cover
Contact Name
Afidhatul Masruroh
Contact Email
jrp@unisma.ac.id
Phone
+6281216108530
Journal Mail Official
afidhatul.m@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
ISSN : 27237451     EISSN : 27237443     DOI : 10.33474
Core Subject : Science, Social,
REKASATWA Jurnal Ilmiah Peternakan adalah jurnal ilmiah bidang peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian terapan dan hasil pemikiran konseptual dalam ilmu dan pengetahuan peternakan. Fokus dan bidang dalam jurnal ini adalah 1) aspek Bioreproduksi, 2)Bioteknologi Pakan, 3) Produksi Ternak, 4) Nutrisi Pakan, 5) Kesehatan Ternak, 6) Teknologi Hasil Ternak dan 7) Sosial Ekonomi Ternak. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil pemikirian konseptual dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan dunia peternakan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN JAMU PROBIOTIK DALAM AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL PADA AYAM PEDAGING FASE FINISHER Achmad Adim Medi; Irawati Dinasari; Umi Kalsum
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.695 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4509

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian jamu probiotik pada air minum terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal pada ayam pedaging fase finisher. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging Strain Cobb 48 ekor umur 21 hari, bakteri Lactobacillus salivarius, bawan putih, jahe, kencur, temulawak, kunyit, daun sirih, dan molasses. Metode penelitian adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan , P0 : tanpa pemberian jamu  probiotik, P1: pemberian jamu probiotik 2,5 ml/liter air minum, P2 : pemberian jamu probiotik 5,0 ml/liter air, P3 : pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air minum diberikan secara menerus selama penelitian. Variable yang diamati persentase karkas dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan jamu probiotik pada air minum terhadap  persentase karkas menunjukkan  perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), dan persentase  lemak abdominal juga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Rata-rata yang diperoleh  setiap perlakuan dari persentase karkas P0 : 67,08%, P1 : 67,84%, P2 : 68,80%, P3 : 69,58%, sedangkan dari persentase lemak abdominal P0 : 9,3%, P1 : 7,6%, P2 : 6,1%, P3 : 5,3%. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan jamu probiotik pada perlakuan P3 (pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air) menunjukkan hasil yang paling baik terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal . Kata kunci : jamu probiotik, ayam pedaging, persentase karkas, persentase lemak abdominal.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian jamu probiotik pada air minum terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal pada ayam pedaging fase finisher. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging Strain Cobb 48 ekor umur 21 hari, bakteri Lactobacillus salivarius, bawan putih, jahe, kencur, temulawak, kunyit, daun sirih, dan molasses. Metode penelitian adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan , P0 : tanpa pemberian jamu  probiotik, P1: pemberian jamu probiotik 2,5 ml/liter air minum, P2 : pemberian jamu probiotik 5,0 ml/liter air, P3 : pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air minum diberikan secara menerus selama penelitian. Variable yang diamati persentase karkas dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan jamu probiotik pada air minum terhadap  persentase karkas menunjukkan  perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), dan persentase  lemak abdominal juga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Rata-rata yang diperoleh  setiap perlakuan dari persentase karkas P0 : 67,08%, P1 : 67,84%, P2 : 68,80%, P3 : 69,58%, sedangkan dari persentase lemak abdominal P0 : 9,3%, P1 : 7,6%, P2 : 6,1%, P3 : 5,3%. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan jamu probiotik pada perlakuan P3 (pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air) menunjukkan hasil yang paling baik terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal .Kata kunci : jamu probiotik, ayam pedaging, persentase karkas, persentase lemak abdominal.
