cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 02 (2022): Desember" : 8 Documents clear
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRIWATI DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 Agus Yasin; Wiwik Dwi FebrianaWati; Bahrudin Fahmi
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5086

Abstract

ABSTRAK Penelitian manajemen pendidikan pesantren ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara jelas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan karakter santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu dan menentukan objek yang akan diteliti, sedangkan untuk proses pengumpulan data yang diperlukan peneliti menggunakan cara triangulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan pesantren yang dikelola oleh pondok modern Darussalam Gontor Putri 1 dalam pembentukan karakter santriwati terlaksana dengan baik, diantara metode yang digunakan adalah: 1. Pengarahan 2. Pelatihan 3. Penugasan 4. Pembiasaan 5. Pengawalan 6. Uswah hasanah 7. Pendekatan Kata kunci: Manajemen pendidikan pesantren, pembentukan karakter santriwati
STUDI EKSISTENSI WANITA KARIR DALAM BATASAN DOMESTIFIKASI PADA Q.S. AL-AHZAB: 33 Nasrulloh; Nabila Anisya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5087

Abstract

Abstrack : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Islam mengenai wanita karir serta dampak yang dibawanya kepada keluarga berdasarkan Q.S. al-Ahzab: 33. Penelitian ini termasuk pada kategori studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tahlili. Peneliti menggunakan Tafsir al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili sebagai acuan perspektif penafsiran dan proses analisis. Sebagai hasil penelitian ini ditemukan bahwa Islam tidak memberikan larangan secara tegas mengenai wanita karir. Hukum wanita untuk berdiam diri di rumah atau tidak diperbolehkannya keluar dari rumah untuk berkarir itu ketika mereka keluar dengan keadaan tabarruj. Pada dasarnya setiap wanita berhak untuk keluar rumah dalam rangka memenuhi kebutuhannya, termasuk untuk berkarir sebagai bentuk aktualisasi diri salama masih berada dalam koridor syariah. Namun berkarirnya seorang wanita juga memberikan dampak negatif dan positif terhadap kesejahteraan keluarganya. Dampak negatifnya yaitu anak menjadi kurang mendapat perhatian, wanita seringkali tidak dapat menyesuaikan diri di lingkungan karirnya, rentan menghadapi problem keluarga dan dihadapkan pada berbagai masalah kesehatan mental. Sedangkan dampak positifnya yaitu berperan dalam meningkatkan ekonomi keluarga, dapat mengaktualisasikan diri, terpenuhinya kebutuhan akan bersosialisasi, meningkatkan sumber daya manusia. Kata kunci: wanita karir, tafsir al-munir, domestifikasi.
AGAMA DAN MEDIA MASSA (ANALISIS FRAMING KASUS PENISTAAN AGAMA SULE PADA KOMPAS.COM) Lina Amiliya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5090

Abstract

Abstrak : Adanya ideologi, visi misi, latarbelakang pemilik media massa berpengaruh terhadap cara media dalam mengkonstruksi suatu realitas. Dalam memobilisasi publik, media massa sering menjadikan agama sebagai instrumennya. Menurut pandangan media, agama memiliki efek sosial politis yang tinggi, hal ini tentu tidak terlepas dari posisi dan tingkat pemahaman agama yang lazim dimiliki masyarakat. Baru-baru ini, tepatnya pada bulan November 2022 media massa digemparkan dengan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Sule. Dalam penelitian ini, Kompas.com adalah media yang dipilih sebagai objek penelitian. Sebab Kompas.com adalah media yang tidak hanya berfokus terhadap pemberitaan melalui media online tetapi juga pada Televisi. Selain itu, pemilik kompas.com adalah penganut agama Katolik. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana agama dalam pemberitaan yang diterbitkan oleh Kompas.com, apakah bahasa agama memiliki kepentingan tertentu serta apakah media memberitaan dengan sudut yang berbeda terhadap kasus ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing dengan model Gamson dan Modigliani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa framing Kompas.com adalah dengan memberikan porsi yang dominan terhadap agama. Selain itu, juga mengarah pada upaya membangun wacana yang didalamnya terdapat misi perdamaian umat, keberagaman agama, nilai-nilai Agama Islam, serta dimensi beragama. Kata kunci: Agama, media massa, framing
KEWENANGAN LEMBAGA PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH TERHADAP NASABAH NON-MUSLIM Ita’ Fi’la Rusyida
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5096

