JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
JuTEkS ini diterbitkan secara berkala setiap semester (6 bulanan) oleh Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor melalui pengelolaan Program Studi Teknik Elektro. bertujuan untuk memberikan informasi bagi para peneliti, mahasiswa, para professional, penentu kebijakan, pengelola program, pemerhati masalah ke-elektroan, serta semua pihak yang membutuhkan. Ruang lingkup jurnal ini terdiri dari sistem tenaga listrik, pengontrolan, sains, konversi energi, informatika dan ilmu terapan lainnya. Tulisan berasal dari lingkungan Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Ibn Khladun Bogor sendiri maupun dari luar. Edisi kali ini meliputi penelitian yang bersifat teknis, konsep pengembangan, studi literature maupun pengembangan model atau konsep penelitian yang mendukung Penelitian dibidang ilmu Teknik Elektro.
Articles
139 Documents
Rancang Bangun Generator Portable Fluks Aksial Magnet Permanen Jenis Neodymium (NdFeB)
Fithri Muliawati;
Taufiq Ramadhan
JUTEKS Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (960.7 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v3i2.334
RANCANG BANGUN GENERATOR PORTABLE FLUKS AKSIAL MAGNET PERMANEN JENIS NEODYMIUM (NdFeB). Telah dibuat sebuah generator yang bersifat portable, jenis generator yang dirancang yaitu generator fluks aksial, cakram ganda dengan 10 magnet permanen jenis Neodymium (NdFeB) pada masing-masing cakramnya, cakram rotor dan frame generator terbuat dari alumunium dan menggunakan jenis stator tanpa inti besi. Tegangan keluaran AC satu fasa, kumparan stator hubung seri non overlapping, putaran generator maksimum 600 rpm. Agar energi listrik yang dihasilkan bisa disimpan pada baterai maka tegangan AC generator dirubah ke tegangan DC dengan penyearah tegangan (rectifier). Tegangan induksi tanpa beban yang dihasilkan dari delapan variasi pengujian rpm yang dilakukan pada putaran 10 rpm sampai dengan putaran 600 rpm adalah 0,7 V sampai 6,4 V untuk tegangan AC dan 0 V sampai 5,7 V untuk tegangan DC. Sedangkan tegangan induksi dengan beban yang dihasilkan pada putaran 100 rpm sampai dengan putaran 600 rpm adalah 0,3 V sampai dengan 6,2 V untuk tegangan AC dan 0 V samapai 5,5 V untuk tegangan DC. Deviasi dari generator portable yang dibuat sebesar 76,38% terjadi pada putaran 200 rpm. Pada keadaan berbeban digunakan rangkaian baterai li-ion sebanyak 4 buah yang dipasang paralel dengan kapasitas masing-masing baterai yaitu 2900 mAh dan tegangan 3,6 volt beserta rangkaian pengisian baterai. Hasil pengujian generator portable diketahui bahwa rangkaian pengisian baterai baru bekerja pada saat kecepatan putaran 400 rpm dan tegangan DC sebesar 4,2 volt sehingga kecepatan putaran ideal untuk pengisian daya baterai yaitu dari 400 rpm sampai 600 rpm atau saat tegangan DC mencapai 4,2 volt sampai 5,5 volt
RANCANG BANGUN PENGENDALI MOTOR AC 1 FASA SEBAGAI PENGGERAK JEMURAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO
Saeful Anwar;
Fithri Muliawati;
Suratun .
