cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LINTASAN TERHADAP BESAR TEGANGAN YANG DIHASILKAN PADA HARVESTING ENERGY Moh. Burhan Hidayat
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menggunakan metode harvesting energy dengan menggunakan daun talas Colocasia esculenta L yang memiliki permukaan superhidropobik yang kemudian diteteskan cairan aquades diatasnya sehingga ramah lingkungan. Dalam penelitian ini menggunakan lintasan dengan kemiringan 20°,40°, dan 60° yang dilapisi dengan alumunium foil diatanya sebagai elektroda. Dari hasil pengujian menghasilkan tegangan listrik yang berbeda-beda setiap sudut kemiringan lintasan, dimana hal ini terjadi akibat adanya kelebihan jumlah electron dalam atom ataupun kekurangan jumlah electron sehingga menyebabkan ketidak seimbangan di dalam atom. Tegangan paling besar dihasilkan pada lintasan dengan kemiringan 20° yaitu sebesar 0,3964v. Energi listrik dihasilkan akibat adanya tegangan permukaan yang menyebabkan terjadinya lompatan electron, dimana lompatan electron terjadi saat adanya kontak antara gugus fungsi antara H^+ dengan OH^- dimana mekanisme penggeraknya adalah tegangan permukaan dan gaya impuls, dan reaksi antara unsur Mg, Ca, K, terhadap ion OH^-, H^+. Pada saat tetesan air menyentuh permukaan daun talas menimbulkan sebuah sudut kontak, dimana pada setiap lintasan dengan kemiringan yang berbeda menghasilkan sudut kontak rata-rata diatas 150° yang membuktikan bahwa permukaan daun talas merupakan daun superhidrofobik, dan kemiringan suatu lintasan sangat berpengaruh pada energi listrik yang dihasilkan.Kata kunci: Daun Talas, Energi Listrik, Superhidropobik, Droplet, Harvesting Energy
Analisis Kandungan Unsur Logam Dengan XRF Dan OES Terhadap Kekerasan ASTM A240 UNS S32760 Pada Proses Hardening Dan Quenching achmadi achmadi
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesatnya pembangunan yang terjadi disegala bidang, terutama dalam pembangunan sebuah infrastruktur, dan kontruksi, sangat memberikan pengaruh terhadap pelaku bisnis atau pengusaha yang bergerak dibidang industri logam terutama logam besi dan baja. Salah satunya adalah baja ASTM A240 UNS S32760, baja ini termasuk baja tahan korosi. Baja ini termasuk baja super duplex dengan 50% feritik dan 50% austenitik, sehingga banyak digunakan untuk keperluan kapal dan industri. Tetapi akhir-akhir ini sering kita dengar, bahwa sering terjadi sebuah kebakaran sebuah inustri dan kapal, seperti yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2018. Disekitar prairan dermaga gudang matoso juruju, Pontianak Kalimantan barat Indonesia, dan dilakukan pemadaman yang secara cepat. Oleh karena itu perlu adanya sebuah penelitian tentang pengaruh perlakuan panas Hardening dani Quenching. Penelitian kali ini temperatur yang digunakan 880°C, 895°C, dan 910°C. Menggunakan holding time 10 menit untuk setiap perlakuan panas,  dan dikonsentrasikan pada unsur logam dan kekerasan material baja ASTM A240 UNS S32760. Hasil dari penelitian ini untuk nilai kekerasan meningkat sampai dengan 7% dari 103.35(HRB) menjadi 111,182(HRB). Hasil variasi suhu dianalisis menggunakan uji T dan Anova satu arah. Didapat dari uji T untuk temperature 880°C  dan 895°C  bahwa  thitung 1,73427802 < ttabel 2,13185. Untuk temperatur 880°C dan 910°C bahwa thitung -0.940157622 < ttabel 2,13185. Untuk temperatur 895°C dan 910°C bahwa thitung 0.488604917<ttabel 2.13185. Hasil dari uji Anova di dapat bahwa F  < F  (2.48180175 < 2.97). Artinya bahwa untuk nilai kekerasan hasil dari variasi suhu tidak terjadi perbedaan secara signifikan antara 880°C, 895°C,  dan 910°C. Hasil analisa unsur logam didapatkan bahwa ada pengaruh terhadap nilai chromium, molybdenum, dan nikel. Sedangkan untuk nilai carbon tidak mengalami perubahan. Kata Kunci: perlakuan panas hardening, quenching, unsur logam, kekerasan baja duplex
DESAIN KONTRUKSI MESIN PENCACAH KERTAS DENGAN PISAU PEMOTONG ZIG-ZAG DAN TEGAK LURUS Mukhammad Kosim
