cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
Pengaruh Pemberian Lubang pada Drum Brake Terhadap Kinerja dan Laju Keausan Kanvas Rem Daihatsu Terios Mochamad Agus Hendrawanto
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drum brake adalah salah satu jenis rem yang banyak diaplikasikan pada kendaraan seperti mobil dan sepeda motor. Pada drum brake biasanya dibuat lubang pada bagian permukaannya dengan tujuan supaya proses pengereman didapatkan hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian lubang pada drum brake terhadap kinerja dan laju keausan kanvas rem. Jumlah lubang pada drum brake yang divariasikan pada penelitian ini adalah 0, 2, 4, 8 dengan diameter lubang 8 mm dan variasi kecepatan 30, 40, 50 km/jam. Pengujian dilakukan secara eksperimen dengan menguji langsung drum brake pada kendaraan dan dilakukan uji jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian lubang drum brake dilihat dari data rata-rata keempat variasi jumlah lubang terhadap kinerja pengereman Daihatsu Terios, ada pengaruh pemberian lubang drum brake dilihat dari data rata-rata ketiga variasi kecepatan  terhadap kinerja pengereman Daihatsu Terios dan ada pengaruh interaksi antara variasi kecepatan dengan variasi jumlah lubang drum brake terhadap kinerja pengereman Daihatsu Terios. Tidak ada pengaruh pemberian lubang drum brake dilihat dari data rata-rata ketiga variasi jumlah lubang terhadap laju keausan kanvas rem Daihatsu Terios dan tidak ada pengaruh pemberian lubang drum brake dilihat dari data rata-rata kecepatan terhadap laju keausan kanvas rem Daihatsu Terios. Semakin banyak jumlah lubang pada drum brake maka jarak pengereman akan semakin panjang dan sebaliknya, semakin banyak lubang pada drum brake maka volume keausan akan berkurang.
ANALISIS PENGECORAN ALUMINIUM (Al) DENGAN PADUAN KUNINGAN (CuZn) DAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP NILAI KEKERASAN Tri Setia Budi
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh uji kekerasan Rockwell dan struktur mikro pada pengecoran aluminium dengan paduan kuningan  dan variasi media pendingin. Dalam penelitian ini mengunakan aluminium sebagai bahan utama dengan menambahkan campuran kuningan 5% 10% dan 15%. Penelitian ini mengunakan 9 sepesimen  uji kekerasan Rockwell dan 9 sepesimen uji mikro mengunakan media pendingin 1 liter air, 1 liter oli SAE 40, dan udara . Hasil dari penelitian ini dapat simpulkan dimana nilai rata-rata kekerasan tertinggi terdapat pada variasi media pendingin air dengan penambahan kuningan 15% nilai kekerasannya mencapai 80,3 HRB. Sedangkan nilai  kekerasan terendah terdapat pada  variasi media pendingin udara dengan penambahan kuningan 5%  nilai kekerasanya mencapai 69,4 HRB. Kemudian nilai rata-rata struktur mikro tertinggi terdapat pada variasi media pendingin air  dengan penambahan kuningan 15% sebesar 71,17% perlit sedangkan nilai terendah terdapat pada variasi media pendingin udara  dengan penambahan kuningan 5% sebesar 56% perlit dan nilai rata-rata struktur mikro ferit tertinggi terdapat pada variasi media pendingin udara dengan penambahan kuningan 5% sebesar 44 sedangkan nilai rata-rata terendah ferit terdapat pada variasi pendingin air dengan penambahan kuningan 15% sebesar 28,83.     Kata Kunci : Uji Kekerasan Rockwell, Struktur Mikro, Variasi media Pendingin dan Penambahan Campuran Kuningan.