JUTEKS Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (839.874 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v4i2.1397
Telah dilakukan pembuatan rancang bangun pengendali motor ac 1 fasa sebagai penggerak jemuran otomatis, melalui pemahaman sistem kendali saat ini, pembuatan rangkaian, pemilihan dan perakitan sensor, pembuatan dan pengintegrasian sistem, pembuatan program, pengujian sistem, pengukuran kinerja motor ac 1 fasa, analisis hasil pengukuran dan kesimpulan. Penggunaan sensor untuk diaplikasikan dalam pekerjaan manusia sehari-hari semakin memudahkan dan efisien. Salah satunya penggunaan sensor LDR yang di aplikasikan pada rancang bangun jemuran otomatis. Sensor LDR membaca keadaan cuaca dan memberikan sinyal ke mikrokontroler arduino dan ditampilkan pada layar lcd sesuai dengan perintah yang telah di buat, lalu memberikan sinyal output ke relay SSR untuk memberikan tegangan output yang menggerakkan motor ac bergerak ke kiri dan kekanan. Jemuran dapat bergerak sejauh 2 meter supaya motor dapat menggulung tali rel jemuran agar jemuran yang didalam ataupun diluar bisa keluar masuk seuai dengan perintah yang telah dibuat
PROTOTYPE SISTEM TRAFFIC LIGHT SIMPANG EMPAT DENGAN KONTROL JARAK ANTRIAN KENDARAAN BERBASIS PLC
Deni Hendarto;
Imam Sofwan Hidayat
JUTEKS Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1117.989 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v3i1.324
PROTOTIPE SISTEM TRAFFIC LIGHT SIMPANG EMPAT DENGAN CONTROL JARAK ANTRIAN KENDARAAN BERBASIS PLC. Telah dilakukan rancang bangun prototype sistem traffic light simpang empat dengan kontrol jarak antrian kendaraan berbasis plc omron adalah salah satu pemanfaatan dari sistem komputerisasi otomatis sebagai contoh berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin meningkat dengan pesat seiring dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan mengakibatkan menumpuknya jumlah kendaraan di jalan terutama pada simpang empat. Lampu lalu lintas merupakan suatu sistem yang dibuat sebagai pengatur arus lalu lintas. Namun pada saat ini lampu lalu lintas yang ada sering terjadinya kerusakan (error) dan padam dikarenakan sistem pengaturnya yang tidak handal, sehingga masih mengakibatkan terjadinya kemacetan di simpang empat. Selain itu sistem operasionalnya hanya menggunakan waktu (timer) yang tidak memperhatikan tingkat jarak antrian kendaraan. Prototypetraffic light ini menggunakan PLC Omron CPM1A-40CDR-A-VI untuk mengolah data yang telah terprogram pada memory PLC menjadi sebuah proses kontrol jarak antrian kendaraan pada simpang empat. Prototype ini bertujuan untuk mengaplikasi sistem traffic light dengan kontrol jatak antrian kendaraandengan menggunakan PLC Omron CPM1A-40CDR-A-VI, Push Buttom, sensor photoelektrik, sebagai input dan lampu, sebagai output. Alat ini terdiri dari push bottomuntuk mengoperasikan alat, sensor photoelektrik sebagai pendeteksi jarak antrian kendaraan dan lampu sebagai indikator lampu traffic light, waktupada alat prototype traffic light di atur oleh sensor photoelektik yang terpasang pada setiap persimpangan. Dalam merancang alat ini dibutuhkan pendekatan sistematis dengan prosedur: perencanaan sistem kontrol, penentuan input dan output, perancangan pembuatan alat, pemrograman (programing), dan menjalankan sistem (run the sistem).
PENERAPAN PLC MITSUBISHI FX2N-SERIES SEBAGAI PENGGANTI SELTIME-1000 UNTUK KONTROL TIMER PROSES PRODUKSI BAN PADA MESIN TIRE CURING PRESS
Fithri Muliawati, M.T.;
Rahmat Wahyudi
JUTEKS Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (983.788 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v1i1.742
PENERAPAN PLC MITSUBISHI FX2N-SERIES SEBAGAI PENGGANTI SELTIME-1000 UNTUK KONTROL TIMER PROSES PRODUKSI BAN PADA MESIN TIRE CURING PRESS. Sistem monitoring dan pengontrolan proses produksi pada Mesin Tire Curing Press Curex-B di PT. Elangperdana Tyre Industry menjadi bagian yang sangat penting, karena di mesin dan area inilah proses pembentukan ban sesuai dengan desain dihasilkan. Penggunaan timer proses curing tipe SELTIME-1000 untuk pengontrolan timer proses produksi ban di mesin Tire Curing Press Curex-B memiliki beberapa keterbatasan antara lain sulitnya proses input data produksi, dan apabila terjadi kerusakan pada Seltime-1000 sulit untuk diperbaiki sehingga akan berakibat berhentinya proses produksi pada mesin tersebut. Salah satu solusi untuk masalah di atas adalah dengan retrofit sistem kontrol timer proses Seltime-1000 dengan PLC Mitsubishi FX-series dan monitor layar sentuh (Touch Screen Monitor) tipe GOT-F940LWD sebagai alat untuk memonitoring proses curing dan untuk input data proses produksi curing. Pada penelitian ini telah berhasil melakukan perancangan sistem kontrol PLC dan monitor layar sentuh di mesin Tire curing Press Curex-B. Dengan sistem ini mempermudah dalam proses input data produksi dan mempermudah dalam penanganan trouble mesin, maka dapat disimpulkan perancangan sistem PLC dan monitor layar sentuh dapat digunakan untuk menggantikan fungsi dari timer proses curing tipe Seltime-1000 yang sudah tidak diproduksi lagi oleh produsennya.
