cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
KAJIAN TEKNIS PEMASANGAN CABLE BOLT PADA TAMBANG BAWAH TANAH DI LEVEL CRUSHER (2730 L) AREA 602 TAIL CHAMBER 2nd PASS, 602 MAGNET CHAMBER 2nd PASS, 602 CONVEYOR DAN 602 TRANSFORMER, GRASBERG BLOCK CAVE PT. FREEPORT INDONESIA, DISTRIK TEMBAGAPURA, KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA Beny Jeckson Kemong; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1022

Abstract

PT. Freeport Indonesia (PTFI) sebagai anak perusahaan Freeport McMoran mulai beroperasi di Indonesia pada tanggal 7 April 1967. PT. Freeport Indonesia terletak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) terletak dibawah tambang terbuka grasberg (Grasberg Open Pit). Perkuatan dan penyanggaan bawah tanah (ground support) merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan selama proses development. Tujuan dari perkuatan ialah untuk memperkuat ikatan antar massa batuan yang terganggu akibat aktivitas pembuatan lubang bukaan. Material ground support pada area development yang digunakan sering tidak sesuai dengan rekomendasi penyanggaan yang diberikan. Material yang digunakan secara aktual di lapangan sering mengalami penambahan dan bahkan pengurangan jumlah material yang dipengaruhi oleh faktor tertentu. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan kajian aktual terhadap operasional penggunaan material secondary support.
KAJIAN HIDROLOGI UNTUK EVALUASI SUMP DAN SISTEM PEMOMPAN DI PT.BHUMI RANTAU ENERGI KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN Reky Sasauw; Yazid Fanani
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2067

Abstract

Sump atau kolam penampungan berfungsi sebagai tempat penampungan air sementara sebelum di pompa keluar area penambangan. Apakah volume sump aktual saat ini mampu menampung volume air yang masuk1. Besar curah hujan rencana berdasarkan periode ulang hujan selama 10 tahun adalah 177,24 mm/hari dengan durasi hujan selama 2,398 jam/hari. Sehingga besarnya intensitas curah hujan yang dihitung dengan persamaan mononobe adalah 37,03 mm/jam. Total debit air yang masuk ke lokasi penambangan sebesar 79.261,80 m3/hari yang berasal dari debit air limpasan sebesar 18.140,76 m3/hari dan ditambah dengan debit air hujan sebesar 61.121,05 m3/haridilakukan pengoptimalan debit air yang dipompa menjadi 650 m3/jam dan menaikkan durasi pemompaan menjadi 21 jam. Sehingga debit air yang mampu dipompa sebesar 13.650 m3/hari.
ANALISIS PENGARUH POROSITAS TERHADAP UJI KUAT TEKAN UNIKASIAL PADA BATU GAMPING Kevin Dave Ariyanto; Serin Rabin; Dewy Belavista Saleky; Aloysius Titirloloby; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1058