Abstract

Abstrak Indonesia termasuk pada negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Masyarakat di Indonesia termasuk pada masyarakat yang konsumtif. Sehingga menimbulkan persaingan di antara pelaku usaha, untuk berinovasi dengan usaha agar dilirik oleh konsumen. Untuk berinovasi atau mengembangkan usahanya, para pelaku usaha membutuhkan suntikan dana atau penambahan modal. Sumber modal yang dapat digunakan adalah dengan cara meminjam uang kepada perbankan dengan cara mengadakan perjanjian kredit. Perbankan Syariah menjadi salah satu pilihannya. Walaupun di perbankan Syariah tetap dapat terjadi suatu sengketa. Sengketa ekonomi Syariah adalah permasahan dalam bidang perbankan Syariah atau lembaga keuangan Syariah lainya. Masyarakat yang beragama non islam, banyak yang tertarik untuk menggunakan jasa dari perbankan Syariah. Dalam prakteknya, ada dua cara untuk menyelesaikan sengketa ekonomi Syariah yaitu litigasi dan non litigasi. Litigasi melalui lingkungan peradilan, yaitu pengadilan agama, sesuai dengan ketentuan yang ada pada UU No. 3 tahun 2006, dan non litigasi menggunakan cara diluar pengadilan yaitu dengan cara : musyawarah, mediasi, arbitrase, dan basyarnas. Jika terjadi sengketa terhadap nasabah non-muslim maka penyelesaian dapat dilakukan di Pengadilan Agama atau dengan diluar pengadilan, sesuai dengan pilihan hukum kehendak para pihak yang tercantum dalam perjanjian. Kata Kunci : Sengketa, Litigasi, Non-litigasi
MODEL PEMBINAAN ANAK PELAKU TINDAK PIDANA KEJAHATAN JALANAN (KLITIH) DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II A YOGYAKARTA Gilang Kresnanda Annas
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5097

Abstract

Abstrak Perlindungan anak merupakan kegiatan untuk menjamin anak memperoleh hak-haknya agar dapat hidup tumbuh dan berkembang tanpa adanya kekerasan dan diskriminasi. Perlindungan anak wajib diberikan kepada siap pun termasuk anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembinaan pelaku kejahatan jalanan (klitih) serta hambatan yang dialami oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II A Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan yuridis-empiris. Pembinaan terhadap anak pelaku tindak pidana kejahatan jalanan (klitih) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II A Yogyakarta mengedepankan pada pemberian pendidikan. Selain pendidikan anak juga diberikan pembinaan dalam bentuk kepribadian berupa penguatan terhadap mental dan spiritual serta pembinaan kemadirian. Hambatan yang dialami dalam melakukan pembinaan anak didik pemasyarakatan diantaranya masih kurangnya tenaga kesehatan, tenaga psikolog serta peran dari masyarakat untuk menerima kembali anak-anak yang sudah selesai menjalani masa pidana. Kata Kunci: Pembinaan, Perlindungan Anak, Hak-hak Anak
PERJANJIAN LARANGAN MENIKAH DALAM KONDISI TERTENTU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang) Avivah Nur Avnida Maulana; Khoirul Anwar
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5102

