Ners Muda
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2020)"
:
10 Documents
clear
Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke melalui Pemberian Posisi Head Up
Afif Mustikarani;
Akhmad Mustofa
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.977 KB)
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5750
Stroke merupakan defisit neurologis yang mempunyai gejala tiba–tiba, berlangsung lebih dari 24 jam yang disebabkan oleh gangguan serebrovaskuler. Stroke atau cidera cerebrovaskuler adalah suatu kondisi dimana otak kehilangan fungsi akibat berhenti/berkurangnya suplai darah. Gambaran jumlah kandungan oksigen yang terkandung dalam darah untuk memnuhi kebutuhan jaringan dilihat melalui sturasi oksigen. Posisi head up menjadi salah satu cara untuk menaikan saturasi oksigen. Tujuan penulisan ini adalah mengetahui perbedaan peningkatan kadar saturasi oksigen pasien stroke hemoragik sebelum dan sesudah dilakukan head up 300. Studi kasus dengan menggunakan konsep asuhan keperawatan kepada dua pasien dengan stroke hemoragik. Terjadi peningkatan kadar saturasi yang signifikan pada kasus I dan kasus II. Peningkatan sebesar 96% pada menit ke 15, 98% pada menit ke 30 pada kasus I dan kasus II terjadi peningkatan sebesar 97% dimenit ke 15 dan 98% dimenit ke 30. Terdapat kenaikan kadar saturasi oksigen yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan head up 300 pada pasien stroke hemoragik.
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Dalam Menurunkan Skala Nyeri Sendi Lansia
Eno Wijaya;
Tri Nurhidayati
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.105 KB)
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5643
Kurang aktifitas fisik merupakan faktor risiko timbulnya berbagai penyakit pada populasi lansia. Proses menua akan menimbulkan masalah gangguan pada fungsi muskuluskeletal yang sering muncul yaitu nyeri pada sendi yang membuat para lansia mengalami ganguan dalam aktivitasnya. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri sendi menggunakan teknik relaksasi otot progresif. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil dengan tehnik Convenience Sampling 2 lansia dan dikelola selama 3 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi relaksasi otot progresif dengan frekuensi 1 kali/hari selama 20 menit. Pengumpulan data menggunakan buku status PM, wawancara, observasi dan metode proses keperawatan. Alat untuk skala nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Terdapat penurunan terapi relaksasi otot progresif pada tingkat skala nyeri lansia yang mengalami nyeri sendi kronis dengan menunjukan hasil dari skala nyeri sedang turun menjadi skala nyeri ringan. Terapi relaksasi otot progresif mampu menurunkan nyeri sendi yang dialami lansia.
Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang
Ulya Najikhah;
Warsono Warsono
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (30.754 KB)
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5655
Pasien gagal ginjal kronik mempunyai kondisi dimana ginjal tidak dapat membuang hasil metabolik yang menumpuk dalam darah, yang menyebabkan perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih adalah terapi hemodialisis. Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sering merasakan haus akibat dari adanya program pembatasan cairan yang diwajibkan. Kumur air matang merupakan salah satu dari banyak metode manajemen rasa haus pada pasien CKD. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis intervensi berkumur air matang terhadap penurunan rasa haus pada klien CKD. Penerapan ini menggunakan desain descriptive study yang dilakukan terhadap 2 pasien dengan diagnosa CKD yang menjalani hemodialisa. Hasil pemberian intervensi selama 3x pertemuan, terjadi penurunan rasa haus. Hasil penerapan menunjukkan rata-rata lama waktu menahan rasa haus responden yang diberi perlakuan berkumur air matang adalah 50 menit, lama waktu menahan rasa haus tercepat 10 menit dan terlama 65 menit. Intervensi ini dapat menjadi salah satu manajemen terapi yang dapat di aplikasikan untuk mengurangi keluhan rasa haus baik di rumah maupun di rumah sakit.
Efektifitas Pemberian Posisi Kepala Elevasi Pada Pasien Hipertensi Emergensi
Sri Anggraini;
Chanif Chanif
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.544 KB)
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5491
Hipertensi emergensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat secara drastic dan dalam waktu singkat. Faktor penyebab paling sering adalah gangguan serebrovaskular dan gangguan fungsi serebral, sindrom akut coroner dengan iskemia, edema paru akut dan disfungsi renal akut. Tekanan darah yang sangat tinggi menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian elevasi kepala 30º terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien dengan hipertensi emergensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan total sampling. Sebanyak 2 pasien didapatkan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penerilitan didapatkan evaluasi hari ke 3 didapatkan terjadi penurunan pada status hemodinamik diantaranya tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan dan keadaan umum. Hasil ini menunjukkan pemberian posisi elevasi kepala 30º dapat memperbaiki status hemodinamik pada pasien hipertensi emergensi. Iintervensi ini dapat dijadikan Tindakan mandiri keperawatan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan status Kesehatan pasien dan pencegahan perburukan perfusi serebral.
