cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
eko@i-rpp.com
Phone
-
Journal Mail Official
eko@i-rpp.com
Editorial Address
Jl. Prof. Moh. Yamin (Kompleks SMAN III Tegal)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamika Pendidikan
ISSN : 08542172     EISSN : 27747786     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is a scientific publication of research articles from the educational sphere, where every issue has a theme as the focus of the publication.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020" : 13 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PENGUASAAN KONSEP TRIGONOMETRI -, Suryadi
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam belajar matematika, kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik dalam belajar matematika adalah kemampuan pemahaman konsep matematis.  Trigonometri merupakan salah satu materi matematika di mana siswa mengalami kesulitan dan menganggap trigonometri lebih abstrak dibandingkan materi lainnya. Harapan dari pemilihan model pembelajaran dan media pembelajaran yang tepat agar siswa mampu untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru dan menghasilkan hasil belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dalam pembelajaran matematika Trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Sampel dari penelitian ini adalah SMA Negeri di Kabupaten Majalengka dengan 30 siswa di kelas control dan 30 siswa di kelas pembanding. Berdasarkan data dan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tingkat perolehan hasil belajar siswa dalam hal penguasaan konsep, yang mendapat pengajaran trigonometri dengan model kooperatif tipe Think Pair Share tergolong tinggi. Serta, model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share secara signifikan dapat lebih meningkatkan penguasaan konsep trigonometri dibanding model pembelajaran konvensional.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHALLENGE BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH LISTRIK ARUS SEARAH Kaniawati, Dewi Susanti
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, metode pembelajaran yang selama ini digunakan dalam pembelajaran di kelas kurang memfasilitasi yang berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah fisika siswa, sehingga pemilihan model pembelajaran dan media pembelajaran yang tepat diharapkan mampu membantu siswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Challenge-based learning merupakan medote untuk memperoleh gambaran tentang prestasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif dengan menerapkan pembelajaran berbasistantangan terhadap penyelesaian masalah, serta memeroleh informasi mengenai pembelajaran berbasis tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran challenge-based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah listrik arus searah. Penelitian ini merupakan metode pre-experiment dengan one group pretest-postest design. Subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas 12 MIPA1 di SMAN 1 Cikijing Majalengka tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut: penerapan model challenge-based learning dalam pembelajaran materi listrik arus searah dapat meningkatkan kemampuan memahami listrik dalam pembelajaran adalah sebesar 0,38 dengan kategori sedang, dan challenge-based learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran sebesar 0,71 dengan kategori tinggi.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN READING COMPREHENSION MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXT CLUES -, Safroni
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang masih kesulitan dalam pemahaman teks bacaan bahasa Inggris. Hal ini dilihat dari perolehan nilai siswa pada pembelajaran reading comprehension yang masih di bawah standar. Faktor penyebabnya adalah dalam  membaca teks bacaan, siswa cenderung untuk fokus pada kata bukan pada keseluruhan teks serta mereka terikat kamus, sehingga belum mampu menginterpretasikan makna yang ingin disampaikan oleh teks bacaan. Padahal, siswa akan lebih mampu mengartikan bacaan dengan tepat ketika memahami context clues dari teks. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan model pembelajaran context clues. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan reading comprehension achievement siswa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dua siklus, di mana setiap siklus mencakup empat tahap utama yaitu; persiapan, pelaksanaan, observasi kelas, dan refleksi tindakan. Kemudian, masing-masing siklus dilakukan dua kali pertemuan. Data primer tentang prestasi membaca siswa diperoleh dari observasi kelas dan tes membaca. Sementara itu, data pendukung  diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan penelitian,  terdapat peningkatan pada nilai reading comprehension achievement siswa yaitu rata-rata siswa yang mendapat 71 adalah E = 83,33%, dan rata-rata skor M = 75,78. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan contexts clues dapat meningkatkan prestasi  reading comprehension achievement siswa.
