cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
“PERANCANGAN MESIN PENGHANCUR LIMBAH KACA DENGAN TRANSMISI PULLEY“ Yogy Dwi Cahyono
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah an-organik ialah kegiatan sehari-hari manusia berupa sisa atau proses alam yang lama dalam pengurainnya dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Pada tahun 2020, setiap hari penduduk Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 67,8 Ton. Jenis sampah an-organik yang dihasilkan setiap harinya masih tergolong banyak dan kurangnya tahap pengelolaan dan pemanfaatanya. Untuk memecahkan permasalahan sampah di Indonesia, pemerintah membuat  Undang-undang No.18 pada tahun 2008 tentang pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan untuk merubah sampah sebagai sumber dayaSalah satu jenis sampah an-organik yang masih kurang dalam hal pemanfatnya adalah jenis limbah kaca, maka kami rancang sebuah mesin penghancir limbah kaca kapasitas 60 Kg/jam bersistem hammer mill yang menghancurkan kaca dengan bentuk serpihan kaca dan lubang keluar sebagai output.  Diameter Pulley didapatkan diameter motor 100 mm dan diameter pulley mesin 254 mm menggunakan bahan material Alumunium.  Diameter poros motor 24,5 mm dan diameter poros pisau 25,4 mm dengan perbandingan Reduksi 2:5 menghasilkan putaran output 600 Rpm. Belt menggunakan jenis Belt-V Tipe A dengan dimensi panjang belt 1500 (belt No.59) lebar 13 mm, tinggi 8 mm dan luas penampang 0,81 cm² dengan jarak sumbu Poros 48,8 cm.Kata Kunci : Limbah Kaca, Mesin Penghancur Kaca, Pulley dan Belt
ANALISIS LAJU KOROSI PADA BAJA KARBON A36 DENGAN 3 MEDIUM KOROSIF Trisna Hadi Saputra
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kecepatan laju korosi yang disebabkan oleh tiga mediakorosi yaitu air hujan, air laut dan asam sulfat terhadap logam yang bersifat merugikan dimana terjadinya korosidisebabkan terjadinya reaksi kimia antara logam dengan lingkungan korosifnya. Metode yang digunakan yaitudengan merendam baja A36 didalam media air hujan, air laut dan asam sulfat dengan waktu perendaman selama168 jam (7 hari), 336 jam (14 hari), 504 jam (21 hari), dan 720 jam (30 hari). Hasil yang diperolehyaitu lajukorosi terkecil pada medium air hujan pada waktu 168 jam dan 504 jam sebesar 0,000005114 mpy dengankehilangan berat 0,096% dan 0,288%, sedangkan laju korosi terbesar pada waktu perendaman 336 jam sebesar0,000005168 mpy dengan kehilangan berat 0,194%. Pada media air laut, laju korosi terkecil pada 168 jamebesar 0,00001142 mpy dengan kehilangan berat 0,218%, sedangkan laju korosi terbesar pada waktuperendaman 504 jam sebesar 0,00001166 mpy dengan kehilangan berat 0,656%. Pada media asam sulfat lajukorosi terkecil perendaman 720 jam sebesar 0,00001062 mpy dengan kehilangan berat 0,856%, sedangkanlajukorosi terbesar pada waktu perendaman 168 jam 0,00001282 mpy dengan kehilangan berat 0,202%.Kata kunci: Laju Korosi, Air Hujan, Air Laut, Asam Sulfat, Baja A36.
