cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PETANI, PERAN PEMERINTAH PENYEDIAAN SAPRODI DAN KESADARAN BUDIDAYA HUTAN RAKYAT BERKELANJUTAN DI KABUPATEN PEMALANG Bambang Irawan, Sumarsono, Karno
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 33, Nomor 1 Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v33i1.100

Abstract

ABSTRAK Usaha hutan rakyat telah menjadi salah satu pilihan usahatani di lahan kering yang cukup menjanjikan dan diminati petani di Kabupaten Pemalang sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai analisis budidaya hutan rakyat dan hubungan kausalitas antar variabel pendukungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis hubungan antara perilaku petani, peran pemerintah, penyediaan saprodi dan kesadaran budidaya hutan rakyat berkelanjutan. Data analisis dilakukan dengan menggunakan SEM (Stuctural Equation Modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah berpengaruh positif (0,315) terhadap perilaku petani. Peran pemerintah juga berpengaruh positif (0,183) terhadap kesadaran budidaya hutan rakyat berkelanjutan. Penyediaan saprodi terhadap perilaku petani atau sebaliknya tidak menunjukkan hubungan yang nyata. Perilaku petani dan kesadaran budidaya hutan rakyat berkelanjutan menunjukkan adanya hubungan positif sebesar 0,245. Penyediaan saprodi dan kesadaran budidaya hutan rakyat berkelanjutan menunjukkan adanya hubungan positif sebesar 0,232. Kata kunci : Tingkat Kesadaran Budidaya, Hubungan Antar Variabel, Stuctural Equation Modeling.
HUBUNGAN ANTARA BODY CONDITION SCORE (BCS) DAN LINGKAR PANGGUL TERHADAP LITTER SIZE KAMBING JAWARANDU DI KABUPATEN PEMALANG D. Prasita, D.Samsudewa dan E.T. Setiatin
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 33, Nomor 2 September 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v33i2.116

Abstract

 ABSTRAK            Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara Body Condition Score (BCS) atau Nilai Kondisi Tubuh (NKT) dan lingkar panggul dengan jumlah anak kambing Jawarandu dalam satu kali periode. Materi penelitian yang digunakan adalah kambing Jawarandu sejumlah 32 ekor. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier sederhana, sebagai independent variabel  adalah lingkar panggul dan BCS, sedangkan dependent variabelnya adalah jumlah anak sekelahiran (litter size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan linier tubuh kambing Jawarandu di Pemalang untuk lingkar panggul dan BCS adalah 90,25 cm dan 2,5. Sedangkan rataan litter size 1 sampai 2 ekor. Kesimpulan dari hasil analisis regresi menunjukkan bahwa keterkaitan antara BCS dan lingkar panggul terhadap litter size sangat rendah. Kata kunci : Lingkar panggul; body condition score; litter size; kambing   Jawarandu.
Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan kambing Peranakan Etawah betina dewasa di Kabupaten Klaten Akhmad Nurris Haidar Hazza, C. M. Sri Lestari dan Sutaryo
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i1.187