Abstract

Uji sifat fisik batuan adalah pengujian pada batuan untuk diketahui sifat fisik (bobot isi, berat jenis, kadar air, derajat kejenuhan, porositas dan angka pori) dari batuan tersebut. Uji kuat tekan uniaksial ialah bagaimana batuan tersebut bisa bertahan dalam sifat elastisitasnya sebelum runtuh. Dimana UCS dilakukan menggunakan alat uji tekan contoh batuan dari satu arah (uniaxial). Kuat Tekan Uniaksial dan sifat fisik merupakan parameter yang menentukan dalam hal rekayasa mekanika batuan salah satunya dalam proyek pertambangan. Kuat tekan uniaksial pada batuan berpengaruh terhadap nilai porositas suatu batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai porositas dan pengaruhnya terhadap nilai kuat tekan batuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dilakukan dengan melakukan perhitungan pada uji kuat tekan uniaksial untuk mendapat nilai kuat tekannya dan uji fisik sehingga didapat nilai porositas. Pengujian sifat fisik dan kuat tekan uniaksial dilakukan terhadap masing-masing contoh batuan batu gamping sebanyak lima contoh batuan dengan ukuran L = 2D. Selanjutnya dianalisis hubungan antara nilai porositas dengan hasil uji kuat tekan uniaksialnya. Hasil pengujian menunjukkan nilai porositas 6.30% (Sampel 1), 8.55% (Sampel 2), 8.20% (Sampel 3), 10.79% (Sampel 4), 11.37% (Sampel 5) dan nilai kuat tekan batuan 8.24 MPa (Sampel 1), 8.23 MPa (Sampel 2), 7.94 MPa (Sampel 3), 5.87 MPa (Sampel 4), 8.37 MPa (Sampel 5). Sehingga data yang didapatkan dari uji lab dapat diketahui bahwa rata–rata nilai porositas yang didapatkan yaitu 9.09 % dan nilai kuat tekannya yaitu 7.73 MPa.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DAN REKOMENDASI LERENG FINAL DI BLOK TUBAN PENAMBANGAN BATUGAMPING BAGIAN UTARA PT.SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk Romano Aulia Rahman; Jusfarida Jusfarida
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.829

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, Pabrik Tuban yang terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, merupakan industri semen yang memiliki tambang batugamping sebagai salah satu bahan utama dari semen. Kestabilan lereng sangat penting dalam keselamatan kegiatan pertambangan, sehingga perlu dilakukan kajian dengan tujuan untuk menentukan desain geometri lereng dengan mempertimbangkan faktor keamanan, memperkirakan longsoran yang akan terjadi, dan penanggulangan dari resiko yang mungkin akan terjadi. Penelitian ini menggunakan Metode Pembobotan Rock Mass Rating (RMR), kemudian dilakukan perhitungan nilai Geological Strength Index (GSI) dan Slope Mass Rating (SMR). Sedangkan analisis kestabilan lereng menggunakan bantuan software Slide V6.0 dengan parameter masukan Mohr-Coulumb antara lain nilai kohesi, sudut geser dalam, bobot isi batuan dan kondisi air, kemudian bantuan software Dips 6.0 untuk mengetahui analisis jenis longsoran berdasarkan data diskontinuitas. Pada lokasi penelitian, dilakukan pengukuran pada 10 blok (lereng tambang) yang terbagi menjadi 18 lokasi scanline (SL), yang selanjutnya dilakukan analisis laboratorium dengan 4 parameter yaitu; kuat tekan batuan, sifat fisik batuan, kohesi dan sudut geser dalam. Berdasarkan pengolahan data parameter di atas maka diperoleh hasil sebagai berikut; rata-rata potensi kelongsoran yang terjadi berjenis longsoran baji, rata-rata nilai faktor keamanan adalah 5,15 (aman), dan rekomendasi kestabilan lereng adalah melakukan pengecekan lapangan secara periodik untuk mengetahui apakah ada bidang diskontinuitas baru, memantau kadar air tanah secara periodik di sekitar lereng, melakukan pengujian kembali sifat fisik dan mekanik batuan pada setiap lereng daerah penelitian, sehingga hasil analisis kestabilan lereng akan lebih maksimal.  Semen Indonesia Pte Ltd, Tuban Factory, is located in Sumberarum Village, Kerek District, Tuban Regency, East Java. It is a cement industry which has limestone mining as one of the main materials for cement. Basically, slope stability is very vital for the safety of mining activity. Therefore, a study intended for determining the geometric design of slope is necessary by considering the safety factor, estimating the possible slide, and preventing the possible risks. The researcher employed a weighting method of Rock Mass Rating (RMR) and then calculated the values of Geological Strength Index (GSI) and Slope Mass Rating (SMR). In terms of slope stability analysis, software Slide V6.0 was used through input parameters of Mohr-Coulumb such as cohesion value, internal shear angle, stone content weighting, and water condition. After that, software Dips 6.0 was applied for investigating the slide type based on the data of discontinuity. At the research site, the researcher measured 10 blocks (mining slope) which were divided into 18 locations of Scan Line (SL). Next, laboratory analysis was carried out using 4 parameters i.e. stone compressive strength, stone physical property, cohesion, and internal shear angle. The results of processing data on those parameters were as follows: the average potential slide was wedge failure type and the average safety factor was 5.15 (safe). Accordingly, recommendations for getting maximum results of slope stability are periodic field checking for recognizing new discontinuity field, periodic monitoring on the soil water content around the slope, as well as re-testing the physical and mechanical properties of stone at every slope in the research site.
STRUKTUR GEOLOGI AREA BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA TUMENGGAL, KECAMATAN PENGADEGAN-PURBALINGGA Asmoro Widagdo; Sachrul Iswahyudi; Anjar Tri Laksono
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1959