THE APPLICATION OF TRANSMITTER AND RECEIVER TO DETECT THE PLOUGHING DEPTH
M. Hariansyah;
Setiawan R. P.A;
Desrial .;
Made D.S;
Asep SApei
JUTEKS Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.557 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v2i2.397
Transmitter and receiver were applied in this research to detect the mole plough. Transmitter was placed outside the farm while receiver was attached on the mole plough construction and then pulled by tractor. Mole plough was used to create drainage channel. However, creating drainage channel at slope of 0,02% is a difficult task as mole ploughing depth is strongly affected by the contour of soil surface. The objective of this research was to design a device which had ability to control mole ploughing depth. Transmitter used a modified green laser beam which used to measure the profile of soil surface. Receiver was used to receive signal. Light receiver sensor used photodiode which formed into matrix sized of (1x8), every row consisted of 40 sensor of photodiode with 8 levels of depth. When transmitter was activated, green laser beam transmitted 1.206 Hz frequency and can be transmitted for maximum 50 m. When photodiode sensor received green laser beam at allowable detection range, the light beam was transmitted to Arduino microcontroller. There were two microcontrollers used to control two units of relay. The first microcontroller was used to detect the contour level of soil surfaceand second microcontroller was used to measure the mole ploughing depth. The research found that there was deviation of mole ploughing depth between setpoint and field testing result.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE MESIN PENGADUK MINUMAN (MIXING DRINK MACHINE)
Joki Irawan;
Andi Kuswandi
JUTEKS Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (803.557 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v1i1.337
RANCANG BANGUN PROTOTIPE MESIN PENGADUK MINUMAN (MIXING DRINK MACHINE). Telah dilakukan Rancang Bangun prototipe mesin pengaduk minuman (mixing drink machine). Prototipe mixing drink machine adalah salah satu pemanfaatan dari sistem komputerisasi otomatis sebagai contoh berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin meningkat dengan pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang semakin besar. Prototipe mixing drink machine ini merupakan system otomatisasi menggunakan PLC Mitsubishi FX1N untuk mengolah data yang telah terprogram pada memory PLC menjadi sebuah proses otomatisasi secara menyeluruh. Rancang bangun prototipe ini bertujuan untuk mengaplikasi sistem otomatisasi menggunakan PLC Mitsubishi Fx1n dengan push buttom, proximity, sebagai input dan motor dc, solenoid valve, lampu, sebagai output. Alat ini terdiri dari motor dc yang berputar disekitar tabung yang berisikan bahan-bahan minuman antara lain kopi, gula, susu dan air. Mixing drink machine di program untuk pembuatan minuman kopi susu, kopi manis, dan susu manis. Dalam merancang alat ini dibutuhkan pendekatan sistematis dengan prosedur: perencanaan sistem kendali, penentuan input/output, perancangan pembuatan alat, pemrograman, dan menjalankan sistem.
