cover
Contact Name
Jurnal altaujih
Contact Email
altaujih@uinib.ac.id
Phone
+6281266784647
Journal Mail Official
altaujih@uinib.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG Jl. Mahmud Yunus Lubuk Lintah Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami
ISSN : 25020625     EISSN : 27157571     DOI : -
Jurnal AL-TAUJIH adalah jurnal pengembangan kajian keilimuan bimbingan dan konseling Islam, kajian pendidikan konseling, dan berbagai kajian bimbingan konseling dalam berbagai pendekatan yang diterbitkan oleh salah satu Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu wadah literasi akademik, jurnal ini memberikan kesempatan bagi dosen, praktisi, guru, pengamat dan ahli di bidang bimbingan dan konseling. Tulisan dalam jurnal ini berupa (a) Kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, (b) Pengamatan empirik, (c) Pengembangan gagasan atau usulan baru, (d) hasil penelitian, (e) Artikel konseptual dan telaah (review) buku baru.
Articles 189 Documents
KEPRIBADIAN KONSELOR EFEKTIF Nursyamsi Nursyamsi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i2.527

Abstract

Konseling suatu profesi penolong, para anggota profesi ini memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan untuk bekerja sebagai konselor tentu harus memiliki kualitas dan keterampilan yang bagus, agar dapat bekerja secara professional. Salah satu kualitas konselor tersebut adalah kepribadiannya, yang terlihat dari sikap dan perilakunya dalam hubungan konseling. Adapun sikap konselor tersebut seperti: ramah, hangat, bersahabat, kreatif, terbuka berpenampilan menarik, cerdas, mandiri, stabil emosinya, dan sabar. Faktor lain dalam proses konseling yang efektif, juga dapat ditentukan oleh kualitas hubungan antara konselor dengan konseli. C. Rogers menyatakan bahwa kualitas yang diperlukan konselor agar proses konseling berjalan secara efektif adalah, memiliki kualitas kongruen, empati, dan positive regard.
MEMAHAMI INDIVIDU DALAM KAJIAN LINTAS BUDAYA Dewi Justitia
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i1.591

Abstract

Layanan konseling menurut sifat, hakikat, dan landasan keilmuannya adalah bantuan psikologis. Masyarakat Indonesia mempunyai corak budaya dengan nilai-nilai yang bersifat universal dan unik. Konselor sebaiknya mengerti dan memahami budaya yang melekat pada diri klien sebagai masyarakat Indonesia, yang sifat, kepribadian, dan tingkah lakunya hasil dari sosialisasi dan adaptasi dengan lingkungan budayanya. Pemahaman konselor mengenai budaya yang dimiliki oleh klien tidak terjadi dengan mudah. Untuk hal ini, konselor perlu mempelajarinya dari berbagai sumber yang menunjang seperti literatur atau pengamatan langsung terhadap budaya klien. Konselor dituntut untuk dapat bertindak secara proaktif di dalam usahanya memahami budaya klien. Dengan demikian, sebagai individu yang bersosialisasi, seharusnyalah konselor sering "Turun" untuk mengetahui budaya di sekitar klien. Kemampuan konselor untuk dapat memahami kebudayaan di sekitarnya, secara tidak langsung dapat menambah khasanah ilmu pengetahuannya yang pada akhirnya akan mempermudah konselor di dalam memahami klien
PERKEMBANGAN JIWA KEBERAGAMAAN PADA ORANG DEWASA DAN LANSIA Mulyadi Mulyadi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i1.922

Abstract

Humans have some potential to be developed , one potential diversity . The development of the religious life sometimes need help from others so that religious life is growing properly . In terms of psychology , said that the change of belief / religious soul changes in adults is not something that just happens incident , but reasonable growth . Development of religious life preceded by a variety of processes and conditions . At the time of adulthood humans already have been aware of the responsibility and the meaning of life . At the age of the elderly there is a change in the direction of receiving faith belief traditionally associated with one's beliefs .
NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DALAM MENSUKSESKAN PROSES DAN MENGOPTIMALKAN HASIL LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Ahmad Syarqawi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i1.938

