cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
KAIN BERCORAK SEBAGAI NATAR-ALTERNATIF LUKISAN KONTEMPORER Muhamad Ali Rahim; Erika Ernawan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2289

Abstract

Perkembangan seni rupa kontemporer demikian pesat dan menawarkan kemungkinan berbeda dalam visual maupun konteks yang diangkatsecara intrinsik maupun ekstrinsik. Wacana eklektik, apropriasi dan reproduksi gambar, hingga kini masih mempengaruhi geliat lukisan kontemporer. Salah-satunya ditunjukkan melalui peminjaman atau penambahan citraan baru pada suatu gambar dengan tujuan menghasilkan makna baru. Rancangan pelukisan ini menggunakan material lukis non-konvensional, yaitu kain bercorak sebagai natarnya. Penambahan citraan baru pada natar kain bercorak yang mengakibatkan penumpukan visual menawarkan keunikannya sendiri, sekaligus memperkaya alternatif pelukisan sebagaibagian dari dinamika seni rupa sesuai dengan perkembangan zaman. Rancangan karya seni lukis yang menggunakan kain bercorak sebagai alternatif natar ini diharapkan memberi kontribusi yang menambah keragaman visual dan pola cipta dalam perkembangan wacana seni rupa pascamodern.Kata Kunci: Corak, Kain, Lukisan kontemporer, Natar
Wayang Kulit di Ghriya Ukir Kulit Dusun Gendeng Yogyakarta Arfiati Nurul Komariah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2627

Abstract

Kerajinan wayang kulit dikembangkan di beberapa tempat di Dusun Gendeng, namun penulis lebih tertarik dengan salah satu perajin yang hingga saat ini masih aktif dan memiliki cukup banyak karyawan. Perajin tersebut berlokasi di Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh ketertarikan masyarakat terhadap wayang kulit pada zaman sekarang, terutama bagi masyarakat di Dusun Gendeng dan mengetahui sistem pembagian kerja para perajin di dalam membuat kerajinan yang terbuat dari bahan kulit perkamen (mentah). Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif yang berperan pasif. Kemudian hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah didapatkannya pengetahuan mengenai bahan apa saja yang digunakan dan setiap perajin melakukan pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Kata Kunci: Kerajinan Wayang Kulit, Dusun Gendeng, Pembagian Kerja
Perkembangan Motif Flora Pada Produk Fashion Dimasa Pandemi Covid-19 Nadia Febriani Zahara
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2820

Abstract

The trend comes from the absorption word Trend which means the direction of a trend or style that is developing or changing in general. Trends in the fashion world are constantly changing and these changes are influenced by many factors, one of which is the social and economic conditions at that time. The Covid-19 pandemic requires everyone to adapt to the new normal (new normal era), including trends in the world of fashion. The fashion trends referred to include: 1) Fashion trends that are popularly worn; 2) complementary trends in popular clothing worn; and 3) the popular trend of accessories used during the Covid-19 pandemic era. This research method uses literary and phenomenological methods, the literary method is a type of qualitative research method where the location and place of research are carried out in libraries, documents, archives, and other similar methods with literature reviews, while the phenomenological approach seeks to capture various problems that exist in society and reveal the meaning contained therein. The results of this study are that there are various changes in dress styles in the new normal era. These changes in dress style include: 1) Fashion trends in the new normal era include minimalist clothing, sports clothing and closed clothing; 2) complementary clothing trends in the new normal era include masks, face shields, backpacks and oversized bags, flatshoes, slip ons, and sneakers; and 3) accessory trends during the new normal era, namely glasses and watches. Keywords: floral motifs, fashion products, pandemic, fashion trends --------------------------------------------------------------------- Tren berasal dari kata serapan Trend yang berarti adalah arah kecenderungan atau gaya yang sedang berkembang atau berubah secara umum. Tren pada dunia fashion terus berubah dan perubahan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah keadaan sosial dan ekonomi pada saat itu. Pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang untuk beradaptasi dengan tatanan normal baru (era new normal), termasuk tren dalam dunia fesyen. Tren fesyen yang dimaksud meliputi: 1) Tren busana yang popular dikenakan; 2) tren pelengkap busana yang popular dikenakan; dan 3) tren aksoris yang popular di gunakan selama era pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan fenomologi, metode kepustakaan adalah satu jenis metode penelitian kualitatif yang lokasi dan tempat penelitiannya dilakukan di pustaka, dokumen, arsip, dan lain sejenisnya dengan literatur review, sedangkan pendekatan fenomenologi berupaya untuk menangkap berbagai persoalan yang ada di masyarakat dan mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini adalah terdapat berbagai perubahan gaya berbusana di era new normal. Perubahan gaya berbusana ini meliputi: 1) Tren busana di era new normal meliputi busana minimalis, busana sport, dan busana tertutup; 2) tren pelengkap busana di era new normal meliputi masker, face shield, tas ransel dan oversized, flatshoes, slip on ,dan sneaker ;dan 3) tren aksesoris selama era new normal yaitu kacamata, dan arloji. Kata Kunci: motif flora, produk fashion, pandemi, tren fashion.
Penguatan Karakter Kearifan Lokal Berbasis Budaya Visual Melalui Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) Bagi Siswa Kelas Vi MIN 1 Kerinci Zulmaheti Zulmaheti
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2833