Abstract

The Ligung Formation which is predominantly composed of claystone and the Kalibiuk Formation which is composed of volcanic breccias, both of which landslide simultaneously on the hillsides in the Tumenggal area, Pengadegan District, Purbalingga-Central Java. How the influence of the geological structure that has worked to compose the geological order of this area, which has an effect on the occurrence of the landslide, is the study that is revealed in this paper. Field observations of landslide locations were carried out by determining the position of the landslide, determining the type of bedrock, measuring the direction of the slope, measuring the dipping of rock layers and describing the distribution of landslides in the study area. The geological structures found in the study area are rock layers of the Ligung and Kalibiuk Formation and rock fractures/joints. Little dipping structure of the bed was observed in the field while intensive jointing was found in claystone. This structure has accelerated the weathering of claystone to form a thick soil. Andesite breccia found at the bottom of the slope has undergone intensive weathering. Rocks in the study area have a slope to the south and landslides to the north or towards the fore-slope, this is formed due to thick soil and intensive fractures/joints in the bedrock.
REKAMAN STASIUN GPS SEBAGAI PENDETEKSI PERGERAKAN TEKTONIK, STUDI KASUS: BENCANA TSUNAMI ACEH 26 DESEMBER 2004 Fajar Rizki Widiatmoko; Akhmad Zamroni; Muhammad Abdurrozak Siamashari; Afifah Nurul Maulina
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.856

Abstract

Geographic Position System (GPS) is an electronic instrument that is used to determine the position of coordinates, with the help of the triangulation of satellite signals it can be accurately determined the coordinates of the position. An embedded GPS station is built to track changes in station positions over a period of time. Changes in position over a period of time are calculated using the GPS kinematic method and summed up simply using the GPS velocity method. International GNSS Service (IGS) is a global GPS data provider service with time-per-second densities and millimeter accuracy. During the Aceh tsunami tragedy 26 December 2004 00.58'.53 "UTC there were 3 GPS stations, each located on a different tectonic plate, the JOGJ station located in Yogyakarta representing the Micro-Sunda plate, the ISSC station located in India representing the Indian plate, and the DGAR station located in the Maldives represents the Eurasian plate as a stable site. The results of data analysis showed that there were 4 phases of tectonic movements during the Aceh tsunami tragedy, anomalous movement phases, pressuring phases, release phases, and stabilization phases. The tectonism study using the GPS station data approach can be used as a parameter to detect plate movement data, especially a great hope for the development of earthquake detection studies.   Keywords: GNSS, GPS Kinematic, GPS Velocity, Plate movement, Tsunami trigger Geographic Position System (GPS) adalah suatu intrumen elektronik yang digunakan untuk mengetahui posisi kordinat, dengan bantuan triangulasi sinyal satelit maka dapat ditentukan posisi kordinat secara akurat. Stasiun GPS tertanam dibangun untuk mengetahui perubahan posisi stasiun dalam kurun waktu tertentu. Perubahan posisi dalam kurun waktu tertentu dihitung menggunakan metode GPS kinematic dan disimpulkan secara sederhana menggunakan metode GPS velocity. International GNSS Service (IGS) adalah layanan penyedia data GPS seluruh dunia dengan kerapatan waktu per-detik dan akurasi dalam milimeter. Pada tragedi bencana tsunami Aceh 26 Desember 2004 00.58’.53” UTC terdapat 3 stasiun GPS yang masing-masing berlokasi pada lempeng tektonik yang berbeda, stasiun JOGJ berlokasi di Yogyakarta mewakili lempeng Micro-Sunda, stasiun ISSC berlokasi di India mewakili lempeng Hindia - Australia, dan stasiun DGAR berlokasi di Maldives mewakili lempeng Eurasia sebagai stable site. Hasil analisa data menunjukan terdapat 4 fase gerakan tektonik selama tragedi tsunami Aceh, fase gerakan anomali, fase penekanan, fase pelepasan dari tekanan, dan fase penstabilan. Studi tektonisme menggunakan pendekatan data stasiun GPS bisa dijadikan parameter data pendeteksi pergerakan lempeng, terutama sebuah harapan besar pengembangan studi pendeteksi gempa bumi.Kata kunci: GNSS, GPS Kinematik, GPS Velocity, Pergerakan lempeng, Pemicu Tsunami
STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA DAERAH RAJA AMPAT Erifive Pranatal; Bobby Ramadhan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1984

