cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
Analisis Preferensi Konsumen Dalam Membeli Daging Ayam Broiler Di Pasar Tradisional Kota Semarang, Jawa Tengah Agus Setiadi dan Titik Ekowati, Kirana Ayu,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 38 Nomor 2 September 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v38i2.287

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut daging ayam yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli daging ayam broiler di pasar tradisional Kota Semarang. Penelitian dilakukan pasar Johar, Rejomulyo, Karangayu dana Peterongan pada bulan Maret-April 2020. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan wawancara berdasarkan  daftar pertanyaan pada kuesioner. Responden berjumlah 100 orang dipilih dengan menggunakan metode Non Probabilty Sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis Konjoin dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi atribut yang paling disukai konsumen adalah daging ayam yang memiliki ukuran daging sedang, warna daging yang putih kekuningan (tidak pucat), tekstur daging yang kenyal, bagian daging dada dan harga berkisar antara Rp 27.000 – Rp 30.000. Berdasarkan kepentingan relatif atribut yang paling diprioritaskan oleh konsumen adalah ukuran daging, warna daging, bagian daging dan harga. Faktor yang mempengaruhi konsumsi daging ayam secara parsial yaitu pendapatan, jumlah anggota keluarga, selera, harga daging ayam broiler dan harga daging sapi sedangkan faktor pendidikan tidak berpengaruh terhadap konsumsi daging ayam broiler.Kata kunci: analisis konjoin, atribut, daging ayam, faktor, preferensi konsumen
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SITRAT DALAM RANSUM SEBAGAI ACIDIFIER TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN BOBOT BADAN AKHIR PADA ITIK JANTAN LOKAL Try Satyo Nugroho, Hanny Indrat Wahyuni, Nyoman Suthama
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 2 September Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v34i2.175

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat (acidifier) dalam ransum terhadap kecernaan protein, asupan protein dan bobot badan akhir pada itik jantan lokal. Ternak penelitian yang digunakan adalah 80 ekor itik jantan lokal umur 8 minggu dengan bobot badan awal 1221,17 ± 38,43 g. Terdapat 4 perlakuan ransum yang berbeda, yaitu T0 = ransum tanpa tambahan asam sitrat; T1 = ransum perlakuan dengan penambahan 1% asam sitrat; T2 = ransum perlakuan dengan penambahan 2% asam sitrat; T3 = ransum perlakuan dengan penambahan 3% asam sitrat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 ekor itik jantan lokal. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan prosedur sidik ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan, apabila terdapat pengaruh nyata (P0,05) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam sitrat tidak mempengaruhi (P0,05) konsumsi ransum, dan bobot badan akhir itik Jantan lokal, akan tetapi berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kecernaan protein dan asupan protein. Ini menunjukkan bahwa kandungan asam sitrat dalam ransum dapat berfungsi sebagai acidifier dan dapat meningkatkan kecernaan protein pada itik jantan lokal meskipun semua itik mempunyai bobot akhir yang sama. Kata kunci : itik lokal jantan, asam sitrat, kecernaan protein dan bobot badan akhir 
Daya Adaptasi Perubahan Iklim Terhadap Pedapatan Petani Padi Di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Siti Zaenun, Titik Ekowati, dan Endang Dwi Purbajanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i1.193

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang berpengaruh terhadap bentuk dan daya adaptasi terhadap perubahan iklim serta pendapatan usahatani padi. Penentuan responden dengan cara sengaja sebanyak 50 orang petani padi Kecamatan Gemuh. Adaptasi petani padi terhadap perubahan iklim antara lain dengan : merubah pola tanam sebanyak 70%, pengolahan tanah 72%, dan hampir seluruhnya memperbaiki sistem irigasi dan pengendalian OPT. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usahatani padi pada musim kering adalah : biaya benih, biaya pupuk, iuran irigasi, biaya pestisida dan upah tenaga kerja, sedangkan pada musim basah biaya benih, biaya pestisida  dan upah tenaga kerja. Kata Kunci : perubahan iklim, petani padi, adaptasi, produksi, pendapatan
PENGARUH PENGGUNAAN BENIH, PUPUK PHONSKA, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KEDELAI (Glycine Max) DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN PATI KABUPATEN PATI Sulistyowati Catur Riyastini Sutopo, Sri Suratiningsih
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 1 Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i1.53

