cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
OPTIMASI PRODUKSI BELT CONVEYOR UNTUK PENGANGKUTAN BIJIH EMAS DI PT. BUMISUKSESINDO SITE TUJUH BUKIT, KECAMATAN PESANGGARAN, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Lakon Utamakno; Fairus Atika Redanto Putri; Budiarto Budiarto; I Kadek Putra Juliawan
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.820

Abstract

PT. Bumi Suksesindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan emas yang berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. PT. Bumi Suksesindo mengoperasikan Ore Processing Plant ( OPP ) untuk pengolahan bijih ore dari mulut pit dengan 2 tahap yaitu crushing dan aglomerasi. PT. Bumi Suksesindo menggunakan belt conveyor untuk mengangkut bijih ore yang telah melalui tahap crushing, aglomerasi dan load out ke truk untuk diangkut menuju Heap Leach Operation ( HLO ). Sasaran produksi belt conveyor yang ditetapkan pada bulan Mei sebesar 139.500 ton atau 4500 ton/hari. Berdasarkan pengamatan dan perhitungan dilapangan terhadap weighter diketahui produksi nyata rata-rata belt conveyor pada bulan Mei hanya 104.267 ton atau 3.363 ton/hari. Maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Menentukan produktivitas nyata dan teoritis dari belt conveyor pada OPP ; 2) Menganalisis efisiensi waktu kerja dari belt conveyor pada OPP ; 3) Menganalisis hambatan yang terjadi terhadap belt conveyor pada OPP ; 4) Merencanakan optimasi produksi dari belt conveyor pada OPP. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif kuantitatif dengan teknik terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kapasitas teoritis dan aktual pada belt conveyor 6, belt conveyor 7 dan belt feeder 2 diketahui bahwa efektivitas penggunaan pada CV 6 : 43,73 %, CV 7 : 43,73 % dan FDR 2 : 35,6 % sehingga dapat dilakukan penambahan laju umpan untuk dapat tercapainya sasaran produksi ; 2) Waktu kerja efektif per hari 335,65 menit/hari dari waktu kerja tersedia 480 menit/hari ; 3) Adanya waktu kerja terbuang sebesar 2,4 jam/hari yang disebabkan oleh adanya hambatan operation dan maintenance ; 4) Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan 2 alternatif yaitu meningkatkan laju pengumpan sebesar 203,6 ton/jam atau menambah waktu kerja sebesar 128,7 menit/hari sehingga sasaran produksi 4500 ton/hari dapat tercapai.  Bumi Suksesindo Ltd is one of companies in gold mining, located at Sumberagung Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency, East Java Province. This company operates Ore Processing Plant (OPP) to process ore from pit mouth through 2 phases namely crushing and agglomeration. It uses belt conveyor to haul ore which has passed the phases of crushing, agglomeration, and load out to truck which then transported to Heap Leach Operation (HLO). The production target of belt conveyor stated in May was by 139,500 tons or 4500 tons/day. Based on the observation and calculation toward weighter at field, the actual production of belt conveyor in May was averagely only 104,267 tons or 3,363 tons/day. Therefore, this research aimed at: 1) determining the actual and theoretical productivities of belt conveyor on OPP; 2) analyzing work time efficiency of belt conveyor on OPP; 3) analyzing obstacles of belt conveyor on OPP; 4) planning production optimization of belt conveyor on OPP. Qualitative-quantitative descriptive method using applied technique was employed in this research. The result of research demonstrated that: 1) the observation on theoretical and actual capacities of belt conveyor 6, feeder 1, and feeder 2 obtained the usage effectiveness of CV 6 : 43.73 %, CV 7 : 43.73 %, and FDR 2 : 35.6 %, therefore, additional feed rate can be carried out to achieve production target; 2) daily effective work time was 335.65 minutes/day of the available work time 480 minutes/day; 3) wasted wok time was 2.4 hour/day due to operation and maintenance obstacles; 4) production can be improved by 2 alternatives i.e. improving the feed rate by 203.6 tons/hour or giving additional work time by 128.7 minutes/day so as to reach production target by 4500 tons/day.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GALANGAN KAPAL KAYU DI KAWASAN KABUPATEN SUMENEP KECAMATAN KALIANGET DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS Ilham Prastyo1; Minto Basuki2; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1083

