cover
Contact Name
Evi Maha Kastri
Contact Email
redaksikelasa@gmail.com
Phone
+6285279491107
Journal Mail Official
redaksikelasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Beringin II No.40 Kompleks Gubernuran Telukbetung, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
ISSN : 19077165     EISSN : 27214672     DOI : https://doi.org/10.26499/kls.v15i1.21
Core Subject : Education,
KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. KELASA is published by Kantor Bahasa Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KELASA accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2021): Kelasa" : 9 Documents clear
THE LEARNING OF NARRATIVE TEXT USES A COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MODEL Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.215

Abstract

AbstractThe learning model used can be a determining factor for the success of learning in the classroom. One of the learning models used in learning to write narrative texts is the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. This model combines reading and writing skills in an integrated manner so that it is assumed to influence learning outcomes to write narrative texts, especially imaginary story texts. This research was a quantitative study with a correlational method. This study aims to describe students' responses to the learning model and the influence of the learning model on writing narrative text skills. The results showed that the student response to the learning model was very good with a percentage of 83.64%. The relationship between the learning model variable and the narrative text writing variable is significant and very strong seen from the correlation value range, namely 0.781. The learning model factor affects the ability to write narrative text by 61% and the remaining 39% is influenced by other factors. Collaboration carried out in groups starting from reading alternately, looking for keywords, providing responses, and writing collaborative results has a good impact on the ability to retell the content of fantasy story texts according to the story elements both oral and written.Keywords: learning, narrative text, cooperative model, CIRC AbstrakModel pembelajaran yang digunakan dapat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di kelas. Salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menulis teks naratif adalah model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model ini memadukan keterampilan membaca dan menulis secara terintegrasi sehingga diasumsikan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar menulis teks naratif, khususnya teks cerita imajinasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran dan pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan menulis teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap model pembelajaran sangat baik dengan persentase 83,64%. Hubungan antara variabel model pembelajaran dengan variabel penulisan teks naratif adalah signifikan dan sangat kuat dilihat dari rentang nilai korelasinya yaitu 0,781. Faktor model pembelajaran mempengaruhi kemampuan menulis teks naratif sebesar 61% dan sisanya 39% dipengaruhi oleh faktor lain. Kolaborasi yang dilakukan dalam kelompok mulai dari membaca secara bergantian, mencari kata kunci, memberikan tanggapan, dan menulis hasil kolaboratif berdampak baik pada kemampuan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan unsur-unsur cerita baik lisan maupun tulisan.Kata-kata kunci: pembelajaran, teks naratif, model kooperatif, CIRC
TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF PUBLIC FIGURE ‘RA’ SEBAGAI MC PADA ACARA TIK-TOK AWARDS Uzlah Ilmi Irwan
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.227

Abstract

The success of an event largely depends on the MC (Master of Ceremony). A MC is considered professional, if he can communicate well and be able to improvise. The MC also has to recognize what situation and type of program they will bring so that he can choose the right speech when communicating. The existing speech relates to the types of speech acts studied in the field of pragmatics. This study uses a qualitative descriptive method in which the author describes the context and meaning of a video appearance of the MC presenting an event in which the author observes the speech and sees the context of the situation that occurs when the speech takes place. In non-formal events, many types of speech acts are used, one of which is expressive illocutionary speech acts, including expressions of gratitude, praise, congratulations and apologies.Key words: MC, context, meaning, expressive speech
STEREOTIP GENDER DAN RESISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA Masnia Rahayu; Rouli Esther Pasaribu; Tommy Christomy
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.226