Abstract

Raja Ampat merupakan tempat wisata terbaik yang menjadi destinasi utama para wisatawan asing dan local dengan dihuni oleh beratus spesies makhluk bawah lautnya. Untuk memenuhi kebutuhan wisata, dirancang kapal wisata yang ditujukan bagi wisatawan asing maupun wisata lokal. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan dimana teori yang digunakan adalah The Geosim Procedure untuk menentukan ukuran utama. Ukuran utama kapal baru dijadikan dasar dalam merencanakan kapal. Tahapan dalam merencakan kapal ini antara lain: menentukan rencana garis, menghitung stabilitas kapal, dan menghitung hambatan kapal. Dari hasil perhitungan diperoleh panjang kapal L = 45,04 m, lebar kapal B = 9,15 m, sarat kapal= 3,91 m, Displacement kapal = 578,08 ton. Pada kondisi full displacement kapal memenuhi kriteria stabiliats berdasarkan IMO. Sedangkan pada perhitungan tahanan kapal: pada kecepatan servis 12 knots kapal menghasilkan tahanan kapal sebesar 51, 2 kN. Jika efisiensi propulsi 0,55 maka power yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan 12 knots adalah 574 kW.
RANCANGAN PIT PENAMBANGAN BATUBARA PADA PIT X PT. PROLINDO CIPTA NUSANTARA, SITE SIE LOBAN, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eka Nurohman Hadi Prasetyono; Esthi Kusdarini; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1013