Abstract

Development and cultural shift has helped bring guidance and counseling services to a direction that more exist. Since 1900 guidance and counseling have been there, and the current guidance and counseling services is not the same applied to the services provided at the beginning of 1900. Guidance and counseling are always adjusting studies and models of service based on the demands of the times and the people who lived in his time.This time is a period that is always changing very fast, so for those who can not follow this change will be left behind and become a problem to be solved. Based on this phenomenon, it is important to integrate the values of Islam into the guidance and counseling services. This approach is an alternative to help clients who need guidance and counseling services.
Menguatkan Minat Siswa Terhadap Pelajaran Mufti Ulil Amri
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.949

Abstract

Minat tidak dibawa sejak lahir, minat merupakan hasil dari pengalaman belajar. Jenis pelajaran yang melahirkan minat itu akan menentukan seberapa lama minat bertahan dan kepuasan yang diperoleh dari minat. Minat tidak timbul secara tiba-tiba melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang minat dan bagaimana menuatkan minat siswa terhadap pelajaran, sehingga siswa bukan belajar karena disuruh tetapi siswa belajar karena menyukai mata pelajaran tersebut.
PERILAKU AGRESIF REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 5 KOTA SOLOK Silvia Febriantika; Nursyamsi Nursyamsi; Awida Awida
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v6i1.1754

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan atau menggambarkan macammacam perilaku agresif, faktor penyebab perilaku agresif dan bagaimana implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling di SMP N 5 Kota Solok. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data penelitian diolah dan dianalisa dengan mengunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Keabsahan data penelitian diuji dengan Teknik pemeriksaan derajat kepercayaan (Credibility), Teknik pemeriksaan keteralihan dengan cara uraian rinci, Teknik pemeriksaan kebergantungan (auditing), dan Teknik pemeriksaan kepastian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan ada beberapa macam perilaku agresif yang dilakukan oleh peserta didik yaitu perilaku agresif fisik aktif langsung, agresif aktif tidak langsung, dan agresif verbal aktif langsung. Perilaku agresif fisik aktif langsung seperti memukul teman, menonjok, mendorong kepala teman, dan mencubit. Agresif verbal aktif langssung seperti menghina, mengolok-olok, menertawakan, dan melontarkan kata-kata kasar. Peserta didik berperilaku agresif disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor lingkungan dan faktor sosial. Faktor lingkungan berasal dari pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Sedangkan faktor sosial disebabkan faktor frustasi karena tidak tercapainya suatu keinginan yang dikehendaki serta dari pembelajaran model kekerasan dimedia dan kekerasan yang dilakukan dilingkungan keluarga. Layanan yang diberikan terhadap peserta didik yang berperilaku agresif adalah layanan konseling individual dan layanan informasi.
Behavior Chart: Sebuah Teknik Modifikasi Tingkah Laku Yeni Afrida
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v4i1.512

Abstract

Salah satu pendekatan konseling yang popular bahkan sampai saat ini adalah konseling behavioristik. Konseling behavioristik jamak dipilih sebagai intervensi khususnya dalam memodifikasi tingkahlaku. Asumsi dasar yang sangat popular dalam konseling behavioristik adalah bahwa tingkahlaku dipengaruhi oleh reinforcement yang diberikan terhadap tingkahlaku tersebut. Reinforcement berupa reward dan punishment yang diberikan sebagai konsekuensi terhadap tingkahlaku,  dipercayai mempengaruhi motivasi dan konsistensi seseorang dalam melakukan tingkahlaku tertentu. Teknik behavior chart merupakan salah satu dari sekian banyak teknik konseling yang berkembang dari asumsi dasar ini. Behavior chart  dipercaya dapat digunakan untuk  mengatasi dan mengubah tingkahlaku memanfaatkan asumsi dasar konseling behavioristik. Dalam makalah ini akan didiskusikan lebih lanjut mengenai teknik behavior chart. Diharapkan, makalah ini dapat menjadi referensi bagi praktisi yang ingin menggunakan konseling behavioristik khususnya teknik behavior chart dalam kasus-kasus yang ditemuinya.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM ENGENTASKAN PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK PADA KELAS VIII MTsN 3 KOTO TANGAH PADANG Jum Anidar; Fadila Rida Ikhwani
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i1.538

