cover
Contact Name
Meiry Akmara Dhina
Contact Email
meiryakmaradhina@gmail.com
Phone
+6282117291731
Journal Mail Official
meiryakmaradhina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : 23386851     EISSN : 27231887     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari alam. Jurnal Sabdariffarma diterbitkan oleh Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari, dengan no p-ISSN 2338-6851 dan e-ISSN 2723-1887
Articles 58 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL DARI KOMBINASI EKSTRAK BUNGA BROKOLI (Brasicca oleracea var. Italica) DAN DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus) SEBAGAI ANTISEPTIK suharti, suharti; Hopipah, Sinta Hopipah; Helmiawati, Yusi
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1315

Abstract

Gigi manusia seringkali terpapar oleh berbagai banyak bakteri yang bersarang di permukaan gigi. Salah satunya bisa menyebabkan plak sehingga dibutuhkan produk yang memiliki khasiat sebagai antiseptik untuk mengatasi hal tersebut.Tujuan dalam penelitian ini adalah dapat mengetahui membuka wawasan dalam pembuatan dan evaluasi sediaan pasta gigi herbal dari kombinasi ekstrak bunga brokoli (Brasicca oleracea var. Italica) dan daun sereh wangi (Cymbopogon nardus) sebagai antiseptik. Desain penelitian yang digunakan adalah (action research) yang bertujuan untuk menyelesaikan rumusan masalah menggunakan menggunakan 4 siklus, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan ekstrak bunga brokoli dan daun sereh wangi yang diperoleh dari hasil metode maserasi. Sediaan pasta gigi dibuat menjadi 3 formulasi dengan perbandingan ekstrak sereh wangi, yaitu pada F1 : Kombinasi 2,5 gr gram ektrak brokoli dan 0,3 gram daun sereh ekstrak wangi (2,5 g : 0,3), F2 : Kombinasi 2,5 gr gram ektrak brokoli dan 0,5 gram daun sereh ekstrak wangi (2,5 g : 0,5 g), dan F3: Kombinasi 2,5 gr gram ektrak brokoli dan 0,7 gram daun sereh ekstrak wangi (2,5 g : 0,7 g).Berdasarkan hasil dari 3 formulasi pada sediaan pasta gigi ini semuanya (F1,F2 dan F3) dapat dilanjutkan untuk pengamatan uji organoleptik dan uji pH.Pengamatan dilakukan pada sediaan pasta gigi dri ekstrak bunga brokoli dan daun sereh wangi menggunakan panca indera yang meliputi bau,warna,dan tekstur.Bau aroma F1,F2,F3 tidak tercium dikarenakan kurang banyak formulasi serehnya ,warna pada F1 dan F2 hasil pengamatan memiliki warna hjau kecoklatan dan F3 menghasilkan warna lebih muda yaitu hijau kekuningan ini dikarenakan warna hijau pada brokoli.Untuk Tekstur F1 lebih encer ,F2 lebih kental dari F1 dan F3 lebih padat dari F3,dan F2 dan F3 lebih stabil sediaanya. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa sediaan pasta gigi yang berhasil dibuat dan dapat dikatakan stabil saat diuji pada pengujian organoleptik dan pengujian pH. Namun, pada pengujian organoleptik yang dilakukan ke tiga formulasi tersebut menunjukkan bahwa formula terbai
STUDI PENGGUNAAN KAPPA KARAGENAN SEBAGAI PENGIKAT TABLET HISAP EKSTRAK KERING DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) Husni, Patihul; Mulyani, Tuti Sri; Hartono, Kusdi
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1182