STUDI PERBANDINGAN PENERAPAN ANTARA SILOPILOT FMM 760 DAN MICROPILOT M FMR250 SEBAGAI ALAT PENGUKUR KETINGGIAN MATERIAL PADA SILO SEMEN DI PLANT 6 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA,TBK
Widodo .;
Deni Hendarto
JUTEKS Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1803.078 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v5i1.2342
STUDI PERBANDINGAN PENERAPAN ANTARA SILOPILOT FMM 760 DAN MICROPILOT M FMR250 SEBAGAI ALAT PENGUKUR KETINGGIAN MATERIAL PADA SILO SEMEN DI PLANT 6 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA,TBK. Proses pengukuran ketinggian material didalam silo semen sebelumnya dilakukan dengan bantuan operator dengan menggunakan seutas tali sebagai alat ukur, cara ini tidak efektif karena hasil pengukuran yang diperoleh kurang akurat dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Untuk mengatasinya dengan menerapkan sebuah alat pengukur ketinggian material. Alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian kedua silo semen terdapat dua pilihan yaitu silopilot FMM 760 dan micropilot M FMR250. Alat tersebut berbeda sistem pengukurannya yaitu silopilot FMM 760 menggunakansistem elektromekanik sedangkan micropilot M FMR250 dengan sistem radar. Pemakaian alat yang berbeda belum tentu hasil yang diperoleh tingkat keakuratannya sama mengingat area yang diukur ini sangat terpengaruh oleh faktor angin dan debu yang ekstrim. Penelitian yang dilakukan ini akan membandingkan hasil dari kinerja kedua alat tersebut. Perbandingankinerja yang dilakukan diharapkan dapat diketahui tingkat keakurasian masing-masing alat tersebut. Metode yang dilakukan meliputi langkah kerja silopilot FMM 760, langkah kerja micropilot M FMR250 dan perbandingan kinerja.. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai penyimpangan atau persentase kesalahan yang melebihi nilai toleransi yang ditetapkanyaitu alat micropilot M FMR250 ternyata lebih banyak terjadi penyimpangan pengukuran dibandingkan dengan silopilot FMM 760. Ini menunjukkan bahwa pengukuran dengan menggunakan silopilot FMM 760 hasilnya lebih akurat dibanding dengan pengukuran menggunakan micropilot M FMR250 jika diterapkan pada material berbentuk semen dengan faktorangin dan debu yang ekstrim didalam area silo.
PROTOTIPE PALANG PINTU OTOMATIS UNTUK BUSWAY BERBASIS INFRA RED
Suratun .;
Sri Nur Anom
JUTEKS Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (930.691 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v3i1.329
PROTOTIPE PALANG PINTU OTOMATIS UNTUK BUSWAY BERBASIS INFRA RED. Telah dilakukan penelitian tentang Prototipe Palang Pintu Otomatis Untuk Busway Berbasis Infra Red. Sistem palang pintu otomatis khusus Busway sebagai salah satu penanganan untuk mengurangi resiko ketidakdisiplinan pengguna jalan terhadap rambu-rambu lalulintas. Dengan menggunakan infra red sebagai control untuk membuka palang pintu otomatis, sistem ini dapat di pasang di setiap mobil bus transjakarta. Bagian depan bus transjakarta dipasang transmitter (pengirim sinyal) dan palang pintu otomatisnya sebagai receiver (penerima sinyal). Memungkinkan hanya bus transjakarta yang hanya dapat melewati palang pintu otomatis tersebut. Sehingga tidak ada kendaraan yang bisa melewati jalur Busway selain bus transjakarta itu sendiri. Tujuan penelitian adalah diperoleh hasil rancang bangun prototipe palang pintu otomatis berbasis sistem sensor infrared untuk jalur Busway, dan diperoleh hasil pengujian palang pintu otomatis berbasis infrared untuk jalur Busway. Tahapan dalam metode penelitian adalah perancangan gambar, penentuan bahan dan alat, proses pabrikasi prototipe, dan pengujian fungsi dan kinerja prototipe. Berdasakan hasil penelitian diperoleh kesimpulan 1) Diperoleh hasil rancang bangun Prototipe Palang Pintu Otomatis untuk Busway Berbasis Infra Red. Prototipe yang dibuat telah sesuai dengan yang direncanakan. 2) Berdasarkan hasil pengujian fungsi dan pengujian kinerja protipe dengan cara mengoperasikan prototype, diperoleh bahwa palang pintu busway akan membuka pada saat sinyal infra red terdeteksi oleh foto diode pada jarak 120 cm. Selanjutnya palang pintu akan menutup kembali setelah 5 detik. Durasi penutupan palang pintu dapat diatur melalui trimpot pada modul penerima (receiver). Terdapat 3 posisi trimpot untuk mengatur durasi penutupan palang pintu, yaitu trimpot posisi 0o dengan durasi 1 detik, trimpot posisi 45o dengan durasi 5 detik, dan trimpot posisi 45o dengan durasi 10 detik.
