cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022" : 29 Documents clear
PENJADWALAN DAN PENGEMBANGAN RENCANA KERJA DI INDUSTRI YOGHURT Khofifah, Noer; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.392

Abstract

Penjadwalan dan perencanaan kerja pada industri diperlukan untuk memastikan ketepatan dan efisiensi waktu proses produksi. Industri yoghurt berbahan baku susu yang rentan terkontaminasi, membutuhkan penjadwalan dan perencanaan produksi yang tepat untuk pembibitan mikroba Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang terjadi pada proses fermentasi. Penggunaan sistem batch pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi perlu direncanakan secara terintegrasi. Metode penjadwalan dan perencanaan yang tepat dapat menggunakan gantt chart yang dapat mengintegrasikan beberapa proses menjadi urutan kerja yang yang efisien untuk produksi. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui pembuatan penjadwalan menggunakan metode gantt chart pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi di industri yoghurt berkapasitas 30.000 ton/tahun. Studi literatur ini dilakukan dengan penjadwalan produksi yoghurt menggunakan metode ini diawali dengan membuat uraian aktivitas harian dan gantt chart pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi. Kelebihan gantt chart yaitu sederhana, mudah dibuat, menunjukkan waktu, urutan kegiatan, dapat digunakan berulang pada penjadwalan produksi yang berjalan, baik penjadwalan sederhana atau penjadwalan proyek yang rumit. Hasil perencanaan dengan metode gantt chart menunjukkan, bahwa proses produksi efektif berjalan setiap hari, walaupun sistem batch dilakukan pada 3 tangki pembibitan dan 4 tangki fermentasi, masing - masing dengan waktu yang berbeda yaitu 3 dan 12 jam.
PENGARUH PENAMBAHAN PAC TERHADAP TINGKAT KEKERUHAN PADA PROSES PENJERNIHAN AIR SUNGAI DI PERUMDA DELTA TIRTA - SIDOARJO Prianti, Chrisly Dyzha; Hadiantoro, Sigit; Prastijono, Prastijono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.404

Abstract

Air tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia khususnya air bersih. Ketersediaan air bersih saat ini sudah sangat menipis. Namun Kebutuhan terhadap air bersih semakin meningkat, sehingga perlu adanya penetian pengolahan air sungai yang berada dekat dengan masyarakat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya, pengolahan air dilakukan dengan penambahan bahan-bahan kimia tertentu (koagulan, pengatur pH, dan disinfektan) ke dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PAC terhadap tingkat kekeruhan air sungai di PERUMDA Delta Tirta-Sidoarjo. Proses utama yang dilakukan untuk pengolahan air baku menjadi air bersih adalah proses koagulasi menggunakan koagulan. Salah satu bahan yang digunakan sebagai koagulan adalah PAC karena mudah didapat dan ekonomis. Pada penelitian ini, dilakukan proses pengolahan air sungai di PERUMDA Delta Tirta-Sidoarjo menggunakan proses koagulasi dengan variabel konsentrasi PAC sebesar 177, 185, 193, 201, dan 209 ppm. Hasil yang didapatkan adalah semakin besar konsentrasi PAC menyebabkan tingkat kekeruhan air semakin kecil. Hal ini menandakan bahwa kualitas air semakin baik dan semua hasil yang didapatkan sudah sesuai dengan baku mutu.
PERHITUNGAN REFLUX PADA KOLOM III STASIUN DISTILASI DI PT X LUMAJANG Artika, Dian Islamiati; Sudarminto, Hadi Priya; Wahyudi, Fajar
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.477

