cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
Analisa Mata Pisau Type Zig-Zag Pada Mesin Pencacah Kertas Kapasitas 42 Kg/Jam Danny Noormansyah
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK‘$Kertas adalah alat dokumentasi, administrasi, dan transaksi yang sampai saat ini menjadi pilihan pertama. Pengguna kertas hampir disetiap kota kota di Indonesia, yang memiliki kegiatan administrasi, kegiatan belajar mengajar, dan kegiatan pereknomian&tinggi. Di daerah manapun termasuk kota kota maupun desa desa tersebut terdapat sejumlah besar $pertokoan, &perkantoran, sekolah, universitas.‘’Perencanaan pengembangan alat dengan pengamatan berbagai aspek. Guna menyempurnakan dan mengembangkan alat sehingga diperoleh hasil yang lebih produktif.‘’Secara keseluruhan mesin pencacah yang di desain ini memiliki kapasitas total sebesar 42,1 kg/jam dengan catatan pisau zig-zag mencacah maksimal 13 lembar. Mesin pencacah kertas membutuhkn daya total sebesar 0,27 HP atau 200 watt. Setelah melalui perhitungan poro yang di desain mampu menahan total gaya yang bekerja sebesar 1350,1 N. Gaya yang bekerja ini adalah akibat pembebanan ketika proses mencacah kertas. Selain itu, pada perhitungan poros diketahui juga diameter poros mata pisau zig-zag sebesar 15 mm. Tipe bearing yang digunakan untuk system tranmisi ini adalah 6002. Pada rangkaian system tranmisi diketahui putaran output dari sepasang poros mata piau zig-zag sebesar 30 rpm.Kata kunci; Mata Pisau, Kertas, Mesin
Produksi Bahan Bakar Cair Hasil pirolisis Sampah Plastik Jenis PP Dengan Variasi Panjang Lintasan Sigit, Rosanto
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPirolisis merupakan proses dimana dekomposisi termal pada bahan-bahan polimer yang umumnya berlangsung dengan mengunakan temperature suhu diantara 150-800℃ tergantung pada jenis plastik yang digunakan. Pada penelitian ini menggunakan perbandingan panjang lintasan antara panjang lintasan 1 yang memiliki panjang 60cm dan lintasan 2 memiliki panjang 30cm yang berada diatas tabung reaktor dengan waktu 30 menit dan 60 menit, sehingga mendapat 2 bahan bakar cair dengan jumlah dan kualitas yang berbeda. Hasil bahan bakar cair lintasan 2 (30cm)  lebih banyak dan memiliki  flowrate lebih tinggi dibanding lintasan 1 (60cm) dan pada hasil pengujian ini juga diketahui lintasan 1 (60cm) menghasilkan wujud bahan bakar cair yang lebih jernih di banding wujud bahan bakar cair yang dihasilkan pada lintasan 2 (30cm). Kata kunci: pirolisis, panjang lintasan, sampah PP, flowrate, destilasi.
Analisis kekuatan tarik dan bending pada sambungan baja ST 40 dengan variasi arus pengelasan SMAW Alfa Maulana
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi dibidang kontruksi yang  maju sehingga tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena mempunyai peran penting dalam merekayasa & perbaikan metal.Salah satunya.Baja ST 40yaitu.baja yang memiliiki gaya tarik maksimum.40 kg/mm2.Baja ST 40 tertera dalam baja carbon0rendah yang mempunyai0kandungan karbon antara 0.025%-0,25% C. Peneliti.ini bermaksud.untuk mendapati.kekuatan pada sambungan baja ST40. Operasi .pengelasan SMAW dilakukan dengan variasi.arus 80A, 100A dan 120A. Pengelasan ini menggunakan elektroda yaitu: E6013. Peneliti menggunakan kampuh V dengan sudut 600 terdapat dua pengujian yaitu: Pengujian Tarik dan Pengujian Bending. Kekuatan tarik pada sambungan baja ST 40 dengan variasi arus Pengelasa SMAW terdapat nilai rata-rata kekuatan tariik pada arus 80A.sejumlah.269,9.Mpa dan terdapat nilai rata-rata tegangan tarik pada arus 100A sebesar 332,6 Mpa dan arus 120A sebesar 411,5 Mpa. Kekuatan bending pada sambungan baja ST40 dengan variasi arus pengelasan SMAW pada arus.80A sebesar 2.045 Mpa sedangkan arus 100A sebesar 2.432,5 dan arus 120A sebesar 2.937,5.Mpa.