Penerapan Terapi Musik, Dzikir dan Rational Emotive Cognitive Behavior Therapy pada Pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan
Nur Cahyo Sasongko;
Eni Hidayati
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.748 KB)
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5751
Gangguan jiwa harus tertangani agar manusia mencapai derajat kesehatan jiwa yang baik, salah satunya adalah mengatasi perilaku kekerasan seseorang dengan gangguan jiwa. Pemberian terapi musik, dzikir dan rational emotive cognitive behavior therapy merupakan terapi yang sering dilakukan untuk mengatasi perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh terapi musik, dzikir dan rational emotive cognitive behavior therapy kepada pasien dengan resiko/perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Amino Gondohutomo Semarang. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek penelitian diambil secara acak sejumlah 2 pasien dengan halusinasi dimana akan dilakukan terapi aktifitas kelompok relaksasi musik alam, dzikir dan rational emotive cognitive behaviour therapy (RECBT). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukan adanya penurunan nilai ambang marah sebelum dan sesudah terapi yaitu nilai ambang marah sebelum terapi adalah 8 untuk kasus I dan 10 untuk kasus II, sesudah terapi ambang marah turun menjadi 2 pada kasus I dan 3 pada kasus II. Semakin rendah ambang marah maka semakin bagus pasien dalam mengontrol marah. Terapi musik, dzikir dan rational emotive cognitive behaviour terbukti menurunkan ambang marah, memberikan ketenangan dan meningkatkan berfikir positif klien.
Fisioterapi Dada dan Steem Inhaler Aromatheraphy dalam Mempertahankan Kepatenan Jalan Nafas Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Daya Daya;
Nury Sukraeny
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (56.985 KB)
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5770
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) ditandai dengan sesak nafas dan produksi sputum berlebih. Produksi sputum berlebih akan mengganggu kepatenan jalan nafas. Fisioterapi dada dan steem inhaler dapat mengurangi dahak dan sesak pada pasien dengan sekret berlebih. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fisioterapi dada dan steem inhaler dalam mempertahankan jalan napas. Metode studi kasus terhadap 2 responden dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien penyakit paru obstruktif kronis yang diberikan intervensi fisioterapi dada dan steem inhaler aroma therapy selama tiga hari berturut-turut sebelum pasien makan. Pengukuran kepatenan jalan nafas dinilai dari jumlah sputum yang keluar serta mengobservasi adanya suara nafas tambahan. Adanya penurunan jumlah sputum pada kasus I hari pertama yang ditampung dalam penampung adalah 3 cc, kemudian dihari kedua adalah 2 cc dan dihari ke 3 adalah 2 cc serta suara paru ronchi berkurang. Sementara pada kasus II dihari pertama didapatkan 2 cc, hari kedua adalah 2 cc dan hari ketiga 1 cc serta suara paru normal (vesicular). Kombinasi fisioterapi dada dan steem inhaler aromatheraphy terbukti efektif dalam mempertahankan kepatenan jalan nafas.
Penurunan Skala Nyeri Pada Anak Post Operasi Laparatomi Menggunakan Terapi Musik Mozart
Ali Rais;
Dera Alfiyanti
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5653
Laparatomi merupakan salah satu penatalaksanaan pembedahan yang dilakukan pada daerah abdomen. Prosedur pembedahan menyebabkan sensasi rasa nyeri pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisa penerapan terapi musik mozart terhadap penurunan nyeri pada anak post laparotomi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Responden adalah 2 anak post operasi laparatomi hari ke 1 dan dikelola selama 3 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi musik mozart dengan frekuensi 1 kali/hari selama 15 menit. Pengumpulan data menggunakan rekam medik, wawancara, observasi dan metode asuhan keperawatan. Alat pengumpulan data meliputi handphone, airphone, musik mozart dan alat untuk skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil studi menunjukkan bahwa ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan terapi musik mozart, baik pada responden pertama mapun responden kedua. Skala nyeri pada kedua responden menurun dari skala sedang menjadi skala ringan. Terapi Musik Mozart dapat menurunkan nyeri pada anak post operasi laparatomi.