Abstract

Sumenep merupakan kota pesisir di ujung pulau madura sebagian besar mata pencaharian masyarakat sumenep adalah sebagai nelayan. Untuk menunjang pekerjaan mereka sebagai nelayan, kapal kayu dan kapal layar motor sangat berperan besar agar roda perekonomian para nelayan tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Namun banyaknya jumlah kapal kayu dan kapal layar motor di Kabupaten Sumenep tidak diimbangi dengan kapasitas penunjang galangan kapal baru dan reparasi. Oleh karena itu perencanaan pembangunan galangan kapal kayu dan reparasi sangat di butuhkan untuk menunjang kebutuhan nelayan di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari potensi pasar untuk galangan kapal kayu, dan juga merencanakan pembangunan galangan kapal kayu di tinjau dari aspek teknis dan ekonomis di Kabupaten Sumenep. Metode yang di gunakan untuk mencari potensi pasar adalah menggunakan pengamatan langsung. Untuk merencanakan aspek teknis menggunakan metode expert judgemen dan untuk analisa ekonomis menggunakan metode analisa kelayakan investasi. Hasil yang didapat potensi pasar untuk galangan kapal kayu sebesar 56 pertahun, untuk perencanaan lahan membutuhkan 6250 m2 dengan ukuran slipway 1 buah ukuran 75 x 5m dan total investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp11.322.340.000. galangan kapal kayu akan mencapai titik impas (Break Event Point) pada tahun ke-10.
TATANAN TEKTONIK BERDASARKAN POLA GEOKIMIA STUDI KASUS PADA GUNUNG KROMONG, CIREBON, JAWA BARAT Imam Fikri Hadiyanto; Huzaely Latief Sunan; Fikri Mahendra Malik; Dhofaeri Wildan; Elvina Oktaviani; Luh Ayu Gita P.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1975

Abstract

Pulau Jawa berada pada zona subduksi lempeng Indo-Australia dengan Eurasia. Aktivitas subduksi tersebut menghasilkan jajaran gunungapi (Vulcanic Arc), baik gunungapi aktif maupun gunungapi yang tidak aktif (gunungapi purba). Keberadaan gunungapi purba dapat menjadi salah satu petunjuk akan tatanan geotektonik yang terjadi pada masa lalu. Objek penelitian adalah Gunungapi Purba Kromong yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tatanan tektonik Gunungapi Purba Kromong berdasarkan pola geokimia batuan. Metode yang digunakan yaitu analisis petrografi untuk mengetahui komposisi batuan dan menentukan jenis litologi serta analisis geokimia batuan menggunakan metode XRF (X-Ray Flourescence) untuk menentukan tipe magma dan tatanan tektoniknya. Hasil analisis data geokimia batuan yang berdasarkan pada diagram ternary AFM (Alkali, Fe, dan Mg Oxides) menunjukan jenis magma Calc-Alcaline dan dari diagram geotektonik menunjukkan tatanan tektonik Island Arc. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tatanan tektonik Gunungapi Purba Kromong termasuk ke dalam Island Arc hasil dari subduksi lempeng samudra dengan samudra.
MODEL IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH MENGENAI BALLAST WATER MANAGEMENT DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Nuris Samsi Aningtyas; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1000

Abstract

Dampak dari pembuangan air ballas yang sangat berbahaya yaitu berkembangnya spesies asing (spesies invasive) di laut, menurut IMO, hal dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahanminyak. Sejak tahun 2004, International Maritime Organization (IMO) telah mengadopsi konvensi Ballast Water Management untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari suatu daerah ke daerah lain. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model implementasi peraturan yang sudah ada di Pemerintahan Indonesia mengenai pengolahan air balas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan kesiapan sumber daya manusia yang ada di pelabuhan dan di kapal. Untuk mengetahui peraturan yang sudah diterapkan di pelabuhan maka dilakukan survey secara langsung dan untuk mengetahui kesiapan SDM yang ada di kapal maka dilakukan survey melalui google form yang telah dibuat oleh penulis, lalu dilakukan analisa mengenai respon/jawaban dari para SDM. Dengan keluarnya Perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management. Untuk kesiapan SDM yang ada di kapal banyak yang sudah mengetahui peraturan nasional dan internasional mengenai Ballast Water Management hanya saja tidak menyeluruh. Perlunya penyiapan SDM pengelola dalam antisipasi penerapan aturan internasional dan nasional tersebut.
RATIO BAHAN BAKAR HD 465-7 BERDASAR KEMIRINGAN JALAN MENGGUNAKAN ANALISIS MULTIVARIAT PADA PIT X PT. ABC Fairus Atika Redanto Putri
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2007