Abstract

Bahan yang digunakan berasal dari tetes tebu dari pabrik gula yang ada di Lumajang, proses pembuatan alkohol menggunakan metode distilasi sehingga menghasilkan produk alkohol yang diinginkan kadarnya (96,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka reflux dan untuk mengetahui nilai koreksi reflux actual sesuai dengan nilai reflux yang disarankan referensi. Nilai reflux harus diketahui agar dapat mengoptimalkan kinerja alat tersebut agar proses dapat berjalan dengan hasil akhir yang maksimal tanpa harus membuang energi dan produk yang berlebih. Kondisi proses reflux pada PT X Lumajang didapatkan dari produk atas kolom 3 stasiun distilasi dengan input etanol 795 kg/jam, air 4.505 kg/jam dan steam 830 kg/jam dengan keluaran atas yaitu etanol 511,66 kg/jam, air 8,34 kg/jam dan keluaran bawah 5.600 kg/jam dan less sebesar 10 kg/jam. R optimum berkisar 1,2 – 1,5 Rmin, berdasarkan penelitian yang dilakukan nilai reflux yang dihasilkan pada kolom 3 stasiun distilasi PT X Lumajang yaitu 4,29 didapatkan dari Ln/D dengan Ln sebesar 49,6 dan D sebesar 11,57. Rm sebesar 1,4 didapatkan dari xD/Rm+1 yang mana xD sebesar 96% dan Rm+1 sebesar 2,4. R optimum sebesar 1,68 didapatkan dari 1,2 x Rm yang mana Rm sebesar 1,4 dan didapatkan koreksi reflux aktual sebesar 1,55. Pengaruh reflux terhadap jumlah dan konsentrasi distilat yang dihasilkan pada stasiun distilasi adalah apabila nilai reflux semakin tinggi maka jumlah distilat yang dihasilkan semakin sedikit akan tetapi konsentrasinya tinggi begitu pula sebaliknya.
PENGARUH JUMLAH MASSA UMPAN SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR PADA PROSES PIROLISIS Nasywa, Jazilah; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.500

Abstract

Pemanfaatan sekam padi di Indonesia sampai saat ini masih rendah. Padahal kandungan pada limbah sekam padi seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang cukup tinggi dapat menghasilkan asap cair melalui proses pirolisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah massa umpan sekam padi terhadap kualitas asap cair pada proses pirolisis. Pembuatan asap cair dilakukan di dalam reaktor pirolisis dengan kapasitas 5 kg. Sekam padi kering yang ukurannya sudah dikecilkan hingga kurang lebih 100 mesh. Variasi jumlah massa umpan yang digunakan adalah 250 g, 500 g, 750 g, dan 1000 g. Proses pirolisis dilakukan selama 30 menit dengan suhu ±400oC. Produk asap yang keluar dari reaktor pirolisis akan melewati kondensor tingkat atas dan kondensor tingkat bawah terlebih dahulu, kemudian hasil kondensasi akan ditampung sebagai asap cair. Hasil analisis yang dilakukan pada asap cair tersebut menunjukkan bahwa perbedaan jumlah massa umpan sekam padi memberi pengaruh nyata terhadap densitas, pH, dan yield. Jumlah massa umpan 250 g memberikan kualitas asap cair terbaik yang sesuai dengan standar mutu asap cair Jepang di antara jumlah massa umpan lainnya, dengan nilai densitas yang didapatkan adalah 1,0638 g/mL, pH sebesar 3, dan yield sebesar 31%.
STUDI LITERATUR KEMAMPUAN DAN KARAKTERISASI ADSORBEN DARI LUMPUR LAPINDO Nugroho, Ganang Setyo; Arief, Muchammad Syafi’; Widiono, Bambang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.427

Abstract

Kegiatan eksplorasi gas alam yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas menyebabkan semburan lumpur panas Lapindo sejak 29 Mei 2006 hingga saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan. Sehingga, diharapkan dengan adanya pemanfaatan lumpur Lapindo dapat mengurangi dampak negatif lumpur Lapindo terhadap lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi lumpur Lapindo sendiri. Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik lumpur Lapindo jika digunakan sebagai adsorben. Berdasarkan hasil studi literatur disimpulkan bahwa lumpur Lapindo berpeluang dimanfaatkan sebagai adsorben karena didominasi kandungan SiO2 sebesar 44,8%-53,4%, diikuti oleh Fe2O3, dan Al2O3. Aktivasi kimia dan fisika dapat meningkatkan kemampuan lumpur Lapindo sebagai adsorben dengan adanya kenaikan rasio jumlah SiO2/Al2O3 dari (2 – 3) : 1 menjadi (5 – 6) : 1. Serta hasil analisis BET menunjukkan adanya kenaikan luas area permukaan dari 37,289 m2/g menuju 116,953 m2/g, dan diameter pori dari 6,45 nm menuju 22,15 nm. Adsorben lumpur Lapindo memiliki kemampuan terbaik mengadsorpsi ion logam Ni sebesar 98,31%, zat warna reaktif sebesar 98,07%, serta menurunkan kadar COD dan BOD sebesar 98,04% dan 43,41%.
PERHITUNGAN EFISIENSI EVAPORATOR (V-1) DI UNIT KILANG PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI CEPU Kubha, Catharina Bernadeta; Setyorini, Alvira Alwa; Chumaidi, Achmad; Jatmiko, Jatmiko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.482

