cover
Contact Name
Meiry Akmara Dhina
Contact Email
meiryakmaradhina@gmail.com
Phone
+6282117291731
Journal Mail Official
meiryakmaradhina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : 23386851     EISSN : 27231887     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari alam. Jurnal Sabdariffarma diterbitkan oleh Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari, dengan no p-ISSN 2338-6851 dan e-ISSN 2723-1887
Articles 58 Documents
PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT SEKUNDER BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA Gianti, Lisna
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1428

Abstract

Latar belakang: Penemuan senyawa baru dari sumber alami untuk pengobatan] kanker payudara sangat penting bagi pengembangan makanan fungsional dan industri farmasi. Sumber daya alam dengan aktivitas potensial melawan kanker payudara adalah bawang dayak, Eleutherine bulbosa tetapi identitas konstituen aktifnya dan mekanisme kerjanya masih belum dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada farmakoinformatika aktivitas dan profil metabolite.Tujuan: penelitian ini adalah untuk menentukan senyawa yang paling berpotensi sebagai anti kanker payudara pada tanaman bawang dayak (Eleutherine bulbosa). Metode: penelitian ini menggunakan metode molecular docking. Pengujian dilakukan terhadap lima belas senyawa uji dan senyawa pembanding yang digunakan adalah native ligan (genistein) serta reseptor yang digunakan adalah reseptor estrogen-β dengan kode 1QKM. Hasil: Hasil molecular docking menunjukkan bahwa senyawa 3,6,8-trihydroxy-1- methylanthraquinone dengan Energi Bebas Gibbs (ΔG) -9.21 kkal/mol, nilai Ki 0.176 µM, RMSD 1.16 dan Ikatan hidrogen yang terbentuk LEU A:298, GLU A:305, HIS A:475. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bawang dayak (Eleutherine bulbosa) dapat dijadikan kandidat obat alami untuk anti kanker payudara. Saran: perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terkait absorpsi dan mutagenik senyawa tersebut karena mempengaruhi efektivitas dan keamanan bagi kesehatan. Kata Kunci: kanker payudara, penambatan molekul, bawang dayak
HUBUNGAN SUPLEMEN TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI PEMENUHAN GIZI MIKRO TERHADAP POTENSI STUNTING DI NEGARA INDONESIA; TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR Permana, Indra
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1427

Abstract

Suplemen tablet tambah darah, yang mengandung zat besi, sangat penting untuk pemenuhan gizi mikro pada ibu hamil dan anak. Kekurangan gizi mikro, seperti zat besi, berpotensi menyebabkan stunting. Program suplementasi ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia, mencegah stunting, dan mendukung pertumbuhan yang optimal. Tinjauan Sistimatis literatur ini untuk menganalisis hubungan suplemen tablet tambah darah dalam pemenuhan gizi mikro dan pencegahan stunting pada anak (balita dan batita) di Indonesia. Pencarian literatur secara sistematis dilakukan untuk mengidentifikasi artikel yang relevan dalam 3 basis data utama (Scopus, Pubmed, dan Google Scholars). Studi mengenai konsumsi tablet tambah darah untuk pemenuhan gizi mikro pada kasus stunting diperlukan tinjauan sistematis dengan batasan inklusi atrikel yang terbit Tahun 2015-2024, free full text, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dari 10 artikel yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan bahwa konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan risiko anemia, yang berkontribusi terhadap pencegahan stunting pada anak. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih rendah akibat efek samping dan kurangnya kesadaran. Selain itu, faktor sosial-ekonomi juga berperan dalam status gizi anak, di mana keluarga dengan pendapatan rendah memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia dan stunting. Kesimpulannya Suplementasi TTD berperan penting dalam pencegahan anemia dan stunting pada anak. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan konsumsi serta faktor sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih intensif serta kebijakan multisektoral untuk meningkatkan aksesibilitas dan kepatuhan konsumsi TTD dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia. 
Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) Dengan Variasi Basis Carnauba Wax Ratnasari, Lina
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1419