Abstract

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi fuel consumption. Beberapa diantaranya yaitu kemiringan jalan angkut, jarak tempuh, kecepatan, dan RPM alat angkut. Dari beberapa faktor tersebut, yang paling berpengaruh terhadap fuel consumption adalah kemiringan jalan angkut dan perlu dilakukan analisis multivariate untuk megetahui seberapa besar pengaruhnya. Metode ini memanfaatkan persamaan regresi linier sederhana dan berganda yang bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dan mengukur intensitas hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Pada alat angkut HD 465-7, kemiringan jalan mempunyai pengaruh sebesar 95% dengan fuel consumption untuk kenaikan kemiringan jalan per 1% sebesar 4,20 liter/jam. Fuel consumption yang dihabiskan oleh HD 465-7 yaitu sebesar 19.028 liter dalam kurun waktu satu bulan.
KAJIAN TEKNIS ALAT BOR UNTUK PEMBUATAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG BATU GAMPING DI PT. PERTAMA MINA SUTRA PERKASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR Adi Paulus Wakim; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1038

Abstract

PT. Pertama Mina Sutra Perkasa merupakan perusahaan penambangan swasta nasional yang mempunyai wewenang dalam memanfaatkan gunung batu kapur di daerah Puger, Jember, Jawa Timur. Pemboran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan supaya aktifitas peledakan bisa berjalan semestinya dimana pemboran merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan suatu aktifitas peledakan. Berdasarkan analisa di lokasi pemboran pada penelitian saat ini, alat bor Hydraulic Crawler Drill (HCD) Junjin JD 800 lebih efisien dalam segi efisiensi waktu dan produktifitas alat bor. Alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih cepat 0,05 menit dengan cycle time sebesar 0,69 menit daripada alat bor Furukawa dengan cycle time sebesar 0,74 menit. Secara produktifitas, alat bor Junjin JD-800 (HCD) dapat menghasilkan 87 lubang per hari yakni 7 lubang per hari lebih banyak dibandingkan alat bor Furukawa hanya sebanyak 80 lubang per hari. Dapat disimpulkan, alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih menguntungkan untuk digunakan pada lokasi penelitian. Sehingga direkomendasikan untuk aktifitas pemboran selanjutnya dapat menggunangkan alat bor Junjin JD800 (HCD) agar lebih efisiensi waktu dan produktif.
PERANCANGAN SARANA TRANSPORTASI UNTUK ANGKUTAN SUNGAI DI WILAYAH KABUPATEN MIMIKA PAPUA M. Afriza Krisna Danas; Pramudya I. S. Pramudya I. S.
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1073

Abstract

Kabupaten Mimika merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Kabupaten yang mulai berkembang, namun seperti wilayah-wilayah lain di daerah Timur Indonesia pembangunan belum merata sehingga menyebabkan kesenjangan antara perkotaan dan daerah pedalaman sangat terasa. Sarana dan prasarana transportasi menjadi salah satu permasalahan. Jalur darat yang kurang memadai menyebabkan arus distribusi barang terganggu. Jalur air menjadi salah satu pilihan utama. Namun jumlah transportasi air sangat terbatas sehingga harga kebutuhan pokok mengalami ketimpangan di daerah perkotaan dan daerah pedalaman. Kabupaten Mimika memiliki banyak sungai yang berpotensi untuk dijadikan sarana transportasi untuk menghubungkan distrik satu dengan distrik lain dan mencapai daerah pedalaman. Perlu untuk dibuat sebuah desain kapal yang mampu dioperasikan ke daerah pedalaman dengan semua kondisi perairan dan sarana penunjang yang ada. Pada penelitian ini akan dibahas proses desain kapal untuk sarana transportasi sungai di wilayah Kabupaten Mimika yang paling optimum sesuai dengan kondisi perairan, fasilitas pendukung dan potensi muatan yang diangkut. Proses desain kapal menggunakan metode Parent Ship Design Approach dan diperoleh desain kapal katamaran dengan ukuran utama yakni LWL= 13,6 m, B= 6 m, H= 1,8 m dan T= 1 m. Memenuhi aspek teknis sesuai persyaratan IMO, LSA Code, SOLAS, Biro Klasifikasi Indonesia dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.
113 PERHITUNGAN SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN METODE AREA OF INFLUENCE DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTING PADA PT TANJUNG PUTIA KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH Arga Satria Tama; Nurkhamim Nurkhamim; Rafuddin Rafuddin
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.843

