cover
Contact Name
Meiry Akmara Dhina
Contact Email
meiryakmaradhina@gmail.com
Phone
+6282117291731
Journal Mail Official
meiryakmaradhina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : 23386851     EISSN : 27231887     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari alam. Jurnal Sabdariffarma diterbitkan oleh Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari, dengan no p-ISSN 2338-6851 dan e-ISSN 2723-1887
Articles 58 Documents
EVALUASI UPAYA PENGOBATAN SENDIRI (SWAMEDIKASI) MENGGUNAKAN OBAT ANALGETIKA-ANTIPIRETIKA PADA MASYARAKAT DESA JERUJU BESAR KALIMANTAN BARAT Yulia Wardati
Jurnal Sabdariffarma Vol 10, No 1 (2022): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v10i1.482

Abstract

Self-medication requires a good knowledge in order to run well. This study was conducted to determine the relationship and strength of the relationship in the selection of antipyretic analgesic drugs associated with age, education and occupation by the people of Jeruju Besar Village. This type of research is non-experimental with a questionnaire tool. Sampling using purposive sampling method. Respondents in this study were 378 respondents. The results showed that the people of Jeruju Besar Village were right in choosing the medicine for fever, headache and pain. Respondents received information on drug selection through health workers by 58.7% and the reasons for self-medication to recover quickly were 74%. The majority of respondents aged 40 years 52.6%, while the level of education is moderate - high 52.4%. Based on the Multiple Correlation test the strength of the relationship was obtained Perfect Correlation or perfect knowledge (0.981) and education (0.872), Strong Correlation occupation (0.698) and age (0.633). The conclusion of this study is that there is a relationship between the level of education, knowledge, on the use of antipyretic analgesic drugs.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD SUBANG Ida Erna Widiyawati; Nadisa Nur Kholiza; Rizki Tri Septian
Jurnal Sabdariffarma Vol 11, No 1 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i1.1058

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu kondisi dengan gangguan metabolik karena organ pankreas gagal memproduksi hormon insulin, yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula dalam darah atau hiperglikemia di atas nilai normal. International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa pada tahun 2019 sebanyak 463 juta (9,3%) orang pada usia 20-79 tahun yang menderita Dibetes Melitus di seluruh dunia, diperkirakan akan terjadi peningkatan menjadi 578 juta orang pada tahun 2030 dan 700 juta orang pada tahun 2045. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antidiabetes oral pada penyakit Diabetes Melitus tipe II di Instalasi Rawat Jalan RSUD Subang periode Juli-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medik pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah 311 pasien dengan terdiagnosa Diabetes Melitus tipe II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin perempuan yang didiagnosis Diabetes Melitus tipe II sebanyak 210 (67,5%) sedangkan laki-laki sebanyak 101 (32,5%). Rentang usia dominan penderita Diabetes Melitus tipe II adalah pada usia 38-53 tahun sebanyak 180 pasien (57,9%). Obat antidiabetes yang sering diresepkan terapi tunggal golongan biguanid yaitu metformin sebanyak 76 pasien (24,4%) dan terapi kombinasi metformin dan glimepiride sebanyak 69 pasien (22,2%). Ketepatan dosis obat antidiabetes oral sebanyak 311 pasien (100%) tepat dosis sesuai dengan aturan MIMS dan ditemukan interaksi obat sebanyak 112 kasus (36%).
UJI AKTIVITAS ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KUCAI (Allium tuberosum) TERHADAP CACING Ascaridia galli SECARA IN VITRO kartikawati, endah; Hartono, Kusdi; Sagita, Riris; inayah, ita
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i1.1059

Abstract

Ekstrak etanol daun kucai (Allium tuberosum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas anthelmintik. Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan kucai untuk pengobatan, diantaranya untuk mengatasi keputihan, sembelit serta infeksi kuman bakteri dalam usus. Selain itu, kucai juga berkhasiat melancarkan aliran darah, sekaligus mencegah pembekuan darah. Hasil skrining pada ekstrak daun kucai menunjukkan bahwa sampel positif mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pengujian ekstrak etanol daun kucai (Allium tuberosum) terhadap kematian cacing Ascaridia galli dan menentukan pada konsentrasi berapa ekstrak etanol daun kucai (Allium tuberosum) mampu mematikan cacing Ascaridia galli. Pengujian anthelmintik dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 3 ekor cacing dengan 3 kali replikasi. Konsentrasi ekstrak etanol daun kucai yang digunakan adalah 10%, 20% dan 30%, NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif dan pirantel pamoat sebagai kontrol positif. Masing-masing kelompok perlakuan dilakukan dengan metode perendaman pada cacing Ascaridia galli. Waktu pengamatan dan perhitungan kematian cacing dilakukan tiap 1 jam selama 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun kucai yang digunakan semakin cepat cacing mengalami kematian. Konsentrasi yang paling efektif untuk membunuh cacing Ascaridia galli pada penelitian ini adalah 30% karena sudah mendekati hasil kontrol positif.
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP APOTEK X DAN Y DI KOTA PONTIANAK Yulia Wardati; Soni Spinnori; Ida Erna Widiyawati
Jurnal Sabdariffarma Vol 11, No 1 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i1.1092