PENGGUNAAN MEDIA MANIK-MANIK DALAM MATERI AJAR PENJUMLAHAN INTEGERS MATA PELAJARAN MATEMATIKA -, Warningsih
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika adalah suatu ilmu yang bidang penelaahannya adalah bentuk-bentuk atau struktur yang abstrak. Karena sifatnya yang abstrak, maka dalam pembelajarannya sangat dibutuhkan benda-benda konkret sebagai perantara atau alat peraga. Dalam hal ini alat bantu belajar atau alat peraga sangatlah diperlukan adanya ketika proses pembelajaran berlangsung. Dalam proses pembelajaran salah satu unsur yang sangat berperan penting adalah belajar dan motivasi. Solusi penulis menggunakan media manik–manik dalam pembelajaran, penjumlahan bilangan bulat karena media manik–manik dapat menunjukkan dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna buat mereka, meningkatkan keaktifan mereka dan membuat mereka merasa senang ketika belajar. Berdasarkan hasil observasi dinyatakan bahwa prestasi belajar masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal, terutama pada kompetensi penjumlahan bilangan bulat. Rendahnya nilai siswa, diakibatkan adanya masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru mengenai materi tersebut, bahkan banyak siswa yang bermain sendiri ketika diberi materi pelajaran. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media manik-manik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika tentang penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas Dengan demikian penerapan pembelajaran menggunakan media manik-manik sangat efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan bulat, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF Sembiring, Eperaim
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum Pendidikan Agama Kristen adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang Agama Kristen, sehingga menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan, berperangai mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen belum mencapai hasil belajar yang diinginkan. Pemilihan model pembelajaran yang digunakan guru saat akan mengajar akan memberikan hasil yang baik jika diterapkan dengan baik. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan secara Kolaboratif diharapkan memberi perubahan yang cukup berarti dalam proses pencapaian hasil.  penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah. Penelitian dilakukan terhadap siswa Kelas X SMA Negeri 97 Jakarta pada semester ganjil tahun Pelajaran 2018/2019. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan (a) motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menggunakan pembelajaran yang bersifat Kolaboratif sebanyak 90% siswa. Lebih lanjut lagi, (b) pengurangan persentase rasa malu yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran sebanyak 27,5% siswa. Dalam (c) proses belajar sebanyak 55% lebih memilih cara pembelajaran Kolaboratif. Perlakuan pembelajaran dengan menggunakan Kolaboratif sebanyak 87,5%. Dengan kata lain, pembelajaran Kolaboratif sangat efektif dalam proses belajar dan di minati para siswa di banding model pembelajaran klasikal.
UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE Ambarawati, Sakti
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya masih kurang memuaskan, hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai ulangan yang dicapai siswa. Pemilihan suatu model pembelajaran inovatif dapat meningkatkan keaktifan siswa, serta memberikan iklim kondusif atas perkembangan daya nalar, kreativitas dan inovasi yaitu model pembelajaran Example Non-Example. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pelaksanaan dalam 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.6 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 201 Jakarta di dengan  jumlah 34 siswa. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Example Non-Example memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu : 63,24 % (siklus I) ; 75,29 %  (siklus II) ; 85,15 % (siklus III). Model pembelajaran ini sangat efektif untuk meningkatkan kembali materi ajar yang telah diterima siswa selama ini, sehingga mereka merasa siap untuk menghadapi pelajaran berikutnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DALAM MATERI AJAR HIMPUNAN BILANGAN -, Liftianah
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan matematika dianggap sulit serta tidak dipahami oleh siswa sebagaimana hasil wawancara dengan siswa MTs.N1 Jepara yang sebagian dari mereka menyatakan bahwa pelajaran matematika sulit untuk dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada  pelajaran  matematika  dengan  Materi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (action research). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus 3 kali pertemuan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan: (1) pada siklus I diperoleh nilai rata-rata  sebesar  75,06 dan sebanyak 18 siswa sudah mencapai ketuntasan belajar  sedangkan 14 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 2,55 yang menunjukkan kategori cukup sedangkan skor rata-rata aktivitas guru mencapai 2,6 yang berkategori cukup, (2) pada siklus II diperoleh hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata sebesar 83,22 dengan ketuntasan belajar mencapai 87.5 % atau sebanyak 28 siswa sedangkan 4 siswa ( 12,5 %) tidak mencapai nilai ketuntasan belajar. Skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 3,55 yang menunjukkan berkategori baik sedangkan skor rata-rata aktivitas guru mencapai 3,5 yang berkategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT).