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan kambing Peranakan Etawah betina dewasa di Kabupaten Klaten. Materi penelitian sebanyak 131 ekor kambing PE betina dewasa umur 1 – 4 tahun. Metode yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel lokasi penelitian dan ternak dilakukan dengan purposive sampling. Parameter yang diukur adalah bobot badan, tinggi pundak, lingkar dada, panjang badan, tinggi pinggul, lebar pinggul, dalam dada dan lebar dada. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi ukuran-ukuran tubuh yang memiliki hubungan sangat kuat dengan bobot badan yaitu lingkar dada. Hasil persamaan regresi terbaik untuk menduga bobot badan kambing PE betina dewasa dengan menggunakan variabel ukuran tubuh yakni lingkar dada ditunjukkan dengan rumus persamaan regresi Y = -72,309 + 1,547 (Lingkar Dada) yang memiliki nilai determinasi (R2) tinggi yakni 83,5% dengan Standar Error (SE) terendah 3,910. Kesimpulan penelitian ini adalah lingkar dada mempunyai hubungan sangat kuat dengan bobot badan kambing PE betina dewasa sehingga persamaan regresi berdasarkan ukuran lingkar dada digunakan sebagai pendugaan bobot badan. Kata kunci: Kambing Peranakan Etawah, korelasi, ukuran tubuh, bobot badan
ANALISIS FINANSIAL DAN PENDAPATAN USAHA PENGASAPAN IKAN ‘MINA ASRI’ RUMAH TANGGA DI KELURAHAN TANJUNG MAS KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG R. Pramono, Karyadi, Sulistyowati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 28, Nomor 2 Agustus 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v28i2.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung finansial dari usaha industri pengasapan ikan rumah tangga, 2) menghitung pendapatan, dan titik pulang pokok pada usaha industri pengasapan ikan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan analisis deskripsi agar informasi financial yang diperlukan untuk keperluan analisis tergali lebih detil. Untuk memperoleh data dengan menggunakan metode wawancara langsung dengan pihak pengrajin, yaitu mengenai proses produksi ikan asap, biaya produksi, harga jual, dan lain-lain untuk memperoleh data primer. Penelitian dilakukan di industri pengasapan ikan skala rumah tangga Mina Asri di Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang, pada bulan Juni sampai Agustus tahun 2010. Data diambil pada bulan Juli 2010, kemudian dilakukan penghitungan secara matematis, disajikan dalam bentuk tabulasi, kemudian dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif untuk menghitung finansial dan memperoleh besarnya pendapatan, harga pokok, titik impas (BEP), dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial usaha pengasapan ikan manyung adalah menguntungkan dimana dengan total biaya/modal Rp.13.3456.000,- dengan penerimaan sebesar Rp.16.710.000,- dapat menghasilkan keuntungan/pendapatan sebesar Rp.3.254.000,-.BEP sebesar Rp.1.440.598,- yang artinya usaha pengasapan ikan manyung skala rumah tangga ini tidak mengalami keuntungan maupun kerugian pada saat penerimaan dengan total biaya sebesar Rp.1.440.598,- R/C ratio sebesar 1,24. menunjukkan bahwa dari setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan, akan memperoleh penerimaan sebesar Rp.1,24,-. Produk ikan manyung asap yang dihasilkan termasuk produk yang mutunya cukup baik, rasanya gurih mudah didapat, harga terjangkau oleh konsumen tetapi daya awetnya hanya bertahan dua hari saja, sehingga perlu adanya perbaikan kualitas/perbaikan mutu, dan bisa tahan lama untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih panjang dan aman bagi kesehatan. Untuk rasionalisasi dan standarisasi perlu adanya peran serta pembinaan dari pihak terkait yang berkompeten dalam menentukan kebijakan, seperti penyuluhan/kampanye, pendidikan/pelatihan, usaha binaan, dan pemberdayaan guna meningkatkan usaha dan taraf hidup mereka. Kata kunci : pengasapan, ikan manyung, analisis finansial
Analisis Efisiensi Teknis Dan Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Padi Mentik Susu Organik Di Paguyuban Al-Barokah Kabupaten Semarang Nun Maulida Suci Ayomi Bambang M. Setiawan, Siswanto I. Santoso
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i2.203