Abstract

Petani dan keluarganya diharapkan mengelola usaha taninya dengan penuh kesadaran, melakukan pilihan-pilihan yang tepat dari alternatif yang ada melalui bantuan penyuluh pertaniandan pihak lain yang berkepentingan. Oleh karena itu, petani yakin akan mengelola usaha taninyadengan produktif, efisien dan menguntungkan. Ada berbagai peluang yang dapat dilakukan untukmeningkatkan produksi kedelai, diantaranya penggunaan benih dengan varietas unggul,penggunaan pupuk Phonska (NPK) secara efektif dan efisien serta penggunaan tenaga kerjasecara optimal sehingga dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) untukmengetahui pengaruh faktor produksi (biaya benih, pupuk Phonska, dan tenaga kerja) secaraparsial terhadap pendapatan usahatani kedelai, dan 2) untuk mengetahui pengaruh faktorproduksi (biaya benih, pupuk Phonska, dan tenaga kerja) secara simultan terhadap pendapatanusahatani kedelai.Penelitian menggunakan metode observasi, survey, serta menggunakankuesioner sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data yang kemudian data dianalisissesuai tujuan penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 28 orang.Hasil penelitian menunjukkan,1) ada pengaruh yang signifikan dari biaya benih (p = 0,018) ( = 0,05), pupuk Phonska (p = 0,029) ( = 0,05), dan tenaga kerja (p = 0,037) ( = 0,05), secara parsial terhadap pendapatan usahatanikedelai, 2) ada pengaruh yang signifikan dari biaya benih, biaya pupuk Phonska dan biaya tenagakerja (p = 0,000) ( = 0,05), secara simultan terhadap pendapatan usahatani kedelai.Benih kedelaiperlu penambahan karena jarak tanam kedelai dimungkinkan masih lebar. Pupuk Phonska perlupenambahan karena intensitas pemupukan usahatani kedelai di Desa Sidoharjo Kecamatan PatiKabupaten Pati dirasa masih kurang. Petani juga perlu memperhatikan jumlah tenaga kerja yangdibutuhkan karena kelebihan tenaga kerja akan mengurangi pendapatan petani itu sendiri.Kata kunci: benih, Phonska, tenaga kerja, pendapatan petani kedelai (glycine max)
Analisis Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Terhadap Pendapatan Dan Produksi Tomat Di Kabupaten Batang (Studi Di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang) Hendrawan Supratikno, Agus Setiadi, dan Karno
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i2.209

Abstract

ABSTRAK            Penerapan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah produksi tomat yang saat ini belum memenuhi jumlah kebutuhan tomat nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa penerapan metode tanam PHT terhadap produksi tomat dan pendapatan petani di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini adalah petani pada kelompok tani Gapoktan Penimurni dan Gapoktan Rukun Santoso, yang diambil secara Random Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dan dianalisis data dengan uji independent sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil produksi tomat dan pendapatan petani. Produksi tomat metode PHT lebih rendah dibandingkan dengan metode konvensional. Pendapatan petani tomat metode PHT lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Penerapan metode tanam tomat PHT belum mampu memenuhi jumlah kebutuhan tomat nasional, namun dapat meningkatkan pendapatan petani. Bagi petani agar menerapkan metode tanam PHT, dengan memperluas lahan, meningkatkan tingkat pendidikan maupun pengetahuan tentang metode tanam PHT, melakukan metode penggiliran jenis tanaman dan efisiensi tenaga kerja. Kata Kunci: PHT, Produksi, Pendapatan
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN UNTUK BERBELANJA DI KOLAM PEMANCINGAN BAROKAH DESA POLAMAN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Wiharso Sumardi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 2 September 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v29i2.37

