cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
KAJIAN SISTEM HIDROGEOLOGI DAN RANCANGAN MINE DRAINAGE PT. BUKIT KALISARI ARTA MAKMUR KAB. SITUBONDO PROVINSI JAWA TIMUR Avellyn Shinthya Sari; Arie Fadjar Saputro
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1983

Abstract

Perusahaan PT. Bukit Kalisari Arta Makmur merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan dengan komoditas utamanya ialah batuan andesit terletak di Desa Kalisari Kecamantan Banyuglugur Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penyaliran merupakan hal penting dalam salah satu kegiatan pertambangan dimana dalam kegiatan penyaliran ini perlu dilakukannya kajian untuk mengetahui kondisi pada lapangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji dan merancang metode penyaliran yang tepat untuk diterapkan pada PT. Bukit Kalisari Artha Makmur dengan mengetahui keadaan pada lapangan maka akan diperoleh hitungan serta desain penyaliran yang cocok pada kondisi lapangan tersebut. Metode penelitian dengan melakukan metode kuantitatif yang meliputi: data topografi,data kondisi lapangan dan data curah hujan. Berdasarkan pengambilan data, perhitungan serta pengolahan penyaliran yang diterapkan antara lain pembuatan paritan, sump, dan settling pond hasil yang didapatkan intensitas curah hujan maksimum pada lokasi sebesar 42,491 mm/jam, debit air hujan sebesar 54334,03 m3/hari dan debit air limpasan sebesar 4531,458 m3/hari, dari hasil tersebut maka debit total air yang masuk adalah sebesar 58.865,488 m3/hari. Pada kolam pengendapan lumpur  debit air yang masuk kedalam kolam sebesar 0,468 m3/detik dengan kerapatan partikel padatan sebesar 1900 kg/m3 dan persen padatan sebesar 20% sedangkan presentasi padatan sebesar 97,02% maka pengerukan lumpur dilakukan dengan interval selama 11 hari sekali. Dari hasil pengamatan kondisi topografi pada lapangan relatif datar sehingga air relatif tidak menggenang , kapasitas saluran drainase telah memadai sehingga cukup untuk menampung air
ANALISA MATCH FACTOR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN SIRTU PT. PASIRINDO PERKASA KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR Syarifudin Zuhri; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1012

Abstract

Aspek Geologi, Provinsi Jawa Timur memiliki potensi sumberdaya bahan tambang terkhusus batuan dengan jumlah cadangan yang layak untuk dikembangkan. Diwilayah ini di dominasi oleh kelompok migas dan bahan galian industry. Sehingga peluang seperti ini memang harus benar-benar dimanfaatkan dengan benar dengan melihat target pasar yang mulai membangun pencapaiannya dalam bidang industry pembangunan infrastruktur dan lain-lainnya. Kesempata ini sudah dirambah oleh PT. Pasirindo Perkasa untuk memenuhi target industry pasar dalam sector pasir berkerikil atau lebih dikenal sebagai sirtu. Tentunya dalam suatu perusahaan sudah terdapat garis-garis pencapaian yang disusun sebelum sektor itu terbangun, dalam hal ini permasalahan yang sering dialami yaitu tidak lain adalah tidak tercapainya target-target yang telah tersusun, maka dari itu munculah suatu bidang studi yang berusaha mengoptimalkan suatu pekerjaan itu sendiri. Dengan menganalisa suatu operasional maka akan didapat hasil yang menyebabkan tidak optimalnya suatu target, dan setelah diketahui maka kita dapat menghitung kembali apa yang memang benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan suatu kinerja dalam bidang operasioanl penambangan ini. Analisa match factor maupun pembenahan dalam schedule merupakan tahap dasar yang memang harus diperhatikan matang-matang, sehingga bisa menghasilkan profit yang bagus untuk perusahaan, dan juga bisa sebagai acuan ataupun pedoman dalam produksi selanjutnya.
PENERAPAN metode kLASIFIKASI massa batuan (rmr DAN Q-SLOPE) PADA lereng jalan di DESA GIRIMULYO, KECAMATAN PANGGANG, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, D.I YOGYAKARTA Arga Satria Tama; S Koesnaryo; Ansyarullah Ansyarullah
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2015