Abstract

The character strengthening referred to in this study is related to the development of three domains, namely moral knowledge, moral feeling, and moral behaviors that should be instilled from an early age. Schools are one of the educational institutions that play a crucial role in character strengthening efforts for students, which can be carried out through the learning process in the classroom, including the subject of Arts and Culture Skills (SBK). The focus of this research is the process of character strengthening based on local wisdom for sixth-grade students at MIN 1 Kerinci, which is based on the visual culture of the local area, namely Kerinci Regency. The method used in this research is qualitative method with a descriptive study approach. This study seek to provide a comprehensive description regarding the character strengthening of local wisdom based on visual culture for students in the learning process of Arts and Culture Skills (SBK). Keywords: Character, Local Wisdom. Visual Culture, Art and Culture Skills. --------------------------------------------------------------------- Penguatan karakter yang dimaksudkan dalam penelitian ini berkaitan dengan pengembangan tiga ranah yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral siswa yang harus ditanamkan sejak dini. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam upaya penguatan karakter bagi siswa yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas, salah satunya ialah melalui Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Fokus dari penelitian ini ialah proses penguatan karakter kearifan lokal bagi siswa kelas VI MIN 1 Kerinci yang berbasis budaya visual yang dimiliki oleh daerah setempat yaitu Kabupaten Kerinci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif dengan tujuan untuk memberi gambaran secara komprehensif berkaitan dengan penguatan karakter kearifan lokal budaya visual bagi siswa yang dilakukan dalam proses pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Kata Kunci: Karakter, Kearifan Lokal, Budaya Visual, Seni Budaya dan Keterampilan
MODEL DESAIN PRAKTIK UPCYCLING FASHION DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PAKAIAN BEKAS Bella Annesha; Bintan Titisari
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2848

Abstract

The fashion industry tends to move quickly to follow the latest fashion trends and has an impact on the large amount of clothing textile waste, both from production and from clothes. One of the efforts to minimize this impact is to extend the outdated clothes. There are more emerging Indonesian fashion brand nowadays that apply upcycle processing as one of their product development, especially in big cities such as Bandung and Jakarta. The finding of this is a model that shows upcycling process has similar stages: research idea & concept, design & production, post production, and selling, furthermore, aspects that influence the process are also being anaylised. The results of the analysis are processed into a model for the development of upcycle fashion practices where the making of this design practice model is intended so that fashion actors and also ordinary people who want to implement upcycle can adapt this practice model. Keywords: Upcycle, Design process, Second-hand clothes, Sustainable ------------------------------------------------------------------------------------ Industri fashion cenderung bergerak cepat mengikuti tren fashion terkini dan berdampak pada banyaknya limbah tekstil pakaian, baik dari produksi maupun dari pakaian yang sudah tidak terpakai. Salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak tersebut adalah dengan memperpanjang masa pakai pakaian yang sudah usang. Semakin banyak bermunculan brand fashion Indonesia yang menerapkan proses upcycle sebagai salah satu pengembangan produknya, terutama di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Temuan ini adalah model yang menunjukkan proses upcycle memiliki tahapan yang sama: riset ide & konsep, desain & produksi, pasca produksi, dan penjualan. Selain itu aspek-aspek yang mempengaruhi proses juga dianalisis. Hasil analisis diolah menjadi model pengembangan praktik fashion upcycle dimana pembuatan model praktik fashion ini dimaksudkan agar para pelaku fashion dan juga masyarakat awam yang ingin menerapkan upcycle dapat mengadaptasi model praktik ini. Kata Kunci: Upcycle, Proses desain, Pakaian second-hand, Sustainable
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN EKONOMI KREATIF KANG EME MENGGUNAKAN KARYA FOTOGRAFI DENGAN METODE AIDA DALAM MENINGKATKAN IDENTITAS PRODUK Achyar Riyadh; Imam Budi Sumarna; Abdurahman Djunjunan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v12i1.3507