Abstract

Marketing Mix merupakan usaha pemasaran produk dengan cara memperhatikan dan menggabungkan beberapa unsur yang berkaitan keinginan dan kebutuhanan konsumen. Penelitian ini dilakukan di pemancingan Barokah Desa Polaman Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Waktu penelitian mulai April 2010 sampai dengan Desember 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen, hubungan antara varibel serta pengaruh marketing mix secara simultan maupun parsial terhadap konsumen untuk berbelanja. Metode pnelitian bersifat deskriptif, data utama yang diperoleh dari 30 responden, dengan alat pengambil data berupa beberapa pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Untuk mengetahui preferensi dengan menganalisis data dan untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya menggunakan regresi linair berganda. Hasil yang diperoleh preferensi konsumen baik, secara simultan dari marketing mix sangat nyata, hubungan antar unsur marketing mix (produk, harga,tempat dan promosi) sangat kuat, pengaruh secara parsial hanya pada promosi berpengaruh nyata terhadap konsumen untuk berbelanja. Dari analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara umum marketing mix yang diterapkan oleh pemancingan Barokah sudah cukup menarik bagi konsumen untuk berbelanja. Kata kunci : preferensi, produk, harga dan promosi.
Profil Leukosit Dan Leukosit Diferensial Ayam Kedu Pasca Tetas Pada Dataran Tinggi Dan Rendah D. S. Nugroho, H. I. Wahyuni dan Isroli
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.225

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap profil leukosit dan leukosit diferensial pada ayam Kedu pasca tetas. Materi yang digunakan adalah ayam Kedu umur 1 hari sebanyak 90 ekor, yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 45 ekor. Satu kelompok dipelihara di dataran tinggi dengan rerata bobot badan 39,11+3,48 g, sedangkan kelompok satunya dipelihara di dataran rendah dengan rerata bobot badan 30+4,33 g. Data yang diukur adalah jumlah leukosit, heterofil, limfosit dan monosit pada umur 1, 4, 7, 10 dan 13 hari. Setiap pengukuran digunakan 9 ekor ayam Kedu sebagai ulangan. Berdasarkan uji t profil leukosit dan leukosit diferensial ayam kedu umur 1, 4, 7, 10 dan 13 hari di dataran tinggi dan rendah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p0,05). Kesimpulan penelitian yaitu bahwa perbedaan tinggi tempat yang dipakai pada penelitian ini belum memberikan perbedaan lingkungan yang ekstrim sehingga jumlah profil leukosit dan leukosit diferensial masih tergolong normal. Kata kunci : ayam Kedu, leukosit, dataran tinggi dan dataran rendah
KETAHANAN TUBUH AYAM BROILER PADA KONDISI TROPIS YANG DIBERI JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Sian Ho Litra Bikrisima Luthfi D. Mahfudz Nyoman Suthama
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.60

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tepung buah jambu biji merah (Psidium guajava) terhadap ketahanan tubuh ayam broiler pada kondisi tropis. Ternak percobaan yang digunakan yaitu 120 ekor ayam broiler unsex umur 16 hari, rata-rata bobot badan awal 389,33 7,9 g/ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan diberikan selama 4 minggu, dengan jumlah pemberian tepung jambu biji merah yang berbeda dan dibandingkan dengan vitamin C sintetis. Perlakuan tersebut sebagai berikut T0 (ransum dasar tanpa tepung jambu biji merah), T1 (ransum dengan 1,7% tepung jambu biji merah setara 250 ppm), T2 (ransum dengan 3,4% tepung jambu biji merah setara 500 ppm), T3 (ransum dengan 5,1% tepung jambu biji merah setara 750 ppm), T4 (ransum dengan vitamin C sintetis 500 ppm). Parameter yang diamati adalah ketahanan tubuh meliputi bobot relatif bursa fabricius dan limpa serta rasio heterofil limfosit (rasio H/L), serta bobot badan akhir sebagai parameter produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung jambu biji merah memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot relatif bursa fabricius, limpa, dan bobot badan akhir, namun, tidak (P0,05) terhadap rasio heterofil limfosit (rasio H/L). Bobot relatif bursa fabricius T0 nyata lebih rendah (0,059%) dibanding perlakuan lainnya, sebaliknya, bobot relatif limpa T0 nyata lebih tinggi (0,46%) dibanding T3 (0,16%) dan T4 (0,19%), namun, tidak terhadap T1 dan T2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung jambu biji merah 3,4% setara 500 ppm dapat menjaga pertumbuhan organ limfoid dan meningkatkan bobot badan akhir, meskipun rasio heterofil limfosit sama. Kata kunci : jambu biji merah, vitamin c, ketahanan tubuh, broiler.
Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Akibat Pemberian Dosis Pupuk Organik Cair Sebagai Subsitusi Ab Mix Pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Karimah. A, E. D. Purbajanti, dan Sumarsono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 1 Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i1.241