PENGARUH PRODUKSI UAP AIR HASIL DARI PEMANFAATAN PANAS BUANG PADA EXHAUST TERHADAP PERFORMA HONDA BEAT 110CC Bagas Putro
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on testing and data analysis on the effect of adding water vapor to engine performance and exhaust emissions on the Honda Beat 110cc. The results of this study can be concluded that at RPM 3000 to 8400, with the addition of water vapor into the intake manifold will increase the performance of the Honda Beat 110 cc, which includes torque, power and fuel consumption is more efficient and it is better to use a mixture of water vapor. because the hydrogen content contained in the water vapor can bind the hydrocarbon and carbon monoxide content so that a chemical reaction occurs in the combustion chamber. As well as hydrocarbons (HC) and oxygen (O2), they will carry out chemical reactions to form carbon dioxide (CO2) and water vapor (H2O) which reduce exhaust emission levels when the two compounds react in the combustion chamber Keyword: engine performance, fuel consumption, exhaust gas, hydrogen
PERANCANGAN MESIN PENGGILING LIMBAH KACA DENGAN SISTEM TRANSMISI PULLEY BERKAPASITAS 60 KG/JAM Galu Prastiyo
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Sampah adalah bahan sisa yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupan sehari-hari. Sampah menurut jenisnya terbagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa terurai kembali oleh alam dalam waktu yang singkat, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak  bisa terurai kembali oleh alam secara langsung dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai kembali oleh alam. Limbah kaca merupakan sampah anorganik yang bersifat padat dan membutuhkan waktu 1.000.000 tahun untuk terurai sepenuhnya oleh alam jika tidak didaur ulang kembali. Untuk  mengatasi penumpukan limbah kaca, maka dirancang mesin penggiling limbah kaca dengan sistem transmisi pulley berkapasitas 60 kg/jam.     Mesin penggiling limbah kaca dirancang dengan sistem transmisi pulley dengan bahan material aluminium, pulley motor diameter 5 inchi, pulley mesin roll penggiling diameter 12 inchi dengan jarak antar sumbu poros 600 mm dan sabuk penghantar daya yang dipakai yaitu V-belt tipe A-74. Motor listrik yang digunakan memiliki kecepatan putaran 1400 rpm serta daya 1,5 HP. Perancangan mesin penggiling limbah kaca mampu mencapai kapasitas 60 kg/jam dengan hasil penggilingan berupa serbuk kaca.Kata Kunci : sampah, limbah kaca, mesin penggiling, transmisi pulley dan belt
PENGARUH PENAMBAHAN OIL COOLER TERHADAP SUHU PADA HONDA WIN 100CC Faizal Zaini
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSistem pendinginan pada motor berfungsi sebagai pertahanan motor dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan dari pengapian bahan bakar di dalam ruang. Dengan asumsi panasnya dibiarkan maka akan menyebabkan panas yang berlebihan (Overheating). Panas yang berlebihan adalah salah satu alasan untuk perubahan sifat mekanik dan keadaan bagian-bagian motor. Kerangka pendingin oli adalah kerangka pendingin yang memanfaatkan media oil cooler sebagai pendingin oli. Oli motor yang ada di dalam motor didinginkan dengan melalui gril oil cooler dan selanjutnya dialirkan kembali bagian head atau bak kopling. Kerangka pendingin oli ini dapat menjaga kestabilan suhu oli agar kerangka oli tetap ideal dan tidak mempengaruhi tampilan motor. Jenis pengujian yang digunakan adalah yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan oil cooler terhadap temperatur motor pada cruiser Honda WIN 100 CC. Strategi pengujian ini menggunakan termometer suhu motor ketika pendingin oli diperkenalkan pada sepeda Honda win 100cc. Pemeriksaan informasi meliputi jenis spellbinding sebagai informasi pengujian suhu motor sepeda. Hasil dari pengujian ini adalah estimasi temperatur pada saat pembentukan oil cooler dengan periode 5, 15 dan 30 menit membuat penurunan temperatur pada bagian head lebih menonjol dibandingkan permukaan yang lainnya.Kata Kunci : Sistem Pendingin, Oil Cooler
Pengaruh Piston Cekung Dengan Piston Datar Terhadap Torsi, Daya, Dan Konsumsi Bahan Bakar Supra X 125 Anwar, Mohammad Miftahul
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor bakar torak bensin adalah mesin pembangkit tenaga yang dapat mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan mengubahnya menjadikan tenaga mekanik. Komponen utama dari motor adalah blok silinder, yang digunakan untuk tempat  pemasangan dari system mekanik dan beberapa komponen mekanik lainnya. Prinsip kerja dari motor bensin ialah sebuah mesin yang sistem kerjanya memanfaatkan energi dari hasil gas panas yang dihasilkan dari proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar. Pada proses pembakaran yang berlangsung di dalam silinder mesin tersebut, gas dari pembakaran juga berfungsi menjadi fluida kerja yang dijadikan sebagai energi panas atau tenaga. Untuk memaksimalkan kerja dari motor tersebut ada beberapa cara, salah satunya yaitu menaikan tekanan silinder atau kompresi dari gas campuran udara dan bensin. Dalam penelitian yang kita lakukan ini akan memodifikasi jenis permukaan piston cekung menjadi piston dengan permukaan datar. Hasil penelitian ini untuk mencari perbandingan jenis piston cekung dan datar guna mendapatkan jenis permukaan piston yang optimal dan dapat mengasilkan kerja maksimal. Pada penelitian untuk menguji performa motor menggunakan alat dynamometer. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah permukaan piston datar memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan piston dengan permukaan cekung. Kata kunci: motor bakar, jenis permukaan piston, performa motor, konsumsi bahan bakar.