Analisis Kekasaran Permukaan Pengecoran Alumunium Pada Proses Sand Casting Sahri, Sahri
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Alumunium merupakan logam non ferrous yang banyak digunakan dalam berbagai bidang industri. Berdasarkan massa jenisnya yang rendah, baja alumunium banyak digunakan untuk bahan konstruksi missal, kerangka pesawat terbang, kerangka kandaran bermotor, dan rangka konstruksi bangunan. Berdasarkan  konduktivitas panasnya, logam alumunium banyak digunakan sebagai alat pemanas dan peralatan memasak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang diawali dengan pembuatan pasir cetak,pembuatan cetakan,peleburan,penuangan,pembentukan specimen, sampai dengan pengujian, Dalam analisanya digunakan metode varian satu arah dengan dua variable,variabel tetap( kekasaran) dan variable bebas ( Pasir kali dan Silika). Dari hasil analisa data kekasaran di peroleh kesimpulan,maka dalam peneliti ini, pasir silika maupun pasir kali dapat di pergunakan dalam pembuatan cetakan di industri pengecoran logam ,tujuan penelitian ini yaitu  membandingkan antara pasir silika dan pasir kali4untuk mendapatkan hasil kekasaran permukaan pengecoran alumunium berdasarkan tinggkat kekasarannya. Surface roughnes tester  terhadap  hasil cor alumunium menggunakan pasir silika X1 = 3,45 µm, X2 = 3,80 µm, X3 = 4,04 µm, dan X4 = 4,86 µm sedangkan pasir kali Y1 = 5,95 µm, Y2 = 5,96 µm, Y3 = 7,00 µm,Y4 = 9,30 µm. dari analisa data kekasaran diperoleh kesimpulan bahwa penelitian membandingkan pasir silika dan pasir kali pada permukaan pengecoran berdasarkan tingkat kekasaran. Kata Kunci : Pasir silika , pasir kali , Pengecoran ,kekasaran permukaan  
Analisis Perbandingan Unjuk Kerja Sistem Pendingin Portable Menggunakan Freon R-22 Dengan R-32 HIDAYAT, ANDI YUNI
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panas kompresor, kondensor dan hasil dingin dari ac portable dengan variasi waktu. penelitian ini menggunakan Freon R-22 dengan R-32 untuk melakukan perbandingan dengan waktu yang ditentukan. Proses pertama mengisi refrigerant R-22 pada ac portable untuk melakukan  penelitian tersebut. Setelah itu pasang thermometer pada kompresor dan kondensor .  dilanjutkan dengan menyalakan ac portable dengan variasi waktu 30 menit, 45 menit, 60 menit. Proses selanjutnya setelah menyalakan ac portable dengan variasi waktu yang ditentukan adalah menghitung panas kompresor, kondensor dan hasil dingin dari ac portable. Untuk melakukan pengujian yang kedua maka refrigerant R-22 dikeluarkan dari ac portable menggunakan manifold gauge, setelah itu memasukan refrigerant R-32 pada ac portable. Dilanjutkan dengan menyalakan ac portable dengan variasi waktu 30 menit, 45 menit, 60 menit. Setelah mendapatkan hasil panas kompresor, kondensor dan hasil dingin dari ac portable maka akan mendapatkan hasil suhu yang berbeda dari kedua refrigerant R-22 dan R-32. Berdasarkan dari penelitian dan perbandingan dapat disimpulkan bahwa setiap ac memiliki Freon yang berbeda – beda sehingga semua jenis Freon tidak bias di pakai di semua unit ac.                                                                                                                           Kata kunci : Mesin pendingin (air conditioner),mesin pendingin portable,freon R-22 dengan R-32
ANALISIS PERBANDINGAN KEKERASAN BAJA ST 60 PADA PROSES CARBURIZING TERHADAP VARIASI HOLDING TIME andhika ayanggara
