petang, Badung. Desak Made Sukma Widiyani,S.T.,M.T; Suratmi, Ni Luh
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.970.1-6

Abstract

Traditional Balinese house architecture is a work that is born from the traditions, beliefs and spiritual activities of the Balinese people which are manifested in various physical forms, such as traditional houses, sacred places (places of worship called temples), meeting halls, and others. The birth of various physical manifestations is also caused by several factors, namely the geography, culture, customs, and socio-economic conditions of the community. One of the buildings in a traditional Balinese house is the Bale Dangin. Bale Dangin is located in the eastern part of the Balinese Hindu community yard. Bale Dangin has the main function as a place to make and place ceremonies for Manusa Yadnya ceremonies such as metatah (tooth cutting), otonan, pewiwahan natab in bale and other activities. Along with the development of the times like nowadays, Bale Dangin buildings are rarely found in Hindu community houses in Bali, there are several factors affecting this, from the land that is owned is narrow / only enough for the main building to the factor that people are less interested in traditional buildings on the grounds that they are not modern and with the times. So that there is a change in the meaning of the Bale Dangin Building itself. In addition to changes in meaning, there is also a change in the materials used in the construction of the Bale Dangin building, after searching data by interviewing and field observations, it is known that things that affect changes in the use of Bale Dangin materials are due to climate / weather, developments existing architectural styles and the state of the community economy. The purpose of this research is to discuss how the function and meaning of the existence of Bale Dangin, especially Bale Dangin Sakanem in Hindu community homes in Bali, and to find out what materials can be used to produce Bale Dangin buildings that are still up to date with the times but do not reduce the value of philosophy and meaning of Bale Dangin itself so that it can survive amid the development of architectural styles in Bali.
Sekolah Tinggi Tata Boga dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Jakarta Sahar, Kartika; Hantono, Dedi; Aqli, Wafirul
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.971.7-16

Abstract

Perkembangan yang sedang terjadi di Indonesia contohnya pada bidang pembangunan infrastruktur, pariwisata dan lainnya menarik perhatian untuk kalangan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung atau melakukan kerja sama. Kunjungan dari berbagai pihak ke Indonesia dapat dimanfaatkan untuk lebih mempromosikan lagi tentang Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beragam jenisnya. Dalam mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkan tenaga profesional yang dapat mengolah makanan tersebut dengan baik. Salah satu perwujudannya adalah dengan mengadakan lembaga pendidikan di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beberapa jenis lembaga Perguruan Tinggi salah satunya adalah Sekolah Tinggi. Sekolah Tinggi merupakan lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan pada satu disiplin ilmu sehingga lebih memfokuskan pada ilmu tersebut. Tentunya hal tersebut juga perlu didukung oleh bangunan yang mewadahi kegiatan tersebut dan dapat menarik minat masyarakat, salah satunya penerapan gaya arsitektur pada bangunannya, contohnya adalah penerapan gaya arsitektur futuristik pada bangunan dan lokasi bangunan yang strategis.
Kajian Tipologi dan Morfologi Rumah Adat Suku Umbu Manu di Desa Lukukamaru Kabupaten Sumba Timur Anus Depi Parimang; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.976.17-24

Abstract

Desa Lukukamaru termasuk di kecamatan Kota Waingapu yang merupakan Ibu kota kabupaten Sumba Timur.Desa ini masih banyak Rumah Adat yang perlu dikaji supaya kedepannya bisa dilestarikan dengan baik dan tetap terjaga kekhasannya. Suku Umbu Manu salah satu contoh kajian Rumah Adat di Desa Lukukamaru, Suku Umbu Manu ini mempunyai 2 tipe Rumah Adat yang sangat menarik untuk dikaji, kedua rumah adat tersebut mempunyai perbedaan sangat jauh. Rumah adat tipologi 1 di kenal dengan nama Umah Hori Marapu Adung (Rumah Adat Tugu pahlawan) dan tipologi 2 Umah Hori Kaballa (Rumah Adat Petir) fungsi rumah adat dari ke 2 hampir sama.Kontruksi yang digunakan masih kayu dan atap sudah memakai atap seng, untuk penggunaan pen masih digunakan pada kolom dan balok akan dipadukan dengan paku. Metode yang digunakan studi literatur yaitu berkaitan dengan data-data literatur arsitektur tradisional sumba. Observasi yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan dengan mengambil sample yang akan dipakai studi banding di dalam penelitian ini.Wawancara yaitu melakukan wawancara langsung dengan ketua Adat suku Umbu Manu yang mengetahui dan mengerti tentang tipologi dan marfologi Rumah Adat suku Umbu Manu dikampung Pahomba. Tipologi Umah mbatang , Umah kabakubatang dan morfologi berbentuk persegi rumah adat suku Umbu Manu masih tetap terjaga dengan baik dari segi tata letak kolom , konstruksi, Balok , penempatan kusen pintu ,jendela dan ketinggian bangunan.Untuk penggunaan bahan sudah mulai bergeser seperti bahan atap,sebelumnya alang-alang tetapi sekarang sudah memakai atap seng dan pen juga sudah ada kaloborasi dengan penggunaan paku.
Penerapan Pendekatan Arsitektur Perilaku dalam Merancang Perpustakaan Umum Guna Mendukung Kegiatan Literasi di Kota Denpasar Kepakisan, Nareswari; Wiriantari, Frysa; I Nyoman Gde, Suardana
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.979.25-32