Penurunan Tekanan Darah Pada Ibu dengan Preeklamsi Berat Dengan Terapi Rendam Kaki Air Sereh
Isneni Yuli Rustanti;
Nikmatul Khayati;
Heryanto Adi Nugroho
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5798
Preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi pada ibu berupa eklampsia, solusio placenta, pendarahan subkapsula, kelainan pembekuan darah (DIC), sindrom HELP (hemovilisis, elevated liver enzymes and low platelet count), ablasio retina, gagal jantung, hingga syok dan kematian. Pada tahun 2015 sekitar 303.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Preeklamsi dapat diobati secara farmakologis dan non farmakologis salah satunya dengan terapi rendam kaki menggunakan air sereh. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan 3 responden. Kriteria inklusi ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Berat dengan kelahiran anak pertama dengan masa nifas hari pertama dengan masalah resiko perfusi perifer tidak efektif, dengan keluhan pusing, tekanan darah tinggi, dan terdapat oedem ekstremitas serta yang bersedia menjadi. Setelah dilakukan terapi selama 3 hari berturut, hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan tekanan darah terhadap ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Berat setelah melakukan rendam kaki dengan air hangat dan serai. Perubahan terjadi pada seluruh responden dengan rata-rata penurunan systole sebanyak 7 mmHg dan pada diastole sebanyak 7,6 mmHg. Masalah keperawatan resiko perfusi perifer tidak efektif teratasi sebagian di tandai dengan turunnya tekanan darah pada seluruh responden. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan antara lain melakukan dan mengajarkan terapi rendam kaki dengan air hangat dan serai pada semua ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Berat dengan meningkatkan partisipasi keluarga dalam menurunkan tekanan darah pasien
Pelaksanaan Senam Otak untuk Peningkatan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia
Aisyatu Al-Finatunni'mah;
Tri Nurhidayati
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5666
Demensia merupakan gejala menurunnya daya ingat, berpikir, berperilaku, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Hilangnya kapasitas intelektual pada demensia tidak hanya terjadi pada memori, tetapi juga pada kognitif dan kepribadian. Salah satu upaya pencegahan penurunan kognitif pada demensia pada lansia adalah dengan melakukan senam otak. Metode yang digunakan yaitu studi deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada dua lansia sebagai subjek studi. Subjek studi diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan intervensi selama seminggu dengan memberikan tindakan keperawatan berupa senam otak selama 15 menit setiap satu kali dalam sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan asuhan keperawatan. Fungsi kognitif diukur dengan menggunakan instrumen Mini Mental State Exam (MMSE). Hasil studi menunjukkan senam otak dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia demensia yang ditunjukkan dengan peningkatan skor MMSE pada kedua subjek studi. Kesimpulan dari studi ini yaitu setelah dilakukan intervensi senam otak selama seminggu, skor MMSE meningkat dengan kisaran 0-16. Intervensi senam otak ini dapat direkomendasikan secara teratur bagi lansia agar dapat meningkatkan fungsi kognitif secara optimal.
Dampak Fisiologis Post Kemoterapi Pada Anak Limfositik Leukemia Akut (LLA)
Dwi Nuraini;
Mariyam Mariyam
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5795
Leukemia merupakan kanker keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Kemoterapi memerlukan proses yang lama, berkelanjutan dan teratur pada anak yang mengalami leukemia dan dapat menimbulkan ketidakyamanan. Tujuan studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada anak Limfositik Leukemia Akut (LLA) post kemoterapi. Studi kasus ini merupakan studi kasus dengan metode deskriptif. Sampel studi kasus berjumlah 2 responden anak dengan limfositik leukemia akut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dengan keluarga responden, observasi langsung responden dan melihat rekam medis. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisa data yang ada untuk dapat menentukan masalah keperawatan yang muncul dan menentukan intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus didapatkan data fokus yang muncul adalah badan lemas dan tidak nafsu makan. Diagnosa keperawatan yang ditentukan adalah defisit nutrisi. Intervensi yang direncanakan adalah pengkajian nutrisi, kolaborasi dengan ahli gizi, anjurkan memberikan pasien makan sedikit tapi sering. Implementasi yang dilakukan adalah mengkaji status nutrisi, mengkolaborasi dengan ahli gizi, menganjurkan memberikan pasien makan sedikit tapi sering. Evaluasi yang didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari adalah responden 1 tidak mengeluh lemas dan porsi makanan habis sedangkan pada responden 2 tampak lemas dan porsi makanan habis sebagian. Masalah yang muncul pada responden post kemoterapi muncul tidak nafsu makan dan badan lemas.