Abstract

ABSTRAKDaun bayam merah (Amaranthus Tricolor L) merupakan tanaman yang mengandung antosianin, pewarna alami, dan antioksidan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun bayam merah memiliki potensi antioksidan yang kuat, dengan nilai IC50 sebesar 28,93 ppm (Reny et al. 2016). Menunjukkan daun bayam merah dapat digunakan sebagai zat aktif dalam formulasi lip cream karena dapat melindungi bibir dari kerusakan radikal bebas. Dalam formulasi lip cream pemilihan konsentrasi basis yang tepat menjadi penentu utama kualitas sebelum produk dipasarkan. Carnauba wax sebagai bahan utama lip cream yang dikenal memiliki sifat pengikat yang baik, membantu menciptakan tekstur yang homogen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan basis carnauba wax (10%, 15% dan 20%). Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi basis carnauba wax terhadap warna, mengetahui stabilitas fisik sediaan lip cream dengan variasi konsentrasi basis carnauba wax yang sesuai, agar mendapatkan produk yang berkualitas (sesuai standart farmasi). Metode pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 % dengan nilai rendemen ekstraknya sebesar 32,8%. Hasil rendemen tersebut telah memenuhi standar ekstrak yang telah ditetapkan yaitu tidak kurang dari 9,8% (Depkes RI,2017). Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun bayam merah mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi lip cream dengan konsentrasi carnauba wax 10% dan 15% memenuhi standar evaluasi dalam stabilitas fisik, tekstur, warna, aroma, homogenitas, daya oles, daya sebar yang baik berkisar 4,8-6,6 cm, serta pH berkisar antara 5-6, sesuai dengan rentang pH pada bibir, dan tidak menyebabkan iritasi. Pada uji hedonic (kesukaan) formula 1 lebih banyak disukai oleh panelis dengan nilai rata-rata 8. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi carnauba wax dalam formulasi lip cream dapat mempengaruhi tekstur sediaan, di mana semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, semakin padat tekstur lip cream yang dihasilkan.Kata Kunci : Lip cream; Carnauba wax;  Daun bayam merah; Amarantus tricolor.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HUMEKTAN MADU (Mel Depuratum) Fransiska, Ermilia; Ratnasari, Lina
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2025): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v13i1.1468

Abstract

Masker gel peel-off merupakan kosmetik berbentuk gel yang membentuk lapisan elastis transparan saat dioleskan, dapat langsung dilepas tanpa pembilasan. Madu digunakan sebagai humektan karena sifatnya yang melembapkan, emolien, dan antioksidan. Kulit buah manggis ( Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui variasi pengaruh konsentrasi humektan madu F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%) terhadap stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off dari ekstrak kulit buah manggis ( Garcinia mangostana L.). Ekstrak etanol 96% kulit buah manggis diperoleh dengan metode maserasi dengan rendemen 10,10%. Uji stabilitas fisik menggunakan metode freeze thaw . Evaluasi sediaan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, waktu pengeringan, viskositas, iritasi, kelembaban, dan sineresis. Hasil menunjukkan formula ketiga memenuhi persyaratan fisik yang baik. F3 memberikan peningkatan kelembapan tertinggi (25,5%), dibandingkan F1 dan F2 (22,5%, 24%), pada uji sineresis diperoleh nilai F1 (0,53%), F2 dan F3 (0,6%) serta nilai viskositas F1 (9360-13893 cPs), F2 (9706-15826 cPs) dan F3 (10826-16966 cPs). Variasi konsentrasi madu berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan. Peningkatan konsentrasi madu meningkatkan viskositas, waktu pengeringan, dan kelembapan, tetapi menurunkan daya sebar dan sineresis. Hal ini karena madu bersifat higroskopis.Kata kunci: Garcinia mangostana L., masker gel peel-off , madu, humektan, stabilitas fisik
UJI AKTIVITAS DIURETIK SEDUHAN BUNGA KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) PADA MENCIT PUTIH GALUR Swiss Websster Hidayat, Taufik Septiyan
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2025): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v13i1.1458

Abstract

Krisan merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati masyarakat karena memiliki jenis, bentuk, dan warna bunga yang beranekaragam. Tanaman krisan mengandung banyak kandungan kimia, seperti alkaloid, flavoloid, tanin, terpenoid, dan saponin. Diuretik adalah suatu zat yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin. Bunga   krisan   biasa   dikonsumsi   dalam bentuk teh.  Teh bunga krisan memiliki efek kesehatan  seperti  anti  inflamasi,  anti  piretik, sedatif,  anti  arthritis dan  anti  hipertensi. Pada Penelitian ini digunakan mencit putih jantan galur Swiss Webster sebanyak 25 ekor, kemudian dibuat menjadi 5 kelompok yang berbeda yaitu kontrol normal (air), kontrol positif (furosemid), dosis 1 g, 2 g, 3 g. Pengujian diuretik dilakukan dengan metode pengamatan volume urin selama waktu 6 jam dan mencit di masukan ke dalam tabung metabolisme dan di ukur volume urin per waktu. Hasil pengujian didapatkan Bunga krisan memberikan aktivitas diuretik. Pada masing masing kelompok dosis menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah volume urin. Kelompok perlakuan furosemid sebagai kontrol positif menunjukkan efek diuretik yang sangat signifikan dengan rata rata volume urin   dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Kelompok perlakuan seduhan bunga krisan dosis 3 g memberikan efek diuretik yang signifikan dibandingkan kelompok perlakuan seduhan bunga krisan dosis 1 g, 2 g dan kelompok perlakuan aquadest sebagai kontrol normal. Pemberian seduhan bunga krisan memberikan efek diuretik dan pemberian dosis 3 gram memberikan hasil diuretik yang paling efektif. Kata kunci : Diuretik, Bunga Krisan, Mencit Putih, Furosemid
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK DAUN SOKA (Ixora chinensis Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aerus ATCC 01055 kartikawati, endah
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2025): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v13i1.1673