Abstract

ABSTRACT Larangan menikah dalam kontrak perjanjian menimbulkan pandangan negatif dari berbagai sudut pandang seseorang. Aturan tersebut menyebabkan beberapa persoalan yang bertentangan dengan hukum Islam dan seseorang yang menjalani perjanjian tersebut uatamnya Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Jombang. Hak Mahasantri untuk melangsungkan pernikahan secara bebas karna sudah memasuki fase Rusyd justru terhalangi oleh aturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perjanjian larangan menikah bagi mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng prespektif analisis hukum Islam dan pandangan Mahasantri terkait aturan serta paparan pimpinan dalam menilai kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dalam studi agama Islam dengan jenis data kualitatif deskriptif. Menggunakan jenis penelitian field research penelitian dengan mengumpulkan data di lapangan dengan proses observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Islam menganggap perjanjian larangan menikah adalah jalan atau perantara yang membawa maqasid (lancarnya proses pendidikan dan masa pengabdian). Maka perjanjian merupakan wasilah yang menyebabkan hukum pernikahan menjadi haram. Lancarnya suatu proses pendidikan dan masa pengabdian bagi mahasantri adalah salah satu tujuan dari program pesantren. Adapun pandangan Mahasantri yakni menerima dan menyadari aturan tersebut adalah wajib dilaksanakan. Hal itu selaras dengan paparan pimpinan bahwa aturan tersebut dianggap lebih baik bahkan normal selaras dengan aturan hukum Islam untuk menunjang keberhasilan studi Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Jombang. Kata kunci : Perjanjian, Larangan Menikah, Hukum Islam.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS ICT DI KABUPATEN MADIUN Ali Suherman
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5164

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan mengelola kegiatan proses pembelajaran. Meningkatkan kemampuan Guru dalam memanfaatkan Information and Communications Technology dalam menunjang proses belajar mengajarnya di kelas. Menumbuhkan persesi positif guru terhadap pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sebagai layanan bantuan proses pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan.Meningkatkan intensitas kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran sebagai wahana peningkatan kemampuan profesionalisme Guru. Penelitian ini menggunakan metode School Action Reserch (SAR), penelitian ini mengacu model PTS yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart (2008) dalam Ritawati yang terdiri dari 4 tahap yang meliputi dengan Perencanaan, Tindakan , Observasi dan Refleksi. Subjek Penelitian adalah Guru di SMK Negeri 1 Gemarang dan SMK Negeri 1 Wonoasri yang berjumlah 199 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rata-rata tingkat kemampuan guru pada siklus I sebesar 65,05% yang tergolong kurang, dan meningkat pada siklus II menjadi 72,14% yang tergolong kurang dan pada siklus III meningkat menjadi 86,70% dengan kategori baik Kata Kunci: Kompetensi Guru, Supervisi Akademik, ICT
HUBUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DENGAN MASYARAKAT Hudan Ngisa Anshori
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i02.5642

Abstract

ABSTRAK Sekolah dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sebab keduanya saling memberi dan menerima. Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan lembaga sosial masyarakat yang diberikan tanggung jawab dalam menentukan nasib generasi bangsa mereka ke depan, sedangkan masyarakat selain sebagai konsumen, juga memiliki peran dan tanggung jawab sukses atau tidaknya penyelenggaraan pendidikan. Masyarakat secara luas yang termasuk di antaranya, orang tua peserta didik, pemerintah, instansi/lembaga perusahaan dan sebagainya. Harapan utama dari kinerja humas adalah untuk menarik masyarakat agar peduli dan mempercayai serta menggunakan lulusan atau layanan yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan. Sebagaimana yang terjadi sekarang, banyak lembaga terutama lembaga pendidikan yang mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat dalam menjalankan rutinitas program-program lembaga pendidikan. Melihat hal ini, peran humas menjadi sangat penting dalam suatu internal kelembagaan organisasi atau lembaga pendidikan. Sebab humas adalah praktisi yang memang berfungsi sebagai perantara untuk menjembatani antara lembaga yang diwakili dengan lembaga yang ada di dalam masyarakat (atau masyarakat itu sendiri), akibatnya humas bertanggung jawab secara merata terhadap lembaga yang diwakilinya dengan masyarakat yang terkait. Kata Kunci : Humas, Lembaga Pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 8