PERANCANGAN MESIN PENGGILING LIMBAH KACA SISTEM ROLL KAPASITAS 60 KG/JAM Predianto, Hari
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca merupakan bahan yang tergolong sampah anorganik, yang berbahan dasar pasir silika yang dihasilkan melalui proses peleburan pada suhu 1400o C, kemudian dilakukan proses pemadatan dengan proses pendinginan, kaca memerlukan waktu 1 juta tahun untuk terurai, sehingga perlu adanya solusi untuk mengurangi limbah dari kaca menjadi barang yang lebih memiliki nilai jual yaitu menjadikan produk lain berupa serbuk kaca, dari masalah yang di hadapi oleh masyarakat tersebut direncanakan sebuah mesin penggiling limbah kaaca.Mesin penggiling kaca merupakan alat yang digunakan untuk menghancurkan limbah kaca, mesin ini digunakan untuk memperkecil pecahan kaca yang semula serpihan menjadi ukuran sangat kecil berupa serbuk kaca. Proses penggilingan dilakukan dengan satu set roll yang berputar dan menekan benda kerja sehingga terjadi perubahan bentuk maupun ukuran, yang semula berupa serpihan menjadi serbuk halus akibat tekanan dari dua buah roll. Dalam perancangan ini menggunakan roll ganda dengan permukaan rata, memiliki celah 0,5 mm, kapasitas 60 kg/jam, sengan syarat tergiling kurang dari 0,5 mm, mesin penggiling limbah kaca lampu ini menggunakan putaran 600 rpm, mampu digerakan menggunakan daya 1 HP.
PENERAPAN METODE RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) PADA POMPA LP (LOW PRESSURE) FLARE DI SAKA INDONESIA PANGKAH LIMITED Toni Eko Prasetyo; Nur Robbi; Mochamad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengoperasian industri migas salah satu system yang sangat penting adalah sistem venting, blowdown dan flaring. Sistem ini berfungsi untuk menanggulangi fluida sisa akibat dari operasi yang tidak normal. Salah satu peralatan yang sangat penting dalam system ini adalah LP Flare Pump, karena erat kaitannya terhadap pencemaran lingkungan jika terjadi kegagalan pada pompa ini, sehingga kehandalan pompa LP flare tersebut benar-benar harus di jaga dan diharapkan memiliki tingkat kehandalan di atas 97%. Hingga saat ini perusahaan mempergunakan metode fail to run, yang dapat diartikan menunggu terjadinya kerusakan terjadi yang dapat berakibat peralatan tidak dapat dipergunakan. Untuk mencapai target kehandalan yang tinggi, maka di perlukan strategi maintenance yang baik dan peneliti mencoba menerapkan metode RCM untuk melakukan kegiatan maintenance pompa LP Flare. Metodologi yang dilakukan adalah mengetahui fungsi dan nama komponen pada Pompa LP Flare. Melakukan pengambilan data perbaikan dari perusahaan pada system database pemeliharaan (SAP) sejak Januari 2018 sampai dengan Desember 2020 pada perusahaan. Menghitung Downtime, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), MTTF (Mean Time to Failure), MTTR (Mean Time to Repair) dan pembuatan Fishbone Diagram. Dari Analisa data yang dilakukan disimpulkan bahwa Downtime terlama adalah kerusakan pada komponen Check Valve dan Gearbox. Sedangkan komponen kritis pada unit LP Flare Pump dilihat dari RPN (Risk Priority Number) dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) pada