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA PAKAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAN TERNAK AYAM DARI BERBAGAI MEREK DI KOTA MALANG Antok Yani Arfak; Umi Kalsum; Irawati Dinasari
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.635 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4525

Abstract

Penelitian dilaksankan pada tanggal 1 sampai 30 November 2018, di komunitas peternak Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian pakan ternak ayam dari berbagai merek di Kota Malang. Materi penelitian yang digunakan adalah peternak yang menggunakan pakan ayam petelur yang terdiri dari merek A dan merek  B  dengan menganalisa kualitas produk dan harga yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah survei. Data yang diperoleh melalui wawancara dan melihat langsung performan ayam petelur dengan pakan berbagai merek. Hasil penelitian yaitu persamaan regresi linear berganda Y = -2,820 + 0,505 X1 + 0,618 X2 dimana jika X1 (kualitas produk) naik 1 tingkat maka akan menaikkan Y (keputusan pembelian) sebesar 0,505 dimana X2 (harga) bernilai konstan. Jika X2 (harga) naik 1 satuan, maka akan menaikkan Y (keputusan pembelian) sebesar 0,505 dimana X1 (kualitas produk) bernilai konstan. Koefisien regresi (besaran perubahan) setiap kenaikan X2 sebesar 1 satuan, meningkatkan Y senilai 0,618. Berdasarkan analisis regresi linear berganda menunjukkan adanya pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian. Dimana yang kebih dominan adalah yaitu kualitas produk.Aspek mutu pakan atau kualitas pakan menjadi fokus utama dari peternak. Kesimpulan penelitian ini adalah 17%  responden peternak ayam petelur lebih dominan memilih kualitas produk pakan ayam dengan merek pakan B. Merek ini memiliki kandungan sesuai SNI 1993 dan lebih tinggi dibandingkan merek lain yaitu protein 36% dan kalsium maks 12%. walaupun harga yang dijual lebih tinggi dibandingkan merek lain. merek ini banyak diminati peternak ayam petelur. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan berbagai variabel sehingga penelitian tersebut lebih berkembang dan meningkatkan kualitas merek pakan yang competitif secara adil. Kata kunci : kualitas pakan, harga, keputusan pembelian
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN KATUK DAN PROBIOTIK Saccharomyces cerevisiae TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERAH PFH Aditya Yulianto Putra; Inggit Kentjonowaty; M. Farid Wadjdi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.975 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplementasi tepung daun katuk dan probiotik Saccharomyces cerevisiae terhadap konsumsi pakan dan produksi susu pada sapi perah PFH. Materi yang digunakan penelitian adalah Sapi Perah PFH produksi 9 ekor sapi. tepung daun katuk 6 kg dan probiotik Saccharomyces cerevisiae 4 kg yang digunakan untuk konsumsi selama 31 hari. Metode penelitian adalah metode percobaan dengan rancangan acak kelompok (RAK) dikelompokkan berdasarkan laktasi 1, 2, 3 dengan 3 perlakuan, P0 : tanpa pemberian tepung daun katuk dan probiotik Saccharomyces cerevisiae, P1 : 25 gram tepung daun katuk + 20 gram saccharomyces cerevisiae, P2 : 35 gram tepung daun katuk + 20 gram saccharomyces cerevisiae. Variabel yang diamati konsumsi pakan dan produksi susu. Data yang diperoleh dianalisis ragam. Hasil ANOVA menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan hijauan, konsentrat dan produksi susu. Rata-rata jumlah konsumsi pakan hijauan selama penelitian (kg/ekor) adalah P0 = 1337.30a, P1 = 1354.07b, P2 = 1351.30b sedangkan pada konsumsi pakan konsentrat selama penelitian (kg/ekor) adalah P0 = 350.58a, P1 = 361.06b, P2 = 362.44b dan Hasil penelitian pada produksi susu selama penelitian (lt/ekor) adalah P0 = 362.80a, P1 = 491.33b, P2 = 533.07b. Kesimpulan penelitian bahwa suplementasi tepung daun katuk 25 gram dan probiotik Saccharomyces cerevisiae 20 gram memberikan performan terbaik untuk konsumsi pakan dan suplementasi tepung daun katuk 35 gram dan probiotik Saccharomyces cerevisiae 20 gram memberikan performan terbaik untuk produksi susu Kata Kunci : produksi susu, konsumsi pakan, tepung daun katuk, probiotik Saccharomyces cerevisiae
