cover
Contact Name
Heru Susanto
Contact Email
anto.eru84@gmail.com
Phone
+6285245145680
Journal Mail Official
cakrawala@stkipsingkawang.ac.id
Editorial Address
STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Cakrawala Linguista
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 25979779     EISSN : 25979787     DOI : http://dx.doi.org/10.26737/cling
CAKRAWALA LINGUISTA is a peer-reviewed scientific open access, with e-ISSN 2597-9787 and p-ISSN 2597-9779 published by Institute for Managing and Publishing Scientific Journals at STKIP Singkawang, Indonesia in 2015. In Last 2016 Cakrawala Linguista has built Organization and Editorial team to publish scientific paper. Cakrawala Linguista is Journal of applied linguistic which publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in July and December. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature. Articles can be written in English, Indonesian or Malay. Please send the articles to our OJS system.
Articles 121 Documents
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Deduktif dan Induktif melalui Model Pembelajaran Experiential Learning Pada Siswa Kelas XII IPS 1 SMAN 5 Singkawang Tahun Ajaran 2017/2018 Sri Hardani; Eti Sunarsih; Wahyuni Oktavia
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1952

Abstract

Penelitianini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis siswa karena siswabelum mampumengembangkan idenya dalam menulis karangandeduktif induktifdengan baik.Hasilmenulis siswa masih di bawah KKM (Kriteria Kentutasan Minimal) yaitu 70, serta kegiatan pembelajaran menulis karangan deduktif induktif masih bersifat konsep. Peneliti melakukan inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deduktif induktif melalui model pembelajaran experiential learning. Rumusanmasalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menulis karangan deduktif induktif melalui model pembelajaran experiential learning pada siswa kelas XII IPS 1 SMAN 5 Singkawang tahun ajaran 2017/12018. Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menulis karangan deduktif induktif melalui model pembelajaran experiential learning pada siswa kelas XII IPS 1 SMAN 5 Singkawang tahun ajaran 2017/12018. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif.Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Perencanaan pembelajaran siklus I dan II terdiri atas merumuskan bahan pembelajaran dan tujuan, merencanakan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan sumber dan penggunaan media pembelajaran serta merencanakan evaluasi pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan perencanaan yang telah disusun.Perencanaan siklus I memiliki kendala pada aspek mengembangkan materi pembelajaran, menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, menentukan media pembelajaran yang akan digunakan.Perencanaan siklus II berjalan dengan baik semua aspek dalam perencanaan sudah dilaksanakan oleh guru.Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum adanya tindakan, persentase ketuntasan belajar siswa yaitu siswa 68,42%. Setelah tindakan siklus I dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 68,42% dan meningkat lagi pada siklus ke II menjadi 89,47%. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran experiential laerning untukmeningkatkan kemampuan menulis siswa.
Increasing Ability to Understand Fairy Tale Through Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Strategy Titin Setiartin
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Number 1 July 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v1i1.491