penerapan RCM (Reliability Centered Maintenance) yakni Check Valve dengan RPN 54 dan Gearbox dengan RPN 48. Berdasarkan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) pada Check Valve, jangka waktu penggantian komponen kritis pada Pompa LP Flare disarankan dilakukan penggantian setelah dipergunakan selama 4.8 bulan dengan rata-rata waktu perbaikan selama 7 jam, sedangkan pada Gearbox 7.5 bulan dengan rata-rata waktu perbaikan selama 15 jam. Pada komponen Check Valve berdasarkan 4M dengan tindakan antara lain yaitu material perlu dilakukan dilakukan upgrade material bola check valve agar lebih tahan terhadap gesekan dan tabrakan dengan body check valve. Pada komponen gearbox Man sangat berperan penting, terutama saat melakukan alignment antara gearbox, motor dan pompa harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi misalignment. Selain itu proses pelumasan pada gearbox harus benar-benar dipastikan secara baik. 
Pengaruh Variasi Kuat Arus pada Proses Elektroplating Alumunium terhadap Ketebalan dan Kekerasan Lapisan Ahmad, Syaifulloh
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh arus listrik pada proses pelapisan elektroplating terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan alumunium alloy 6061, dengan memvariasikan kuat arus 10, 20 dan 30 Ampere, tegangan 12 Volt dan waktu 60 menit. Hasil penelitian mendapatkan nilai ketebalan lapisan tertinggi terjadi pada proses elektroplating dengan lapisan nikel menggunakan kuat arus 30 A, tegangan 12 Volt dan waktu pencelupan 60 menit dengan nilai 22,531 𝜇m dan nilai kekerasan tertinggi di dapat pada proses elektroplating nikel ini menggunakan kuat arus 30 A, tegangan 12 Volt dan waktu pencelupan 60 menit dengan nilai 675,7 VHN. Artinya semakin besar kuat arus yang digunakan maka ketebalan dan kekerasan lapisan akan semakin tinggi. Kata Kunci: Kuat Arus, Elektroplating, Alumunium Alloy 6061, Ketebalan, Kekerasan
ANALISIS KEKUATAN RANGKA MESIN PENGGILING LIMBAH KACA TIPE ROLL MENGGUNKAN SOLIDWORK 2017 Purwanto, Moch Adji
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh bentuk profil dan pengaruh ketebalan profil terhadap defleksi dan tegangan pada rangka mesin, sehingga desain rangka dapat di antisipasi mesin dengan tegangan dan defleksi seminimal mungkin. Penelitian ini menggunakan pendekatan Elemen Hingga dengan menfaatkan Software solidwork 2017 menggunakan Material material profil AISI 1020 (American Iron and Steel Institute). Pembebanan pada rangka mesin berupa berat total dari mesin penggiling limbah kaca tipe roll, dimana asumsi pembebanan merupakan part yang terdapat pada mesin tersebut. Variasi bentuk profil pada penelitian ini adalah L-Profil, C-Profil dan HSS-Profil. Variasi ketebalan pada hasil terbaik yaitu profil HSS (tube square) dengan tebal 1 mm, 1,4 mm, dan 1,8 mm. Dari hasil penelitian ini penggunaan bentuk profil HSS (tube square) pada variasi bentuk profil diperoleh bahwa tegangan dan defleksi terkecil terjadi dan pada hasil variasi ketebalan pada profil HSS (tube square) dengan ketebalan terbesar yaitu 1,8 mm memiliki tegangan dan defleksi terendah.