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan peserta didik yang kurang menghargai atau menghormati antar sesama selain itu selalu mengedepankan perilaku agresif tanpa memikirkan akibat dan kerugian yang terjadi disekitarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengentaskan perilaku agresif peserta didik pada kelas VIII di MTsN 3 Koto Tangah Padang? Sedangkan batasan masalah dalam penelitian ini adalah (a)Strategi pembinaan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengentaskan perilaku agresif peserta didik pada kelas VIII di MTsN 3 Koto Tangah Padang,(b) Strategi katarsis oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengentaskan perilaku agresif peserta didik pada kelas VIII di MTsN 3 Koto Tangah Padang. ,(c) Strategi pengenalan model non-agresi oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengentaskan perilaku agresif peserta didik pada kelas VIII di MTsN 3 Koto Tangah Padang, (d) Strategi pelatihan keterampilan sosial oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengentaskan perilaku agresif peserta didik pada kelas VIII di MTsN 3 Koto Tangah Padang.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini antara lain guru bimbingan dan peserta didik MTsN 3 Koto Tangah Padang . Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan bahwa Strategi pembinaan guru BK selalu memberikan nasehat dan motivasi pada peserta didik jauh dari perilaku agresif selain dari nasehat dan motivasi, guru BK menerapkan sistem point pada peserta didik untuk menghafal surat-surat pendek.Strategi Katarsis, strategi ini juga diterapkan di MTsN 3 Koto Tangah Padang, tetapi meilihat dari hasilnya yang tidak bertahan lama dalam meredam perilaku agresif, karena jika ingatan kebencian itu tumbuh perilaku agresif pun timbul kembali. Tetapi strategi ini dapat bermanfaat untuk jangka pendek Strategi pengenalan model non agresi, strategi ini menjadikan peserta didik kearah perilaku yang baik sehingga perilaku non agresi lebih mendominasi di dalam diri peserta didik dari pada perilaku agresif. Strategi ini mampu melatih peserta didik bersifat tolong-menolong, berempati, dan bersimpati. Strategi keterampilan sosial sangat banyak manfaat yang didapatkan selain dari berkurangnya perilaku agresif, peserta didik mampu mengembangkan potensinya pada kegiatan ekstrakurikuler disekolah. agar peserta didik tidak terfikirkan untuk berperilaku agresi.
Penanganan Masalah Konseli Melalui Konseling Realitas Ali Daud
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v5i1.757

Abstract

Pada dasarnya setiap individu terdorong untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanya.  Dimana setiap individu menginginkan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Ketika individu sudah dapat memenuhi apa yang di inginkan, berarti kebutuhannya terpuaskan. Tetapi, jika keinginannya tidak  terpenuhi sesuia dengan realitas kehiduipan. maka individu akan tertekan sehingga menimbulkan stres, dan pada akhirnya, timbul perbedaan antara apa yang di inginkan dengan apa yang di peroleh dan membuat individu bermasalah. Konseling realitas mencoba menselaraskan antara apa yang di inginkan individu dengan apa yang terjadi sesuai dengan relitas kehidupan individu tersebut.
Peran Agama Dalam Bimbingan dan Konseling Debi Vianda
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i2.933

Abstract

Humans are expected to give each other guidance with one another in accordance with the capability and expertise of the man himself, and to provide counseling to be patient and trust in the face of existing problems. So that man always educate themselves and others, and lead men towards good there must be the correct guidelines, namely religion. Religion has a big share of the guidance given to the person who is in trouble.

Page 9 of 19 | Total Record : 189