cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
Analisis Suara Sebagai Parameter Kekasaran Permukaan Pada Pembubutan Baja St 42 chandra saputra, hino
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebuah industri manufaktur tidak terlepas dari adanya proses permesinan yang menjadi inti dari sebuah proses industri. Mesin sangat berperan dalam membantu manusia. Dalam teknologi pada bidang manufaktur, sensor dan pemprosesan sinyal digital menjadikan monitoring pada proses pemotongan logam akan menjadi hal yang biasa. Pembubutan sebagai proses pemesinan yang penting dalam manufaktur tidak akan menjadi pengecualian untuk memanfaatkan teknologi sensor ini, baik menggunakan sensor getaran, sensor suara, dan sebagainya. Tujuan dari penlitian ini untuk mengetahui pengaruh kekasaran permukaan terhadap suara pada proses pembubutan baja ST 42. Proses ini diperlukan untuk menghindari kesalahan pada saat awal proses machining, Sehingga produk yang diinginkan sesuai apa yang diharapkan. Suara yang dihasilkan dari pembubutan akan ditangkap melalui proses filtering untuk dapat di analisa sehingga hubungan antara kekasaran permukaan dengan suara dapat dilihat melalui grafik. Alat dan bahan yang digunakan adalah Mikrofon, software MATLAB R2015a, untuk baja yang digunakan ST 42 dengan bentuk silinder, diameter 25 mm dan panjang 100 mm dengan kandungan unsur kimia (besi (Fe) 98.65%, mangan (Mn) 0.80%, karbon (C) 0.25%, silicon (Si) 0.30%) dengan kekuatan tarik 60.4 N/mm². pembubutan tanpa menggunakan pendingin dan menngunakan tiga putaran spindle (790 rpm, 940 rpm, 1300 rpm) tiga kedalaman potong (0.5 mm 0.75 mm 1 mm) dan gerak pemakan (0.06 mm). Hasil penelitian menyimpulkan dengan suara paling rendah terdapat pada proses pembubutan ke-1 level 1, dimana amplitudo mencapai 0,6797 (dB) dengan nilai  kekasaran 1,131 (µm), pada pembubutan ke-2 level 2 mengalami peningkatan amplitudo 0,9219 (dB). Sedangkan pengukuran suara dengan amplitudo tertinggi adalah pembubutan ke-3 level 3, dimana amplitudo mencapai 0,9922dB pada kekasaran 2,094 (µm). Kata kunci : Kekasaran Permukaan, Audio Signal, Putaran Spindle, Pembubutan, Matlab R2015a
ANALISIS PERBANDINGAN KEKERASAN SAMBUNGAN LAS DAN STRUKTUR MIKRO MENGGUNAKAN ELEKTRODA E6010 DAN E6011 PADA BAJA S45C Imam Kusairi
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTeknologi pengelasan saat ini telah diimplementasikan secara luas di berbagai aplikasi di dunia industri mulai dari aplikasi sederhana hingga yang rumit. Seiring majunya teknologi pengelasan dan kebutuhan kontruksi perusahaan dan bertambahnya kontruksi perusahaan maka perlu diteliti tentang kekuatan sambungan pada pengelasan, dan dengan posisi pengelasan yang sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil lasan, struktur mikro, distribusi kekerasan dan kekuatan tarik terhadap penggunaan jenis elektroda dan arus pengelasan. Baja S45C dilakukan pengelasan SMAW menggunakan elektroda E6010 dan E6016 dengan arus 100A. dan kecepatan disetting konstan. Teknik pengelasan yang digunakan adalah pengelasan SMAW dengan menggunakan arus listrik berbentuk busur arus dan elektroda berselaput. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini metode eksperimen laboratorium. Dimana sebuah sampel diberi perlakuan kemudian di analisis hasilnya menggunakan uji analisis variance satu arah dan didapatkan hasil F hitung > F tabel sebesar 23,88 > 3,48 untuk variasi elektroda, Fhitung > F tabel Sebesar  198,40>3,48  untuk struktur mikro ferit dan Fhitung > Ftabel Sebesar 167,1 > 3,48 untuk struktur mikro perlit. Maka dapat disimpulkan ada pengaruh variasi elektroda dan struktur mikro ferit, perlit terhadap kekerasan sambungan las.Kata kunci: Elektroda, stuktur mickro ferit dan perlit.
