cover
Contact Name
Meiry Akmara Dhina
Contact Email
meiryakmaradhina@gmail.com
Phone
+6282117291731
Journal Mail Official
meiryakmaradhina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : 23386851     EISSN : 27231887     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari alam. Jurnal Sabdariffarma diterbitkan oleh Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari, dengan no p-ISSN 2338-6851 dan e-ISSN 2723-1887
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA" : 5 Documents clear
UJI IN VITRO AKTIVITAS ANTIAGGREGASI PLATELET EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS, L. )DENGAN METODE BORN Ariani, Raden Retno
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1416

Abstract

Buah cabai rawit  dikenal dengan nama latin Capsicum frutescens .L, kaya akan manfaat dan banyak dihasilkan di Indonesia. Hasil penelitian metanalisis terdahulu salah satu manfaat dari buah cabai rawit adalah kemampuannya dalam menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskular. Antiaggregasi platelet merupakan salah satu golongan obat yang umum digunakan untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien dengan faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antiaggregasi platelet pada ekstrak etanol buah cabai rawit dalam mencegah kejadian penyakit kardiovaskular serta menentukan konsentrasi hambat 50% (IC50) dari ekstrak tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Born, yang menerapkan prinsip turbidimetri dengan menggunakan Plasma Rich Platelet (PRP) manusia dengan pembanding asetosal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antiaggregasi platelet secara in vitro dengan IC50 sebesar 5147,92 µg/mL dan asetosal sebesar 517,02 µg/mL. Untuk mencapai konsentrasi hambat yang setara dengan asetosal, ekstrak etanol buah cabai rawit memerlukan konsentrasi yang jauh lebih tinggi.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK METANOL DAUN KESUM PADA MENCIT YANG DIINDUKSI GLUKOSA Hidayati, Tita Khosima; Firdaus, Islami Nur; Wardati, Yulia
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1418

Abstract

Daun kesum merupakan tanaman khas Kalimantan Barat. Ekstrak daun kesum diduga berpotensi sebagai antidiabetes karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Senyawa tersebut dapat menghambat enzim α-glukosidase sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak metanol daun kesum memiliki aktivitas antidiabetes. dan untuk mengetahui berapa dosis yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Uji ini dilakukan secara in vivo terhadap mencit jantan yang diinduksi oleh glukosa. Setelah diinduksi pemberian dosis ekstrak diberikan dengan 3 dosis yaitu 50mg/kgBB, 100mg/kgBB, 150mg/kgBB. Pengecekan kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke 30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian larutan uji. Persentase penurunan kadar glukosa darah setelah pemberian larutan uji secara berurutan dari dosis 1 sampai 3 adalah 31.38%, 34.35%. dan 35,83% ini menunjukan bahwa ada penurunan kadar glukosa darah awal sampai menit 120. Dari penelitian ini dapat disimpukan bahwa ekstrak metanol daun kesum memiliki aktivitas antidiabetes dan berdasarkan uji statistik dengan metode Anova, sig 0, 589 (p 0.05), artinya semua kelompok perlakuan memiliki rata-rata kadar glukosa darah yang sama atau tidak ada perbedaan secara signifikan dari masing-masing dosis uji.
PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT SEKUNDER BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA Gianti, Lisna
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1428

Abstract

Latar belakang: Penemuan senyawa baru dari sumber alami untuk pengobatan] kanker payudara sangat penting bagi pengembangan makanan fungsional dan industri farmasi. Sumber daya alam dengan aktivitas potensial melawan kanker payudara adalah bawang dayak, Eleutherine bulbosa tetapi identitas konstituen aktifnya dan mekanisme kerjanya masih belum dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada farmakoinformatika aktivitas dan profil metabolite.Tujuan: penelitian ini adalah untuk menentukan senyawa yang paling berpotensi sebagai anti kanker payudara pada tanaman bawang dayak (Eleutherine bulbosa). Metode: penelitian ini menggunakan metode molecular docking. Pengujian dilakukan terhadap lima belas senyawa uji dan senyawa pembanding yang digunakan adalah native ligan (genistein) serta reseptor yang digunakan adalah reseptor estrogen-β dengan kode 1QKM. Hasil: Hasil molecular docking menunjukkan bahwa senyawa 3,6,8-trihydroxy-1- methylanthraquinone dengan Energi Bebas Gibbs (ΔG) -9.21 kkal/mol, nilai Ki 0.176 µM, RMSD 1.16 dan Ikatan hidrogen yang terbentuk LEU A:298, GLU A:305, HIS A:475. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bawang dayak (Eleutherine bulbosa) dapat dijadikan kandidat obat alami untuk anti kanker payudara. Saran: perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terkait absorpsi dan mutagenik senyawa tersebut karena mempengaruhi efektivitas dan keamanan bagi kesehatan. Kata Kunci: kanker payudara, penambatan molekul, bawang dayak
HUBUNGAN SUPLEMEN TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI PEMENUHAN GIZI MIKRO TERHADAP POTENSI STUNTING DI NEGARA INDONESIA; TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR Permana, Indra
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1427