Abstract

Acne (acne) is a disease on the surface of the skin that is associated with excess production of oil glands (seeds). Acne can occur due to the obstruction of poly-base follicles caused by bacterial infections such as Staphylococcus aureus. Eighty percent of teenagers have experienced acne that's really disturbing their appearance and damaging everyone's self-confidence. Public awareness of the dangers posed by chemicals, in cosmetics, has shifted lifestyle changes along with the current Back to nature or lifestyle back to nature so many people believe in herbal cosmetic. Flavonoids are secondary metabolite compounds that have antibacterial activity against acne- causing Staphylococcus aureus. The initial step to prevent acne is to use facial wash that contains active compounds such as flavonoids. This study aims to find out that the facial wash gel preparation of soka leaf extract has antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. The preparation is made with extract concentrations of 5%, 10%, 15% preparation evaluation includes organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, foam stability testing, viscosity test, stability trials, gel preparation irritation tests, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The results of the study show that the concentrations are 5%, 10% and 15% respectively of 11.03 mm, 13.60 mm, and 14.22 mm. Formula 3 has a high barrier zone with a concentration of 15% extract with an average barrier area of 14.22mm.Keywords: Leaves of soka, Gel facial wash, Staphylococcus aureus
Analisis Korelasi antara Tingkat Pengetahuan mengenai Diabetes Melitus dengan Pola Gaya Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Salah Satu Klinik Utama di Kota Bandung Lestari, Regita Ayu
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2025): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v13i1.1728

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by impaired insulin production or reduced insulin effectiveness. Globally, the prevalence of type 2 DM continues to rise and is commonly associated with unhealthy lifestyle patterns. The management of type 2 DM not only relies on pharmacological therapy but also requires non-pharmacological interventions through lifestyle modifications. Adequate knowledge of the disease plays an important role in helping patients manage their daily lifestyle to reduce the risk of long-term complications and improve their quality of life. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge about diabetes mellitus and the lifestyle patterns of type 2 DM patients at a primary clinic in Bandung City. This research employed a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. Data were analyzed using the Spearman Rank Correlation test. The results showed a significant relationship between patients' knowledge levels and their lifestyle patterns (p = 0.000) with a correlation coefficient of 0.757, indicating a strong and positive relationship. Thus, the higher the patient’s knowledge about DM, the better the lifestyle they adopt. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, knowledge, lifestyle, correlation, Spearman.  
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT PENYERTA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGAU Yuned, Monalisa
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2025): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v13i1.1699

Abstract

The prevalence of type 2 diabetes and hypertension comorbidity is very high,exacerbating each other and increasing the risk of complications. Medication adherence is one of the factors that determine the success of pharmacological therapy for both chronic diseases. Complex pharmacological therapy increases the risk of polypharmacy, thereby increasing the potential for Drug-Related Problems (DRPs) and often reducing medication adherence. The aim of this study is to describe the level of medication adherence in patients with type 2 diabetes and comorbid hypertension, analyze associated factors such as duration of illness, number and frequency of medication intake. This study is a descriptive analytical study with a cross-sectional design. The sample consisted of 47 patients with type 2 diabetes and hypertension. Primary data were collected using the MMAS8 questionnaire, and secondary data were obtained from medical records. The results showed that medication adherence was low in 57.4% of patients, moderate in 27.7%, and high in 14.9%. There was a significant association between medication adherence with the number of medications (p = 0.020) and medication frequency (p = 0.001), while disease duration was not significantly associated (p = 1.000). Medication adherence among patients with type 2 diabetes mellitus and hypertension was low, influenced by the number of medications and frequency of administration.