Abstract

PT. Prolindo Cipta Nusantara adalah perusahaan yang bergerak pada bidang Batubara. Perusahaan ini berada di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Luas area izin usaha pertambangan PT. Prolindo Cipta Nusantara sebesar 405 Ha yang berdiri diatas bekas perkebunan kelapa sawit. Untuk memulai suatu kegiatan penambangan dibutuhkan perencanaan tambang yang matang agar dapat memperoleh nilai tambang yang ekonomis. Salah satu perencanaan yang penting dilakukan ialah merancangsebuah pit penambangan dimana proses ini ialah merancang sebuah kontruksi pit dari data lubang bor, merancang geometri lereng yang aman dan memperoleh suatu cadangan batubara yang ekonomis Tujuan penelitian ialah merancang pit tambang untuk mendapatkan taksiran cadangan dan area bukaan tambang berbentuk tiga dimensi sebagai gambaran awal dimulainya penambangan. Metode pengolahan data dilakukan secara komputasi, dengan bantuan software microsoft excel, minescape dan, slide. Hasil Rancangan pit X pada PT. Prolindo cipta nusantara yang memiliki luas sebesar 108,5 Ha Rancangan pit dibentuk dengan mengacu pada faktor keamanan lereng menghasilkan cadangan batubara sebesar 14.527.433 m3 atau 18.885.663 Tondengan mengupas overburden sebesar 51.252.292 m3. SR (Striping Ratio) yang didapat adalah 2,7 : 1 yang berarti rencana kegiatan penambangan ekonomis untuk dilakukan.
ESTIMASI SUMBERDAYA ANDESIT MENGGUNAKAN PENDUGAAN GEOFISIKA DENGAN METODE TAHANAN JENIS SCHLUMBERGER DI DAERAH TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Kasih Septiani; Ezza Ray Raditya Prasetyo; Siska Apriliani; Septyo Uji Pratomo
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk endapan, jenis, dan korelasi batuan di bawah permukaan, serta memperkirakan estimasi sumberdaya andesit berdasarkan 38 titik akuisisi data menggunakan pendugaan geofisika dengan metode tahanan jenis Schlumberger pada area seluas 1x1,5 km2 di daerah Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini didukung oleh hasil pemetaan geologi semi detail berskala 1:5.000  yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Hasil pengolahan data menunjukkan tahanan jenis andesit: 61,11–606,14 ohm-m; breksi: 40,89-58,91 ohm-m; batulempung: 0,87-20,80 ohm-m; dan batupasir: 21,13-39,97 ohm-m. Ketebalan batuan andesit berkisar antara 6—80 meter pada titik akuisisi data S3, S6—S11, S13—S19, S21—S26 dan S28—S30. Interpretasi hasil korelasi dari 38 titik akuisisi data menunjukkan bahwa satuan andesit menerobos satuan batulempung membentuk sill. Batas kontak antarsatuan dibatasi oleh sesar-sesar naik di bagian utara dan selatan yang memanjang dari barat ke timur yang diikuti oleh sesar-sesar normal berarah utara-selatan sebagai sesar penyerta. Estimasi sumberdaya berdasarkan pemodelan 3-dimensi dengan peranti lunak Surpac diperoleh volume sumberdaya andesit sebanyak 4.698.358 m³.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT TAMBANG PASIR Fairus Atika Redanto Putri
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1048

Abstract

Perusahaan adalah salah satu tambang pasir yang berada di Kabupaten Lumajang, yg beralokasi di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro dengan luasan 8,58 Ha. Sistem penambangan yang di gunakan oleh perusahaan ialah sistem tambang terbuka. Perusahaan telah menentukan target produksi sebesar 7.500 m3 /bulan. Proses pemuatan material menggunakan alat muat yaitu Excavator Changlin ZG3210-9, sedangkan untuk proses pengangkutan material menggunakan alat angkut yaitu Dumptruck Hino Dutro 130 HD. Berdasarkan dari hasil penelitian produktivitas alat muat Changlin ZG3210-9 telah memproduksi sebesar 101,773 bcm/jam, sehingga produktivitas alat muat sudah mencapai target produksi yaitu sebesar 16.556,33 bcm/bulan. Untuk produktivitas alat angkut Hino Dutro 130 HD dengan alat muat Changlin ZG3210-9 telah memproduksi sebesar 7.346,612 bcm/jam, sehingga produktivitas alat angkut belum mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan yaitu kurang 153,388 bcm/bulan. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan, didapatkan faktor – faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi ialah permasalahan pada waktu perjalanan bermuatan (hauling) dan waktu penumpahan material (dumping). Untuk mencapai target produksi tersebut dilakukan upaya – upaya yang dapat mengoptimalkan taget produksi antara lain yaitu pengoptimalan waktu edar, yang khususnya pada waktu hauling dan waktu dumping. Setelah dilakukannya pengoptimalan diperoleh hasil produktivitas alat angkut dengan alat muat yang optimal sebesar 3,386 bcm/jam, sehingga setelah pengoptimalan produktivitas telah mencapai target produksi yaitu sebesar 7.572,344 m3 /bulan.