Abstract

The DRTA strategy is basically designed for group reading teaching. This strategy has received great attention from language teachers over the last two decades because of its ease and emphasis on developing high-minded processes. In addition, DRTA involves an active understanding and exchange of ideas among learners. Effective also in directing the social dynamics of learning groups of learners. Individual and group predictions about the content of reading are developed on the basis of individual backgrounds and information contained in the text. This strategy requires teachers to create hypotheses and make predictions about the content of the reading. Group dynamics will generate predictions and provide opportunities for learners to link these predictions with reading content. The purpose of this study is to describe the effectiveness of DRTA strategy in reading comprehension learning; describe the improvement of the ability of learners in reading fairy tales. The result of the research can be known based on the gain index of the initial and final test of the experimental class and control class, there is an increasing difference between the learning by using DRTA strategy and the learning using conventional strategy from percentage gain improvement in the experimental class higher than the control class. While the gain index of the experimental class is 0.57 (including the medium category) with the lesson using the DRTA strategy and for the control class with the gain index of 0.45 (including the medium category) with the reading comprehension learning conventional strategy. From the difference of gain, index can be concluded that there is a difference of understanding between learners who learn by using DRTA strategy with students who study conventionally. Between the two experimental classes, the average value of learners who learn to use DRTA is higher than that of learners who learn to use conventional learning. Constructivists view that learning is a process of assimilating and connecting the experience or material learned with the understanding it has for the understanding to develop.
Simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Eko Eko; Fitri Fitri; Zulfahita ZUlfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Submasalah dalam [enelitian ini meliputi, pendeskripsian Simbol mantra, pendeskripsian makna dalam mantra, pendeskripsian, dan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  pendekatan semiotik. Sumber data dalam penelitian ini adalah 2 informan Dusun Raharja Desa Mayak Kecamatan seluas Kabupaten Bengkayang. Data dalam penelitian ini adalah rekaman mantra Balenggang. Alat pegumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik wawancara, dan teknik documenter. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini yaitu pendeskripsian, pengklasifikasian data, penganalisian, penyimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi atau pengecekan ulang, kecukupan referensi, dan diskusi teman sejawat. Berdasarkan analisis data dan pembehasan dapat disimpulkan bahwa simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas kabupaten Bengkayang  .terdapat: 3 simbol mantra yaitu, 1) simbol tanda verbal, 2) simbol tanda non verbal, 3) simbol interpretasi ritual. Terdapat 4 aspek makna yaitu, 1) pengertian, 2) perasaan, 3) nada, 4) tujuan. Selanjutnya, penelitian ini biasa implementasikan pada kelas VII semester genap, dengan kompetensi dasar 3.10 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif Menggunakan Model Kooperatif TipeTeam AssistedIndividualization (TAI) Pada Siswa Kelas VIII D SMPN 8 SingkawangTahun Ajaran 2017/2018 Jullya Jullya; Wahyuni Oktavia; Lili Yanti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i1.1294

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi pleh rendahnya nilai membacasiswa. Rendahnya nilai membaca siswa dikarenakan siswa tidak bersungguh-sungguh dalam membaca, siswa menganggap mudah keterampilan membaca hal ini menyebabkan siswa kurang memahami bahan bacaan.Penelitian ini difokuskan pada materi membaca intensif menggunakan model kooperatif tipe TAI. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi  perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe TAI pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 8 Singkawang tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan 2 siklus setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan.Prosedur penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Perencanaan siklus 1 meliputi merumuskan bahan pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan media pembelajaran, menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, dan pedoman penilaian.Perencanaan pada siklus 2 lebih ditekankan pada pemahaman materi membaca intensif dan penerapan model kooperatif tipe TAI.Pelaksanaan pada siklus 1 masih ada kekurangan yaitu tidak ada penguatan tantang materi yang telah dipelajari. Berdasarkan analisis data pada siklus 1 nilai rata-ratanya adalah 71,52% sedangkan pada siklus 2 yaitu 82,63%.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Dengan Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Script Pada Siswa Kelas VII B SMP N 1 Monterado Heru Susanto
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Number 1 July 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v1i1.548