Abstract

Evaporator merupakan salah satu alat utama di unit kilang PPSDM Migas Cepu yang sudah cukup lama digunakan sehingga perlu dilakukan perhitungan efisiensi evaporator. Perhitungan efisiensi dilakukan untuk mengetahui kelayakan evaporator tersebut untuk proses pengolahan minyak mentah di unit kilang PPSDM Migas Cepu. Perhitungan efisiensi evaporator dilakukan berdasarkan data dari unit kilang yaitu data kondisi evaporator, data densitas tiap komponen, data massa tiap komponen, dan data distilasi ASTM (American Society for Testing Material) tiap komponen mulai dari tanggal 7 – 11 Februari 2022 kemudian dilakukan perhitungan neraca massa dan dilanjutkan dengan perhitungan neraca panas. Dari perhitungan neraca massa dan neraca panas tersebut didapatkan efisiensi evaporator sebesar 58,76%. Nilai efisiensi tersebut menunjukkan bahwa evaporator yang ada di unit kilang PPSDM Migas Cepu kurang layak untuk digunakan dan perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi evaporator tersebut agar tidak mengganggu proses pengolahan minyak mentah.
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN VARIASI JENIS FILLER DAN PLASTICIZER Fadlilah, Nada; Udjiana, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.470

Abstract

Sampah plastik masih menjadi masalah yang sukar dipecahkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun, sehingga dibutuhkan pembuatan plastik yang mudah terurai, salah satunya menggunakan biji mangga yang dapat digunakan sebagai materi polimer organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan plastik yang mudah terurai dari beberapa karakteristik berdasarkan standar yang telah ditentukan yaitu SNI 7188.7:2016. Pembuatan plastik menggunakan metode penelitian RAL faktorial (Rancangan Acak Lengkap yang disusun faktorial) menggunakan variasi plasticizer sorbitol dan polyethylene glycols (PEG) 400 serta kalsium silikat 4%, 6%, 8% dan seng oksida 4%, 6%, 8% sebagai variasi filler, kemudian melakukan beberapa pengujian berupa uji biodegradabilitas, water absorption, kuat tarik dan elongasi untuk mengetahui karakteristik parameter dari hasil pengolahan bioplastik. Perolehan uji biodegradabilitas terbesar didapatkan oleh sampel A1B1 (sorbitol & kalsium silikat 4%) sebesar 76%, pengujian kuat tarik pada sampel A3B3 (PEG 400 & seng oksida 8%) yaitu 1,6484 MPa, hasil perolehan elongasi terbaik terdapat pada sampel A2B3 (sorbitol & seng oksida 8%) sebesar 8% kemudian persentase nilai water absorption yaitu 5% pada sampel A3B1 (PEG 400 30% & seng oksida 4%). Hasil karakterisasi untuk observasi plastik biodegradable selain pengujian biodegradabilitas masih belum memenuhi standar kemasan plastik yang mudah terurai.
PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP PENURUNAN KADAR MANGAN PADA AIR TANAH Dewantara, Damar Pietradagya; Hutabarat, Dicky Morina; Sudarminto , Hadi Priyo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.468

Abstract

Air tanah merupakan sumber persediaan air yang penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia salah satunya yaitu digunakan sebagai konsumsi air minum. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Pembuangan lumpur lapindo menimbulkan dampak terhadap kualitas air tanah dimana salah satunya menimbulkan kenaikan kadar mangan. Hal ini sangat memprihatinkan karena kadar mangan (Mn) pada air tanah yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi sebagai air minum. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan yaitu memanfaatkan lumpur lapindo sebagai adsorben untuk menurunkan Kadar Mn, sehingga dapat memenuhi standard mutu. Pada peneletian ini digunakan variabel massa lumpur lapindo sebanyak 40, 60, 80 gram dengan waktu pengadukan selama 60, 80,dan 100 menit menggunakan metode adsorpsi batch dengan kecepatan pengadukan sebesar 200 rpm. Hasil Penelitian menunjukkan banyaknya massa adsorben lumpur lapindo berpengaruh terhadap penurunan logam mangan yang ada. Semakin tinggi massa adsorben lumpur lapindo yang digunakan daya adsorpsi untuk menjerap logam Mn semakin menurun. Hasil terbaik ditunjukkan oleh sampel 3 (massa adsorben lumpur lapindo 40 gram dengan lama pengadukan 100 menit) dengan daya serap 80%.
PENENTUAN SUHU DAN WAKTU OPTIMUM HIDROLISIS KEDELAI MENGGUNAKAN BUAH PEPAYA MUDA UNTUK PEMBUATAN KECAP MANIS Afifah, Astria Nur; Sudarminto, Hadi Priya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.478