Abstract

The purpose of this research activity is to determine the results of the implementation of the use of packaging design using photographic media to increase product identity. The method used in the research uses qualitative methods. Coworking Space or coworking space was born in 1995 in Germany which was initiated by a company called C-Base which created a collaboration space between network members and even the general public based on technology that pays attention to technological developments making communication strategies more effective supported by the presence of social media that is not limited by space and time. Social media is a virtual place where everyone can do anything to showcase, sell, and even make electronic-based sales to get the attention (Attention) of consumers so as to present interest (Interest) not a few social media are filled with photo work, be it packaging photos or product photos as brand information. A great strength if creative economic actors utilize technology as a strengthening of the branding of their business consistently, but there are still many photographic visual works presented on social media that are not in accordance with the product packaging that is delivered indirectly will provide bad value, so in this study how to utilize photographic visual works owned by creative economic actors to be presented in packaging design in accordance with the products displayed on social media.The result of this study is that there is a positive impact of the application of packaging methods using photographic media on increasing product identity, although it has not had a significant effect, there are several other variables that influence the increase in product identity in Kang Eme Packaging. Keywords: Design, Packaging, Photography, Branding, Creative Economy --------------------------------------------------------------------- Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil implementasi dari penggunaan desain kemasan menggunakan media fotografi terhadap peningkatan identitas produk. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode kualitatif. Coworking Space atau Ruang kerja bersama yang lahir pada tahun 1995 di Jerman yang hadir diinisiasi oleh sebuah perusahaan Bernama C-Base yang menciptakan sebuah ruang kolaborasi anatar jaringan sesame anggota bahkan masyarakat umum berbasis teknologi yang memperhatikan perkembangan teknologi menjadikan strategi komunikasi menjadi lebih efektif didukung hadirnya media sosial yang tidak dibatasi dengan ruang dan waktu. Media sosial merupakan tempat virtual dimana setiap orang dapat melakukan apapun untuk memamerkan, menjual, bahkan melakukan penjualan berbasis elektronik untuk mendapatkan perhatian (Attention) dari konsumen sehingga menghadirkan ketertarikan (Interest)tidak sedikit sosial media di penuhi dengan karya foto baik itu foto kemasan atau foto produk sebagai informasi sebuah brand. Sebuah kekuatan besar jika pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan teknologi sebagai penguatan branding dari usahanya secara konsisten, namun masih banyak karya visual fotografi yang disajikan pada media sosial tidak sesuai dengan kemasan produk yang disampaikan secara tidak langsung akan memberikan nilai yang tidak baik, maka pada penelitian ini bagaimana memanfaatkan karya visual fotografi yang dimiliki pelaku ekonomi kreatif untuk dapat disajikan dalam desain kemasan sesuai dengan produk yang ditampilkan pada media sosialnya.Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dampak positif dari penerapan metode kemasan menggunakan media fotografi terhadap peningkatan identitas produk, walaupun belum berpengaruh signifikan, ada beberapa variabel lain yang mempengaruhi dalam peningkatan identitas produk pada Kemasan Kang Eme. Kata Kunci: Desain, Kemasan, Fotografi, Branding, Ekonomi Kreatif
KAJIAN METAFORA KONSEPTUAL PADA TEKS KURATORIAL PAMERAN MANIFESTO VIII Irma Racminingsih; Yupi Sundari; Muhammad Guntur Fadhlurrohman
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3177