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) terhadap pemberian dosis pupuk cair organik urin kelinci sebagai subsitusi AB Mix pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian dilaksanakan sebagai percobaan Monofaktor dengan rancangan acak lengkap terdiri dari 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari (A) AB Mix 100% sebagai kontrol, (B) POC urin kelinci 75% + AB Mix 25%, (C) POC urin kelinci 50% + AB Mix 50%, (D) POC urin kelinci 25% + AB Mix 75% dan (E) POC urin kelinci 100%. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, berat basah dan berat kering total, kadar air, dan serapan N. Data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian 100% AB Mix berpengaruh nyata (P0,05)  terhadap berat basah total dan kadar air, sedangkan pada tinggi tanaman, berat kering total dan serapan N tidak berpengaruh nyata. Substitusi terendah yang masih setara dengan AB Mix 100%  adalah perlakuan 50% AB Mix + 50% POC. Kata kunci: Selada, POC, AB Mix, hidroponik, produksi.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE (Clarias gariepinus, Burchell, 1822) DI KAWASAN MINAPOLITAN DESA WONOSARI KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Amelia Indriastuti Azis Nur Bambang, Bambang Suryanto
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.87

Abstract

ABSTRAK            Amelia Indriastuti. 23010311400002, Strategi Pengembangan Budidaya Lele (Clarias Gariepinus, Burchell, 1822) di Kawasan Minapolitan Desa Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (Pembimbing: Aziz Nur Bambang dan Bambang Suryanto). Salah satu kebijakan dalam perkembangan budidaya perikanan adalah pengembangan kawasan untuk komoditas unggulan. Pengembangan komoditas unggulan ditetapkan untuk lebih memacu kegiatan budidaya dimana komoditas unggulan ini memiliki kriteria antara lain, bernilai ekonomis tinggi, teknologi budidaya yang dapat diterapkan telah tersedia, permintaan luar negeri dan lokal tinggi, dan dapat dibudidayakan dan dikembangkan secara massal. Berbagai komoditas unggulan perikanan budidaya yang ada di Provinsi Jawa Tengah, penelitian ini ditekankan pada komoditas perikanan budidaya lele. Pengembangan kawasan minapolitan ikan lele saat ini difokuskan di Kabupaten Boyolali, Demak, Kendal, dan Semarang namun penelitian ini dibatasi pada Kabupaten Demak. Data pengamatan yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan benih. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap lele semakin meningkat. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini diarahkan untuk meneliti tentang “Strategi Pengembangan Budidaya Lele di Kawasan Minapolitan Kabupaten Demak”.Untuk merumuskan strategi pengembangan budidaya lele di kawasan minapolitan, dilakukan beberapa pengamatan terhadap aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis produksi, dan jumlah penjualan. Data-data tersebut diperoleh melalui wawancara kepada 100 orang pembudidaya lele. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Uji Regresi Berganda dan Analisis SWOT.Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, dan aspek teknis secara statistik terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan hasil budidaya lele. Sedangkan dari hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa budidaya lele berada di kuadran I yang berarti bahwa budidaya lele berada pada situasi yang menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang untuk menerapkan strategi kebijakan pertumbuhan agresif. Kata Kunci:       aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis produksi, jumlah penjualan, budidaya lele