Abstract

Kedelai (Glycine max (L) Merill) adalah salah satu bahan pangan yang sangat dikenal oleh masyarakat sebagai bahan dasar pembuatan kecap yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan gizi yang lengkap. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah kedelai adalah dengan cara mengolahnya menjadi kecap manis dengan perlakuan penambahan buah pepaya muda yang mengandung enzim papain untuk menghidrolisis kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan lama waktu hidrolisis yang tepat untuk menghasilkan hasil hidrolisis kedelai yang baik untuk pembuatan kecap manis. Suhu hidrolisis yang akan digunakan adalah 30°, 40°, 50°, 60° dan 70° C. Sedangkan lama hidrolisis adalah 60, 90, 120, 150, 180 menit. Hidrolisat yang dihasilkan akan diuji kadar asam glutamatnya, kemudian hidrolisat tersebut digunakan sebagai bahan pembuatan kecap. Kecap yang dihasilkan akan dilakukan pengujian berupa uji kadar protein, pH, dan organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, suhu optimum pada proses hidrolisis adalah 60°C dengan kadar asam glutamat pada hidrolisat sebesar 1035.6 mg/L. Sedangkan waktu optimum pada proses hidrolisis adalah 180 menit dengan kadar asam glutamat pada hidrolisat sebesar 1252.6 mg/L. Hidrolisat yang dihasilkan digunakan sebagai bahan kecap. Kecap yang dihasilkan memiliki nilai pH dengan rentang 5.84-5.91. Kadar protein pada kecap mengalami kenaikan dengan rentang 1.10-1.22%. Selain itu, kecap yang dihasilkan juga dilakukan pengujian organoleptik. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kecap memiliki warna yang baik, rasa yang baik, aroma yang kurang khas, dan daya terima yang baik.
ANALISA EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI SEKAM PADI KAPASITAS 8.000 TON/TAHUN Oliviaputie, Timara; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.495

Abstract

Kegiatan pertanian di Indonesia sangat banyak. Hal ini seiring dengan permintaan masyarakat dalam kebutuhan pupuk di Indonesia. Konsumsi pupuk organik di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebesar 88.148 ton. Pada prarancangan pabrik kimia pembuatan pupuk organik cair dari sekam padi dengan kapasitas 8.000 ton pertahun diharapkan dapat menyumbang produksi pupuk organik cair sebesar 9% kebutuhan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah analisa ekonomi untuk mendapatkan perkiraan tentang kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pabrik. Pabrik ini berbentuk perseroan terbatas (PT) berletak di kabupaten Lamongan dengan jumlah pekerja sebanyak 167 orang. Pabrik beroperasi selama 350 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Perhitungan analisa ekonomi dilakukan berdasarkan buku Plant Designs and Economics for Chemical Reaction. Data sekunder yang dibutuhkan untuk perhitungan antara lain data spesifikasi alat yang terdiri dari kondisi proses, unit operasi, bahan yang digunakan, dan utilitas yang diperlukan. Hasil perhitungan analisa ekonomi didapatkan Total Capital Investment (TCI) pabrik ini sebesar Rp 25.646.001.650,- sedangkan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp 77.476.320.901,-. Laba kotor yang diperoleh sebesar Rp 10.523.679.099,- dan untuk laba bersih sebesar Rp 6.314.207.459,-. Laju pengembalian modal (ROI) sebelum dan sesudah pajak berturut-turut sebesar 48% dan 28,97%. Lama pengembalian modal (POT) setelah pajak adalah 2,57 tahun. Titik Break Event Point (BEP) pada kapasitas sebesar 55%. Berdasarkan hasil perhitungan maka prarancangan pabrik kimia ini layak untuk didirikan.

Page 1 of 3 | Total Record : 29