Abstract

This research aims to reveal the use of conceptual metaphors in curatorial texts using the Conceptual Metaphor theory proposed by George Lakoff and Mark Johnson (2003). In addition, this research also analyzes the relationship between the metaphors source domain and target domain. It uses a descriptive qualitative research method. The stages of this research are problem formulation, data collection, data analysis, data interpretation, and conclusion. The research results show that in the curatorial text of the Manifesto VIII exhibition, there are 39 metaphorical linguistic expressions, consisting of 10 structural metaphors, two orientational metaphors, and 27 ontological metaphors. The ontological metaphors found in this curatorial text are divided into three categories: first, personifying a thing or object as a human being; second, considering an object as a container with spatial content; and third, attaching concrete qualities to abstract things. Of the three categories, the curator gives more human qualities to inanimate objects (17 metaphorical linguistic expressions). It is in line with the aim of curatorial texts, which is to build the audiences emotional involvement with the art narrative. Keywords: curatorial text, conceptual metaphor, structural metaphor, orientational metaphor, ontological metaphor ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penggunaan metafora konseptual dalam teks kuratorial menggunakan teori Metafora Konseptual yang dikemukakan George Lakoff dan Mark Johnson (2003). Selain itu, penelitian ini juga menganalisis hubungan ranah sumber dan ranah sasaran metafora tersebut. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian dikumpulkan melalui penelusuran dan pencatatan. Adapun tahapan penelitian ini adalah 1) perumusan masalah; 2) pengumpulan data; 3) analisis data; 4) interpretasi data; 5) penyimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam dalam teks kuratorial pameran Manifesto VIII, terdapat 39 ekspresi linguistik metafora, yang terdiri dari 10 metafora struktural, 2 metafora orientasional dan 27 metafora ontologikal. Metafora ontologikal yang ditemukan dalam teks kuratorial ini dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu pertama, mempersonifikasi suatu hal atau benda sebagai manusia; kedua, menganggap suatu objek sebagai wadah yang memiliki isi ruang; ketiga, melekatkan kualitas konkret pada hal abstrak. Dari ketiga kategori tersebut, kurator lebih banyak melekatkan kualitas manusia pada benda tak hidup (17 ekspresi linguistik metafora). Hal ini sejalan dengan tujuan teks kuratorial yaitu untuk membangun keterlibatan emosi audiens dengan narasi seni. Kata kunci: teks kuratorial, metafora konseptual, metafora struktural, orientasional, ontologikal
KESALINGAN SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA SENI Agnes Aulia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3193