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi jumlah produksi padi mentik susu organik, serta menganalisis tingkat efisiensi teknis dan ekonomi penggunaan faktor produksi dalam usahatani padi mentik susu organik di Paguyuban Al-Barokah Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan menggunakan metode sensus. Lokasi penelitian di Paguyuban Al-Barokah Kabupaten Semarang. Jumlah responden sebanyak 61 petani. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji efisiensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi mentik susu adalah luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk kandang.nilai efisiensi teknis sebesar 0,999 yang menunjukan bahwa tidak efisien. Petani padi mentik susu organik mengkombinasikan faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk kandang tidak efisiensi ekonomi. Nilai elastisitas produksi adalah 1,999. Ini berarti bahwa secara umum usahatani padi mentik susu organik di Paguyuban Al-Barokah Kabupaten Semarang masih bisa beroperasi dengan skala usaha yang meningkat (Increasing Return to Scale). Kata Kunci : efisiensi, padi mentik susu organik, faktor produksi
ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN PRODUKSI UDANG (Penaeus spp) TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN BATANG Sulistyowati .
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 30, Nomor 2 September 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v30i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari peningkatan produksi udang (Penaeus spp) pada hasil tangkapan jaring arad terhadap pendapatan dan prospek peningkatan produksi udang di Kabupaten Batang. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan penelitian asosiatif bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara peningkatan produksi udang hasil tangkapan jaring arad terhadap total pendapatan nelayan di Kabupaten Batang. Data produksi udang (udang jerbung dan udang putih) dan total pendapatan merupakan data sekunder yang ada di TPI Roban, TPI Celong, dan TPI Siklayu Kabupaten Batang, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana, analisis korelasi, analisis determinasi dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir (2002-2011), peningkatan produksi udang dapat mempengaruhi total pendapatan nelayan di Kabupaten Batang (uji F sig 0,05), ada hubungan erat dan positif antara produksi udang dengan tingkat pendapatan nelayan koefisien korelasi r = 0,997 atau 99,7%, tingkat produksi udang telah memberikan kontribusi atau berkontribusi 99,7% dari pendapatan bagi nelayan dan sisanya 0,3% dipengaruhi faktor lain. Kata kunci: peningkatan, produksi, pendapatan, nelayan.
Strategi Pengembangan Agribisnis Ekstrak Daun Zaitun Di Startup Center Depok Jawa Barat Yanuar AP Waskito, Wiludjeng Roessali dan Anang M Legowo
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.1, Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i1.219

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi alternatif yang dapat diterapkan dalam pengembangan agribisnis ekstrak daun zaitun di Startup Center Depok, Jawa Barat.  Penelitian ini bersifat deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei dan korespondensi dilakukan dengan metode purposive sampling yang terdiri dari para birokrat, konsumen, serta distributor dan agen. Hasil penelitian menunjukkan faktor utama kekuatan adalah promosi menggunakan website dan e-commerce (Skor 0,63), faktor utama kelemahan adalah karyawan belum memperoleh pendidikan training dan motivasi secara rutin (Skor 0,64), faktor utama peluang adalah belum memiliki pesaing produk sejenis di Indonesia (skor 0,61), sedangkan untuk ancaman yaitu dibukanya perdagangan bebas membuat pesaing produk sejenis dari luar negeri masuk ke tanah air (skor 0,86). Hasil analisis strategi pengembangan usaha dengan matrik SWOT menghasilkan strategi S-O (agresif) yang terdiri atas delapan langkah diantara pengembangan karakteristik produk OLEs, misalnya organik, bebas GMO, serta eco-green, peningkatan sistem pemasaran melalui website dan e-commerce agar tercipta jaringan pemasaran yang baik, pengembangan SDM (penyelenggaraan training dan pendidikan secara rutin), pengendalian dan penerapan standar operasional prosedur, optimalisasi gerai penjualan produk OLEs guna pemenuhan permintaan pasar, pengembangan produktivitas bahan baku zaitun guna pemenuhan permintaan pasar, penguatan sebagai produk herbal tren masa depan, dan diversifikasi produk olahan lain, misalnya sirup daun zaitun, penyedap rasa, atau tablet. Kata Kunci : ekstrak daun zaitun, Strategi, SWOT, Jawa Barat 
EFISIENSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN SEMARANG Ruth Dameria Haloho Siswanto Imam Santoso Sudiyono Marzuki
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.54