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kekerasan baja ST 60 pada proses carburizing terhadap variasi holding time dan pengaruh holding time terhadap kekerasan baja ST 60 pada proses carburizing. Pada penelitian ini menggunakan proses pack carburizing dengan media arang tempurung kelapa. Variasi holding time menggunakan 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit, dan 90 menit, serta dengan suhu 900. Setelah proses carburizing, dilanjutrkan dengan quenching menggunakan media air. Setelah itu dilakukan pengujian kekerasan Vickers. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekerasan optimal pada proses carburizing terdapat pada variasi holding time selama 60 menit dengan hasil nilai kekerasan rata-rata 1008,6 HVN, dan nilai kekerasan terendah terdapat pada variasi holding time selama 45 menit dengan hasil nilai kekerasan rata-rata 679,1 HVN. Semakin lama holding time pada proses carburizing akan menyebabkan unsur karbon berdifusi ke dalam spesimen. Hal ini menyebabkan nilai kekerasan permukaan spesimen menjadi rendah karena pengaruh holding time yang lama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil proses carburizing menunjukkan peningkatan nilai kekerasan. Hasil penelitian dengan uji t menunjukan bahwa kekerasan baja ST 60 pada proses carburizing dengan variasi holding time 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit dan 90 menit tidak terdapat perbedaan yang signifikan dan hasil penelitian uji anova satu arah menunjukan adanya perbedaan pada nilai kekerasan baja ST 60 pada proses carburizing dengan variasi holding time 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit dan 90 menit.  Kata kunci : Carburizing, Variasi Holding Time, Kekerasan, Baja ST 60, Pack Carburizing 
PENGARUH KEKERASAN PEGAS dengan ROLLER 13 GRAM TERHADAP TORSI dan DAYA MOTOR VARIO 110 CC Efendi ZulsilHamdi, efendi Zulsil
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangan duniaiotomotifisangatipesati salahisatunyaiadalahisepeda motor. Produsenisepeda motoritelahimemproduksiisepedaimotorimatic yang memiliki sistemi transmisiiotomatis atauidisebut Continuously Variable Transmissioni(CVT). Sepeda motorimaticibekerjaidenganiputaranimesinisehinggaimemilikiiperformanceiyang cenderug lambat.iOlehikarenaiituiperluiadanyaimodifikasiiCVT untukimeningkatkanidaya dan torsi sepedaimotor.iTujuanidariipenelitian iniiuntuk membandingkanidayaidanitorsi yang dihasilkanioleh pegasiCLDi1.000,i1.500,i2.000irpmidenganirolleri13igram (standar) pada sepeda motoriVarioi110icc.iPenelitian iniidilakukan denganicara mengaturimasing-masingivariasiipegasiCLDidenganirolleri13igramikemudianimengambilidataidayaidan torsi sepedaimotorimenggunakanidynotest.iPegasiCLDi1.000 rpm menghasilkan daya maksimum 9,76 Hpidanitorsiimaksimumi6,41iNmipadaiputaranimesin 8000irpm.iPegas CLDi1.500irpmimenghasilkanidayaimaksimumi9,77iHpipadaiputaranimesini8000irpm dan torsiimaksimumi6,43 Nmipada putaran mesini7500 rpm.iPegasiCLDi2.000irpm menghasilkan dayaimaksimumi9,76iHpidanitorsiimaksimumi6,41iNmipadaiputaranimesin 8000irpm.iKetiga variasiipegasitersebutidikombinasikan denganiroller 13igrami(standar). PegasiCLDi1.500irpmicocokidigunakaniuntukijalanilurus,isedangkanipegasistandaricocokidigunakaniuntukijalanitanjakan,itikungan-tikungan,idanikemacetan. Kataikunci:iVarioi110icc;ipegasiCLD;iroller;idaya;itorsiABSTRACT iTheidevelopmentiofitheiautomotiveiworldiisiveryifast,ioneiofiwhichiisimotorbikes.Motorcycleimanufacturersihaveiproducedi automaticimotorbikesithatihavei an automatic transmission system called Continuously Variable