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan sifat antiseptiknya digunakan untuk menyembuhkan kaki yang luka, menyegarkan dan mengurangi bau mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kappa karagenan sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik granul dan tablet hisap ekstrak daun sirih (Piper betle L.) yang dihasilkan. Tablet hisap dibuat sebanyak tiga formula (F1, F2, F3) dengan variasi konsentrasi pengikat kappa karagenan dibuat menggunakan cara granulasi basah (wet granulation). Data hasil pengujian dianalisis dengan menggunakan analisis data one-way anova (p 0,05). Evaluasi sediaan tablet meliputi pemeriksaan sifat fisik granul dan uji stabilitas fisik tablet. Hasil penelitian pemeriksaan sifat fisik granul menunjukan bahwa sediaan mempunyai sifat alir kurang dari 10 g/detik, sudut diam 26,56-34,99⁰, kompresibilitas 11,5-14% dan kandungan lembab 1%. Sementara itu, stabilitas fisik tablet menunjukan bahwa tablet mempunyai keseragaman bobot yang baik (tidak ada tablet yang menyimpang dari 5%), keseragaman ukuran yang baik, kerapuhan kurang dari 1%, kekerasan 4-6,5 kp dan waktu larut 4-8 menit sehingga tablet memenuhi persyaratan tablet yang baik. Sebagai kesimpulan, F2 yang mengandung ekstrak daun sirih 100 mg, laktosa 77,5%, mucilago kappa karagenan 55 mg, asam sitrat 1,5%, manitol 1,3%, talk 2%, mg stearat 1%, dan aerosil 0,5% merupakan formula terbaik berdasarkan uji stabilitas fisik.
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID (OAINS) DENGAN DERAJAT OSTEOARTHRITIS PADA PASIEN USIA LANJUT RAWAT JALAN DI SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM KOTA CIMAHI Permana, Indra; setiatjahjati, sri; Muliawati, Santi
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1204

Abstract

Seiring bertambahnya usia, masalah yang sering muncul pada usia lanjut yaitu timbulnya rasa nyeri pada bagian sendi yang disebut osteoarthritis. Salah satu pemberian terapi untuk osteoarthritis yaitu pemberian Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) pada usia lanjut harus diperhatikan dengan baik sehingga dapat tercapainya tujuan terapi untuk mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kualitas hidup jika pemberian terapi tepat atau rasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan OAINS dengan derajat osteoarthritis pada pasien usia lanjut rawat jalan di salah satu Rumah Sakit Umum swasta Kota Cimahi pada Januari – Desember 2022. Jenis penelitian ini yaitu penelitian non eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif. Hasil penelitian dari 116 pasien, rasionalitas penggunaan OAINS pada kriteria tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, dan tepat lama pemberian terapi pada osteoarthritis grade 1 (74,05%), osteoarthritis grade 2 (79,57%), osteoarthritis grade 3 (92,60%) dan osteoarthritis grade 4 (96,97%). Analisis hubungan rasionalitas penggunaan OAINS derajat osteoarthritis dilakukan menggunakan program SPSS versi 23 dengan uji Rank Spearman didapatkan p value 0,05 menunjukkan terdapat hubungan rasionalitas penggunaan OAINS dengan derajat osteoarthritis. Hasil analisis pada kriteria tepat indikasi (nilai korelasi = 0,497) dan tepat pemilihan obat (nilai korelasi = 0,398) memiliki korelasi positif dengan kekuatan hubungan moderat/cukup. Sedangkan pada kriteria tepat dosis (nilai korelasi = 0,147) dan tepat interval waktu pemberian obat (nilai korelasi = 0,090) memiliki korelasi positif dengan kekuatan hubungan lemah dan kurang berarti.
INOVASI OBAT HERBAL TRADISIONAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIMANGGU Yusuf, Muhammad Daud
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1334