ANALISIS TENSILE STRENGTH DAN HARDNESS PADA BAJA ST 60 STELAH PROSES HEAT TREATMENT (NORMALIZIN) DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN mochamad wahyu laksono
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui pengaruh baja ST 60 pada kekuatan tarik dan kekerasan dengan variasi media pendingin setelah mengalami perlakuan panas normalizing. penelitian ini menggunakan baja ST 60 yang mempunyai komposisi C = 0,439%, Mn = 0,752, P = 0,198, S = 0,0106, Si = 0,305%. Pada penelitian ini mengunakan 6 sampel percobaan kekerasan dan 18 sampel percobaan kekuatan tarik dengan perbandigan  suhu normalizing 7000 C dan 900 0Cdan variasi pendigin oli SAE 40 5 liter, udara 27 0C,  air garam  dengan menggunakan campuran air 5 liter dan 270 gram garam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil hardness yang paling tinggi terdapat di variasi air garam pada suhu 700 0C degan  nilai rata - rata 20,7 HRC dan pada suhu 9000 C dengan nilai rata – ratanya adalah 62 HRC, sedangkan hasil hardness terendah terdapat di variasi udara pada suhu 7000 C degan  nilai rata - rata 13,5 HRC dan pada suhu 900 0C dengan nilai rata – ratanya adalah 14,5 HRC. Sedangkan hasil tensile strength yang paling tinggi terdapat di variasi oli SAE pada suhu 700 0C dengan  nilai rata - rata 0,73 Kn/mm2 dan pada suhu 900 0C dengan nilai rata – ratanya adalah 0,938 Kn/mm2, sedangkan hasil hardness terendah terdapat pada variasi air garam pada suhu 700 0C dengan  nilai rata - rata 0,768 Kn/mm2 dan pada suhu 900 0C dengan nilai rata – ratanya adalah 0,575 Kn/mm2.
ANALISIS PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN DAN PENAMBAHAN TEMBAGA TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGECORAN ALUMINIUM Achmad Fatoni Iqbal Bagha
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh nilai kekerasan dan struktur mikro pada pengecoran aluminium dengan penambahan tembaga menggunakan variasi media pendingin. Aluminium yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium piston dengan sempel uji 589/20-S1517 (%) aluminium 76,08 standar deviasi 0,198 dan magnesium menggunakan tembaga batang. Pada penelitian ini menggunakan 9 spesimen kekerasan dan uji struktur mikro dengan media pendingin air garam, air dan Oli. Hasil penelitian ini menyimpulkan  nilai rata-rata kekerasan tertinggi terdapat pada pengecoran aluminium dengan penambahan tembaga sebesar 10% menggunakan media pendingin air garam yaitu 86,7 HRB, sedangkan nilai rata-ratai terendah terdapat pada penambahan tembaga sebesar 6% menggunakan media pendingin oli yaitu 54,5 HRB. Kemudian nilai persentase struktur mikro perlit tertinggi terdapat pada pengecoran aluminium penambahan tembaga sebesar 10% menggunakan media pendingin air garam dengan nilai persentase 88%, sedangkan persentase Ferit tertinggi terdapat pada saat pengecoran Aluminium dengan penambahan Tembaga(Cu) sebesar 6% menggunakan media pendingin oli dengan nilai persentase Ferit 84%. Kata kunci: Pengecoran logam,aluminium paduan tembaga,kekerasan,struktur mikro
Analisis Laju Korosi Baja A36 Dengan Coating Zinc Anode dan Aluminium Anode pada Proses Elektroplating Reza Rusma Wardana
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi terhadap logam yang bersifat merugikan dimana terjadinya korosi disebabkan terjadinya reaksi kimia antara logamdengan lingkungan korosifnya. Metode yang digunakan yaitu pelapisan pada baja A36 dengan proses electroplating dengan pelapisan anoda zinc dan aluminium, dan perendaman benda uji dalam media air laut dengan waktu perendaman selama 168 jam, 336 jam, 504 jam, dan 720 jam. Dari hasil penelitian ini dihasilkan nilai laju korosi terkecil pada pelapisan anoda zinc pada waktu 168 jam sebesar 0,0004 mpy dengan kehilangan berat 0,0007%, sedangkan laju korosi terbesar pada waktu perendaman 720 jam sebesar 0,0008 mpy dengan kehilangan berat 0,06%. Pada pelapisan aluminium laju korosi terkecil pada waktu perendaman 168 jam sebesar 0,0014 mpy dengan kehilangan berat 0,02%, sedangkan laju korosi terbesar pada waktu perendaman 504 jam sebesar 0,0035 mpy dengan kehilangan berat 0,17%. Kata Kunci Laju Korosi, electroplating, Zinc Anode, Aluminium Anode, Baja A36.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR BRONZE PADA PENGECORAN ALUMINIUM TERHADAP UJI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Nasution, Syafiq Alkahfi
