cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 94 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): Prosiding" : 94 Documents clear
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW UNTUK POSISI PENGELASAN 1G PADA MATERIAL BAJA KAPAL SS 400 TERHADAP CACAT PENGELASAN Ranu Yudistira Pratama; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1081

Abstract

Pengelasan (welding) adalah suatu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam penambahan dan membentuk logam yang kontinyu. Salah satu jenis pengelasan yang paling sering digunakan dalam industri perkapalan adalah SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yaitu proses pengelasan dengan cara mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (bahan pengisi). Didalam penelitian ini dilakukan analisa kekuatan tarik dan cacat las yang terjadi pada sambungan butt joint dengan tipe pengelasan SMAW pada material baja ASTM SS 400. Uji cacat las yang paling banyak pada pengelasan 1G adalah cacat las Porosity,Undercut,Spatter yang disebabkan oleh cepatnya proses pengelasan,tingginya busur pengelasan dan kotoran didaerah kampuh las.
MEMBANGUN LINGKUNGAN BISNIS UMKM DALAM PEMANFAATAN DIGITAL FINANCIAL TECHNOLOGY Budianto Tedjasuksmana
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1036

Abstract

Financial Technology (FinTech), akhir akhir ini menjadi perhatian bagi banyak perusahaan, apalagi saat Indonesia mengalami pandemi corona, yang mana aplikasi inovasi tehnologi menjadi suatu pilihan sehingga menjadi perkembangan sistem informasi dan tantangan bagi perusahaan pada umumnya baik dagang, jasa maupun manufaktur di Indonesia. Adanya wabah pandemi corona yang melanda Indonesia tentu mendongkrak penggunaan e-commerce yang sangat begitu signifikan. Pergeseran dari transaksi uang bersifat konvensional kearah tehnologi yang terus berkembang, tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pada masa wabah penyakit yang melanda di berbagai belahan dunia saat ini, penggunaan e-commerce menjadi suatu pertimbangan rasionil untuk menekan resiko tertular, sehingga beberapa perusahaan mulai melirik adanya tehnologi baru yang inovatif, yang dapat diharapkan meningkatkan penjualannya. Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang biasa dikenal sebagai UMKM, pada umumnya menghadapi masalah keseimbangan kredit serta modal yang dimiliki, sehingga perlu mencari upaya dimana tehnologi dan inovasi menjadi penunjang keberhasilan dan pengembangan yang ada. UMKM perlu dimampukan dalam mengakses layanan keuangan, adanya konsultasi dengan fungsi Lembaga Keuangan, perkembangan transaksi peminjaman dana yang kearah tehnologi baru. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa peranan tehnologi informasi khussusnya yang menyangkut dunia digital harus diadopsi di segala bidang usaha, dagang, manufaktur bahkan pada layanan pendidikan, dimana dalam masa pademi adanya kebijakan Pemerintah dengan belajar dari rumah, maupun bekerja dari rumah. Dengan melihat paparan di atas ini, maka peranan financial digital bagi perusahaan perlu menjadi perhatian yang baru jika ingin bertahan dalam pasar termasuk UMKM Tantangan perekonomian global juga mempunyai pengaruh dalam ketidakpastian, sehingga UMKM perlu juga melakukan langkah starategis dalam menunjang pertumbuhannya. Melalui analisis deskriptif, naratif dan studi literatur dalam penulisan ini, diharapkan bahwa pembentukan UMKM Digital mendapat perhatian dari pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan terobosan melalui inovasi yang berpusat pada FinTech, yang pada umumnya dapat mecakup beberapa item misalnya sistem perdagangan dan konsultasi digital, artificial intelligence, mobile payment systems.
PERBANDINGAN METODE NEAREST NEIGBOUR POINT (NNP) DAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) DALAM MENGESTIMASI KETEBALAN BATUBARA DI KEC. TANAH GROGOT, KAB. PASER, KALIMANTAN TIMUR Rizky Pratama Pakudewa; Recky Fernando L Tobing; Ratih Hardini Kusuma Putri
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan permodelan dan melakukan analisis metode estimasi untuk memperoleh metode yang akurat digunakan untuk estimasi ketebalan sumberdaya batubara di Kec. Tanah Grogot Kab. Paser Provinsi Kalimantan Timur. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode inverse distance weighted (IDW) dengan pemakaian power 2 dan power 4, serta metode nearest neigbour point (NNP). Keakuratan semua metode dalam melakukan estimasi akan dibandingkan menggunakan grafis dan validasi silang yang akan menghasilkan nilai root mean square error (RMSE) serta nilai regresi linier dari tiap metode. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data hasil kegiatan bor eksplorasi awal sebanyak 13 titik bor yang menghasilkan 61 data ketebalan batubara tanpa komposit yang akan digunakan untuk mengetahui sebaran ketebalan. Dari hasil penelitian, metode IDW dengan pemakaian power 4 memperoleh nilai statistik desktiptif dan regresi linier yang terbaik dengan nilai standar deviasi sebesar 0,79 dan nilai variansi sebesar 0,63, nilai ini merupakan nilai terkecil dari semua metode serta didukung pula dengan nilai RMSE yang kecil yaitu sebesar 0,145, nilai R 2 sebesar 0,812, nilai intercept sebesar 0,087 dan nilai slope sebesar 0,950. Berdasarkan semua parameter diatas maka metode IDW dengan power 4 cukup baik dan akurat digunakan untuk estimasi ketebalan batubara di lokasi penelitian.
STUDI KASUS EFEK EPIDEMI COVID - 19 TERHADAP PENAMBANGAN DAN KARYAWAN PT. PERTAMINA DI MIGAS CEPU KAB. BOJONEGORO, JAWA TIMUR Fitri Indah Dwi Suci; Priskilla Latekay; Abdan Said Halim Limtar; Wendy Muhammad Ibnu Farid; King Christ Majesty Spencer Assa; Iksan Iksan; Angga Pratama Putra Kobba; Moch. Fahni Mahindra; Martinus Lousiano Geri; Poppy Paulina Miru; Avellyn Shinthya Sari
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.988

Abstract

PPSDM Migas Cepu merupakan tempat proses pengelohan minyak yang ada di daerah cepu, selain itu tempat ini juga digunakan sebagai tempat pelatihan untuk mendapatkan berbagai macam sertifikat yang berhubungan dengan perminyakan dan pertambangan. Sehingga dapat dikatakan PPSDM Migas Cepu ini merupakan tempat penting dalam dunia perminyakan di indonesia selain itu PPSDM Migas ini juga memiliki tempat pengeborannya sendiri yang berada di daerah Bojonegoro Disinilah kami akan membahas nasib pekerja PPSDM Migas Semenjak terjadinya pandemi covid-19 ini.
PENGARUH VARIASI ARUS LAS PADA PENGELASAN FCAW DARI MATERIAL BAJA KAPAL ASTM SS 400 Indra Utama; Pramudya Imawan Santosa; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1025

Abstract

Pada proses pembangunan kapal baja, pengelasan merupakan hal yang harus diperhatikan karena berpengaruh pada kekuatan kapal. Salah satu tipe pengelasan yang sering digunakan adalah FCAW (Flux Cored Arc Welding), yaituproses pengelasan yang menggunakan busur api listrik sebagai sumber panas untuk mencairkan logam, dengan mengunakan gas sebagai pelindung dan elektroda sebagai pengisi. Dalam penelitian ini dilakukan tentang cacatpengelasan yang terjadi pada sambungan butt joint posisi 3G Vertical Up dan Vertical Down tipe pengelasan FCAW pada material baja ASTM SS 400. Uji cacat las yang paling banyak terjadi pada pengelasan 3G Vertical Up adalahcacat las Undercut dan Incomplete Fusion yang disebabkan oleh kecepatan pengelasan terlalu tinggi dan posisi sudut las yang kurang baik. Pada pengelasan 3G Vertical Down, cacat las yang paling banyak terjadi di antaranyaUndercut, Incomplete Fusion dan Porosity yang disebabkan oleh prosedur pengelasan yang kurang baik terutama pada kecepatan tangan pengelas maupun kotoran pada daerah kampuh.
HIDROKIMIA AIR TANAH MANIFESTASI GEDONGSONGO PANASBUMI UNGARAN, SEMARANG, JAWA TENGAH, INDONESIA Nazwa Khoiratun Hisan; Pius Artdanno Bernaldo; Ludovicus Damardika Jasaputra; Arhananta Arhananta
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1061

Abstract

Manifestasi geothermal itu salah satunya adalah air panas. Selain air panas ternyata pengetahuan mengenai air dingin juga penting untuk dibandingkan lingkungannya dengan air panas. Penelitian mengenai hidrokimia air dingin dalam kurun tahun 1996-2020 di Gunung Ungaran belum pernah dilakukan. Lokasi penelitian terletak disekitar komplek Candi Gedongsongo, Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Metode yang digunakan untuk mengetahui komposisi kimia adalah analisa geokimia air dingin dan studi literatur. Kemudian untuk mengetahui dinamika pembentukan airtanah dilakukan fieldcheck meliputi pemetaan sebaran batuan, pengambilan sampel batuan, pengukuran muka air tanah, dan pengukuran data struktur. Berdasarkan data kimia air panas bahwa jenis fluida fluida geothermal meliputi air klorida, bikarbonat dan sulfat yang unsur yang dominan yaitu bikarbonat. Berdasarkan analisa hidrokimia air dingin Segitiga anion yang terdapat pada diagram piper bagian kanan bawah menunjukkan kandungan ion pada sampel mata air mengelompok pada bagian kiri bawah yang menunjukkan bahwa sampel mata air memiliki tipe anion bikarbonat.
PENGARUH BESARNYA ARUS LAS SMAW TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN PLAT A36 PADA PEMBUATAN PELAT BAJA BADAN KAPAL Hudiono Hudiono; Pramudya Imawan Santosa
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.976

Abstract

Pada proses pembuatan pelat baja badan kapal, pengelasan merupakan bagian yang paling vital dalam menentukan kekuatan kapal. Pengaruh besarnya arus las SMAW sangat berpengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan tarik pada sambungan plat A36. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan jenis pendekatan kuantitatif, Pengujian kekuatan tarik menggunakan 2 posisi pengelasan Flat (1G) dan Vertikal (3G), 3 variasi arus las dengan 12 Spesiment Masing-masing pembagian arus menggunakan 3 spesiment, Pengujian tarik menggunakan spesimen Uji tarik ( Plat A36 tebal 10mm dan 8mm). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang besarnya arus las SMAW terhadap kekuatan tarik pada sambungan plat A36 khususnya pada pembuatan pelat baja badan kapal.
PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AIR PEMBUANGAN AIR BALAS DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Danny Djaya Prakaatmaja; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1016

Abstract

Balas merupakan pemberat yang sangat dibutuhkan oleh kapal untuk menjaga sarat air guna untuk kestabilan kapal pada saat kapal telah terisi oleh muatan atau kosong muatan. Dengan menggunakan air laut sebagai balas kapal maka akan berdampak pada lingkungan laut pada daerah pelabuhan yang mengalami bongkar dan muat, yaitu adanya spesies terikut yang bersifat invasive. Dengan adanya dampak dari air balas tersebut makin banyak mikroorganisme yang berevolusi menjadi SAI (Spesies Asing Invasif). Tujuan penelitian ini, adalah melakukan penilaian risiko lingkungan akibat air balas kapal yang ada di perairan Pelabuhan Tanjung Perak. Analisis menggunakan data – data kunjungan kapal yang beroperasi di PT. Pelindo III cabang Tanjung Perak Surabaya.Data-data tersebut dianalisis terhadap volume air balas yang dibuang menggunakan rumusan dari dokumen IMO MEPC 56/23 ANNEX II. Kemudian analisis dilanjutkan dengan kunjungan kapal serta jumlah air balas yangdibuang keperairan. Analisis yang dikelompokkan menjadi 10% sampai dengan 60 % dari total kunjungan kapal, lalu dirambatkan dengan 5 sampai 25 ton kapal membuang air balas. Hasil pembahasan, air balas kapal yang dibuanperairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan kunjungan kapal yang dirambatkan sampai 60% dengan pembuangan air balas 25 ton per kapal bahwa tercatat, air balas kapal mencapai 53.625 ton atau setara dengan 54.966 kL. Pengurangan dampak pembuangan air balas kapal, dilakukan mitigasi dengan menurunkan risiko dengan menggunakan pengolahan air balas secara eksternal dan pemasangan pengolah air balas di setiap kapal, dengan konsekuensi pada biaya.
KAJIAN BAHAYA, RISIKO, DAN MITIGASI BENCANA GERAKAN TANAH DI DAERAH SENDANGREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SAMBENG, KABUPATEN LAMONGAN, PROVINSI JAWA TIMUR Rima Rosaliana; Hendra Bahar; Sapto Heru Yuwanto
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1051

Abstract

Penelitian ini berada di bagian selatan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Sendangrejo dan sekitarnya, Kecamatan Sambeng, didasari kondisi morfologi yang berpotensi menjadi gerakan tanah. Hasil pengkajian risiko bencana digunakan sebagai dasar penyusunan rencana kebijakan daerah terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana. Gerakan tanah (tanah longsor) merupakan proses alamiah biasa, tetapi dengan masuknya unsur manusia dengan segala aktivitasnya maka dapat berubah menjadi bencana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini mendeskripsikan semua gejala yang berhubungan dengan bahaya gerakan tanah di Desa Sendangrejo dan sekitarnya yang mendasarkan interpretasi pada data kuantitatif. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis deskriptif. Analisis SIG yang digunakan yaitu scoring dan overlay sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil analisis SIG. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) yaitu variabel bahaya, variabel kerentanan, dan variabel kapasitas. Selanjutnya dilakukan penyusunan teknik mitigasi untuk mengurangi tingkat risiko bencana gerakan tanah. Tingkat bahaya daerah penelitian dibagi menjadi 2 (dua) zona, yaitu: zona tingkat bahaya tinggi, dan zona tingkat bahaya menengah. Tingkat kerentanan bencana gerakan tanah di lokasi penelitian meliputi kerentanan fisik, sosial, ekonomi, dan kerentanan lingkungan. Tingkat risiko bencana gerakan tanah daerah penelitian terdiri dari 3 (tiga) tingkatan, diantaranya tingkat risiko tinggi, tingkat risiko menengah dan tingkat risiko rendah. Teknik mitigasi bencana gerakan tanah di lokasi penelitian untuk zonasi tingkat risiko tinggi dan menengah adalah teknik mitigasi struktural dan non struktural, sedangkan untuk zonasi tingkat risiko rendah adalah mitigasi non struktural.
KAJIAN PENGARUH TINGAT PELAPUKAN TERHADAP KEKUATAN BATUAN PADA BATU ANDESIT, PARANGTRITIS, KEC. KRETEK, KAB. BANTUL, PROV. D.I. YOGYAKARTA Agustina Elfira Ridha; Yulius Romario Farian; S. Koesnaryo S. Koesnaryo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1003

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pelapukan terhadap kekuatan batuan dilakukan dengan sampel batu andesit yang berasal dari Parangtritis, Yogyakarta. Kandungan silika 53 % dan bobot isi 2,7 gr/cm3 (Jahidin, 2010). Uji slake durability merupakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui tingkat ketahanan suatu batuan dengan mempercepat proses pelapukan secara maksimal melalui perendaman, pemutaran, dan pengayakan. Berdasarkan identifikasi fisik di lapangan dan pengujian laboratorium, batu andesit pada Lokasi I termasuk lapuk ringan dengan dua kekar dalam satu meter, nilai slake durability index 99,2 %, ?c 61,23 MPa, dan ?f 1,09 MPa dengan nilai RMR 51 (Kelas III) maka termasuk dalam batuan sedang. Pada Lokasi II termasuk dalam lapuk sedang dengan lima kekar dalam satu meter dengan terdapat 5 % dari bongkah batuan yang telah menjadi tanah, nilai slake durability index sebesar 98,5 %, ?c 43,93 MPa, dan ?f 0,73 MPa dengan nilai RMR adalah 35 (Kelas IV) maka termasuk dalam batuan buruk. Pada Lokasi III termasuk lapuk kuat dengan delapan kekar dalam satu meter, 20 % dari bongkah batuan telah menjadi tanah dan nilai slake durability index sebesar 96,6 %, ?c 24,84 MPa, dan ?f 0,52 MPa dengan nilai RMR sebesar 22 (Kelas IV) maka termasuk dalam batuan buruk.Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa semakin besar nilai kekuatan batu andesit, maka slake durability index cenderung semakin besar. Hal ini diperkuat dengan identifikasi fisik dilapangan, dimana semakin tinggi tingkat pelapukan maka semakin rendah nilai kekuatan batu andesit.

Page 3 of 10 | Total Record : 94