Abstract

Penilaian awal kestabilan lereng sangat penting untuk dilakukan, karena berhubungan dengan keamanan dan keselematan manusia terutama untuk lereng jalan serta mempengaruhi efektivitas kerja dalam penambangan. Massa batuan yang umumnya dipotong oleh struktur geologi khususnya bidang diskontinu, perlu untuk diketahui orientasi serta Properties dari bidang diskontinu ((Persistence (kemenerusan), Aperture (pemisahan bukaan), Roughness (kekasaran), Gouge/Filling (isian) dan Weathered (pelapukan)). Klasifikasi massa batuan, merupakan metode yang tepat untuk mewakili karakteristik massa batuan. Klasfikasi yang digunakan untuk penilaian massa batuan pada lereng yaitu klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) dan Q-Slope untuk mengetahui tingkat kestabilan dari lereng berdasarkan kemiringan serta mendapatkan rekomendasi kemiringan.Dari pengamatan di lapangan, diperoleh ketinggian lereng yaitu 15 m dan kemiringan lereng 60°. Pemetaan diskontinu dilakukan dengan menggunakan metode Scanline dengan panjang garis bentangan yaitu 65,20 m, didapatakan data sebanyak 66 data. Berdasarkan penilaian RMR lereng penelitian memiliki nilai bobot sebesar 67 (kuat). Sementara untuk penilaian Q-Slope yang mempertimbangkan stabilitas lereng berdasarkan kemiringan, lereng terbilang aman dengan bobot sebesar 4,2. Q-Slope juga memberikan rekomendasi kemiringan berdasarkan garfik probabilitas Q-Slope yaitu 77,6°, 80°, 82,8°, 86,2°.
ANALISA KESTABILAN LERENG BERDASARKAN PROBABILITAS KELONGSORAN PADA TAMBANG PIROFILIT DI PT GUNUNG BALE, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR Fadel Haritsa Putra Santosa; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1047

Abstract

PT Gunung Bale merupakan perusahan yang bergerak dibidang pertambangan pirofilit dengan menerapkan metode tambang terbuka. Karena adanya kegiatan penambangan tersebut diperlukan analisis kemantapan lereng agar kegiatan penambangan berjalan seefisien mungkin. Pada area pit perlu adanya perencanaan lereng yang aman sesuai dengan nilai probabilitas kelongsoran. Metode yang digunakan dalam menentukan dan menganalisa permasalahan adalah metode kesetimbangan batas yang dibantu dengan metode komputerisasi untuk mentukan pemodelan lereng. Pada hasil analisis rencana lereng overall slope PT. Gunung Bale dengan tinggi jenjang 10 meter, sudut overall slope 230 didapatakan nilai FK 1.287 dan nilai PK 0.000%. Hasil rekomendasi design geometri lereng single slope material HRD dengan tinggi 12 meter, sudut 750 didapatkan nilai FK 1.415. Sedangkan nilai FK single slope materia BXB dengan tinggi 12 meter, sudut 750 sebesar 1.352. Nilai PK single slope untuk materia HRD dengan tinggi 12 meter, sudut 750 sebesar 0.000%. Sedangkan nilai PK single slope untuk materia BXB dengan tinggi 12 meter, sudut 750 sebesar 0.000%. Nilai FK overall slope dengan tinggi jenjang 12 meter, lebar berm 5 meter dan sudut overall slope 280 sebesar 1.027. Nilai PK overall slope dengan tinggi jenjang 12 meter, lebar berm 5 meter dan sudut overall slope 280 sebesar 4.8%. Berdasarkan ambang batas nilai FK dan PK lereng tambang terbuka (SRK,2010) untuk jenis lereng overall slope untuk dampak longsoran medium nilai PK (max) ialah 5-10%.
Supporting docs (Cover, Editorial Board, and Table of Content) Editor SEMITAN
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.819

Abstract

-
PERANCANGAN KAPAL FERRY UNTUK DAERAH PENYEBERANGAN DILI DAN PULAU ATAURO (TIMOR-LESTE) Mercia Pascoela Gacia Guteres; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1082