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan mengetahui pengaruh kekerasan dan struktur mikro pada pengecoran perunggu dan alumunium dengan variasi campuran 10%,15%,20% dan temperature, 700oC, 750oC, 800oC. Alumunium yang digunakan dalam penelitian ini adalah alumunium kampas rem dan perunggu menggunakan perunggu batangan. Pada penelitian ini menggunakan 9 spesimen uji kekerasan dan 9 spesimen uji mikro. Hasil penelitian ini menyimpulkan  nilai rata-rata kekerasan tertinggi  variasi campuran dan temperatur terdapat pada campuran 20% dan temperature 800oC dengan nilai rata-rata 85,35 HRB sedangkan nila rata-rata kekerasan terendah variasi campuran dan temperature terdapat pada campuran 10% di temperature , 700oC  dengan nilai 73,5 Kemudian nilai rata-rata struktur mikro pada hasil persentase, terdapat nilai tertinggi  kekerasan variasi campuran, terdapat pada campuran 20%. Yang mempunyai nilai ferit 36%,24%,64% perlit 64%,76%,36%. Dengan variasi temperature didapat nilai tertinggi kekerasan pada temperature 800oC. yang mempunyai nilai persentase ferit 32%,28%,24% perlit 68%,72%,76%. Kata kunci: Uji kekerasan, Struktur Mikro, Variasi campuran, variasi temperature, pengaruh penambahan alumunim pada pengecoran perunggu.
Pengaruh Variasi Dimeter Grid lubang Miring Pada Intake Manifold Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar Robbi, Nur
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kinerja motor bakar bensin 4-langkah dapat dilakukan dengan memasang grid pada intake manifold, sesudah karburator. Dengan pemasangan grid akan dihasilkan aliran campuran bahan bakar dan udara yang lebih turbulen sehingga homogenitasnya akan meningkat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 5 buah grid yang berdiameter  8mm  dengan sudut kemiringan grid 7,50 ; 12,50 ; 17,50 ; 22,50; dan 27,50 serta pengujian mesin tanpa grid. Putaran antara 1300, 1800, 2300, 2800 sampai 3300 rpm dengan kenaikan Putaran tiap 500 rpm dan bukaan trotel 30% .Penelitian ini dilakukan unjuk kerja motor bakar bensin 4-langkah. Dari hasil penelitian dan uji statistik didapat bahwa diameter grid berlubang miring berpengaruh terhadap kinerja motor bakar bensin 4-langkah. Kinerja paling optimal dihasilkan oleh grid yang bersudut miring 22,50. grid ini menghasilkan Efisiensi termal efektif. Torsi. Dan Daya efektif yang lebih besar serta Konsumsi Bahan Bakar Spesifik efektif yang lebih kecil bila dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kata kunci : Kemiringan lubang grid, Putaran
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN LAS MIG PADA ALUMUNIUM PADUAN 6061 DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN Izharul Haq
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengelasan merupakan bagian integral dari teknologi manufaktur. Pengelasan secara umum dapat diartikan sebagai sambungan metalurgi pada sambungan logam atau paduan yang dilakukan pada saat logam dalam keadaan cair. Pada penelitian ini digunakan pengelasan MIG (Metal Inert Gas) pada material paduan aluminium 6061 dengan menggunakan berbagai media pendingin berupa udara bebas, air dan oli SAE40. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin terhadap kekuatan Tarik Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sejati dengan mengumpulkan data dari hasil berbagai perlakuan.Dari hasil analisa data penelitian, kekuatan sambungan las mig pada alumunium paduan 6061 menggunakan variasi media pendingin, diperoleh data rata-rata kekuatan tarik tertinggi sebesar 16,38 kg/mm2 pada media pendingin udara dengan regangan sebesar 1,96% dan terendah terdapat pada media pendingin air sebesar 6,94 kg/mm2 dengan regangan sebesar 0,8%. Sedangkan pada media pendigin oli rata-rata kekuatan tarik yaitu 11,08 kg/mm2 dengan regangan 1,3%.