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL GULA TEBU DAN SARI APEL TERHADAP NILAI KEASAMAN DAN KEKENTALAN YOGHURT SUSU KAMBING Bustami Fauzan; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.777 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan berbagai level gula tebu dan sari apel terhadap nilai keasaman dan nilai kekentalan yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan yaitu susu kambing Peranakan Ettawa (PE) sebanyak 7 liter, starter komersial 4%, gula tebu 400 ml, sari apel  sebanyak 400 ml, peralatan yang digunakan yaitu tabung buret, pipet ukur, tabung reaksi, viskometer, pasteurizer. Metode penelitian ini adalah eksperimental, pembuatan yoghurt susu kambing dengan 2 perlakuan yaitu jenis gula (A1= gula tebu, A2= sari apel) dan level jenis gula (B1=8%, B2= 10%, B3=12%) diulang sebanyak 3 kali dengan menggunakan rancangan Pola Tersarang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai keasaman dan kekentalan pada yoghurt susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai level jenis gula berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai keasamaan dan kekentalan yoghurt susu kambing. Rerata nilai keasaman (%) yoghurt susu kambing dengan gula tebu A1B1=1,47a, A1B2=1,66b, A1B3=1,74b, dengan sari apel A2B1=1,38a, A2B2=1,49b, A2B3=1,57b. Nilai keasaman (%) yoghurt susu kambing dengan berbagai level gula A2B1=1,38a, A1B1=1,47ab, A2B2=1,49abc, A2B3=1,57bcd, A1B2=1,66cd, A1B3=1,74d. Rerata nilai kekentalan (Pa.s) yoghurt susu kambing dengan gula tebu A1B1=3,43a, A1B2= 3,53a, A1B3=3,62b, dengan sari apel A2B1= 2,88a A2B2=3,02a, A2B3=3,49b. Nilai kekentalan yoghurt susu kambing dengan berbagai level A2B1=2,88a, A2B2=3,02a, A1B1=3,43b, A2B3=3,49b, A1B2=3,53b, A1B3=3,62b. Disimpulkan bahwa yoghurt dengan penambahan jenis gula tebu dengan level 12 % memiliki nilai keasaman dan kekentalan lebih baik dari pada menggunakan sari apel. Kata kunci : yoghurt susu kambing, gula tebu, sari apel, nilai keasaman, kekentalan
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN BAKTERI Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN INCOME OVER FEED COST TERNAK BROILER PERIODE FINISHER Ahmad Fahmi; Umi Kalsum; M. Farid Wadjdi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.257 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bakteri Lactobacillus salivarius (Ls) terenkapsulasi dalam pakan broiler periode finisher. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing ulangan berisi 4 ekor broiler periode finisher, Perlakuan pakan yang dicobakan yaitu A (pakan komersial), B (pakan komersial + 4g Ls), C (pakan komersial + 6g Ls), D (pakan komersial + 8g Ls). Variabel yang diamati adalah pertambahan bobot badan dan income over feed cost. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan komersial broiler periode finisher menunjukan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan broiler periode finisher. Penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi pada pakan komersial broiler periode finisher menunjukan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Income Over  Feed Cost (IOFC). Rataan pertambahan bobot badan Broiler periode finisher pada masing-masing perlakuan yaitu: A= 1165.17a(gram), B=1209,83b(gram), C=1222.00b(gram), D=1249.92b(gram). Sedangkan Income Over Feed Cost (IOFC) A (kontrol)=Rp5008.14, B (6g Ls)=Rp5898.44, C (6g Ls)=Rp6511.20, D (8g Ls)=Rp7152.32 Kesimpulan bahwa Tingkat penambahan bakteri Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan dapat meningkatkan pertambahan bobot badan secara nyata dan meningkatkan Income Over Feed Cost. Disarankan Untuk meningkatkan pertambahan bobot badan dan pendapatan usaha peternakan broiler periode finisher sebaiknya di tambah probiotik enkapsulasi Lactobacillus salivarius sebanyak 8 gram/Kg dalam pakan komersial.Kata kunci: Broiler, Lactobacillus salivarius, enkapsulasi, pertambahan bobot badan, Income Over Feed Cost
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DAGING ENTOK AFKIR (Cairina moschata) DALAM CUKA MADU TERHADAP NILAI SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN Daniar Dwi Absari; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.513 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi dan lama perendaman daging entok dalam cuka madu terhadap susut masak dan keempukan. Materi dalam penelitian ini adalah cuka madu, daging entok afkir bagian paha dan bagian dada serta aquades. Peralatan yang digunakan adalah tensile strength, timbangan analitik, stopwatch, panci. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi (5%, 10%, 15%). Faktor  kedua yaitu lama perendaman (20 menit dan 40 menit). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah susut masak dan keempukan. Data hasil penelitian dianalisa dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan  dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila ada pengaruh.