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Penelitian ini bertujuan untuk dapat merancang dan membuat kontruksi mesin pencacah kertas yang mempunyai nilai keamanan. Kontruksi adalah komponen yang sangat penting dalam perancangan perencanaan sebuah alat. Kontruksi berfungsi untuk dudukan dari komponen-komponen lain, Dalam perancangan kontruksi tahapan yang harus diperhitungkan sebelum melakukan perancangan meliputi pemilihan material yang mempengaruhi kekuatan kontruksi, mengetahui nilai properties pada material dan memperhitungkan desain kontruksi.,Dalam perancangan ini adalah metode simulasi software yang kemudian dibuktikan dengan metode perhitungan manual, sehingga hasil dari perhitungan kedua metode peneliti dapat mempertimbangkan kelayakan perancangan kontruksi mesin pencacah kertas...Pembuatan desain kontruksi menggunakan software autodesk inventor dengan material dan bahan yang sudah ditentukan selanjutnya dilakukan study analysis (simulate) untuk mengetahui nilai keamanan (safety factory), von mises, displacement, yang terjadi pada kontruksi. Perancangan desain kontruksi mesin pencacah kertas ini menggunakan bahan material hollow dengan ukuran 30 mm x 30 mm x 1.4 mm dengan pemberian beban 8 Kg (78.453 N). Diketahui nilai safety factory berdasarkan jenis beban menggunakan jenis beban dinamis 2 – 3  dengan angka keamanan 2,0 – 2,5 perancangan elemen-elemen mesin yang menerima pembebanan dinamis dengan tingkat kepercayaan rata-rata untuk semua data perancangan. Hasil perhitungan analisa nilai von mises dari analisa software autodesk inventor sebesar 1.240 Mpa untuk hasil dari perhitungan manul mempunyai nilai sebesar 1.2111 Mpa, displacement dapat diketahui dari analisa software sebesar 0.0031 mm untuk hasil dari perhitungan manual mempunyai nilai sebesar 0.030 mm. Sehingga dapat disimpulkan perancangan kontruksi mesin pencacah kertas dinyatakan aman dengan pembebanan tersebut dan layak untuk digunakan.Kata kunci: kontruksi, software, autodeck inventor, simulation
Pemanfaatan Oli Bekas SAE 15w-40 Dengan Ekstrak Belimbing Wuluh Muhammad Suhadak Jazuli
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Kemajuan teknologi di berbagai bidang telah mempermudah kegiatan manusia dalam melakukan aktifitasnya, terutama di dalam bidang teknologi mesin. Hampir semua manusia menggunakan teknologi mesin disetiap harinya, seperti berkendara dengan mobil atau sepeda motor, mesin – mesin kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik memerlukan minyak pelumas atau yang sering disebut dengan oli. Minyak pelumas adalah suatu zat yang disisipkan diantara dua permukaan yang bergerak secara relative agar dapat mengurangi gesekan antara kedua permukaan dan dapat memperpanjang umur mesin. sejalan dengan banyaknya mesin – mesin yang menggunakan minyak pelumas membuat jumlah limbah pelumas bekas meningkat. Banyak minyak bekas atau oli bekas yang dihasilkan dari kendaraan bermotor dan mobil sering kali menimbulkan permasalahan baru. Penanganan minyak pelumas atau oli yang sudah tidak terpakai sering kali dilakukan dengan cara asal – asalan ( dengan cara disimpan atau dengan cara dibuang sembarangan), dengan cenderung terabaikan. Meski minyak pelumas bekas masih dapat dimanfaatkan, tapi bila tidak dikelolah dengan baik maka akan membahayakan lingkungan Kata kunci :destilasi, viskositas,  flash point, nilai kalor
Pengaruh waktu pada kualitas briket sampah plastik jenis PP dengan penambahan tepung kanji sebagai perekat Muhammad Chumaidi Yusuf
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSampah dan energi merupakan hal penting saat ini terutama untuk kota besar. Kepadatan penduduk di kota besar menyebabkan penumpukan volume sampah yang tidak kecil. Sampah plastik dapat di jadikan sebagai bahan bakar padat alternatif yaitu dengan mengolah hasil limbah dari proses pirolisis. Pada proses penelitian ini menggunakan variasi waktu 30 dan 60 menit. Pada waktu 30 menit dengan penambahan tepung kanji 20% menghasilkan kadar air 0,785%, kadar abu 4,2% kadar fixed carbon 94,82% dan kadar zat terbang 0,19 %. Dari hasil penelitian tersebut nilai kadar yang terkandung dalam briket sampah plastik yang baik yaitu pada briket dengan proses pembakaran 30 menit dengan penambahan tepung kanji 20% karena pada hasil ini nilai yang terkandung tidak banyak memeiliki kelemahan yg ada pada briket 10% dan 30% penambahan tepung kanji. Kata Kunci : Pirolisis, Sampah Plastik, Poly Propylene, Briket, Tepung Kanji 