OPTIMALISASI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “PBL” PADA MATERI AJAR TEKS EKSPLANASI BAHASA INDONESIA Agustin, Maria Ulfa
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rata-rata nilai siswa pada kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan materi teks eksplanasi di SMK Negeri 7 Jakarta belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah, yakni 76. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami teks eksplanasi masih kurang sehingga diperlukan upaya untuk memahamkan siswa terkait materi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi yang dicapai siswa kelas XI.TR.1/Semester Genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode yang digunakan  adalah metode deskriptif analisis hasil  Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dengan satu prasiklus dan dua siklus dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, yakni hipotesis dan rumusan perhitungan data berupa nilai siswa. Data tersebut diolah dan dihitung presentasenya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam mempelajari Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi. Hal ini dibuktikan dengan data peningkatan ketuntasan dari 45% pada tahap prasiklus menjadi 83% pada siklus I dengan nilai rata-rata 79. Keberhasilan belajar meningkat lagi pada siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DISERTAI EKSPRESI PADA MATERI TEKS LISAN MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC APPROACH DENGAN METODE DEMOSTRASI Tao Hutabarat, Anita Maria
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan peneliti terhadap kemampuan siswa yang masih rendah dalam berkomunikasi disertai ekspresi pada materi teks lisan mata pelajaran bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode demonstrasi dengan pendekatan scientific approach dapat meningkatkan kompetensi siswa dan aktivitas belajar siswa dalam berkomunikasi disertai ekspresi pada materi teks lisan mata pelajaran bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan (action research) yang dirancang dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 3 Jakarta tahun ajaran 2018/2019 pada semester ganjil. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa. yang dibuktikan dengan tingkat keberhasilan pada siklus I sebesar 55,3%, kemudian mengingkat menjadi 100% pada siklus II. Sehingga nilai keberhasilan pada siklus I dan siklus II adalah 77,65%. Aktvitas belajar siswa pada silkus I dan siklus II juga mengalami peningkatan yang signifkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penggunaan pendekatan scientific approach untuk berkomunikasi disertai ekspresi pada materi teks lisan bahasa Inggris.
PEMBELAJARAN IPA TENTANG PROSES PEMBENTUKKAN TANAH DENGAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH -, Mughinah
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran SAINS di SDN Kebon Kosong 05 Pagi, khususnya kelas V yang berlangsung selama ini belum mencapai KKM, indikasinya adalah dari 40 siswa yang saya teliti baru 50%  yang mencapainya  . Kegagalan tersebut disebabkan kurangnya motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang proses pembentukan tanah dengan pemanfaatan lingkungan sekolah. Prosedur pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dengan prosedur siklus tindakan kelas dalam dua siklus tindakan. ada setiap siklus tindakan, penelitian, dan kolaborasi, melakukan kegiatan–kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, observasi, serta evaluasi dan refleksi. Keberhasilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pemanfaatan lingkungan sekolah dibuktikan dengan semakin meningkatnya persentase motivasi dari angket yang disebarkan kepada 40 responden dari setiap siklus yaitu 70,59% pada siklus I, yang berarti masih dibawah target, dan pada siklus II hasil yang dicapai sebesar 81,73%, atau sudah mencapai target. Demikian juga aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pemanfaatan lingkungan sekolah. Pada siklus I persentase terlaksana indikator mencapai 83,66% kemudian mencapai 100% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah lebih dipilih untuk meningkatkan motivasi belajar karena siswa lebih aktif, dan kreatif maka semakin tinggi motivasi belajar siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 13