Analisis Penambahan Roller Bearing Pada Frame Drive Plate Crossbar Cooler Dengan Metode Elemen Hingga. Didik Isdarmadi
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clinker Cooler adalah salah satu peralatan yang memiliki fungsi sangat penting dalam industri semen. Cooler berfungsi sebagai pendingin material yang keluar dari kiln (terak) sehingga fungsinya sangat penting dan critical untuk kelangsungan produksi terak di Pabrik Tuban Semen Indonesia. Kehandalan clinker cooler sangat diperlukan karena apabila dalam operasinya cooler ini mengalami gangguan sedikit saja, maka konsekuensinya dapat berupa kiln harus stop atau dapat menganggu operasi lainnya seperti mengganggu operasi pada daerah finish mill. Clinker cooler yang digunakan pada plant Tuban II merupakan peralatan yang memiliki teknologi terbaru. Cooler ini baru beroperasi selama kurang lebih enam bulan dan merupakan hasil modifikasi dari cooler generasi sebelumnya. Permasalahan dalam clinker cooler selama beroperasi adalah ditemukan berbagai macam masalah yang terjadi salah satunya Drive Plate yang bending. Tujuan analisa ini adalah untuk menganalisa drive plate cooler terhadap pembebanan yang diterima sehingga bisa menentukan jenis bantalan yang tepat pada roller plate.Setelah dilakukan serangkaian perhitungan dan simulasi pembebanan menggunakan metode Elemen Hingga pada software Ansys didapatkan drive plate dengan memakai 3 tumpuan dapat mengurangi stress pada material sebesar 81%. Untuk gaya reaksi yang dihasilkan, drive plate dengan 3 tumpuan dapat mengurangi 50% lebih kecil dari gaya reaksi yang dihasilkan oleh 2 tumpuan.  Kata kunci : clinker cooler, kiln, finish mill, drive plate, roller plate, bending.
EFISIENSI INHIBITOR EKSTRAK BAHAN ALAM (UNCARIA GAMBIR) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON RENDAH DENGAN MEDIUM KOROSIF NACL 3%. Puji Hariyadi
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui efisiensi ekstrak gambir serta pengaruh dalam menghambat laju korosi pada sampel baja karbon rendah. Metode weight losss digunakan pada penelitian ini, bertujuan untuk mencari tahu besar laju korosi. Penambahan kadar Inhibitor pada penelitian ini sebesar 0, 7, dan 11 % dengan variasi perendaman 7 dan 11 hari. Hasil penelitian menunjukkan pada saat perendaman 7 hari dan penambahan inhibitor 7 % diperoleh efisiensi sebesar 30,8 %, penambahan inhibitor 11 % diperoleh efisiensi sebesar 72,5 %. Pada saat perendaman 11 hari dan penambahan inhibitor 7 % diperoleh efisiensi sebesar 47,1%, penambahan inhibitor 11 % diperoleh efisiensi sebesar 71,6 %. Ekstrak gambir mempunyai pengaruh dalam menghambat laju korosi sampel baja karbon rendah, terbukti laju korosi diperoleh sebesar 0,2617 mm/y dengan kondisi perendaman 7 hari penambahan inhibitor 7 %, sedangkan untuk perendaman 7 hari dengan penambahan inhibitor 11 % diperoleh laju korosi sebesar 0,01027 mm/y. Selanjutnya untuk perendaman 11 hari dengan penambahan inhibitor 7 % diperoleh laju korosi sebesar 0,0864 mm/y, dan pada perendaman 11 hari dengan penambahan inhibitor 11 % diperoleh laju korosi sebesar 0,0464 mm/y. Didalam analisis statistik diperoleh nilai thitung diantara thitung  >  ttabel atau 1,962 > 1,553. Maka H0 ditolak untuk ketiga kondisi variasi ibhibitor, sehingga waktu perendaman 11 hari  memiliki laju korosi yang lebih baik daripada waktu perendaman 7 hari.Kata Kunci: Inhibitor, Tanin, Uncaria Gambir, Laju Korosi, Baja Karbon Rendah, NaCl3%.