Abstract

Desa Cimanggu di Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan obatherbaltradisional(jamu)dengankekayaanalamberupatanamanherbaldanrempah.Penelitianinibertujuan untuk mengeksplorasi inovasi obat herbal tradisional sebagai sarana pemberdayaan masyarakatDesa Cimanggu, dengan fokus pada pengembangan produk, tantangan yang dihadapi, dan dampak sosial-ekonomi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode wawancaramendalam dengan petani dan pengrajin jamu, observasi langsung di lapangan, dan analisis dokumentasiyangrelevan.Prosesanalisisdatabersifatdinamisdanberkelanjutan,melibatkantriangulasiuntukmenjamin kredibilitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya inovasi produk herbal seperti Jamu KiUrat untuk mengatasi asam urat, Jamu Kulit Manggis sebagai serbuk instan untuk berbagai masalahkesehatan, Jamur Lingzhi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Serbuk Ki Rinyuh dengan potensiantikanker, dan Lobak Batu untuk mengatasi batu ginjal dan asam urat. Namun, ditemukan juga tantangansignifikan seperti kurangnya inovasi dalam pengolahan dan pengemasan, keterbatasan akses pasar danjaringandistribusi,serta penurunanminat generasi muda terhadappengetahuantradisional.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Lemairei) MENGGUNAKAN 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil dewi, lisna
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1179

Abstract

Tanaman buah naga atau dragon fruit (Hylocereus Undatus) adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat menghambat reaksi pembentukan radikal bebas. Kandungan dari batang buah naga diantaranya  adalah steroid, flavonoid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol batang buah naga merah (Hylocereus Lemairei) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air 2,5%; susut pengeringan 3,16%; kadar sari larut air 28,5%; kadar sari larut etanol 13%; kadar abu total 11,5%; dan kadar abu tidak larut asam 13,5%. Nilai IC50 ekstrak etanol batang buah naga sebesar 12,69 µg/mL dan nilai IAA sebesar 3,15 yang menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat.Kata kunci: Antioksidan; 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil; batang buah naga merah; radikal bebas.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KENTANG HITAM (Plectranthus rotondifolius (Poir) Spreng) DENGAN METODE DPPH (2-2-difenil-1-pikrilhidrazil) dewi, lisna; Slamet, Tuty; Zianida, Neneng
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1316

Abstract

Kentang merupakan tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam kentang diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kentang hitam dengan menggunakan metode DPPH. Karakterisasi simplisia didapatkan hasil kadar air sebesar 2,4%, susut pengeringan sebesar 6,5%, kadar abu total sebesar 12,5%, kadar abu tidak larut asam sebesar 0,5%, kadar sari larut air sebesar 32%, dan kadar sari larut etanol sebesar 21%. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan hasil rendemen sebesar 13%.  Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penghambatan radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol daun kentang hitam sebesar 14,6 µg/ml dan nilai IAA sebesar 2,73, sehingga ekstrak etanol daun kentang hitam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
EFEKTIVITAS OBAT ANTIBIOTIK UNTUK DEMAM TIFOID TERHADAP PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. AGOESDJAM KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT PERIODE 2019 Wardati, Yulia
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.481

Abstract

Typhoid fever is the third of the 10 main diseases in patients treated in hospitals in Indonesia, while at RSUD dr. Agoesdjam West Kalimantan is ranked fourth. The aim of the research is to determine patterns of drug use and evaluate the effectiveness of antibiotic drugs for patients with thiophid fever at RSUD dr. Agoesdjam. This research is an observational study with retrospective data collection in May-July 2019, with a total of 103 patients. The inclusion criteria taken were medical record data from patients aged 5 to 10 years, who were diagnosed with typhoid fever at the inpatient installation of the Regional General Hospital ( RSUD) Dr. Agoesdjam Ketapang, West Kalimantan. Exclusion criteria are; Medical records for typhoid fever patients have other comorbidities such as kidney failure, psychiatric disorders, and so on.The parameters for the effectiveness of the drugs used are LoS, LoSAR, reduction in body temperature and reduction in the number of leukocytes. The results obtained were the use of antibiotics including chloramphenicol, ampicillin, ceftriaxone and cefixime. Based on LoS parameters, ceftriaxone was the most effective (2.77 days), LoSAR ceftriaxone (5 days), decreased body temperature ampislin (4.2 °C) and decreased leukocytes ampislin (6075 cells per micro liter). The most antibiotic used was chloramphenicol (41 patients). The most effective drugs were ceftriaxone (according to LoS and LoSAR parameters) and ampicillin (according to body temperature and leukocyte reduction parameters). 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BATANG KESUM (Polygonum minus Huds) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus kartikawati, endah; Hadisoebroto, Ginayanti; Qurayssiah, Qurayssiah
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1186