Abstract

AbstrakBerbicara perempuan merupakan sesuatu yang kompleks, salah satu permasalahan yang mendasar adalah stereotip yang dibangun oleh masyarakat Indonesia terhadap gender. Dengan meneliti novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi stereotip gender sebagai kritik terhadap ideologi mayoritas dalam institusi keluarga dan dunia bisnis yang masih melanggengkan wacana patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori naratologi Gerard Genette dan teori feminisme Ann Oakley yang berfokus pada gender sebagai konstruksi budaya. Fokalisasi dalam novel yang direpresentasikan oleh tokoh Lebas dan narator orang ketiga memperlihatkan teks menggugat pandangan negatif terhadap perempuan dan memperlihatkan perkembangan perempuan dalam dunia bisnis. Stereotip terhadap perempuan juga dihadirkan melalui komponen terkecil yaitu keluarga. Konstruksi resistensi perempuan merupakan upaya menggugat stereotip yang hadir dalam wacana dominasi melalui hubungan antara ibu dan anak perempuan serta perempuan dengan perempuan lainnya melalui proses pemberdayaan (empowerment).Kata-kata kunci:stereotip gender, resistensi perempuan, gadis kretek, budaya, pemberdayaan.AbstractTalking about women is a complex thing, one of the fundamental problems is the stereotype that is built by the Indonesian people towards gender. By examining Gadis Kretek novel by Ratih Kumala, the purpose of this study is to identify gender stereotypes as critique of the majority ideology in family institutions and the business world which still perpetuates patriarchal discourse. This study uses a qualitative method with Gerard Genette's narrative theory and Ann Oakley's feminist theory which focuses on gender as a cultural construct. The focalization in the novel, which is represented by the character Lebas and the third person narrator, shows the text challenging negative views of women and showing the development of women in the business world. Stereotypes against women are also presented through the smallest component, namely the family. The construction of women's resistance is an effort to challenge the stereotypes that are present in the discourse of domination through the relationship between mothers and daughters and women and other women through a process of empowerment.Keywords: gender stereotypes, women's resistance, gadis kretek, culture, empowerment.
ASPEK GRAMATIKAL WACANA DALAM CERPEN “SIAHAN” KARYA ASARPIN ASLAMI Evi Maha Kastri
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.236

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan aspek gramatikal wacana dalam cerpen “Siahan” karya Asarpin Aslami. Aspek gramatikal wacana merupakan unsur penting dalam sebuah wacana. Penelitian ini mendeskripsikan kualitas cerpen sehingga cerpen mudah dipahami oleh pembaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik agih. Kemudian dilakukan teknik lanjutan yaitu teknik ubah ujud yang non-parafrasal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen “Siahan” memiliki aspek gramatikal wacana yang meliputi pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan perangkaian.Kata-kata kunci: aspek gramatikal, pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan perangkaian.
TUBUH, REMAJA PEREMPUAN, DAN MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL KILOVEGRAM KARYA MEGA SHOFANI Tania Intan
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.179

Abstract

Penelitian ini membahasnovel remaja berjudul Kilovegram(2018) karya Mega Shofani, dengan tujuan untuk (1) membahas cara remaja perempuan memandang tubuhnya, (2) menguraikan mitos kecantikan sebagai konstruksi patriarki, serta (3) mengungkap upaya redefinisi standar kecantikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik dokumentasi setelah dilakukan pembacaan tertutup. Data selanjutnya diklasifikasi sesuai dengan permasalahan yang dikaji, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori yang relevan terutama konsep mitos kecantikan dari Wolfdan Beauvoir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa selain permasalahan khas remaja berupa percintaan dan persahabatan, novel Kilovegrammengangkat isu mitos kecantikan yang mengait pada tubuh tokoh remaja perempuan. Remaja perempuan ditampilkan sebagai korban dari mitos kecantikan yang terobsesi pada tubuh langsing. Perilaku yang mencerminkan mitos kecantikan di antaranya adalah melakukan diet ketat, mengonsumsi obat pelangsing, serta merasa iri pada sosok yang dianggap merepresentasikan kecantikan. Adapun mitos kecantikan dalam novel tersebut dilandasi oleh selera laki-laki padatubuh perempuan yang langsing, serta motif perempuan untuk mendapatkan pengakuan dan pujian dari laki-laki. Sebagai strategi kebertahanan, remaja perempuan meredefinisi standar kecantikan dengan menawarkan kecantikan nonfisiksebagai kualitas intrinsik.
RESEPSI AKTIF PENYAIR INDONESIA TERHADAP DONGENG MALIN KUNDANG Hasnawati Nasution; Dian Anggraini
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.180