Transmission (CVT).I Automatic motorbikesiworkiwithiengineispeedisoithatitheyihaveiaiperformance thatitends to be slow. Therefore it isinecessary toimodify the CVT to increase the poweriand torqueiofithe motorbike.Theipurposeiofithisistudyiwasitoicompareitheipowerianditorqueiproducediby the CLDi1,000, 1,500,i2,000irpmispringsiwith a 13igram rolleri(standard) oniai110 cciVario motorcycle. Thisiresearchiwas conducted by adjusting eachivariationiofitheiCLD spring with a 13igramirollerithenitaking theipower anditorque dataiofithei otorbike usingithe dynotest.iThei1,000irpmiCLDispring producesia maximumipower ofi9.76ihp andia maximumitorqueiofi6.41 Nm at an engine speed ofi8,000 rpm.iTheiCLDi1,500 rpm springiproducesiaimaximumipoweriofi9.77ihpiati8,000irpmiandiaimaximum torqueiofi6.43 Nm ati7,500irpmiengineispeed.iThei2,000irpmiCLDispringiproducesiaimaximumipoweriof 9.76iHpiandiaimaximumitorqueiofi6.41iNmiati8,000irpmiengineispeed.iTheithreeivariationsiofitheispringiareicombinediwithiai13igrami(standard)iroller.iTheiCLDi1,500irpmispringsiareisuitableiforistraightiwalks,iwhile theistandard springsiare suitableiforiinclines, curvesiand trafficijams.
ANALISIS KEAUSAN PAHAT dengan MENGGUNAKAN METODE AUDIO SIGNAL pada PEMBUBUTAN BAJA ST42 setiawan bayu
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Sebagian besar kalangan industri sudah menggunakan baja sebagai pilihan bahan utama operasional dan bahan baku produksi. Proses pemesinan pada mesin bubut tidak terlepas dari parameter pemesinan. Parameter proses pemesinan terdiri dari putaran spindel (spindel speed), kedalaman potong (depth of cut), dan gerakan pemakanan (feeding). Kecepatan spindel dan laju pemakanan sangat mempengaruhi hasil pembubutan. penyebab utama dari keausan disebabkan oleh temperatur yang tinggi akibat gesekan dua benda yaitu benda kerja dan pahat potong, yang berpengaruh terhadap umur pahat dan kekasaran permukaan benda kerja yang selanjutnya akan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Perubahan parameter pemesinan menyebabkan perubahan kekasaran permukaan produk dan keausan pahat (toolwear). Keausan pahat terjadi karena getaran dan gesekan dengan benda kerja yang terus-menerus dengan berbagai parameter pemesinan. Efek getaran yang muncul pada mesin perkakas sangat berpengaruh. Getaran yang tinggi mengakibatkan kualitas benda kerja menjadi kurang baik, umur pahat menjadi pendek. Keausan tool dipengaruhi oleh kondisi pemotongan, material dan dimensi benda kerja, serta dimensi dan material dari tool yang dipakai. kondisi pemotongan yang dapat mempengaruhi keausan diantaranya adalah cutting speed, depth of cut, dan feed rate . Oleh karena itu perlu adanya penelitian tentang keausan pahat pada baja ST42 pengaruh proses pemesinan. Penelitian ini menggunakan pahat HSS. Baja yagng digunakan adalah baja ST42 dengan metode audio signal dan konsentrasikan pada keausan pahat, menggunakan putaran spindle 790rpm, 940rpm, dan 1300rpm. Gerak pemakanan 0.06 mm/put, kedalaman potong 0.5 mm, 0.75 mm, dan 1 mm. diameter material 25.4 mm. hasil dari penelitian ini dianalisis dengan uji anova dua arah, pada variasi putara spindle didapatkan F hitung > f table (224.521 > 4,26), pada varias kedalaman potong didapatkan F hitung > f table (48.904 > 4.26) . artinya h1 diterima bahwa ada perbedaan hasil variasi putaran spindle dan variasi kedalaman potong terhadap keausan pahat. Kata kunci : Keausan Pahat, Audio Signal, Baja ST42, Pembubutan Konvensional, Matlab R2015a.