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi menyimak dongeng dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Script. Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran, dan bagaiamana hasil pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan penerapan model pembelajaran Cooperative tipe Script pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Monterado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  metode deskriptif kualitatif yakni bermaksud untuk menyelidiki tentang keadaan objek penelitian yang diteliti. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah panduan observasi, panduan wawancara, tes dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Hasil dari keseluruhan penelitian dibuktikan dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan kegiatan dalam partisipasi siswa mengikuti proses pembelajaran. Kinerja  guru dalam mengelola pembelajaran pun terus meningkat dari 46,1 % pada siklus I menjadi 84,7% pada siklus II. Nilai kegiatan aktifitas siswa di kelas mengikuti proses pembelajaran pada siklus I mencapai 64,7% meningkat menjadi 88,2% pada siklus II. Hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Script. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui setelah membandingkan hasil pra tindakan, siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada pra tindakan adalah 65,9 berada dalam kategori kurang, pada siklus I  rata-rata nilai 73,6 berada dalam kategori cukup, dan pada siklus II 88,0 berada dalam kategori baik dan mencapai pada peningkatan yang diharapkan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Cooperative tipe Script dalam penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menyimak dongeng.
PENGGUNAAN DIKSI DALAM JUDUL BERITA MEDIA ONLINE DETIK.COM EDISI APRIL 2019 Fitri Fitri; Sri Mulyani; Radha Ramadhanti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Number 1 July 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v4i1.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata denotasi dan konotasi, penggunaan kata umum dan kata khusus, penggunaan kata indria dalam judul berita media online detik.com edisi April 2019 dan mendeskripsikan hasil implementasi hasil penelitian penggunaan diksi pada pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah diperoleh dari media online detik.com edisi April 2019 dari tanggal 01-30 April 2019.Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, berupa penggunaan kata denotasi dan konotasi, penggunaan kata umum dan kata khusus, penggunaan kata indria pada media online detik.com edisi April 2019. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik catat. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti, alat tulis, dan instrumen pembantu penelitian. Teknik dalam analisis data, yaitu 1) mengumpulkan berita detik.com edisi April 2019 setiap harinya. 2) mencatat bagian judul, dikumpulkan dan diurutkan sesuai tanggal terbit. 3) membaca judul berita dan menandai kata-kata yang termasuk diksi dalam judul tersebut.4) menggolongkan jenis kata yang sesuai dengan penggolongan. 5) mencermati dan menjelaskan hasil temuan yang berupa jenis penggolongan kata pada judul berita detik.com. Keabsahan dataini dilakukan dengan tiga cara yaitu diskusi teman sejawat, triangulasi dan kecukupan referensi. Berdasarkan hasil penelitian  data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi dalam judul berita media online detik.com edisi April 2019 yang terdapat dalam 150 berita yang dianalisis berjumlah yaitu: 1) penggunaan kata denotatif berjumlah 81 kata, 2) penggunaan kata konotatif berjumlah 56 kata, 3) penggunaan kata umum berjumlah 3 kata, 4) penggunaan kata khusus berjumlah 3 kata, 5) penggunaan kata indria berjumlah 7 kata. Hasil penelitian ini dapat diterapkan berdasarkan kurikulum 2013 kelas VIII semester ganjil, dan kompetensi dasar yaitu, 3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca berita.
STRUKTUR, FUNGSI DAN MAKNA PADA MANTRA PANTAN MASYARAKAT SELAKAU KABUPATEN SAMBAS Susan Neni Triani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Number 2 December 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i2.2249

Abstract

Penelitian ini untuk medapatkan deskripsi mantra pantan berdasarkan kajian strukturalisme. Asalah yang diangkat didalam pennelitian ini meliputi struktur pembangun mantra, dan pendeskripsian fungsi dalam mantra, dan pendeskripsian makna dalam mantra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil rekaman mantra pantan di desa Twi Mentibar. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi dan perekam. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data yakni tahap analisis. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan meliputi ketekunan, kecukupan referensi dan triangulasi. Hasil peneliitan menyimpulkan bahwa  bahwa mantra pantan pada Masyarakat Selakau Kabupaten Sambas terdiri dari 15 buah mantra pantan yang terdiri dari 1) besisir rambut 2) becermin 3) bebaju 4)bepupor 5) bepantis 6) bebincu 7) asam garam 8) cuci uke 9) cahaye tubuh 10) mandek tubuh 11) binyak rambut 12) turun dari tanggak rumah 13) sirih 14) bejalan 15) duduk. Kesemuanya dari manra pantan ini memiliki struktur pembangun mantra yang terdiri dari unsur judul, unsur pembuka, unsur sugesti, unsur tujuan dan unsur penutup. Fungsi mantra-mantra pantan ini adalah sebagai pemikat bagi lawan jenis. Sedangkan makna yang terkandung dari mantra-mantra pantan masyarakat Selakau ini adalah bentuk usaha agar seseorang terlihat cantik atau tampan (menawan) bagi lawan jenis.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN DARING DI SMA SWASTA ERLANGGA Lili Tansliova; Resmi Resmi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Number 1 July 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v4i1.2422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan menulis naskah drama dengan  menggunakan media audiovisual pada pembelajaran daring di SMA Swasta Erlangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya pengaruh antara kedua variabel yang diteliti. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes penguasaan kosakata yang berupa multiple choice sebanyak 30 soal dan menulis naskah drama. Selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan rumus Deskripsi Korelasi Product Moment. Setelah memperoleh hasil analisis data penelitian, maka selanjutnya dilakukan pembuktian hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis diterima kebenarannya atau ditolak dengan menggunakan uji tes (uji “t”). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data terbukti bahwa nilai r sebesar 0.73 yang berarti tergolong korelasi tinggi. Selanjutnya hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung sebasar 8,91 dan jika dikonsultasikan dengan tabel distribusi t diperoleh harga ttabel sebesar 1,98 maka thitung > ttabel. Hal ini membuktikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya penggunaan media audiovisual efektif dan berpengaruh terhadap kemampuan menulis naskah drama yang berarti terdapat peningkatan kemampuan menulis naskah drama dengan  menggunakan media audiovisual pada pembelajaran daring di SMA Swasta Erlangga
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA DAN SOSIAL PADA NOVEL AKU ANAK BETING KARYA SISKADYAHFA Dewi Leni Mastuti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Number 2 December 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i2.1993