Abstract

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan dalam semua aspek kehidupan manusia. Salah satu tanaman yang menarik untuk diteliti sebagai obat tradisional adalah Kesum. Tanaman Kesum (Polygonum minus) merupakan salah satu tanaman endemik di wilayah Kalimantan Barat. Tanaman kesum (Polygonum minus Huds) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang diharapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol batang kesum (Polygonum minus Huds) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini adalah uji aktivitas antibakteri ekatrak etanol batang kesum (Polygonum minus Huds) menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 6%, 10%, 14% dan 18% serta digunakan siprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol batang kesum (Polygonum minus Huds) memiliki potensi daya hambat tertinggi pada konsentrasi 18% dengan diameter hambat sebesar 32,56 mm, berbeda nyata dengan kontrol positif dengan diameter hambat sebesar 47,35 mm.
UJI IN VITRO AKTIVITAS ANTIAGGREGASI PLATELET EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS, L. )DENGAN METODE BORN Ariani, Raden Retno
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1416

Abstract

Buah cabai rawit  dikenal dengan nama latin Capsicum frutescens .L, kaya akan manfaat dan banyak dihasilkan di Indonesia. Hasil penelitian metanalisis terdahulu salah satu manfaat dari buah cabai rawit adalah kemampuannya dalam menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskular. Antiaggregasi platelet merupakan salah satu golongan obat yang umum digunakan untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien dengan faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antiaggregasi platelet pada ekstrak etanol buah cabai rawit dalam mencegah kejadian penyakit kardiovaskular serta menentukan konsentrasi hambat 50% (IC50) dari ekstrak tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Born, yang menerapkan prinsip turbidimetri dengan menggunakan Plasma Rich Platelet (PRP) manusia dengan pembanding asetosal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antiaggregasi platelet secara in vitro dengan IC50 sebesar 5147,92 µg/mL dan asetosal sebesar 517,02 µg/mL. Untuk mencapai konsentrasi hambat yang setara dengan asetosal, ekstrak etanol buah cabai rawit memerlukan konsentrasi yang jauh lebih tinggi.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK METANOL DAUN KESUM PADA MENCIT YANG DIINDUKSI GLUKOSA Hidayati, Tita Khosima; Firdaus, Islami Nur; Wardati, Yulia
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1418

Abstract

Daun kesum merupakan tanaman khas Kalimantan Barat. Ekstrak daun kesum diduga berpotensi sebagai antidiabetes karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Senyawa tersebut dapat menghambat enzim α-glukosidase sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak metanol daun kesum memiliki aktivitas antidiabetes. dan untuk mengetahui berapa dosis yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Uji ini dilakukan secara in vivo terhadap mencit jantan yang diinduksi oleh glukosa. Setelah diinduksi pemberian dosis ekstrak diberikan dengan 3 dosis yaitu 50mg/kgBB, 100mg/kgBB, 150mg/kgBB. Pengecekan kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke 30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian larutan uji. Persentase penurunan kadar glukosa darah setelah pemberian larutan uji secara berurutan dari dosis 1 sampai 3 adalah 31.38%, 34.35%. dan 35,83% ini menunjukan bahwa ada penurunan kadar glukosa darah awal sampai menit 120. Dari penelitian ini dapat disimpukan bahwa ekstrak metanol daun kesum memiliki aktivitas antidiabetes dan berdasarkan uji statistik dengan metode Anova, sig 0, 589 (p 0.05), artinya semua kelompok perlakuan memiliki rata-rata kadar glukosa darah yang sama atau tidak ada perbedaan secara signifikan dari masing-masing dosis uji.