Analisis Kekerasan Pengecoran Kuningan dan Magnesium dengan Variasi Media Pendingin Sayyid Habibullah
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Penelitian ini adalah untuk mengetahui. kekerasan pengecoran kuningan dan magnesium dengan variasi media pendingin dan penambahan magnesium pada logam utama kuningan. Kuningan dan magnesium dilebur menggunakan tungku pengecoran logam pada temperature 950 0C dan selanjutnya dituangkan. kecetakan logam lalu didinginkan di media pendingn air laut,air dan oli SAE40. Untuk mengetahui nilai kekerasan hasil pengecoran kuningan dengan magnesium menggunkan mesin uji kekerasan Rockwell hardness testing machine, hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai kekerasan tertinggi yaitu di media pendingin air laut sebesar 544,8 HRT dan pada penambahan .Mg menunjukkan bahwa penambahan Mg 15% pada pengecoran kuningan menunjukkan kenaikan nilai kekerasan 558,8. Hal ini disebabkan karena penambahan .unsur Mg pada kuningan menyebabkan struktur akan menjadi rata dan juga membentuk senyawa intermetalik yang dapat menyebabkan sifat mekanik meningkat.  Kata Kunci – Coran, Kekerasan, Kuningan, Magnesium, Media Pendingin
PENGARUH VARIASI SUDUT PAHAT HSS DAN PUTARAN SPINDEL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 42 TRAYS ARGANTA
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Kekasaran permukaan menjadi pertimbangan utama didalam proses pemesinan, terutama pada proses pembubutan. Parameter yang berpengaruh terhadap kekasaran permukaan adalah kecepatan puataran spindel dan sudut pahat yang digunakan pada proses pembubutan. Kekasaran permukaan dalam proses pembubutan pada penelitian ini mengunakan Baja ST 42. Penelitian ini dilaksakan untuk mengetahui tingakat kekasaran permukaan pada variasi sudut pahat HSS dan putaran spindel, menggunakan parameter pendukung yang ditentukan dan konstan di antarnya kedalam makan dan gerak makan. Untuk mengetahui perbedaan variasi sudut pahat dan putaran spindel secara teoritis dan empiris dilakukan uji berulang kali. Dengan menggunakan alat Mitutoyo SJ-210 setelah proses pembubutan akan mendapatkan data kekasaran permukaan. Hasil analisis penelitian yang sudah dilakukan kekasaran yang paling rendah di angka 1,7945 µm terdapat pada variasi sudut pahat 70◦ dengan kecepatan spindel 790 rpm. Memiliki gaya potong = 391,17 N dengan gaya makan = 878,58 N dan mempunyai Daya potong = 388,14 kw. Perhitungan manual teori analysis of variance two way mempunyai nilai interaksi Fhitung = 1,755 < Ftabel = 4,26 maka yang bisa disumpulkan bahwa variasi sudut pahat dan putaran spindel dengan kedalaman yang sama tidak ada pengaruh pada kekasaran permukaan. Kata kunci : Kekasaran Permukaan, Putaran, sudut pahat, proses pembubutan
Analisa Struktur Mikro Kekuatan Sambungan Kampuh V dan Kampuh U Baja ASTM A36 proses Pengelasan SMAW Miftakhul Ikhsan
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miftakhul Ikhsan, 2020. Analisa Struktur Mikro Kekuatan Sambungan Kampuh V dan Kampuh U Baja ASTM A36 proses Pengelasan SMAW. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang. Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Priyagung Hartono, M.T1), Mochammad Basjir, S.T., M.T2).Perkembangan dalam dunia teknologi semakin meningkat di setiap waktu dengan dasar-dasar IPTEK yang semakin canggih. teknik pengelasan menjadi proses pekerjaan penting dalam dunia industri kontruksi maupun manufakture  yaitu pada proses  yang memproduksi  dengan bahan baku logam baja. Pada dasarnya Penelitian ini menggunakan metode eksperimen secara langsung di lapangan, dengan menggunakan bahan Baja ASTM A36 yang memiliki kandungan unsur yaitu Fe: 98 %, C: 0.25 %, Mn: 1.03 %,Cr: 0.28 %. Baja ini termasuk dalam kandungan baja yang memiliki unsur  karbon rendah karena baja dengan karbon kurang dari 0.35 %. Penelitian ini pada dasarnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh struktur mikro dan kekuatan sambungan kampuh V dan kampuh U dengan proses pengelasan SMAW, Sambungan baik pada tebal 10 mm diperoleh kampuh V dengan Nilai rata-rata kekuatan tarik terbesar di hasilkan pada pengelasan kampuh V yaitu 412.8 N/mm2, sambungan las kampuh U mempunyai nilai rata-rata sebesar 367.2 N/mm2. Dimana kampuh V mempunyai sifat plastis , elastis yang tinggi dan ketahanan yang tinggi di bandingkan dengan kampuh U pada baja ASTM A36 proses pengelasan SMAW dengan tebal 10 mm. Pada foto mikrostruktur daerah HAS kampuh V diperoleh nilai rata-rata warna hitam 41.2 % dan warna putih 58.9 % sedangkan nilai rata-rata kampuh U di warna hitam 44.7 % dan warna putih 55.3 %. Hal ini menandakan bahwa kampuh U terbentuknya fasa alpha lebih banyak dari fasa gamma dan untuk kampuh V terbentuknya fasa gamma lebih banyak dari fasa alpha. Sehingga apabila warna putih ataupun fasa alpha terbentuk yaitu menandakan Baja ASTM A36 mempunyai sifat lebih ulet, plastis, dan elastis yang tinggi. Sedangkan fasa gamma ataupun warna gelap/hitam terbentuk  yaitu menandakan adanya kekerasan pada baja sehingga baja lebih kuat dan mempunyai sifat keras, getas dan elastis yang rendah. Kata Kunci : Baja ASTM A36, SMAW, Struktur mikro, Kekuatan tarik, Kampuh V, Kampuh U.
Pengaruh Variasi Jenis Daun Talas Pada Besarnya Beda Potensial Yang Dihasilkan Pada Proses "Harvesting Energy" Firdaus Fitraryansyah
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harvesting energy is energy harvesting that is environmentally friendly by using natural resources to produce renewable energy in the form of electrical energy. Harvesting energy that is commonly used is solar cells during the dry season which are considered more efficient and have many advantages, it does not cause air pollution or noise pollution, but during the rainy season solar cells cannot receive enough solar energy to be stored so they cannot produce electrical energy. The harvesting energy that will be used at this research is by dripping aquades droplets on the surface of the taro leaves with a drop distance of 5 cm and a tilt angle of 20° and varying the types of taro leaves used. On the underside of the leaf will be coated using aluminum foil as an electrode. The results of the research showed that the taro leaves of the Bogor taro species were colocasia esculenta (L) schott. generates an electrical voltage of 0.3964 volts and is the highest point of the electrical voltage produced. As the results, Taro Bogor colocasia gigantae (Bl.) Hook.f the electrical voltage generated is 0.2929 volts and the resulting electric voltage of taro is 0.3666 volts. The surface of the taro leaves contains elements of Mg, K, Ca which will bind to each other when they meet with H20, this reaction causes an electron jump.
ANALISIS VARIASI CORNER RADIUS CETAKAN BIPOLAR PLATE SERPENTINE DAN BESAR TEKANAN PADA PROSES PEMBENTUKAN SUPERPLASTIS DENGAN METODE SIMULASI KOMPUTER Andi wahyu setiawan
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kelangkaan energi merupakan permasalahan bersama yang harus di cari solusinya. Banyak peneliti di dunia memfokuskan risetnya pada sumber energi terbarukan. Fuel cell adalah salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mendapatkan energi terbarukan dengan cara mengonversi hidrogen dan oksigen menjadi energi listrik. Bipolar plate adalah komponen penting dari fuel cell, dimana bipolar plate menyumbang sekitar 80 % dan 45 % dari berat dan biaya pembuatan fuel cell. Pada proses fabrikasi bipolar plate sering terjadi ke tidak sesuaian pada dimensi, baik ukuran kedalaman saluran maupun cacat pada area corner hasil fabrikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain cetakan bipolar plate serpentine dengan kedalaman saluran alir yang  tinggi, dengan menggunakan metode simulasi komputer. Pada penelitian ini proses pembentukan superplastis akan di simulasikan dengan memvariasikan corner radius cetakan (0; 0,3; 0,5 dan 0,7 mm) dan besar tekanan (0,75; 1; 1,25 dan 1,5 MPa). Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar tekanan dan corner radius pada cetakan bipolar plate serpentine, maka kedalaman saluran alir bipolar plate akan semakin besar. Kedalaman saluran alir maksimum diperoleh pada hasil simulasi dengan corner radius cetakan 0,7 mm dan  tekanan 1,5 MPa.