cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009" : 7 Documents clear
Universalisme Islam : Sebuah Kajian Historis Abdul Mu'in
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3346

Abstract

Islam sebagai sebuah agama besar di dunia dan memainkan peran yang cukup diperhitungkan di dalam peta politik internasional, pada awalnya hanya merupakan sebuah agama kecil yang dibawa oleh seorang manusia biasa dengan tekad besar dan keteguhan hati yang sangat fantastic -Muhammad bin Abdullah — yang hidup di sudut peradaban Arab. Kini agama tersebut telah merambah dunia dengan menebarkan ajaran-ajaran yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal dan egaliter. Islam menjungkir balikkan peradaban yang mentahbiskan kelompok social tertentu sebagai sebuah kelompok superior sedangkan lainnya sebagai kelompok social yang inferior. Agama ini juga menanamkan etika social, politik, ekonomi, budaya bahkan hukum yang sangat steril dari ketidakadilan. Dengan menjunjung persamaan hak dan penghargaan yang tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, Islam menerobos ganasnya gurun berbatu di Jazirah Arab menembus Afrika, Asia bahkan Eropa. Sejalan dengan itu ilmu pengetahuan dieksplorasi secara besar-besaran oleh para punggawa Islam di negara-negara yang mereka singgahi. Hal inilah yang pada akhirnya menstimulasi kegairahan intelektual di dunia ini.
Analisis al-Munāsabah Fi Al-Qur’ān Muhammad Alif
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3343

Abstract

Ilmu Al-munasabah ternyata mampu menunjukkan bahwa sistematika Alquran mempunyai hubungan yang harmonis sekaligus menepis anggapan bahwa Alquran itu tidak sistematis. Enam katagori al-munasabah pada pembahasan terdahulu paling tidak telah membuktikan hal tersebut. Kenyataan ini membuat kita percaya bahwa kalam Tuhan itu merupakan mukjizat yang tiada tandingan. Tetapi itu tidak berarti membuat kita terlena sehingga memposisikan Alquran pada tataran eksklusif.
Peran Bimbingan Penyuluhan Islam dalam Mengatasi Mental Disorder Rodani Rodani
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3347

Abstract

Bimbingan penyuluhan agama islam di lakukan oleh dan untuk manusia sesuai dengan pandangan islam mengenai hakekat manusia. Oleh karena itu pandangan mengenai hakekat manusia harus menjadi landasan utama dalam proses Bimbingan Penyuluhan Agama Islam secara totalitas Al-qur’an menyatakan bahwa manusia merupakan “khalifah Allah” di muka bumi sebagaiman firman Allah Swt.
Kajian Hadits di Barat: Nur Mahmudah
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3349

Abstract

Kajian hadits merupakan bagian dari domain studi Islam (Islamic studies) yang sangat kaya dan menarik minat bahkan oleh kalangan outsider. Sebagai sumber ajaran yang dipandang memiliki hubungan organik dengan al-Qur’an, pengkajian terhadap hadits mendiskusikan banyak problem mulai dari sejarah periwayatan hingga upaya menangkap makna dalam hadits. Kajian outsider yang diwakili oleh tradisi orientalisme atau Islamisme yang masih berlangsung hingga saat ini menunjukkan dinamika terhadap kajian hadits dari masa ke masa. Dalam sejarah panjang sejarah kajian hadits di barat, kemapanan mazhab skeptisisme dalam hadits memunculkan pandangan bahwa hadits tidak dapat diposisikan sebagai sumber informasi pada masa Nabi namun hanya difungsikan sebagai sumber berharga untuk mengetahui peta konflik dan informasi generasi berikutnya. Meski tidak lagi menunjukkan wajah monolitik, pada masa kini dengan munculnya mazhab lain dalam hadits seperti Harald Motzki, Miklos Muranyi, M.J. Kister, Fueck, yang melakukan revisi terhadap sejumlah premis dan kesimpulan dari pengusung mazhab skeptis dalam hadits, namun madzhab skeptis dalam hadits yang dibangun oleh Goldziher dan Schacht pada masa ini tetap mendapatkan tempat dan dikembangkan salah satunya oleh Islamisis asal Belanda, G.H.A Junboll. Untuk menelaah pemikiran mazhab skeptis dalam kajian hadis di Barat, makalah berikut akan mendiskusikan pemikiran Juynboll dalam hadits dan hal-hal yang bersinggungan dengannya termasuk menelisik upaya pemanfaatan metodologi atau teori dalam kajian Barat dalam batas-batas tertentu bagi pengkajian hadits.
Tafsir, Ta'wil, Terjemah dan Ruang Lingkup Pembahasannya Endang Saeful Anwar
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3348