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usaha dan karakteristik sosial usaha ternak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan sample dilakukan secara acak. Responden yang diteliti sebanyak 80 peternak sapi perah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Semarang sebesar Rp.767.271,-/bulan dengan efisiensi usaha sebesar 1,4 yang berarti peternak memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,4 setiap pengeluaran sebesar Rp 1,00. Jumlah pemilikan ternak sapi perah rata-rata sebesar 4 ST, umur peternak sapi perah rata-rata 27-59 tahun, tingkat pendidikan peternak sebagian besar berpendidikan sekolah dasar sebesar 51,3%, dan tingkat pengalaman beternak rata-rata 7-11 tahun. Pekerjaan peternak sebagian besar (75%) berstatus sebagai petani. Kata kunci : sapi perah, efisiensi usaha, karakteristik sosial, usaha peternakan rakyat.
Perbedaan Sikap Petani Terhadap Program Kartu Tani Di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali Muhammad Hafidh Ardhiansyah, Suwarto, dan Bekti Wahyu Utami
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.235

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat perbedaan sikap petani berdasarkan lingkungan petani, kedududkan petani dalam kelompok tani, dan status penguasaan lahan petani. Metode dasar yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling yaitu di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali. Metode pengambilan sampel secara multi stage cluster random sampling, sebanyak 60 petani terdiri dari 2 kelompok tani yang berada di dua desa yaitu Desa Jembungan dan Sambon. Analisis yang digunakan adalah analisis pengaruh regresi linier berganda dengan menggunakan variabel dummy sebagai model analisis varians (Anova) untuk uji beda. Berdasarkan uji beda menggunakan model analisis varians menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap yang signifikan pada lingkungan petani, sedangkan kedudukan petani, dan status penguasaan lahan petani tidak terdapat perbedaan sikap yang signifikan. Perbedaan sikap petani berdasarkan lingkungan petani menunjukkan bahwa sikap petani yang jarak sumber informasi dekat dari Kantor Kecamatan, Balai Penyuuhan Pertanian, dan Bank BRI lebih baik dari sikap petani yang jarak sumber informasi jauh dari dari Kantor Kecamatan, Balai Penyuluhan  Pertanian, dan Bank BRI. Berdasarkan kedudukan petani dalam kelompok tani menunjukkan bahwa sikap petani pengurus dan non pengurus tidak ada perbedaan. Berdasarkan status penguasaan lahan petani pemilik penggarap dengan bukan pemilki penggarap memilki sikap yang sama terhadap Program Kartu Tani. Status penguasaan lahan petani penyewa dengan bukan penyewa memiliki sikap yang sama terhadap Program Kartu Tani.Kata Kunci : Petani, Program Kartu Tani, Regresi Linier Berganda, Sikap,
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR SUB SISTEM AGRIBISNIS PEMASARAN YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN BENIH KENTANG (GRANOLA L.) DI KEBUN BENIH HORTIKULTURA OLEH PETANI DI KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA Pujo Purwanto, Agus Setiadi, Bambang Suryanto
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 1 Maret 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i1.70

Abstract

Tujuan Penelitian1)Mengetahui subsistem agribisnis pemasaran yang mempengaruhi pendapatanpatani benih kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. 2) Menganalisi besarnya tingkat pendapatan petani kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.Penelitian dilakasanakan di Kecamatan Batur, Banjarnegara. Kegiatan dimulai bulan Nopember 2011. Kecamatan Batur merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bertani kentang. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara. Data primer dan sekunder. Metode analisis data regersi linier berganda. Hasil penelitian :1) Subsistem agribisnis pemasaran yang mempengaruhi permintaan benih kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara meliputi benih produksi sendiri, harga jual, selera, dan kualitas. Semua variabel ini berpengaruh nyata dalam meningkatan pendapatan petani. 2) Total penerimaan  Rp 57.800.000,00 dan total biaya produksi Rp 39.600.000,00 sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp 18.200.000,00 hal ini karena petani telah menerapkan GAP (Good Agricultural Practices)  dan pola tanam serta petani mau menerima teknologi baru. Kata kunci: subsistem, kentang, pola tanam