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PENGELASAN SMAW MENGGUNAKAN VARIASI ELEKTRODA DENGAN KAMPUH V GANDA PADA BAJA ST50 Yuwasahin, Fendri
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembang teknolog22di bidang industri saat ini sangat, maju dan  tidak bias terpisahkan, dari pengelasan (welding) sebab memilik  peranyang amat 9penting didalam kehidupan sehari-hari .Saat ini baja. jenis karbon rendah sering di gunakan karena00baja karbon rendah mempunyai keuletan ,yang, tinggi99dan, cmudah/ di, kerjakan denganM mesin.< Serta, pemilihan jenis elektroda yang tepat akan menghasilkan pengelasan yang maksimal. Tujuan99penelitian, ini, untuk /mengetahuim pengaruh, tipe. Elektroda, terhadapp kekuatan, tarik dan struktur mikro terhadap ,lasan smaw? menggunakanvkampuh v ganda pada baja ST 50. Materialbaja ST, 50 di beri perlakuan pengelasan dengan variasi9elektroda NSN-308, RB-26 dan LB-52U. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan0bahwa jenis elektroda dan jenis baja sangat kberpengaruh, terhadapp kekuatan tarik dan struktur mikronya dimana nilai kekuatan tarik tertinggi pada jenis elektroda LB-52U memiliki nilai kekuatan tarik 486,133 N, dengan hasil ferit 54,62%  perlit 45,41%. selanjutnya diikuti oleh elektroda RB-26 menghasilkan kekuatan tarik 472,267 N dengan  hasil ferit 60,648% perlit 39,352%>, dan88terakhir denganzznilai terendah menggunakan elektroda NSN-308 menghasilkan kekuatan tarik 432,8 N dengan hasil ferit> 46,968% perlit 53,032%
Pengaruh Variasi Kampuh Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Impact Sambungan Butt Join Rohman, Rizatur Rohman
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTWelding is a process of joining two or more metal parts by using the heat energy. Aside from material selection as an affecting factor in welding process and quality, the type of Weld connection also important for obtaining mechanical properties in strength and toughness. The aim of the study was to decide the effect of welding joint type U, X and V to the microstructure and impact strength of the butt joint connection. This study uses ST 41 steel with 10x10x60 mm as the specimen dimensions for SMAW welding with E7018 electrodes. The results of this study concluded that the welding joint type U had 1.290 joules/mm2for the impact value average with 73.046% in pearlite percentage and 26.954% in ferrite percentage. The impact value of welding joint type X is 1.442 joules/mm2 in average with 64.108% in pearlite percentage and 35.892% in ferrite percentage. Meanwhile for the welding joint type V, the impact value average is 1,567 joules/mm2 with 73.046% as the pearlite percentage and 26.954% as the ferrite percentage. The microstruture changing during the welding process caused the differences between impact values in the welding results. The more and denser the pearlite element, the greater the impact strength and vice versa.  Keywords: SMAW welding, impact value, microstructure, ST 41 steel, welding joint variations.