Abstract

Pulau Atauro merupakan pulau terpisah dari wilayah Timor-Leste, oleh karena itu memerlukan sarana transpostasi laut untuk membawa penumpang,barang, dan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah perancangan kapal Ferry untuk daerah penyeberangan Dili dan Plulau Atauro. Data untuk analisa didapatkan dari hasil survey di yang dilakukan yaitu rata-rata penumpang 341 orang, rata-rata barang 2 ton, rata-rata kendaraan roda dua 5 dan kendaraan roda empat 5. Hasil survey tersebut dijadikan paremeter dalam penetuan utama kapal penyeberangan Dili dan Pulau Atauro. Dalam perancangan kapal ini digunakan metode kapal pembandingan yang merupakan metode perancangan kapal yang mensyaratkan adanya satu kapal pembandingan dengan tipe yang sama dan telah memenuhi kriteria perancangan. Hasil perhitungan menggunakan metode kapal pembanding, makan didapatkan ukuran utama kapal: L = 33.93 m, B = 9.75 m, H = 2.92 m, T = 1.95 m untuk tipe kapal yaitu Kapal Ferry.
ANALISIS MIKROSKOPIS SULFUR DAN FASIES BATUBARA SEAM-X MUARA WAHAU, KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Basuki Rahmad; Ediyanto Ediyanto; Abi Zarkasyi
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1974

Abstract

Lokasi penelitian terletak di sisi barat Sungai Wahau, daerah Muara Wahau, Kalimantan Timur. Formasi pembawa batubara adalah Formasi Wahau, berumur Oligosen-Miosen Awal diendapkan di sistem delta plain. Berdasarkan mikroskopi, komposisi maseral batubara Muara Wahau adalah vitrinite antara 73,4% - 88,0%; liptinite 0,6% - 4,0%; inertinite 6,4% - 34,0%; sclerotinite 5,2% - 23,6% dan mineral matter 2,0% - 8,8% dengan nilai reflektan vitrinite antara 0,44 – 0,45 % (Rr) termasuk peringkat batubara sub-bituminus. Sampel batubara Seam-2 diambil langsung dari inti bor IB-001 dengan metoda ply by ply, sedang analisis laboratorium dilakukan dengan mikroskopis poles batubara guna mengidentifikasi karakteristik sulfur pyrite dalam batubara Seam-2. Hasil analisa mikroskoskopis secara vertikal kandungan sulfur pyrite berbentuk framboidal (koloni) adalah mengalami perubahan yang bervariasi/beragam berkisar 0,2–4,4. Berdasarkan analisis fasies dari maseral batubara, pembentukan sulfur  pyrite framboidal batubara Seam-2 berada pada kondisi pasang-surut (limnik-telmatik/oxic-anoxic) pada hutan rawa basah sebagai sulfur anorganik sedangkan kondisi anoxic sedangkan aktifitas bakteri menghasilkan sulfur organik
ANALISIS PENGARUH FAKTOR KERUSAKAN AKIBAT PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG PADA PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK, DESA SUMBERARUM, KEC. KEREK, KAB. TUBAN, JAWA TIMUR Afdol Firdausyanto; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.999

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN yang bergerak pada industri pertambangan. Material yang ditambang berupa batu gamping dan tanah liat, kemudian batu gamping dan tanah liat tersebut akan diolah menjadi produk semen. Dalam penambangan dilakukan oleh PT. United Tractor Semen Gresik dengan menggunakan metode peledakan dalam pembongkaran batuan. Dari hasil peledakan tersebut akan membuat terganggunya kondisi lereng. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kondisi lereng sebelum dan sesudah peledakan, untuk menganalisis pengaruh peledakan terhadap kestabilan lereng, dan untuk merancang geometri peledakan dan geometri lereng yang sesuai serta mengevaluasi Faktor Keamanan (FK) terhadap kestabilan lereng. Metode yang dipakai yaitu menggunakan metode Hoek Brown untuk menganalisa kestabilan lereng. Kondisi lereng penambangan sebelum dilakukannya peledakan memiliki nilai disturbance factor (D) 0,5 yang artinya kondisi lereng tersebut akan terjadi pergerakan apabila mengalami gangguan yang tinggi. Dan kondisi lereng penambangan setelah dilakukannya peledakan memiliki nilai disturbance factor (D) 0,7 yang artinya kondisi lereng tersebut mengalami kerusakan massa batuan yang kecil dan dapat di control. Berdasarkan Klasifikasi Massa Batuan Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989) atau dikenal sebagai Klasifikasi geomekanika, batuan tersebut termasuk dalam klas III, yang berarti batuan tersebut termasuk berkualitas sedang. Peneliti menganalisis pengaruhnya aktivitas peledakan terhadap kestabilan lereng dengan menggunakan metode Hoek Brown, dan didapatkannya nilai kohesi (C), sudut geser dalam, mb, S, ?, lalu dimasukkannya ke dalam software slide 5.0 untuk mengetahui hasil interpretasi lereng dengan melihat perolehan nilai FK yang didapat.
OPTIMALISASI PIPING 3D MODELING UNTUK MENUNJANG SISI TEKNIS DAN EKONOMIS DESAIN LAYOUT BILGE SYSTEM KAPAL HARBOUR TUG 2X1600 HP Eka Nur Laily; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2006