PROTOTIPE SISTEM PENGAMANAN KEBAKARAN RUANGAN OTOMATIS BERBASIS ATMEGA16
M. Hariansyah;
Dikdo Prastowo
JUTEKS Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.42 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v1i2.398
PROTOTIPE SISTEM PENGAMAN KEBAKARAN RUANGAN OTOMATIS BERBASIS ATMEGA16. Dewasa ini sering kita jumpai kebakaran-kebakaran yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Penanganan kebakaran oleh pemerintah juga belum bisa meminimalisir kerugian yang ditimbulkan. kebakaran yang terjadi menguras harta benda orang yang bersangkutan bahkan akan merenggut korban jiwa ketika terlambat dalam penanganannya. Kerugian tersebut dapat diminimalisir ketika ada pemberitahuan dini kepada yang orang bersangkutan dan pemadaman dini kebakaran yang akan menghambat membesarnya api sampai tim pemadam datang ke lokasi.Rangkaian sistem Pengaman Kebakaran ini dibangun untuk membantu masyarakat dalam mencegah jatuhnya korban maupun meminimalisir kerugian yang ditimbulkan oleh kebakaran ruangan. Yang berfungsi sebagai pengamanan utama dari bencana kebakaran yang bekerja secara otomatis. Tujuannya adalah agar dapat mencegah dan menghentikan bencana kebakaran. Alat ini terdiri dari beberapa blok rangkaian, diantaranya yaitu blok power supply dengan keluaran tegangan 12, blok sensor dengan menggunakan sensor asap dan sensor suhu, blok kontrol dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 16, blok output dengan menggunakan relay, buzzer, pompa air, dan blok penampil suhu dengan menggunakan LCD 16x2.Pada saat kebakaran terjadi maka secara otomatis output pada buzzer dan pompa air akan menyala apabila salah satu sensor aktif maupun pada saat kedua sensor aktif. Dan setelah sensor tersebut tidak aktif maka secara otomatis semua outputnya akan berhenti bekerja yang menandakan bahwa kebakaran sudah dapat teratasi.
PENERAPAN SMART LIGHTING BERBASIS PHOTOCELL PADA LOW VOLTAGE MAIN DISTIBUSION PANEL (LVMDP) SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI
Deni Hendarto;
Padillah .
JUTEKS Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Elektro Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (874.618 KB)
|
DOI: 10.32832/juteks.v4i1.706
PENERAPAN SMART LIGTHTING BERBASIS PHOTOCELL PADA LOW VOLTAGE MAIN DISTRIBUTION PANEL (LVMDP) SEBAGAI PENGHEMAT ENERGI. Telah dilakukan penelitian tentang penerapan Smart Lighting atau sistem otomatis penerangan luar gedung berbasis Photocell yang diintegrasi dengan panel tegangan rendah (LVMDP) menggunakan daya terpasang sebesar 66 kVA. Sebagian besar daya listrik tersebut digunakan untuk sistem penerangan gedung, baik untuk sistem penerangan dalam gedung maupun untuk sistem penerangan luar gedung. Penggunaan tenaga operator untuk pengoperasian sistem penerangan luar sangat tidak efektif dan efisien.Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang penerapan sistem otomatis dalam penyalaan dan pemadaman sistem penerangan luar gedung. Dengan sistem otomatis ini diharapkan akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pemberdayaan tenaga kerja dan penghematan dalam pembiayaan energi listrik. Tujuan penelitian tentang penerapan sistem penerangan otomatis berbasis photocell ini yaitu: diperoleh hasil penerapan sistem otomatis lampu penerangan luar gedung berbasis photocell pada LVMDP di gedung, dan diperoleh data hasil pengujian penerapan sistem otomatis lampu penerangan luar gedung berbasis Photocell pada LVMDP sebagai penghemat energi listrik. Adapun tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membuat gambar rencana sistem otomatis berbasis photocell, perencanaan penempatan komponen MCB dan Photocell, Penentuan dan pengadaan komponen, dan terakhir adalah pemasangan/instalasi dan pengujian sistem otomatis. Mengacu ke hasil dan bahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Penerapan Sistem Otomatis Penerangan Luar (Smart Lighting) berbasis Photocell telah dapat digunakan pada LVMDP di Fakultas Teknik. 2) Berdasarkan hasil pengujian sistem otomatis pengoperasian lampu penerangan luar gedung berjalan dengan baik. Berdasarkan data rata-rata yang diperoleh bahwa photocell bekerja untuk menyalakan lampu pada pukul 17.50 Wib dan padam pada pukul 5.51 Wib. Dengan menggunakan sistem otomatis (Mode Auto), energi listrik yang dapat dihemat sebesar 2,205 kWh pada setiap bulannya.