cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2019): April" : 5 Documents clear
KRISTOLOGI BAHARI Jammes Juneidy Takaliuang
Missio Ecclesiae Vol. 8 No. 1 (2019): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v8i1.92

Abstract

Kristologi merupakan doktrin yang paling mendasar dalam iman Kristen karena Kristologi semacam engsel yang menggerakkan pintu. Jika pemahaman Kristologinya salah maka hal ini akan memberi dampak kepada pengajaran yang lain dalam iman Kristen. Karena Kristologi yang sehat akan menghasilkan pengajaran yang sehat. Dan Kristologi yang “sehat” adalah Kristologi yang dibangun atas dasar Alkitab. Dalam perkembangan sejarah gereja Kristologi telah menjadi pembicaraan hangat selama berabad-abad bahkan perdebatan itu pun masih terjadi di era Post Modern ini dengan mengikuti alur berpikir post modern. Kristologi mendapat tantangan khusus.Semua hal ini terjadi bukan hanya dalam lingkup gereja tetapi juga diluar gereja. Kristologi dipandang sebagai kekayaan gereja tetapi dalam implementasinya Kristologi mengalami banyak kesulitan karena Kristologi hanya dianggap doktrin bahkan dipersempit “milik” sekelompok orang dalam denominasi gereja tertentu. Kristologi “dipersulit” dengan rumusan-rumusan doktrinal yang membuatnya menjadi sangat sulit untuk diterima dan dipahami. Dalam konteks kehidupan beragama yang Majemuk di Indonesia, Kristologi harus di implementasikan dengan berbagai macam pendekatan tetapi bukan dalam pengertian kompromi. Sebagaimana kristologi dengan pendekatan empati yaitu suatu upaya penjelasan kristologi lebih personal.Jadi Kristologi tidak hanya menjadi sebuah “pajangan” indah dalam Gereja tetapi menjadi nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.Kristologi Bahari yang dikaji dalam tulisan singkat ini menjadi pertimbangan khusus bagi masyarakat SATAS demi membangun pemahaman yang mendasar tentang siapakah Yesus Kristus yang pada akhirnya pemahaman ini menjadi dasar dan kemudian memberi pengaruh bagi kehidupan religius dan juga dalam kehidupan sosial masyarkat.Karena sangat tidak mungkin memisahkan kedua bentuk kehidupan ini. Pemahaman yang benar tentang siapa Yesus Kristus dan apa karyaNya bagi kehidupan manusia akan memberi warna tersendiri dalam kehidupan sosial mayarakat. Jadi seorang yang religius pasti akan memberukan pengaruh yang positif dalam kehidupan sosial masyarakat. Kristologi mampu memberikan jawaban bagi kehidupan sosial masyarakat. Kristologi bukan hanya sekedar sebuah rumusan tetapi Kristologi adalah kehidupan itu sendiri.
PELAYANAN PASTORAL BAGI ISTRI YANG BERDUKA DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP PROSES PENEMUAN MAKNA HIDUP JEMAAT GEREJA KRISTEN JAWA KISMOREJO KARANGANYAR Rini Wulandari
Missio Ecclesiae Vol. 8 No. 1 (2019): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v8i1.93

Abstract

Pelayanan pastoral merupakan pelayanan penggembalaan dan pendampingan kepada jemaat yang didalamnya ada kegiatan kemitraan, bahu-membahu, menemani, dan berbagi dengan tujuan saling menumbuhkan, menguatkan dan mendukung. Demikian halnya pelayanan pastoral kepada orang yang berduka seharusnya berisikan kegiatan-kegiatan di atas. Melalui kegiatan bahu-membahu, menemani atau berbagi tersebut, diharapkan jemaat yang berduka dapat bertumbuh secara rohani. Dengan pertumbuhan rohani yang baik, jemaat yang berduka diharapkan bisa menemukan arti hidup melalui penderitaan atau krisis yang sedang dihadapinya. Hal itu bisa dicapai bukan hanya melalui kunjungan pada saat ibadah penghiburan saja, tetapi bisa melalui percakapan pastoral dan kunjungan yang rutin. Percakapan pastoral meski singkat atau biasa namun bila dikerjakan dalam kesungguhan dan ketulusan, akan membantu jemaat yang berduka untuk mengungkapkan persoalan-persoalan yang muncul akibat kehilangan yang dideritanya. Para pelayan Tuhan dapat melihat fakta-fakta yang dialami dan dihadapi jemaatnya yang berduka sehingga bisa memberikan pertolongan yang tepat sasaran. Kunjungan rutin dapat menguatkan dan menghibur jemaat sehingga tidak merasa sendiri. Selain itu dalam kunjungan rutin juga bisa dilakukan percakapan pastoral yang mendalam. Pola pelayanan pastoral dengan cara memberikan bantuan praktis berkaitan dengan persiapan penguburan, pelayanan doa dan pemberitaan Firman di kebaktian penghiburan dan pemakaman tidaklah salah hanya saja kurang efektif. Pola pelayanan seperti ini kurang bisa menyentuh dan menyelesaikan perasaan-perasaan problematis akibat kedukaan. Berdasarkan penelitian Penulis, adanya ketidakefektifan pelayanan pastoral dapat terjadi karena kurangnya pemahaman tentang hakekat pelayanan pastoral di antara pelayan Tuhan. Berhubung kurangnya pemahaman tersebut maka mereka tidak memprioritaskan waktu untuk melakukan bentuk pelayanan pastoral yang lain (seperti kunjungan, telepon dan percakapan pastoral), ditambah lagi dengan banyaknya kegiatan gerejawi yang menyita banyak waktu. Bila kendala ini tidak dicarikan jalan keluarnya atau diselesaikan, maka pelayanan pastoral akan sulit untuk menyentuh kehidupan pribadi jemaat.
PELAYANAN PASTORAL BAGI ANAK-ANAK BURUH Legia Suripatty
Missio Ecclesiae Vol. 8 No. 1 (2019): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v8i1.94