PENGARUH KETINGGIAN TETESAN DROPLET pada HARVESTING ENERGY LISTRIK DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) Afrizal Hidayat
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harvesting energy merupakan suatu proses dimana suatu energi ditangkap, dikumpulkan dan disimpan dari berbagai sumber yang ada. Penelitian ini menjelaskan mekanisme harvesting energy listrik daun talas (Colocasia Esculenta). Sifat hidrofobik pada permukaan daun talas dapat menghasilkan tegangan listrik ketika diteteskan air aquades. Penelitian ini menggunakan variasi ketinggian tetesan 5cm, 10cm dan 15cm. Permukaan bawah daun talas dilapisi alumunium foil yang berfungsi sebagai elektroda, pengukuran tegangan listrik menggunakan multimeter digital UNI T seri UT61E. Tegangan permukaan menimbulkan lompatan elektron akibat reaksi antara unsur Mg, K, dan Ca dengan ion  dan . Hasil tegangan terbesar didapat pada ketinggian 5cm, yaitu sebesar 0,3964 volt. Ketinggian tetesan mempengaruhi tegangan listrik yang dihasilkan, semakin rendah ketinggian maka pantulan droplet semakin dekat, sehingga reaksi unsur daun dengan droplet semakin sering terjadi. Gaya gravitasi mengakibatkan nilai sudut kontak pada sisi kanan droplet lebih besar dibanding sisi kiri, dikarenakan pada kemiringan daun 20° gaya gravitasi menekan droplet ke arah bawah (sisi kanan). Kata kunci: Harvesting Energy; Daun Talas; Energi Listrik; Droplet; Hidrofobik
Analisa Kekuatan Sambungan Las Argon pada Kontruksi Shell Tangki Menggunakan Variasi Debit Gas. Wahyu Wijaya
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengelasan saat ini merupakan teknik pengelasan logam, sebab adanya pemesinan dan bangunan menggunakan teknik pengelasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode experiental dan logam yang digunakan SS 304 dengan komposisi 0.042%C, 1.19%Mn, 0.034%P, 0.006%S, 0.049%Si, 18.24%Cr, 8.15%Ni, dan sisanya Fe. Penelitian ini menggunakan spesimen sebanyak 18 spesimen  yang akan diberi perlakuan berbeda yaitu debit gas 5 liter/menit,10 liter/menit dan15 liter/menit pada kuat arus 50 A dan 60 A. Pengujian dalam penelitian ini adalah untuk mengukur kekuatan tarik  las TIG(Tungsten Inert Gas). Hasil kekuatan tarik rata-rata tertinggi terdapat pada variasi debit gas 15 liter/menit  dan kuat arus 60 A sebesar 0,733 kN/ sedangkan kekuatan tarik terendah terdapat pada variasi debit gas 10 liter/menit dan kuat arus 50 A sebesar 0,570 kN/. Dari hasil perhitungan tekanan shell tangki kapasitas 1000 liter diperoleh tekanan 0,00001169 kN/. Dari hasil perbandingan pehitungan data kekuatan tarik tertinggi 0,733 kN/ dan terendah 0,570 kN/ dengan tekanan shell tangki sebesar 0,00001169 kN/ maka, dapat disimpulkan kekuatan tarik lasan sudah melebihi batas yang diijinkan.  Keywords: TIG,SHELL,SS304
PENGARUH PENAMBAHAN GAS HHO TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR YAMAHA R15 BAHAN BAKAR PERTALITE dan PERTAMAX Sarjono Sarjono