Abstract

The location of the X and Y Pharmacies are close together on one road in the Pontianak Kota sub-district, the service looks the same, but the number of consumers who come is more dominant at the X Pharmacy. To be able to measure the quality of service, it is necessary to evaluate customer satisfaction. This study aims to determine patient satisfaction, assess the relationship between patient characteristics and determine the strength of the relationship characteristics and 5 dimensions to the services of Pharmacy X and Pharmacy Y. The survey was conducted using a cross sectional approach using a validated questionnaire instrument. The level of customer satisfaction was measured using the SERVQUAL (Service Quality) model for 5 dimensions of service quality, namely reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible. Respondents in this study were 106 respondents to pharmacy X, while 102 respondents to pharmacy Y. using the method Based on 5 dimensions of service quality the overall average value of 5 dimensions at pharmacy X is 87.5%, while the overall average value of 5 dimensions at pharmacy Y is 56.5%. Based on the che-square test analysis, the value of the relationship between patient characteristics and pharmaceutical services at pharmacies X and Y was obtained, namely at pharmacy X there was a relationship between work (p-value = 0.016) and education (p-value = 0.047) but only work factor (p-value = 0.014) which had a relationship to patient assessment at pharmacy Y. 48, at the pharmacy Y 0.682. In conclusion, in general the patient satisfaction of the studied Pharmacy X was "Very Satisfied", while the patient satisfaction of the studied Pharmacy Y was close to "Quite Satisfied". There is a relationship between work and education on the assessment of patients at pharmacy X, but only the occupational factor has a relationship with the assessment of patients at pharmacy Y. The strength of the characteristic relationship at pharmacies X and Y is strong, but the strength of the relationship based on 5 dimensions at pharmacy X is very strong, while at pharmacy Y it is strong.
FORMULASI LIP BALM EKSTRAK RUMPUT LAUT (Gracilaria SP.) SEBAGAI Meiry Akmara Dhina; Lina Ratnasari; Iwan Maulana
Jurnal Sabdariffarma Vol 11, No 1 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i1.1097

Abstract

Rumput laut merupakan sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Salah satu nya Gracillaria SP. tergolong dalam rumput laut yang memiliki kandungan klorofil total dan pigmen aksesoris yang lebih tinggi dibanding dengan rumput laut merah  lainnya sehingga berpotensi sebagai sumber antioksidan. Rumput laut Gracilaria SP. memiliki sumber antioksidan seperti flavonoid, karatenoid, pigmen, polifenol, enzim, dan berbagai polisakarida dalam jumlah yang melimpah. Untuk menambah pemanfaatan, infomasi dan referensi rumput laut Gracilaria SP. maka dapat diolah menjadi sediaan Lip Balm. Pada penelitian ini, pembanding yang digunakan yaitu Cosmol 43 V dan Salacos 99. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi Lip Balm ektrak rumput laut Gracilaria SP. sebagai Antioksidan dengan variasi Cosmol 43 V dan Salacos 99. Lip Balm dibuat menjadi 3 formula dengan pembanding Cosmol 43 V dan Salacos 99 yang berbeda. Cosmol 43V dengan  F1 (41%), F2 (36%), F3 (31%), dan Salacos 99 dengan F1 (7%), F2 (12%),  F3 (17%), dan setiap formula dengan Ekstrak 1%, Candelilla Wax 9%, Ceresin Wax 11%, Propilen Glycol 4%, Cosmol 222 17%, Euxyl PE 9010 2%, Flaver Vanilla 2%, dan pewarna 6%. Kemudian dilakukan evaluasi sediaan yang meliputi Uji Homogenitas, Uji pH, Uji Organoleptik, dan Uji Panelis. Hasil sediaan Lip Balm Ekstrak Rumput Laut memiliki rata-rata pH 5,0-5,5. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak rumput laut (Gracilaria SP.) didapat nilai IC50 sebesar 8,147 ppm. Hal ini menyatakan bahwa ekstrak rumput laut Gracilaria SP. memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. F1 memiliki konsentrasi Cosmol 43 V lebih banyak dibanding Salacos 99, shingga tekstur, warna, dan aroma sangat diminati responden.
UJI EFEKTIVITAS ADSORPSI BIOADSORBEN SERBUK KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus atilis) TERHADAP LOGAM BERAT SENG (Zn) PADA LIMBAH LABORATORIUM INDUSTRI FARMASI Siti Nurmalah Riskiyani Hayati; Hesty Nuur Hanifah; Ginayanti Hadisoebroto
Jurnal Sabdariffarma Vol 11, No 1 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i1.1119