Abstract

The decline in statistics on public visits to the library draws attention to review. Changing patterns and lifestyles of people shift people's views about libraries. The fast-paced era of digital literacy has shifted people's interest in libraries. Increasing time and era, libraries are no longer used as a lifestyle by the community. Human behavior, which is implemented as a form of architecture, is also known to shape human behavior. The buildings that were originally designed and shaped by humans as their fulfillment will then assist the human way in living their social life and values ​​in life. The old paradigm of society towards the library is an old building that is dark, stuffy, lonely, and even haunted. Therefore it is necessary to have a study of what kind of design can captivate the hearts of today's people so that they can then apply it in an architectural design by studying the patterns and lifestyles of today's society with the aim of obtaining a library design concept that is in accordance with the lifestyle of the community (especially students) today and the reactivation of library building facilities which are increasingly disappearing from the pattern of people's lives.
Sampah Sebagai Pembangkit Listrik Alternatif dalam Upaya Pengembangan Infrastruktur Pusat Kota Lama Singaraja Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari; Ni Putu Diah Permanasuri
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.980.33-42

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang sering mucul di Kota manapun. Pada beberapa Negara Maju, sampah tidak lagi menjadi beban, namun sangat berpotensi dijadikan sebagai pembangkit listrik energi terbarukan. Dengan memanfaat gas metan yang dihasilkan, “sumber masalah” tersebut dapat terkelola sehingga tidak terbengkalai di TPA dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Bercermin dari hal tersebut, beberapa Kota besar di Indonesia meniru sistem pengolahan sampah menjadi listrik namun dengan metode yang beragam, termasuk Kota Singaraja. Bekerjasama dengan Kementrian ESDM, Pemda Singaraja mencoba membangun Pilot Project PLTG Landfill Bengkala, tepatnya di TPA Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Akan tetapi, sampai saat ini project tersebut masih pada tahap penelitian dan beberapa waktu belakangan, belum dilanjutkan kembali. Dengan potensi TPA yang mampu menampung sampah hingga 165 ton, pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill ini dapat menghasilkan listrik sebesar 2 MW. Apalagi dalam upaya pengembangan infrastruktur Pusat Kota Lama Singaraja, pemanfaatan gas metan dari sampah menjadi salah satu langkah inovatif, yang menjadikan kota tumbuh sebagai Kota yang mandiri karena dapat menghasilkan sumber energi listrik alternatif terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan usulan mengenai sumber energi listrik terbarukan yang murah dan ramah lingkungan. Teknik Pengumpulan datanya, menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur, dengan metode analisis deskriptif
Pengaruh Kegiatan Pariwisata Terhadap Tatanan Spasial Di Pura Desa Dan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar Made Ratna Witari; Komang Sariasih
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.987.43-52

Abstract

Pulau Bali yang terkenal akan aktivitas pariwisatanya memiliki daya tarik wisata salah satunya berupa wisata budaya. Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Batuan menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang berada di Kabupaten Gianyar. Adanya aktivitas wisata pada pura yang memiliki fungsi utama sebagai tempat suci umat Hindu tentu akan berpengaruh pada tatanan spasial di wilayah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan pariwisata terhadap tatanan spasial di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan aktivitas pariwisata dengan tatanan spasial yang berupa tampilan fisik, aktivitas keagamaan, sosial serta ekonomi di Pura Desa dan Pura Puseh di Desa Adat Batuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil akhir penelitian menunjukkan perubahan signifikan terjadi pada aspek ekonomi, sosial dan tampilan fisik berupa penambahan fasilitas penunjang. Pada kegiatan keagamaan tidak mendapatkan pengaruh yang besar dari adanya aktivitas wisata, begitu juga pada bentuk dan ukiran pada bangunan yang masih dipertahankan

Page 1 of 1 | Total Record : 6