Abstract

Dongeng Malin Kundang telah dikenal di seluruh nusantara. Dongeng dari Padang ini menjadi inspirasi para sastrawan untuk menciptakan karya baru. Melalui resepsi membaca aktif penyair nasional  Isbedy Stiawan, ZS, Sapardi Djoko Damono, dan Joko Pinurbo mengubah dongeng Malin Kundang yang berbentuk prosa bermetamorfosis menjadi puisi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreatifitas sastrawan tersebut dalam menampilkan Malin Kundang dalam puisi mereka. Apakah dalam puisi mereka menampilkan Malin Kundang seperti yang diceritakan di dalam dongeng atau mengubah alur cerita, penokohan, atau latar cerita dongeng itu? Apakah karya mereka menentang atau menciptakan inovasi baru tentang dongeng Malin Kundang? Untuk menemukan jawaban permasalahan tersebut puisi karya mereka dan dongeng Malin Kundang menjadi data penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan hubungan intertekstual antarteks. Bagian-bagian yang sama akan menjadi benang merah yang menghubungkan antara teks baru dengan hipogramnya. Hasil analisis menunjukan bahwa  dongeng “Malin Kundang” merupakan hipogram puisi karya ketiga penyair nasional tersebut. Kutukan menjadi batu dituangkan dalam pikiran, harapan, dan estetik pengarang. Puisi Isbedy secara struktur mendekati alur prosa “Malin Kundang”. Joko Pinurbo dan Sapardi Djoko tetap menggunakan prosa “Malin Kundang” sebagai hipogram. Namun, mereka mencoba menambah alur dan tokoh yang berbeda sesuai dengan apresiasi mereka terhadap dongeng tersebut.
STRATEGI KESOPANAN DALAM MENGATASI TINDAK MENGANCAM MUKA: STUDI KASUS PERNYATAAN MARSHANDA PERIHAL AYAHNYA Satwiko Budiono
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.203

Abstract

Marshanda kembali menjadi sorotan publik dengan ditangkapnya seorang pengemis yang mengaku sebagai ayah dari artis cilik ini. Tentu saja, hal tersebut membuat masyarakat menunggu konfirmasi dari Marshanda terkait benar atau tidaknya pengakuan seorang pengemis tersebut. Ketika melakukan konfirmasi melalui konferensi pers, Marshanda membenarkan berita yang beredar dan mendapatkan tangapan positif dari masyarakat. Kondisi yang demikian membuat penulis tertarik mengidentifikasi strategi kesopanan apa yang dilakukan oleh Marshanda saat konferensi pers yang notabene ada tindak keterancaman muka pada dirinya dan malah mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, teori strategi kesopanan disertai teori tindak mengancam muka digunakan dalam tulisan ini sebagai landasan teori. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya tindak mengancam muka negatif terhadap Marshanda membuat dirinya berusaha mengurangi keterancaman muka tersebut dengan menggunakan strategi kesopanan positif dan bukannya strategi kesopanan negatif. Strategi tersebut pun sukses membuat Marshanda mendapat perlokusi positif dari masyarakat.
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI PERJAMUAN KHONG GUAN KARYA JOKO PINURBO Afifah Nuur Qoryah; Sri Lestari
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.199

Abstract

Kritik sosial merupakan penilaian baik dan buruk dari adanya suatu permasalahan sosial. Kritik sosial dapat disampaikan melalui berbagai media, salah satunya media sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik sosial yang muncul pada kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan bait yang terdapat dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik interakif Miles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kritik sosial dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan, yaitu politik, agama, teknologi, dan moral.Kata kunci: kritik sosial, sosiologi sastra, puisi
PENGEMBANGAN SOSIO-ONOMASTIKA DI INDONESIA: TINJAUAN KINI DAN POTENSI DI MASA DEPAN Fajar Erikha; Multamia R.M.T. Lauder; Frans Asisi Datang
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.213

Abstract

Penelitian berlatar onomastika mulai menggeliat akhir-akhir ini. Hal ini terlihat dalam penerbitan publikasi ilmiah dan ilmiah populer yang dilakukan tidak hanya mereka yang berlatar linguistik, tetapi juga ilmu-ilmu lainnya yang beririsan. Sementara itu, kebutuhan untuk mengkaji aspek sosial pada nama dan penamaan mulai ada karena nama hadir, diproduksi, digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Di Eropa, aspek sosial pada nama dibahas dalam kerangka sosiolinguistik sehingga kemudian disebut juga sebagai sosio-onomastika. Artikel ini mengeksplorasi onomastika, khususnya sosio-onomastika dalam cakupan tiga teoretik dasar dan lanjutan yaitu Onomastika Setempat, Kelekatan Toponimi, dan Lanskap Linguistik serta seperti apa potensi pengembangannya di kemudian hari. Guna mendapatkan gambaran komprehensif, dilakukanlah penelusuran literatur onomastika, khususnya sosio-onomastika baik berupa kajian teoretis maupun studi empiris. Artikel ini menyimpulkan kajian sosio-onomastika dengan latar Indonesia masih terbatas sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut agar terbentuk konstruksi teoretis yang lebih kaya dan tidak Barat-sentris. Diskusi berikutnya juga diperlukan agar studi berbasis sosio-onomastika dapat digunakan oleh praktisi nama-penamaan maupun pembuat kebijakan publik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9