Abstract

KESALINGAN SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA SENI Patung Agnes Aulia Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jalan Buah Batu No.212, Bandung, Jawa Barat, Indonesia agnes.aneyy@gmail.com ABSTRACT Greeting is an interaction between people that happen at the beginning of relation. There is a tolerance value in greeting activity in wich people could accept each other appearance even with very different backgrounds. That tolerance value in the form of mutuality is reinterpreted by sculpture artwork with an abstract-formalism style. Sculpture artwork focused on assemble objects with binary opposition characteristics, which are feminine and masculine. Those binary opposition characteristics adapted in mutuality between material and material, material and form, and between forms. Material with feminine characteristics assembled with material that has a masculine characteristic. Feminine form assembled with masculine form. Feminine material is used to form the masculine object, et cetera. The sculpture artwork creation upholds tolerance value in greeting since study preparation, concept, execution, up to displaying the artwork. The materials are taken from Singajaya Village, Cihampelas District, West Bandung City, West Java Province, Indonesia. Those materials are roots-branches and house wall materials wich are an adaptation from the neighbourhood environtment in that village. Singajaya Village has been chosen as a location because there is a real case about tolerance value in form of mutuality in greetings are little happened wich influenced the uncomfortable living.The local villagers who lived outside the housing area and the newcomers who lived inside the housing area are not so much accepting each other at the beginning. But, the least acceptance from each group built an inconvenience, especially with the fact that they are living together and should socialize. The sculpture artwork intend to visualize that mutuality could make a harmony without bothering each person or group. The mutuality between humans is reinterpreted to be a mutuality between materials that created to be two sculpture artworks based on village situation, abstract-formalism style and feminine-masculine characteristics. Artworks displayed inside a room with eye level height. In hope, with this paper, appreciators could understand that differences should unite, not separate. Keyword : Greeting, tolerance, mutuality, sculpture artwork. ------------------------------------------------------------------------------------ Tegur sapa merupakan suatu interaksi antar manusia yang menjadi awal relasi. Terdapat nilai toleransi dalam kegiatan tegur sapa di mana individu atau kelompok manusia dapat saling menerima keberadaan masing-masing bahkan dengan latar belakang yang sama sekali berbeda. Nilai toleransi berupa kesalingan tersebut direinterpretasikan melalui karya seni patung dengan penggayaan abstrak-formalis. Karya patung berfokus pada penggabungan objek dengan karakteristik oposisi biner, yaitu feminin dan maskulin. Karakter oposisi biner tersebut diadaptasi pada kesalingan antara material dan material, material dan bentuk objek, serta bentuk objek dan bentuk objek. Material dengan karakteristik feminin digabungkan dengan material dengan karakteristik maskulin. Bentuk objek feminin digabungkan dengan bentuk objek dengan karakteristik maskulin. Material feminin digunakan untuk membentuk objek maskulin dan sebaliknya. Penciptaan karya seni patung tersebut menjunjung nilai toleransi dalam tegur sapa sejak penyusunan kajian, konsep, pengerjaan, hingga penyajian karya. Material yang digunakan berasal dari Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Material tersebut adalah akar-ranting dan bahan dinding rumah yang merupakan adaptasi dari lingkungan tempat tinggal warga di desa tersebut. Desa Singajaya dipilih sebagai lokasi karena terdapat kasus nyata di mana nilai toleransi berbentuk kesalingan dalam tegur sapa yang minim terjadi ternyata berdampak terhadap ketidak-nyamanan bertempat tinggal. Masyarakat lokal desa yang tinggal di luar perumahan dan masyarakat pendatang yang tinggal di dalam perumahan pada awalnya saling tidak menerima keberadaan masing-masing. Namun, dengan kurangnya penerimaan dari masing-masing kelompok, justru membuat ketidak nyamanan, terutama karena fakta bahwa mereka tinggal berdampingan yang sudah seharusnya saling bersosialisasi. Karya patung bertujuan untuk memvisualisasikan bahwa kesalingan dapat membentuk suatu harmoni tanpa mengganggu kenyamanan masing-masing individu maupun kelompok. Kesalingan antar manusia tersebut direinterpretasikan menjadi kesalingan antar material yang dibuat menjadi karya patung berjumlah 2 dengan landasan situasi desa, penggayaan abstrak-formalis dan karakteristik feminin-maskulin. Karya disajikan di dalam ruangan dengan keinggian eye level. Harapannya, dengan tulisan ini apresiator dapat mengerti bahwa seharusnya perbedaan ada untuk mempersatukan, bukan memisahkan. Kata kunci: Tegur sapa, toleransi, kesalingan, dan seni patung
FENOMENA THRIFTING SEBAGAI FASHION LIFESTYLE: STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG Indri Haryanti; Asep Miftahul Falah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.3188

Abstract

This study aims to investigate the phenomenon of thrifting as a fashion lifestyle among Muhammadiyah University of Bandung students. This research uses a qualitative approach using case studies as its research approach. Data were obtained through in-depth interviews and observation of a group of students who were actively involved in thrifting. Data analysis was performed using thematic analysis techniques. The results of the study show that the thrifting phenomenon has become a popular lifestyle among students at the Muhammadiyah University of Bandung. College students adopted thrifting as a way to express themselves, create a unique style, and deal with financial constraints. They see thrifting as a way to source quality clothing and accessories at affordable prices while contributing to sustainability and reducing their environmental impact. In addition, this study also highlights the factors that influence the adoption of the phenomenon of thrifting among college students. These factors include awareness of environmental and social issues, developments in technology and social media, and peer influence. In this context, students see thrifting as an attractive and trendy alternative to excessive consumerism. This research provides important insights into the phenomenon of thrifting as a fashion lifestyle among students at the Muhammadiyah University of Bandung. The implications of these findings can be used by related parties, including marketers and fashion designers, to understand the preferences and behavior of young consumers regarding thrifting. Further studies can also be carried out to see how this phenomenon generally develops in society. Keywords: thrifting, lifestyle, fashion, fashion trends, students ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena thrifting sebagai fashion lifestyle di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus sebagai pendekatan penelitianya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok mahasiswa yang secara aktif terlibat dalam praktik thrifting. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena thrifting telah menjadi gaya hidup yang populer di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Mahasiswa mengadopsi thrifting sebagai cara untuk mengungkapkan diri, menciptakan gaya unik, dan menghadapi keterbatasan finansial. Mereka melihat thrifting sebagai cara untuk mendapatkan pakaian dan aksesori berkualitas dengan harga yang terjangkau, sambil juga berkontribusi pada keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi fenomena thrifting di kalangan mahasiswa. Faktor-faktor tersebut meliputi kesadaran akan isu-isu lingkungan dan sosial, perkembangan teknologi dan media sosial, dan pengaruh teman sebaya. Dalam konteks ini, mahasiswa melihat thrifting sebagai alternatif yang menarik dan trendy untuk konsumerisme yang berlebihan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang fenomena thrifting sebagai fashion lifestyle di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan oleh pihak terkait, termasuk pemasar dan desainer fashion, untuk memahami preferensi dan perilaku konsumen muda terkait thrifting. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk melihat bagaimana fenomena ini berkembang di masyarakat secara umum. Kata Kunci: thrifting, lifestyle, fashion, tren fashion, mahasiswa
LAGU TURI PUTIH KARYA SUNAN KALIGAJA SEBAGAI INSPIRASI KARYA DENGAN TEKNIK LUKIS TIONGKOK Farid Kurniawan Noor Zaman
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v12i1.3516

