cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016" : 5 Documents clear
Pandangan Ibnu Katsir dan Sayyid Quthb terhadap Konsep Ruqyah Ahmad Ryanto
Al-Fath Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v10i2.3102

Abstract

Metode pengobatan dan penyembuhan dari kerasukan jin, dan sihir yang belakangan ini mulai populer adalah metode ruqyah. Bahkan ada stasiun televisi yang menanyangkan secara khusus praktek ruqyah tersebut. Namun ada beberapa praktek ruqyah yang media maupun bacaan yang digunakan tidak sesuai dengan syariat Islam dan Alquran. Ruqyah adalah bacaan ayat-ayat Alquran Al-Hadits yang shahih dan sifat-sifat Allah yang ditujukan untuk pengobatan yang sesuai syariat (berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai dengan ketentuanketentuan yang telah disepakati oleh para ulama), untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit atau untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT dari gangguan yang ada, atau memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan atau sesuatu yang dikhawatirkan. Menurut Ibnu Katsir, praktek ruqyah telah ada pada zaman Nabi Muhammad SAW dan beliaupun melakukannya. Hal ini berdasarkan asbabun nuzul QS. Al falaq: 1-5 dan QS. An Nas: 1-6. Sedangkan Sayyid Quthub tidak menyebutkan secara langsung pendapatnya mengenai ruqyah maupun prakteknya. Namun, penafsiran beliau yang menyebutkan bahwa Alquran merupakan obat penawar bagi segala penyakit sosial, fisik maupun jiwa yang diakibatkan nafsu, dengki, tamak dan bisikan syaitan dapat dipandang sebagai pendapat beliau mengenai suatu metode pengobatan dan penyembuhan menggunakan media ayat-ayat Alquran yang populer disebut ruqyah.
Histori, Urgensi dan Prinsip Penulisan Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia Nurul H Maarif
Al-Fath Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v10i2.3106

Abstract

Baik redaksi maupun maknanya, al-Qur’an menjadi hak penuh bagi umat Islam. Seluruh lapisan umat Islam, karenanya, berhak mengakses seluas-luasnya; baik mengakses redaksi dengan membacanya maupun mengakses makna dengan memahaminya. Akses redaksi bisa dilakukan oleh siapapun yang memiliki kecakapan membaca, lantaraan al-Qur’an adalah al-wahy al-matlu yang al-muta’abbad bi tilawatih. Sedangkan akses makna hanya bisa dan mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kualifikasi sebagai mufassir. Inilah urgensi al-Qur’an sebagai manhaj al-hayah (pedoman hidup) kaum muslim.Mengingat begitu urgennya al-Qur’an, maka berbagai kegiatan yang terkait dengannya terus-menerus diselenggarakan; berupa pembacaan redaksi, kajian substansi, elaborasi makna, hafalan maupun pemeliharaan. Problemnya, para pengakses al-Qur’an bukan hanya kaum muslim Arab sebagai native, melainkan juga muslim non-arab (‘ajam) yang tidak mengenal Bahasa Arab sama sekali. Untuk itu, upaya-upaya pemudahan bagi muslim non-Arab terus dilakukan. Maka muncullah aneka metode membacanya. Di Indonesia, muncul Metode Qiraati oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi, Iqra oleh KH. As’ad Humam, al-Barqi, dan sebagainya.1 Bahkan kian memudahkan pembacaannya, al-Qur’an di Indonesia dibuatkan standarisasi oleh Lajnah Pentashih al-Qur’an Kementerian Agama Republik Indonesia melalui penerbitan Mushaf al-Quran Standar Indonesia (MASI) setelah muncul KMA No. 25 tahun 1984 tentang Penetapan al-Qur’an Standar.
Studi Tafsir di Indonesia Endang Saeful Anwar
Al-Fath Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v10i2.3198

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling dimuliakan oleh Umat Islam. al-Qur’an harus dijadikan sebagai teman berdialog dalam kehidupan, sehingga fungsinya menjadi sebagai nash akan kekal sepanjang masa. Selama ini al-Qur’an hanya dibaca dan orang-orang hanya mengharapkan pahala dari al-Qur’an itu sendiri, tanpa menganalisisnya serta menghayati maknanya secara mendalam. Hal ini tidak hanya terjadi di beberapa negara lain akan tetapi terjadi pula, di negara Indonesia. Walaupun Islam datang ke Indonesia sudah berabad-abad, akan tetapi al-Qur’an belum dijadikan sebagai pedoman hidup, hanya berupa amalan, bahkan sebagian al-Qur’an dijadikan jimat, mantra-mantra
Rasm al-Qur'an dan Bentuk-Bentuk Penulisannya Badrudin Badrudin
Al-Fath Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v10i2.3098

Abstract

Abstract
Wanita Karir dalam Perspektif al-Qur'an Enok Ghosiyah
Al-Fath Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v10i2.3079

Abstract

Seiring berjalannya waktu, berkembangnya sains dan teknologi. Kita tidak bisa lagi membeda-bedakan porsi laki-laki dan wanita di luar lingkup keluarga. karena sudah tidak asing lagi saat ini banyak sekali wanita yang ikut serta dalam pembangunan sosial. Dan di era emansipasi ini karir sebagai identitas yang penting dan menjadi salah satu sarana bagi wanita untuk mengembangkan diri dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan peneliti yaitu: peran perempuan memilih menjadi wanita karir tidak akan menjadi masalah selama kebebasan itu masih memenuhi syarat dan dihalalkan oleh Islam. Wanita karir dalam Tafsir Al Qur’an Kementerian Agama RI menggambarkan kedudukan wanita sebelum datangnya Islam, bahwa wanita tidak memiliki tempat terhormat di hadapan laki-laki. Sebaliknya keadaan itu berubah setelah Islam datang perempuan lebih dihormati dalam segala peranannya. Selain itu, wanita mengemban tanggung jawab sebagai seorang ibu yang mendidik anak-anaknya, seorang anak perempuan yang mewarisi nilai-nilai Islam sebagai seorang isteri wanita menjadi pasangan suami (secara biologis maupun psikologis). Dan wanita juga mempunyai peranan di bidang sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5