Abstract

Nikel laterite merupakan salah satu bahan tambang yang bernilai ekonomis. Olehnya itu penemuan sumbersumber baru nikel laterit sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri. Salah satu cara untuk menyelidiki endapan nikel laterite, diperlukan suatu metode estimasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumberdaya nikel laterit yang terdapat pada blok X dengan menggunakan metode Area of influence dan Inverse distance weighting serta mengetahui perbedaan hasil estimasi dengan kedua metode tersebut.  Hasil perhitungan sumberdaya nikel dengan metode Area of influence diperoleh 1.357.817 ton dan dengan metode Inverse distance weighting (IDW) 1.322.750 ton, dengan selisih dari kedua metode tersebut sebesar 35.067 ton atau persentasi selisih sebesar 2 %.  Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan hasil estimasi sumberdaya dari kedua metode adalah jumlah titik yang berpengaruh dalam suatu blok. Perhitungan dengan metode Inverse distance weighting (IDW) dihitung berdasarkan titik data terdekat dengan titik yang ditaksir akan memberikan bobot lebih besar daripada titik data yang lebih jauh. Metode ini didasarkan pada estimasi titik dan tidak bergantung pada ukuran blok dan hanya memperhatikan jarak. Sedangkan pada perhitungan metode Area of influence tidak begitu memperhatikan struktur spasial dan data-data dari titik bor disekitarnya. Metode Area of influence ini juga kurang tepat digunakan pada endapan yang bervariasi, seperti endapan yang terdapat pada daerah penelitian. Dari hasil penelitian dengan menggunakan kedua metode, yang cocok digunakan perusahaan dalam mengestimasi sumberdaya adalah metode Inverse distance weighting (IDW)
POTENSI PENYERAPAN LOGAM BERAT PADA TANAH TERKONTAMINASI OLEH TANAMAN AKAR WANGI (VETIVERIA ZIZANIOIDES) Shahensah Anand Angggian R.; Rika Imawati; Tedy Agung Cahyadi
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1965

Abstract

Kontaminan logam berat di tanah merupakan salah satu masalah lingkungan utama, yang menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia dan ekosistem. Industri pertambangan berkontribusi sangat besar terhadap logam berat yang mencemari tanah, sehingga perlu pengelolaan lingkungan untuk meremediasi tanah terkontaminasi. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis penyerapan logam berat pada akar dan tajuk tanaman akar wangi, mengetahui kelebihan tanaman akar wangi, dan mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi penyerapan logam berat dalam fitoremediasi. Metode penelitian ini dengan melakukan komparasi pada beberapa literatur. Sebagian besar logam terakumulasi lebih besar di akar dibandingkan dengan tajuk tanaman. Teknologi fitoremediasi oleh tanaman akar wangi memiliki kelebihan tergantung dengan perlakuan yang diterapkan. Faktor yang mempengaruhi penyerapan logam berat pada tanaman seperti faktor internal (sifat tumbuhan, karakteristik tanah terkontaminasi, jenis media tambahan) dan faktor eksternal (suhu, kelembaban, dan serangan serangga).
MODEL PENGOLAHAN AIR BALLAST KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN TELUK LAMONG BERBASIS RISIKO Ikhwan Abdillah; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.991

Abstract

Air ballast digunakan sebagai pemberat dan penyeimbang kapal saat berlayar, namun air ballast akan menimbulkan masalah yang serius ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainnya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Maka dari itu sekretaris jenderal IMO (International Maritime Organization) menyatakan bahwa semua kapal harus menerapkan rencana air ballast dan manajemen sedimen, dan semua kapal harus mempunyai buku catatan air ballas yang nantinya akan diminta untuk melakukan prosedur pengelolaan air ballast yang sudah ditetapkan oleh IMO. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model pengolahan yang sudah ada di pelabuhan teluk lamong, kesiapan sumber daya manusia yang ada dipelabuhan dan model pengolahan air balas dipelabuhan, untuk mengetahui kondisi dan peraturan air balas yang sudah diterapkan dipelabuhan teluk lamong maka dilakukan survey secara langsung, kemudian setelah dilakukanya proses wawancara dilakukan analisa mengenai jawaban dari para SDM. Maka dengan keluarnya perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak pelabuhan teluk lamong segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management metode D-2 bagi kapal kapal berbendera indonesia yang melakukan pelayaran internasional.