Abstract

Suplemen tablet tambah darah, yang mengandung zat besi, sangat penting untuk pemenuhan gizi mikro pada ibu hamil dan anak. Kekurangan gizi mikro, seperti zat besi, berpotensi menyebabkan stunting. Program suplementasi ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia, mencegah stunting, dan mendukung pertumbuhan yang optimal. Tinjauan Sistimatis literatur ini untuk menganalisis hubungan suplemen tablet tambah darah dalam pemenuhan gizi mikro dan pencegahan stunting pada anak (balita dan batita) di Indonesia. Pencarian literatur secara sistematis dilakukan untuk mengidentifikasi artikel yang relevan dalam 3 basis data utama (Scopus, Pubmed, dan Google Scholars). Studi mengenai konsumsi tablet tambah darah untuk pemenuhan gizi mikro pada kasus stunting diperlukan tinjauan sistematis dengan batasan inklusi atrikel yang terbit Tahun 2015-2024, free full text, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dari 10 artikel yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan bahwa konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan risiko anemia, yang berkontribusi terhadap pencegahan stunting pada anak. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih rendah akibat efek samping dan kurangnya kesadaran. Selain itu, faktor sosial-ekonomi juga berperan dalam status gizi anak, di mana keluarga dengan pendapatan rendah memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia dan stunting. Kesimpulannya Suplementasi TTD berperan penting dalam pencegahan anemia dan stunting pada anak. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan konsumsi serta faktor sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih intensif serta kebijakan multisektoral untuk meningkatkan aksesibilitas dan kepatuhan konsumsi TTD dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia. 
Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) Dengan Variasi Basis Carnauba Wax Ratnasari, Lina
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1419

Abstract

ABSTRAKDaun bayam merah (Amaranthus Tricolor L) merupakan tanaman yang mengandung antosianin, pewarna alami, dan antioksidan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun bayam merah memiliki potensi antioksidan yang kuat, dengan nilai IC50 sebesar 28,93 ppm (Reny et al. 2016). Menunjukkan daun bayam merah dapat digunakan sebagai zat aktif dalam formulasi lip cream karena dapat melindungi bibir dari kerusakan radikal bebas. Dalam formulasi lip cream pemilihan konsentrasi basis yang tepat menjadi penentu utama kualitas sebelum produk dipasarkan. Carnauba wax sebagai bahan utama lip cream yang dikenal memiliki sifat pengikat yang baik, membantu menciptakan tekstur yang homogen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan basis carnauba wax (10%, 15% dan 20%). Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi basis carnauba wax terhadap warna, mengetahui stabilitas fisik sediaan lip cream dengan variasi konsentrasi basis carnauba wax yang sesuai, agar mendapatkan produk yang berkualitas (sesuai standart farmasi). Metode pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 % dengan nilai rendemen ekstraknya sebesar 32,8%. Hasil rendemen tersebut telah memenuhi standar ekstrak yang telah ditetapkan yaitu tidak kurang dari 9,8% (Depkes RI,2017). Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun bayam merah mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi lip cream dengan konsentrasi carnauba wax 10% dan 15% memenuhi standar evaluasi dalam stabilitas fisik, tekstur, warna, aroma, homogenitas, daya oles, daya sebar yang baik berkisar 4,8-6,6 cm, serta pH berkisar antara 5-6, sesuai dengan rentang pH pada bibir, dan tidak menyebabkan iritasi. Pada uji hedonic (kesukaan) formula 1 lebih banyak disukai oleh panelis dengan nilai rata-rata 8. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi carnauba wax dalam formulasi lip cream dapat mempengaruhi tekstur sediaan, di mana semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, semakin padat tekstur lip cream yang dihasilkan.Kata Kunci : Lip cream; Carnauba wax;  Daun bayam merah; Amarantus tricolor.

Page 1 of 1 | Total Record : 5