Abstract

Problematika buruh di Indonesia memang sangat kompleks. Tetapi ini tidak berarti bahwa hal ini didiamkan saja atau “let it go with the wind”.Sebagai anak bangsa kita harus meberikan perhatian khusus terhadap hal ini secara khusus kepada nasib anak-anak para buruh. Jika kita hanya berharap kepada satu instansi saja dalam penanganan anak-anak para buruh, maka di waktu yang akan datang Indonesia akan menjadi negara “peng-eksport” tenaga buruh terbesar dan itu adalah buruh anak. Karena itu gereja sebagai lembaga spiritual yang memiliki pengaruh besar harus mengambil peran dalam upaya mencegah perlakuan yang tidak layak terhadap anak-anak para buruh. Tulisan ini masih sangat sederhana dan perlu dikaji secara ilmiah lagi secara khusus model pendekatan karena model pendekatan biasanya tergantung konteks dimana para buruh berada. Tulisan ini hanyalah langkah awal untuk menstimulir semua mereka yang merasa diri terpanggil sebagai pelayan Tuhan utnuk memikirkan pelayanan secara holistik atau memikirkan dan memberikan sumbangsih bagi pelayanan pastoral holistik.Konsep bentuk pelayanan pastoral ini masih perlu masukan lagi demi keefektifan pelayanan pastoral kepada anak-anak para buruh. Serta bagaimana cara pemberdayaan anak-anak para buruh yang maksimal untuk mencegah kegiatan buruh anak. Anak adalah generasi penerus bangsa termasuk anak para buruh.Mereka berhak untuk mendapat perlakuan dan pelayanan pastoral bahkan mereka juga berhak untuk menjadi agen perubahan di bangsa ini.
SIKAP ETIS KRISTEN TERHADAP PENDERITAAN MENURUT 1PETRUS 4:12-16 DAN RELEVANSINYA BAGI ORANG PERCAYA Elri Masniari Saragih
Missio Ecclesiae Vol. 8 No. 1 (2019): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v8i1.95

Abstract

Semua orang percaya harus memahami dan meyakini bahwa Allah adalah sumber kasih. Adalah penting memiliki pemahaman yang benar tentang Allah dan kasih-Nya supaya orang percaya tidak salah mengerti bahwa kasih Allah tidak selalu diartikan dengan sesuatu yang menyenangkan atau membahagiakan sebagaimana konsep manusia pada umumnya. Pemahaman yang benar akan Allah harus diwujudkan dengan sikap hidup yang benar. Sehingga dalam segala keadaan, baik bahagia maupun menderita, tetap memuji Tuhan. Kemampuan dan kekuatan orang percaya dalam menghadapi penderitaan dan api siksaan akan membuat kasih Allah semakin tampak nyata. Hal yang tidak kalah penting adalah sikap rendah hati dan ketetapan hati. Sikap rendah hati akanmemampukan orang percaya mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, tidak bersungut-sungut, mengeluh, dan menyalahkan Tuhan saat penderitaan melanda tetapi disanggupkan untuk bersukacita. Dan ketika orang percaya menghadapi kebencian dunia yang membenci kebenaran, perlu memiliki ketetapan hati untuk memuliakan Allah dengan menyatakan kebenaran maka kita tidak akan merasa malu, justru akan mendorong kita untuk terus taat kepada panggilan-Nya yang unik itu.
PERSONAL EVANGELISATION METHOD (PEM) SEBAGAI POLA PENDEKATAN PEKABARAN INJIL DALAM KONTEKS PLURALISME Rio Janto Pardede
Missio Ecclesiae Vol. 8 No. 1 (2019): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v8i1.97

Abstract

Pemahaman akan agama yang pluralis seringkali menjadi penghalang dalam penyajian Injil, karena pemahaman pluralisme berpikir bahwa semua agama sama saja, cuma caranya yang berbeda-beda. Para hamba Tuhan atau orang yang sedang menyajikan Injil dalam konteks pluralisme tersebut sering sekali kehabisan kata atau akal untuk memberikan penjelasan. Padahal peberitaan Injil tersebut harus tuntas dan clear. Pekabaran Injil merupakan tugas dan kewajiban orang-orang yang sudah mengaku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun faktanya, sekarang tidak sedikit orang Kristen atau yang “mengaku” Kristen dan Gereja menghindar dari pelayanan Pemberitaan Injil dengan berbagai alasan, seperti: Pemberitaan Injil itu tugas hamba-hamba Tuhan, cara memberitakan Injil jarang diajarkan, bahkan takut jika terjadi penolakan dari orang yang sedang dilayani. Karena itulah, Personal Evangelisation Methode diharapkan dapat menolong orang percaya, baik hamba Tuhan, jemaat awam untuk memberitakan Injil sehingga tidak mengalami benturan ataupun penolakan dari orang yang sedang dilayani. Personal Evangelisation Methode dapat menolong dalam perkenalan, bahkan dalam penyajian Injil.

Page 1 of 1 | Total Record : 5