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The demand for fuel oil (BBM) continues to increase, considering that until now oil is the main source of national energy. Especially in the automotive world, which still depends on its energy consumption on fuel. The most energy demand in the transportation sector is fuel (96%) in 2018 and the rest is supplied by biodiesel and natural gas. The conversion of oil-fueled vehicles to electricity and gas has not been able to shift the dominance of fuel-based transportation technology, but currently there is a lot of research on water fuel (blue energy) which is used as an additional fuel for motor fuel. Brown's Gas is a gas produced by the process of breaking pure water (H2O) by electrolysis. The gas produced from the water electrolysis process is Hydrogen and Oxygen gas, with a composition of 2 Hydrogen and 1 Oxygen (HHO). (Lowrie, P.E.W., 2005). The addition of HHO gas to a vehicle is one way to mix hydrogen gas (H2) and oxygen gas (O2) into fuel. The HHO (Brown gas) supply system works on the principle of the water electrolysis cell. This cell consists of a pair of electrodes immersed in an electrolyte solution (water) and supplied with electrical power from the vehicle battery. As a result, hydrogen gas (H2) and oxygen gas (O2) electrodes are formed. This gas is then used to increase the air content in the engine (combustion chamber) of the vehicle. There are many studies that discuss the effect of HHO gas on the performance of the combustion motor, for this reason, this study will examine the effect of adding hydrogen gas (HHO) on the performance of Pertamax and pertalite fuels. Testing on HHO gas production with a 10% catalyst from 500 ml of distilled water with a power source from a 12 V 5A battery Consumption of 60 watts of electric power used, can produce HHO gas of 16.7 ml / s, with a generator efficiency of 68, 83% . The results of the comparison of the four types of fuel obtained the optimal torque value of 16.7 Nm at 8000 rpm using pertalite fuel. The results of the comparison of the four types of fuel obtained the optimal power value of 9.79 HP at 8000 rpm. Using Pertamax fuel with HHO gas.
PENGARUH KATALIS KOH TERHADAP PRODUKSI HHO HASIL ELEKTROLISIS MENGGUNAKAN GENERATOR WET CELL Rian Saputra
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Manusia mempunyai ketergantung terhadap sumber daya energi fosil yang masih tinggi. Oleh karena itu, energi alternatif yang bisa di perbarui perlu terus di teliti untuk keberlangsungan manusia di masa depan dikarena bahan bakar fosil yang terus menipis maka, Di perlukan energi alternatif yang dapat di kembangkan  menjadi bahan bakar baru. Energi terbarukan tersebut adalah hidrogen. Untuk dapat memproduksi gas hidrogen bisa di lakukan menggunakan proses Elektrolisis dengan menguraikan H2O menjadi gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen)  menggunakan generator HHO wet cell yang terbuat dari bahan plat stainless stell  304. Penambahan KOH (Kalium hidroksida) sebagai katalis dalam proses elektrolisis akan menciptakan gas HHO, Hasil penelitian dan pengujian generator HHO menggunakan KOH dengan variasi presentase 5; 7,5; dan 10% yang masing-masing di larutkan pada aquades 500ml, Hasilnya adalah laju aliran gas HHO yang terbaik dengan katalis 10% yaitu 16,7 ml/s dengan efisiensi generator HHO sebesar 14,49 J/gr.Kata kunci : Brown’n gas, Elektrolisis, KOH (Kalium Hidroksida), Generator HHO wet cellABSTRACTHumans have a high dependence on fossil energy resources. Therefore, alternative energy that can be renewed needs to continue to be researched for human sustainability in the future, because fossil fuels continue to run low, alternative energy is needed that can be developed into new fuels. The renewable energy is hydrogen. To be able to produce hydrogen gas, it can be done using the Electrolysis process by decomposing H2O into HHO gas (Hydrogen Hydrogen Oxygen) using a HHO wet cell generator made of 304 stainless steel plate material. The addition of KOH (Potassium hydroxide) as a catalyst in the electrolysis process will create gas HHO, Results of research and testing of HHO generators using KOH with a percentage variation of 5; 7.5; and 10%, each of which was dissolved in 500ml distilled water. The result is the best HHO gas flow rate with a 10% catalyst, which is 16.7 ml/s with an HHO generator efficiency of 14.49 J/gr. Keyword : Brown’s gas, Electrolysis, KOH (Potassium hydroxide), wet cell HHO generator
Pengaruh Variasi Campuran Asam Sulfat dan Natrium Klorida Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Rendah fajar shadiq, ach. shaleh
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah suatu serangan terhadap logam dan termasuk bahaya nasional , kerugian yang diakibatkannya begitu besar bahkan lebih dari pada bencana alam yang lainnya. Akan tetapi karena ketidak tahuan kita terhadap ancaman dan kejahatannya, membuat kita tidak menyadari fenomena yang sedemikian besar ini, dan ironisnya dengan suka rela kita menerima akan semua kerugian tersebut. Zat korosif yang sering kita jumpai adalah natrium korida dan juga asam sulfat terutama di bidang usaha batu bara yang berada di pesisir da juga kapal laut sebagai transportasi yang menggunakan jenis logam baja sebagai bahan utama perkakas. Penelitian dibuat bertujuan agar bisa memahami kejadian laju korosi secara teori pada baja karbon rendah (ST 42) dengan variasi campuran asam sulfat dengan natrium klorida. Pada perhitungan laju korosi didapatkan rata-rata laju korosi pada perbandingan 50:50% 4,207mpy pada 75:25% 3,432mpy dan perbandinngan 25:75% 9,229mpy. Hasil variasi campuran dianalisis menggunakan anova satu arah dan uji t. Didapat dari uji anova satu arah Fhitung > Ftabel (23,157 > 5,14) artinya bahwa pengaruh dari variasi campuran zat korosif sangat berpengaruh pada laju korosi. Hasil uji t pada perbandingan 50:50% dan 75:25% dengan thitungttabel (), pada perbandingan 75:25% dan 25:75% dengan thitung < ttabel (), pada berbandingan 50:50% dan 25:75% dengan thitung < ttabel (-2,712 < -2,132). Hasil analisis didapatkan bahwa laju korosi tercepat terjadi pada perbandingan campuran 25% asam sulfat dan 75% natrium klorida.
RANCANG BANGUN MESIN PENDINGIN RUANGAN PORTABLE DENGAN KONTROL TEKANAN DAN TEMPERATUR Aqib Nur Khusaini
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja mesin pendingin portable dan membuat desain mesin pendingin yang mudah untuk dipindahkan. Penelitian ini diawali dengan membuat desain mesin pendingin portable yang mudah untuk di bongkar dan di pasang sehinnga memudahkan untuk di pindahkan. Alat dan bahan yang di gunakan pada penelitian dan perancangan ini adalah Gerinda,Las listrik,Rol meter,Spidol,Penggaris siku,Manifold gauge, toolkeys,Elektroda, Refrigerant R22, kompresor, kondesnsor evaporator.fan/kipas,besi siku. Pengujian ujuk kerja mesin pendingin di lakukan pada ruangan dengan panjang  4 m, lebar 3 m dan tinggi 3 m. variasi waktuyang digunakan pada percobaan adalah 10 menit, 15 menit dan 20 menit dengan kondisi suhu ruang 29°C. dari perancangan di hasilkan 2 alat yaitu indoor ac  dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 45 cm,  tinggi 125 cm dan outdoor ac dengan dimensi panjang 52 cm, lebar 21 cm, tinggi 32 cm. kedua alat tersebut di hubungkan denga selang dengan panjang 3 meter. Hasil dari perhitungan beban pendinginan yaitu sebesar 1035 Btu sehingga dengan mesin pendingin ½ pk sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beban pendingin   Kata kunci : Mesin pendingin (air conditioner),mesin pendingin portable,perancangan mesin pendingin