Abstract

The song Turi Putih is a Javanese song that was written by Sunan Kalijaga, one of the figures who spread Islam in Java. Currently, the popularity of the song Turi Putih has declined and is no longer known, especially among children. In fact, the song has a deep spiritual meaning, especially for Indonesian Muslims. In this research, we will try to visualize the meaning of the song Turi Putih in the form of paintings using Chinese painting techniques. This research has several problem formulations, including: 1) How is the song Turi Putih interpreted? 2) How to visualize the result of Turi Putih song interpretation in Chinese painting? This research method uses qualitative descriptive analysis technique. This research uses a semiotic approach. The production method consists of several steps. The first stage is the search for ideas and ideas. The second stage is the deepening or maturation of ideas. The third or final stage is the realization of the artwork. The production technique is based on Chinese painting techniques. The result of this research is a work that represents the interpretation of the song “Turi Putih” by Sunan Kalijaga. The painting depicts several objects that symbolize death, including white Turi flowers, Kedasih birds, and Besrek batik. Turi putih symbolizes pocong, Kedasih bird is a bird that brings news of death, and Besrek batik is batik used to cover the corpse. The results of this creative research are expected to add insight to readers and contribute to expanding the treasures of global art diversity. Keyword : Turi Putih, Chinese Painting, Bird --------------------------------------------------------------------- Lagu Turi Putih merupakan lagu jawa yang diTuris oleh Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar agama islam di tanah jawa. Saat ini popularitas lagu Turi Putih sudah menurun dan sudah tidak dikenal lagi terutama di kalangan anak-anak. Nyatanya, lagu Turi Putih mempunyai makna spiritual yang mendalam khususnya bagi umat Islam Indonesia. Dalam penelitian ini, kami akan mencoba memvisualisasikan makna lagu Turi Putih dalam bentuk lukisan dengan menggunakan teknik lukis Tiongkok. Penelitian ini mempunyai beberapa rumusan masalah, antara lain: 1) Bagaimana nyanyian Turi putih diartikan? 2) Bagaimana memvisualisasikan hasil penafsiran Lagu Turi Putih dalam lukisan Tiongkok? Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik. Metode produksi terdiri dari beberapa langkah. Tahap pertama pencarian ide dan gagasan. Tahap kedua berupa pendalaman atau pematangan gagasan. Tahap ketiga atau terakhir adalah realisasi karya seni. Teknik produksi karya ini didasarkan pada teknik melukis Tiongkok. Hasil penelitian ini berupa sebuah karya yang mewakili tafsir tembang “Turi Putih” karya Sunan Kalijaga. Lukisan tersebut menggambarkan beberapa benda yang menjadi simbol kematian, antara lain bunga Turi putih, burung Kedasih, dan batik Besrek. Turi putih melambangkan pocong, burung Kedasih adalah burung pembawa kabar kematian, dan batik Besrek adalah batik yang digunakan untuk menutupi mayat. Hasil penelitian kreatif ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca dan turut memperluas khasanah keberagaman seni rupa global. Kata Kunci : Turi Putih, Seni Lukis Cina, Burung

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue