cover
Contact Name
Meiry Akmara Dhina
Contact Email
meiryakmaradhina@gmail.com
Phone
+6282117291731
Journal Mail Official
meiryakmaradhina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : 23386851     EISSN : 27231887     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari alam. Jurnal Sabdariffarma diterbitkan oleh Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari, dengan no p-ISSN 2338-6851 dan e-ISSN 2723-1887
Articles 63 Documents
EVALUASI MAKROSKOPIS AKTIVITAS ANTISARIAWAN EKSTRAK BIJI TREMBESI (Samanea saman (JACQ.) MERR.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS MUKOSA ORAL PADA TIKUS PUTIH Taufik Septiyan Hidayat
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/d3rscn33

Abstract

Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS) merupakan penyakit inflamasi pada mukosa mulut yang sering menimbulkan nyeri dan gangguan fungsi oral. Penggunaan obat konvensional dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam yang lebih aman. Biji trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi dan penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antisariawan ekstrak etanol biji trembesi pada tikus putih yang diinduksi asam asetat. Penelitian menggunakan metode true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang melibatkan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Nystatin®), serta kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antisariawan secara in vivo. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak biji trembesi mampu mempercepat penyembuhan ulser dibandingkan kontrol negatif. Dosis 150 mg/kgBB memberikan efektivitas terbaik dengan penyembuhan sempurna pada hari ke-6. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji trembesi memiliki aktivitas antisariawan, dengan dosis 150 mg/kgBB sebagai dosis paling efektif. Kata kunci: Biji trembesi, antisariawan, RAS, asam asetat, in vivo.
FORMULASI HAIR TONIC ALAMI BERBASIS EKSTRAK LIDAH BUAYA, MADU DAN MINYAK ATSIRI ROSEMARY : PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK Cengristitama Cengristitama
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/4bg5m580

Abstract

Hair tonic merupakan salah satu produk kosmetik yang digunakan untuk membantu menjaga kesehatan kulit kepala, mengurangi kerontokan rambut, dan merangsang pertumbuhan rambut. Penggunaan bahan aktif alami seperti ekstrak lidah buaya (Aloe vera), madu, dan minyak atsiri rosemary semakin diminati karena memiliki kandungan bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan rambut. Namun, informasi mengenai pengaruh kombinasi ketiga bahan tersebut terhadap karakteristik fisik hair tonic masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak lidah buaya, madu, dan minyak atsiri rosemary terhadap karakteristik fisik sediaan hair tonic. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 27 kombinasi perlakuan dan dua kali pengulangan. Variasi konsentrasi ekstrak lidah buaya dan madu masing-masing adalah 2, 4, dan 6 mL, sedangkan minyak atsiri rosemary sebesar 0,2; 0,4; dan 0,6 mL. Karakteristik sediaan yang dianalisis meliputi organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas penyimpanan berdasarkan acuan SNI 16-4955-1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan standar, dengan nilai pH berkisar antara 5,1–6,3 dan viskositas antara 1,033–1,627 cPs. Formula A3B3C1 (6 mL ekstrak lidah buaya, 6 mL madu, dan 0,2 mL minyak atsiri rosemary) menghasilkan karakteristik terbaik dengan pH 5,1, viskositas 1,033 cPs, serta stabil selama penyimpanan satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak lidah buaya, madu, dan minyak atsiri rosemary berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi hair tonic yang memenuhi persyaratan mutu fisik (SNI 16-4955-1998).
UJI STABILITAS FISIK MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SUSI ANDRIANI
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/w5xjxf71

Abstract

Sirih cina merupakan tanaman liar yang tumbuh di tempat lembab dan lidah buaya adalah tanaman hias yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat maupun kosmetik, kedua tanaman ini mempunyai kandungan antioksidan dan antibakteri, salah satunya ketika dibuat masker gel peel off. Sediaan ini merupakan kosmetik berbentuk gel terdapat lapisan elastis transparan saat dioleskan,  dapat langsung dilepaskan tanpa dibilas. Ketidakstabilan masker gel peel off dapat dideteksi melalui perubahan sifat fisika. sehingga perlu dilakukan uji stabilitas fisik seperti uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji kekeringan, dan uji daya sebar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan masker gel peel off dengan bahan aktif kombinasi dari ekstrak Sirih Cina (Peperomia pellucida L) dan Lidah Buaya (Aloe vera) selama 3 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tindakan (Action Research) yaitu melaksanakan pembuatan sekaligus evaluasi pada sediaan masker gel peel off dengan variasi konsentrasi ekstrak sirih cina (Peperomia pellucida L.) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) masing-masing 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil uji organoleptik sediaan masker gel peel off dan uji pH diperoleh bahwa sediaan dengan formula ekstrak 30% memiliki karakteristik fisik yang stabil dan memiliki pH masih di rentang pH 4,5-6,5 yang aman dari iritasi karena asam dan kulit bersisik karena basa. Pada hasil uji daya sebar hanya konsentrasi 10% yang tidak memenuhi syarat yaitu 4,3-4,6cm karena sediaan memadat sehingga tidak memiliki daya sebar yang memenuhi standar yaitu 6-7cm. Hasil uji homogenitas dan uji kekeringan semua formula memenuhi standar stabilitas fisik.