ANALISIS PENGELASAN STAINLESS STEEL 316 DAN BAJA ST 37 MENGGUNAKAN SMAW DENGAN VARIASI ARUS maryadi maryadi
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) terhadap kekerasan dan struktur mikro pada sambungan stainless steel 316 dan ST 37. Penelitian ini menggunakan baja tahan karat stainless steel 316 yang disambung baja karbon rendah ST 37 dengan elektroda E 308. Variasi arus menggunakan arus 80 ampere, 70 ampere, dan 90 ampere. Setelah proses pengelasan, dilanjutkan dengan pembuatan 3 spesimen untuk pengujian kekerasan dan struktur mikro. Setelah itu dilakukan pengujian kekerasan, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses pengelasan kekerasan hasil las dengan perlakuan pengelasan pada semua variasi arus lebih besar dari raw material ST 37 dan lebih rendah dari raw material stainless steel 316. Nilai kekerasan optimal pada spesimen dengan perlakuan pengelasan terdapat pada arus 80 ampere dengan hasil sebesar 68 HRB. Setiap penambahan arus menunjukkan peningkatan nilai kekerasan di daerah weld metal karena perubahan struktur mikro dendritik yang jumlahnya meningkat, akan tetapi mengalami penurunan di HAZ (Heat Affected Zone) akibat struktur mikro ferit membesar di temperatur tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil uji struktur mikro menunjukkan peningkatan struktur perlit setelah pengelasan. Hasil penelitian dengan uji t menunjukan bahwa presentasi perlit dan ferit dengan variasi arus 70 Ampere, 80 Ampere dan 90 Ampere terdapat perbedaan dan hasil penelitian uji anovo satu arah menunjukan nilai kekerasan pada HAZ stainless steel 316, Baja ST 37 dan logam lasan dengan variasi arus 70 Ampere, 80 Ampere dan 90 Ampere terdapat perbedaan.  Kata kunci : Las SMAW,Struktur Mikro, Kekerasan, Variasi Arus, Sambungan Stainless Steel 316 Dan  Baja ST 37. 
ANALISIS MATA PISAU PADA MESIN PENCACAH KERTAS TIPE PEMOTONG TEGAK LURUS KAPASITAS 5 KG/JAM Sapta Ricky
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalah sampah di Indonesia  sudah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Indonesia mampu menghasilkan sampah 64 Juta Ton setiap tahunnya. Sampah dibedakan menjadi dua kategori yakni sampah organik dan sampah an-organik. Sampah bisa dimanfaatkan kembali jika dilakukan pemilahan berdasarkan jenisnya. Sampah kertas menyumbang 14% dari jumlah sampah tiap tahun. Sekolah, Universitas salah satu tempat yang menyumbang angka produksi sampah kertas yang cukup besar. Untuk meminimalisir dampak lingkungan dari sampah kertas, maka kertas harus hancurkan untuk menghemat tempat serta menghasilkan produk yang ekonomis.Perancangan mesin pencacah kertas ini menggunakan metode pengembangan alat untuk menyempurnakan dan mengembangkan mesin agar diperoleh hasil yang lebih unggul dari mesin yang lain.Dalam perancangan mesin pencacah kertas ini di fokuskan pada pisau pemotong, poros dan bantalan. Jumlah pisau yang digunakan berjumlah 16 dan pisau pemotongnya menggunakan pisau tipe TCT dengan memodifikasinya. Untuk poros menggunakan bahan S55C –D dengan diameter 10. Hasil perancangan mencapai 5kg/jam dengan cacahan tegak lurus.  Kata Kunci : pencacah kertas, kertas, perancangan, mata pisau