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi dan lama perendaman serta kombinasi konsentrasi dan lama perendaman tidak berpengaruh nyata (P>0,05) susut masak daging entok afkir. Rata-rata nilai susut masak (%) sebagai berikut: K1= 2,83; K2= 2,50; K3= 2,83; L1= 2,67; L2= 2,78; L1K1= 3; L1K2= 2,33; L1K3= 2,67; L2K1= 2,67; L2K2= 2,67; L2K3= 3. Berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keempukan (N) dengan rata-rata K1= 6,08; K2= 6,37; K3= 6,98. Lama perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan daging entok (N) dengan rata-rata L1= 7,17b; L2= 5,79a. Kombinasi berbagai konsentrasi dan lama perendaman berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan daging entok (N) dengan rata-rata L2K1= 5,10a; L2K3= 5,93ab; L2K2= 6,33b; L1K2= 6,40b; L1K1= 7,07bc; L1K3= 8,03c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya interaksi konsentrasi cuka madu 5% dengan lama perendaman 40 menit menghasilkan nilai keempukan daging entok afkir terbaik sebesar 5,1N. Disarankan mengggunakan cuka madu 5% dengan lama perendaman 40 menit untuk mendapatkan daging entok afkir yang empuk. Kata kunci : daging entok afkir, cuka madu, susut masak, keempukan
PENGARUH LAMA SIMPAN SUSU KAMBING PASTEURISASI POST THAWING PADA SUHU RUANG TERHADAP KADAR LEMAK, NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Ahmad Fa’iqin; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.105 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh lama simpan susu kambing pasteurisasi post thawing pada suhu ruang terhadap kadar lemak, nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan susu kambing pasteurisasi beku, aquades, nutrient agar, alkohol 95%, kapas steril, spirtus, kertas label. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pengaduk, pH meter, lactoscan, pipet ukuran 10 ml, alat penghitung koloni, tabung reaksi dan raknya, bunsen. Penelitian menggunakan eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = lama simpan 0 jam, P1 = lama simpan 2 jam, P2 = lama simpan 4 jam, P3 = lama simpan 6 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar lemak, nilai pH dan total bakteri.Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisismenunjukkan bahwa lama simpan pada suhu ruang susu kambing pasteurisasi post thawing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak dan total bakteri, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH. Nilai rata-rata kadar lemak (%) P0= 3,17c, P1= 3,11bc, P2= 2,97a, P3= 2,99ab. Nilai pH P0= 6,70b, P1= 6,60ab, P2= 6,50ab, P3= 6,40a dan total bakteri (CFU/ml) P0= 2,7x105a, P1= 3,5x105ab, P2= 3,5x106bc, P3= 3,6x106c. Kesimpulan penelitian bahwa semakin lama penyimpanan susu kambing pasteurisasi post thawing pada suhu ruang menurunkan kadar lemak dan nilai pH susu, namun meningkatkan jumlah total bakteri. Lama simpan susu kambing pasteurisasi post thawing 6 jam masih memenuhi standarditinjau dari segi kadar lemak dan pH, namun tidak memenuhi standar di segi jumlah bakteri. Disarankan susu kambing pasteurisasipost thawing  pada suhu ruang dikonsumsi paling lama 2 jam dan saran penelitian lanjutan tentang uji organoleptikKata kunci : susu kambing pasteurisasi, lama simpan, kadar lemak, nilai pH, total bakteri
PENGARUH PENGGUNAAN AMPASTAHU, EMPOK JAGUNG DAN TEPUNG IKAN TERFERMENTASI RAGI ROTI PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERFORMANS AYAM JANTAN RAS PETELUR Ach. Firman Ardiansyah; Irawati Dinasari; M. Farid Wadjdi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.147 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4521

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kandang pak Zayadi yang berada di, desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, mulai tanggal 29 desember 2018 sampai 25 januari 2019.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan campuran empok jagung, ampas tahu dan tepung ikan terfermentasi ragi roti pada pakan komersial, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi, Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiridari 5 perlakuandan 4 ulangan, serta setiap 4 ulangan terdiri dari 4 ekor ayam jantan ras petelur, sehingga yang di lakukan dalam penelitian ini sebanyak 100 ekor ayam jantan ras petelur, dengan perlakuan yg terdiri dari:  P0 = pakan komersial 100%,P1 = pakan komersial 80% + empok jagung,ampas tahu dan tepung ikan fermentasi 20%,P2 = pakan komersial 60% + empok jagung,ampas tahu dan tepung ikan fermentasi 40%.,P3 = pakan komersial 40% + empok jagung, ampas tahu dan tepung ikan fermentasi 60%.,P4 = pakan komersial 20% + empok jagung, ampas tahu dan tepung ikan fermentasi 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengganti pakan komersial dengan menggunakan empok jagung, ampas tahu dan tepung ikan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi dan konversi ayam petelur jantan, dan juga pada pertumbuhan bobot badan pada ayam berpengaruh sangat  nyata (P<0,01) rataan konsumsi pakan ( gram/ekor) (P0) =1180, P1 = 1190, P2 = 1203.75, P3 = 1222.5, P4 = 1240. Sedangkan rataan PBB ( gram/ekor) (P0) =645 gram, P1 = 620.5 garm, P2 = 588.75 gram, P3 = 565.5 gram, P4 = 521.75 gram. Sedangkan pada rataan konversi (P0) =1.831, P1 = 1.926, P2 = 2.058, P3 = 2.164, P4 = 2.38. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian  penggunaan empok jagung, ampas tahu dan tepung ikan terfermentasi dengan ragi roti dalam ransum sebesar 40% belum berpengaruh terhadap konsumsi pakan, PBB dan konversi pakan ayam jantan petelur. Disarankan, sebaiknya untuk penggunaan campuran empok jagung, ampas tahu dan tepung ikan fermentasi dalam ransum ayam jantan petelur sebesar 40% pada pakan komersia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan bahan-bahan dari limbah industri pertanian lainnya dengan menggunakan ragi roti.Kata Kunci : Ayam Jantan Ras Petelur, Empok Jagung, Ampas Tahu Dan Tepung Ikan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SARI WORTEL (Daucus carota) PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KELINCI REX (Oryctolagus cuniculus) Abdul Haliq; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.8 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lama penyimpanan semen dengan pengencer sari wortel (Daucus carota) pada suhu refrigerator terhadap kualitas spermatozoa Kelinci Rex (Oryctolagus cuniculus). Materi adalah semen kelinci Rex umur 10 bulan, pengencer sari wortel, kuning telur, eosin negrosin. Metode Penelitian adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan ada 4 dengan ulangan masing-masing 5 kali. Perlakuan adalah penyimpanan semen pada penencer sari wortel selama P0 = 0 jam, P1 = 8 jam, P2 = 16 jam dan P3 =  24 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati adalah kualitas spermatozoa dengan melihat Motilitas dan Viabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata(P<0,01) terhadap nilai Motilitas dan Viabilitas semen Kelinci Rex yang disimpan pada suhu Refrigerator. Rataan hasil Motilitas (%) adalah sebagai berikut : P0 = 76,0 ± 3,08d, P1 =  66,4 ± 4,39c, P2 =  54,6 ± 4,16b, P3 =  41,6 ± 2,41a. Rataan Viabilitas (%)  adalah sebagai berikut: P0 = 68,2 ± 5,02c, P1 = 59,0 ± 2,88bc, P2 = 51,0 ± 4,09b, P3 = 39,0 ± 3,05a. Kesimpulan adalah Lama penyimpanan semen pada suhu Refrigerator dengan pengencer Sari Wortel 70% dan Kuning Telur 30% berpengaruh terhadap Motilitas dan Viabilitas spermatozoa Kelinci Rex. Penyimpanan semen pada suhu Refrigerator selama 16 jam masih layak digunakan untuk IB. Katakunci: Kelinci Rex, Semen, Sari Wortel, Refrigerator, Kualitas Spermatozoa.
FENOTIPE BOBOT BADAN DAN UKURAN TUBUH ENTOG (Cairina moschata) DI DESA TEGALWERU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Anan Matur; Sunaryo Sunaryo; Mudawamah Mudawamah
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.853 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan perbedaan bobot badan dan ukuran tubuh (morfometri) dari berbagai umur maupun jenis kelamin entog, di Desa Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Materi penelitian yang digunakan adalah 25 ekor entog jantan dewasa dan 33 ekor entog betina dewasa serta 25 ekor entog jantan muda dan 31 ekor entog betina muda. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan bobot badan dan ukuran tubuh. Pengelompokan umur didasarkan pada hasil wawancara dengan peternak dilanjutkan dengan engecekan kondisi fisik ternak. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenotipe bobot badan  jantan dengan betina pada entog dewasa berbeda sangat nyata (P<0,01) demikian juga antara entog jantan dan  betina muda serta jantan dewasa dengan jantan muda berbeda sangat nyata (P<0,01) serta antara entog betina dewasa dengan muda terdapat tidak berbeda nyata (P>0,05). Fenotipe ukuran tubuh (panjang badan, lingkar dada, panjang paruh, panjang leher, panjang kaki, dan panjang sayap) antara entog jantan dengan betina dewasa berbeda sangat nyata (P<0,01) kecuali lingkar paha tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan pada semua ukuran tubuh antara entog jantan dengan betina muda dan dewasa terdapat perbedaan sangat nyata (P<0,01). Kecuali antara entog betina dewasa dan muda berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bobot badan entog muda sangat nyata lebih rendah 12,16% - 42,47% dibandingkan dengan entog dewasa baik pada  jantan maupun betina. Begitu pula ukuran tubuh entog muda sangat nyata lebih rendah 10,59% - 35,69% dibandingkan entog dewasa baik pada jantan maupun betina. Kata Kunci : Bobot badan, Ukuran tubuh entog, Chairina moschata

Page 1 of 1 | Total Record : 10