Abstract

Pada mulanya tafsir dan ta'wil dipahami sebagai dua kata yang memiliki makna sinonim, kemudian keduanya dibedakan seiring dengan perkembangan ilmu-ilmu al-Qur'an pada kurun awal hijriah. Kedua istilah ini dipahami sebagai sebuah kegiatan dalam rangka menggali dan menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Qur'an. Pada masa Rasulullah, tafsir dan ta'wil dianggap sama (mutaro Tafsir, Ta'wil, Terjemah dan Ruang Lingkup Pembahasannya Tafsir, Ta'wil, Terjemah dan Ruang Lingkup Pembahasannya dif), karena memang yang memiliki otoritas penuh dalam menjelaskan isi al-Qur'an adalah Rasulullah. Akan tetapi, seiring perjalanan waktu istilah tafsir dan ta'wil memiliki pengertian dan wilayah masing-masing. Walaupun dalam prakteknya, masih ada para ulama yang menganggap keduanya sama.
Al-Suwar Al-Qur’āniyyah Ahmad Hidayat
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3344

Abstract

Jumlah surat al-Qur’an sebagaimana dirilis al-Zarkasyi dalam al-Burhan dan dikuatkan al-Suyuthi dalam al-Itqan adalah 114, diawali dari al-Fatehah dan diakhiri di al-Nas. Para Ilmuan Islam mengklasifkasikan surat-surat al-Qur’an menjadi empat kelompok surat, al-Thiwal, al-Mi‘un, al-Matsani, dan al-Mufasshal. Tasmiyah (penamaan) surat-surat al-Qur’an seperti dikatakan al-Suyuthi adalah Tauqifi, bukan produk Ijtihad. Ada beberapa surat memiliki nama lebih dari satu bahkan banyak nama seperti al-Fatehah. Banyaknya nama bagi satu surat menunjukkan akan keagungan surat tersebut, katsratul Ismi li Musamman Wahidin yadullu ‘ala Syarafl Musamma. Kontroversi muncul ketika parallmuan Islam menyikapi tata urutan surat-surat al-Qur‘an. Ada yang mengatakan Tauqifi, ada yang mengatakan Ijtihadi, dan ada pula yang mengatakan kombinasi antara Tauqifi dan Ljtihadi. Terlepas dari kontroversi tersebut, tetaplah hasil kodifikasi Mushaf Utsmani harus diberi apresiasi yang tinggi karena telah mendapat Ijma’ (consensus) para Sahabat.
Komunikasi: Definisi dan Sejarah Perkembangannya Ilah Holillah
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3350

Abstract

Perkembangan ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. Perkembangan komunikasi terjadi di zaman Sebelum Masehi, dan juga pada masa Romawi (sebagai perkembangan dari Yunani kuno sekitar tahun 500 SM-5 M) mengalami kendala, karena pada masa itu Romawi mengalami masa kegelapan (dark ages). Padahal, masa kegelapan yang terjadi di Eropa ini merupakan sisi lain dari masa keemasan peradaban Islam, dimana pada masa ini perkembangan ilmu pengetahuan (termasuk aktifitas komunikasi) cukup signifikan. Kemudian fenomena komunikasi berkembang pula pada awal ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg (1457). Padahal, pada abadabad sebelumnya, aktifitas komunikasi sudah berkembang cukup pesat yang berlangsung di zaman pertengahan (persebaran agama). Mungkin masa ketika diketemukannya mesin cetak itu sendiri terjadi di zaman renaissance, dimana_ pemikiran-pemikiran ilmuwan telah bebas dari dogma-dogma agama. Makalah ini mencoba mengangkat masa perkembangan komunikasi di muka bumi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7