Abstract

Masyarakat Pontianak sesungguhnya memiliki berbagai bentuk genre sastra, akan tetapi tidak banyak para generasi mudanya mengenal bentuk-bentuk sastra tersebut. Proses pewarisan sastra dari para tetua ke generasi muda tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Semakin sedikitnya orang-orang yang menguasai berbagai bentuk sastra di kota Pontianak. Tujuan penelitian yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Manusia, Lingkungan, dan Sang Pencipta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif, yaitu deskripsi nilai-nilai budaya dalam masyarakat Pontianak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik wawancara, catat, dan dokumen tertulis. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis nilai-nilai budaya (Melayu) dalam hubungan manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta pada masyarakat Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian terdapat nilai budaya dilihat dari hubungan manusia dengan manusia; nilai sosial dilihat dari hubungan manusia dengan lingkungan serta nilai budaya dan sosial dilihat dari hubungan manusia dengan pencipta.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PEER LESSON TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SINGKAWANG Fitri Fitri; Susan Neni Triani; Fitriadi Fitriadi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Number 2 December 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i2.2093

Abstract

ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari informasi tentang “Pengaruh keterampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasidan mencaritahukondisi yang sebenarnyatentang, (1)keterampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasi sebelum menggunakan metode  pembelajaran kooperatif tipe peer lesson pada siswa;(2)keterampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasi sesudah menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe peer lesson pada siswa; (3) perbedaanketerampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasi menggunakan metode  pembelajaran kooperatif tipe peer lessondengankelas yang menerapkanpembelajaran langsung pada siswa (4) respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe peer lesson pada siswa.Metode penelitian menggunakan metode kooperatiftipe peer lessondenganjenispenelitiankuantitatifdan desainpenelitianmenggunakanpree-eksperimen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa (1) Hasil belajar keterampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasi sebelum menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe peer lesson pada siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singkawang diperoleh nilai N-Gain 0,25 dengan kategori rendah; (2) Hasil belajar keterampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasi sesudah menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe peer lesson pada siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singkawang diperoleh N-Gain 0,36 dengan kategori sedang; (3) Perbedaanketerampilan berbicara dalam menyampaikan teks eksplanasi menggunakan metode  pembelajaran kooperatif tipe peer lessondengankelas yang menerapkanpembelajaran langsung pada siswakelas VIII SMP Negeri 7 Singkawang.Berdasarkan hasil uji-t diperoleh keputusan bahwa nilai signifikasi sebesar 0. Ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0 kurang dari (<) taraf signifikasi (a = 0,005) (4)Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe peer lesson pada siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singkawang diperoleh nilai 82 dengan kategori baik.

Page 4 of 13 | Total Record : 121