Abstract

Bilge system merupakan salah satu system yang berfungsi sebagai keselamatan kapal, karena system ini berguna untuk memindahkan fluida apabila terjadi rembesan pada kapal dari dalam kapal menuju ke luar kapal melalui overboard. Maka pipa Bilge system salah satu system perpipaan yang penting dalam kapal. Penempatan atau penginstalan pipa bilge ini sangat penting di dalam kapal, dengan memperhatikan jalur yang dilalui, ruang kosong yang ada di dalam kapal dan dengan memperhatikan keberadaan perpipaan sistem lain serta outfitting yang ada pada kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peletakan pipa bilge system pada kapal Harbour Tug 2X1600HP dengan membuat gambar 3D Modeling menggunakan Software Catia V5 guna mengetahui secara lebih detail sambungan antar pipa, jumlah material pipa dan komponen lain dalam satu sistem tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini di peroleh dari perusahaan yang sedang membangun kapal ini. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci dan statis. Alur dari penelitian kuantitatif sudah direncanakan dari awal dan tidak dapat diubah. Penelitihan dimulai dengan proses pengumpulan data, pembuatan 3D Modeling, gambar produksi, Material Take Off dan total biaya. Dengan menggambar 3D modeling menggunakan Software Catia V5 kita dapat meminimalisir kerjadinya kesalahkan ketika dalam proses pemasangan atau penginstalan pipa di lapangan, kita juga dapat mengetahui material yang dibutuhkan untuk suatu sistem pada kapal yang sedang dibangun, hal ini tentu berdampak pula terhadap material yang akan terbuang, semakin kecil kemungkinan material terbuang. Tentu hal ini juga berdampak terhadap jam kerja orang, semakin sedikit kesalahan yang terjadi di lapangan maka waktu yang dibutuhkan pekerja lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan akan semakin cepat dan mudah.
KAJIAN TEKNIS DIMENSI SUMP DAN KEBUTUHAN POMPA PADA PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PIT 1 PT. SENAMAS ENERGINDO MINERAL KECAMATAN JAWETAN, KABUPATEN BARITO TIMUR, PROPINSI KALIMANTAN TENGAH Grains Silvester Sapan; Yudho Dwi Galih Cahyono; Yazid Fanani
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1037

Abstract

Kegiatan penambangan pada Pit 1 menggunakan sistem tambang terbuka (Open pit). Kondisi sump Pit 1 tidak dalam kondisi maksimal sehingga mengalami over flow, sehingga mengganggu proses produksi penambangan pada Pit 1. Sumber air yang memasuki area penambangan pada Pit 1 adalah air hujan dan air limpasan. Besar debit air maksimal yang memasuki area Pit 1 39.448,8 m3/jam. Air yang masuk ini langsung mengalir menuju sump sehingga sump pit 1 mengalami over flow. Air yang masuk ke area sump ini kemudian di pompa keluar menggunakan pompa Sykes 200 dengan debit pemompaan aktual sebesar 576,95 m3/jam atau 0,160 m3/detik. Headpompa Sykes 200 68,6 meter, waktu pemompaan 20 jam/hari. Air yang di pompa ini kemudian di alirkan menuju Void menggunakan paritan, adapun dimensi paritan aktual yang digunakan untuk mengalirkan air ini, lebar atas 1,8 meter, tinggi 1,2 meter, lebar bawah 1 m. Dengan dimensi aktual ini paritan yang digunakan untuk mengalirkan air mengalami over flow.Upaya yang dilakukan untuk menangani masalah ini adalah dengan membuat sump baru dengan bentuk trapesium dengan dimensi lebar atas 30 meter, panjang sisi atas 200 meter, tinggi 7,5 meter, panjang sisi bawah 180 meter, lebar sisi bawah 25 meter. Dengan dimensi yang akan dibuat sump ini mampu menampung debit air sebesar 26.326,22 m3 sedangkan debit air yang harus ditampung sump setelah pemompaan 25.336,8 m3. Sedangkan untuk paritan akan dibuat juga dimensi yang baru, dimana dimensi yang akan dibuat lebar atas 2,5 meter, tinggi 1,8 meter, lebar bawah 0,40 meter.