Abstract

ABSTRAKKulit buah sukun memiliki banyak kandungan kimia seperti hidrokoloid polisakarida, saponin, polifenol, asam hidrosianat, asetilkolin, tanin, riboflavin, flavonoid dan selulosa. Kulit  buah sukun mengandung selulosa dengan kadar 17,59%. Selulosa merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH sehingga dapat digunakan sebagai adsorben untuk logam berat seperti logam Zn. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kulit buah sukun sebagai adsorben terhadap penyerapan logam Zn pada kondisi pH, waktu kontak dan massa optimumnya, serta untuk mengetahui model kinetika adsorpsi yang tepat pada penyerapan logam Zn yang terdapat pada limbah cair industri farmasi. Proses optimasi pH, waktu kontak dan massa ditentukan menggunakan desain uji faktorial dengan aplikasi Design Expert. Penentuan kadar Zn pada sampel dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa % efektivitas penyerapan Zn tertinggi yaitu 94,29% pada pH 8, waktu kontak 45 menit dan massa adsorben 125 mg. Kinetika adsorpsi penyerapan logam Zn pada 100, 125 dan 150 mg mengikuti model kinetika orde 0.Kata kunci : Adsorpsi, Serbuk, Kulit Buah Sukun, Efektivitas, Kinetika AdsorpsiABSTRACTBreadfruit peel has many chemical constituents such as hydrocolloid polysaccharides, saponins, polyphenols, hydrocyanic acid, acetylcholine, tannins, riboflavin, flavonoids and cellulose. Breadfruit peel contains 17.59% cellulose. Cellulose is a polysaccharide that contains –OH groups so that it can be used as an adsorbent for heavy metals such as Zn metals. The purpose of this study was to determine the effectiveness of breadfruit peel as an adsorbent for the absorption of Zn metals at optimum conditions of pH, contact time and mass, and to determine the appropriate adsorption kinetics model for the absorption of Zn metals found in pharmaceutical industrial wastewater. The process of optimizing pH, contact time and mass is determined using a factorial test design with the Design Expert application. Determination of Zn levels in the samples was carried out using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).The results showed that the highest % effective absorption of Zn metal absorption was 94.29% at pH 8, contact time of 45 minutes and adsorbent mass of 125 mg. The adsorption kinetics of Zn metal absorption at 100, 125 and 150 mg followed the 0-order kinetics model.Keywords : Adsorption, Powder, Breadfruit Peel, Effectiveness, Adsorption Kinetics
Studi In Silico Senyawa dari Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Protein Dihydrofolate Reductase (4KM2) pada Mycobacterium tuberculosis Inayah, Ita; Hadisoebroto, Ginayanti; Aini, Fauziyyah Nur
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1317

Abstract

Tuberculosis merupakan satu dari 10 penyebab kematian  yang  merupakan  penyebab  utama  dari  agen infeksi  tunggal. Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dihydrofolate reductase (DHFR) adalah salah satu protein yang berperan penting dalam biosintesis nukleotida dan disetujui sebagai target obat antibakteri dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa dalam tanaman sambiloto yang paling berpotensi sebagai antituberkulosis. Penelitian ini dilakukan secara in silico, tahapan awal dari metode in silico adalah pengujian toksisitas dan pengujian ADME secara virtual melalui web server pro tox II dan web server pkCSM, proses molecular docking senyawa uji terhadap protein Dihydrofolate reductase menggunakan software autodock tools yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu preparasi senyawa uji dan reseptor, validasi metode docking dan visualisasi docking senyawa uji dengan reseptor menggunakan software discovery studio. Hasil molecular docking menunjukkan senyawa 7-O-methylwogonin, wogonin dan apigenin merupakan senyawa yang paling berpotensi sebagai obat antituberkulosis dengan nilai Binding affinity berturut-turut sebesar -6,59 kkal/mol, -6,49 kkal/mol, -5,80 kkal/mol dan nilai konstanta inhibsi berturut-turut sebesar 14,84 μm, 17,53 μm, 55,87 μm. Selain itu ketiga senyawa tersebut memiliki sisi ikatan dan jenis ikatan yang hampir sama dengan trimethoprim sehingga dapat diprediksikan menjadi kandidat obat antibakteri dan dapat menghambat reseptor Dihydrofolate reductase.
UJI AKTIVITAS DIURETIK EKSTRAK ETANOL, EKSTRAK N HEXAN DAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JONGE (Emilia sonchifolia) PADA MENCIT PUTIH GALUR Swiss Webster Hidayat, Taufik Septiyan
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1189

Abstract

Diuretik adalah suatu zat yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin. Secara klinis, obat golongan diuretik bekerja dengan cara menurunkan laju reabsorbsi natrium dari tubulus sehingga menyebabkan nutriuresis (peningkatan pengeluaran natrium) dan kemudian menimbulkan efek diuretik (peningkatan pengeluaran air). Daun jonge memiliki konstituen kimia menghasilkan isolasi banyak metabolit yang beragam secara struktural, seperti alkaloid, flavonoid, kumarin, asam organik dan sebagainya. Pengujian diuretik dilakukan dengan menguji ekstrak etanol eskatrak etil asetat dan ekstrak n hexan daun jonge dengan metode pengamatan volume urin selama waktu 6 jam dengan jumlah hewan uji mencit 25 ekor di masukan ke dalam tabung metabolisme dan di ukur volume urin per waktu. Hasil penelitian menujukan bahwa kelompok perlakuan aquadest sebagai kontrol negatif diperoleh sebanyak 0.21 mL, kelompok perlakuan furosemid sebagai kontrol positif sebanyak 2.45 mL, sedangkan kelompok perlakuan ekstrak etanol sebanyak 1,85 mL, kelompok perlakuan ekstrak etil asetat sebanyak 1,78 mL, dan kelompok perlakuan ekstrak N hexan sebanyak 1.22 mL Secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan ekstrak n hexan daun jonge dibandingkan dengan jumlah pengeluaran volume urin kelompok kontrol positif dengan taraf α=0,05. Kata Kunci : Diuretik, daun Jonge, ekstrak Etanol, ekstrak etil asetat, ekstrak n hexan.  
FORMULASI SEDIAAN FACE MIST DARI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DENGAN VARIASI GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN Ratnasari, Lina; Septian, Rizki Tri; Setiani, Ria
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1318

Abstract

Tanaman secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan primer maupun antioksidan sekunder. Kayu secang diketahui memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai lC50 sebesar 34,2888 ppm. Ekstrak etanol kayu secang dalam penelitian ini diformulasikan sebagai face mist. Sediaan face mist merupakan sediaan pelembab kulit yang praktis diaplikasikan, cepat meresap dan mudah dibawa. Gliserin pada formulasi face mist digunakan sebagai bahan tambahan yang dapat meningkatkan dan mempertahankan kandungan air pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan face mist ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan variasi konsentrasi gliserin sebagai humektan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Ekstrak etanol kayu secang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Nilai rendemen yang diperoleh sebesar 8,3%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kayu secang mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin, saponin dan fanolik. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi gliserin sebesar 10%, 15%, 20% dan ekstrak etanol kayu secang 2%. Pengujian evaluasi fisik sediaan dilakukan selama 30 hari yaitu hari ke-0, hari ke-15, dan hari ke-30, yang meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, waktu mengering, kelembapan kulit, iritasi, daya semprot, dan stabilitas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu F3 (20%) merupakan sediaan yang paling baik karena memenuhi semua kriteria evaluasi, serta memiliki nilai kelembapan yang lebih unggul dibandingkan F1 (10%) dan F2 (15%), hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai konsentrasi gliserin maka semakin tinggi pula nilai kelembapan nya, karena gliserin dapat meningkatkan dan mempertahankan kandungan air pada kulit.
POLA PEMBERIAN AMOKSISILIN PADA BEBERAPA MORBIDITAS LAYANAN Setiatjahjati, Sri; Sahnaz, Sahnaz; Rina, Rina; eydina, eydina; Rismayanti, Rismayanti
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i2.1203

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan antibiotik tidak perlu diragukan lagi, akan tetapi penggunaannya yang tidak rasional akan segera diikuti dengan munculnya kuman kebal antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren  pada pola resep obat antibiotik amoksisillin dan untuk menilai potensi resistensi antibiotik pada morbiditas yang berbeda. Metode: Penelitian deskriptif non eksperimental berdasarkan data Retrospektif  dengan sampel pasien yang mendapat terapi antibiotik amoksisilin pada bulan Januari-Maret 2019. Data yang dianalisis adalah gambaran rasionalitas penggunaan amoksisillin meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian.  Data penelitian atas ijin  dengan melihat rekam medis dan resep pasien yang mendapat terapi antibiotik amoksisilin di Puskesmas,  RSIA, rumah sakit swasta dan klinik swasta di Kota Bandung. Hasil: Tingkat rasionalitas penggunaan amoksisilin pada beberapa layanan rawat jalan di fasilitas kesehatan Kota Bandung sebesar 68,26% dari 249 pasien.  Rasionalitas berdasarkan kriteria ketepatan pemberian obat 100%, ketepatan dosis 85,88%, ketepatan durasi 18,92%. Kesimpulan: Potensi resistensi berdasarkan gambaran ketepatan pemberian obat, dosis dan durasi amoksisilin sebesar 31,74%.