cover
Contact Name
DR. Mohd Rafiq, M.A
Contact Email
jurnaltaghyir@gmail.com
Phone
+6281228269512
Journal Mail Official
jurnaltaghyir@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. (0634)22080.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal At-Taghyir : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
ISSN : 26857251     EISSN : 26571773     DOI : 10.24952
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal at-Taghyir merupakan salah satu publikasi ilmiah berbasis online yang menyajikan artikel ilmiah dari hasil-hasil penelitian dan kajian teoritis. Jurnal ini mengambil nama at-Taghyir, yang terdapat dalam al-Quran Surat Ar-Ra’d : 11, yang berarti perubahan. Harapan penerbitan jurnal ini untuk mengakomodir pikiran-pikiran dari akademisi dan praktisi. Jurnal at-Taghyir memiliki spesifikasi jurnal meliputi kajian keilmuan dakwah dan pengembangan masyarakat : 1). Pemberdayaan masyarakat, 2). Partisipasi masyarakat, 3). Pengembangan sumber daya, 4). Kesejahteraan masyarakat, 5). Pengembangan masyarakat marginal perkotaan dan pedesaan, 6). Kesejahteraan desa dan kajian-kajian di bawah rumpun keilmuan dakwah lainnya. Jurnal at-Taghyir merupakan jurnal berkala yang terbit dua kali setahun dengan pembagian periode Januari- Juni dan Juli-Desember. Jurnal at-Taghyir memiliki ISSN dan terindex oleh beberapa pengindex jurnal. Kami mengundang penulis untuk ikut berkontribusi. Artikel dapat diuploadkan langsung ke sistem Open Jurnal System dengan memilih submissions. Konfirmasi pengiriman artikel dapat dilakukan ke alamat email redaksi.attaghyir@gmail.com. Jurnal ini diasuh oleh : Program Studi (S.1) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan
Articles 141 Documents
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DAERAH Damanik, Adlin
Jurnal at-Taghyir Vol 1, No 2 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v1i2.1346

Abstract

Pembangunan berdimensi jamak, meliputi aspek sosial, ekonomi, ekologi dan institusi. Keterbelakangan dan ketertinggalan yang terjadi pada suatu daerah merupakan kondisi objektif yang harus dipikirkan dalam setiap proses pembangunan. Bagaimanapun proses pembangunan menghasilkan konsekuensi. Upaya menanggulangi keterbelakangan masyarakat dapat dilakukan melalui usaha yang mendasar, yakni secara sektoral, segmental (bagian) dan spatial (lokasi/ruang/tempat). Paradigma pendekatan pemberdayaan masyarakat menjadi kata kunci untuk keluar dari problem keterbelakangan dalam konteks pembangunan daerah. Dalam proses pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah dituntut memformulasi konsep yang jelas dan terarah bagi arah pembangunan dan pengembangan daerah dengan beragam potensi yang dimilikinya untuk kemudian digunakan dan dimanfaatkan menuju kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat di daerah secara nyata. Kata Kunci: Pemerintah Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat
Subjek Pemberdayaan Masyarakat dalam Al-Qur'an dan Sunnah Harahap, Masrul Efendi Umar
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 2 (2020): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i2.2563

Abstract

Abstract: Public welfare is currently a major problem in various parts of the world, especially in Indonesia, many empowerment programs made by the government to improve people‟s welfare are not in line with expectations, even causing new problems. Therefore it is necessary to review the nature of community empowerment from a different perspective. In this article the author is interested in examining the nature of community empowerment in Al-Quran and Sunnah which is seen from the four characteristics of empowerment namely, empowerment that is fardiyah, jam’iah, umara’ and isolated communities by using literature studies and sociological approaches that are following the concept of community empowerment. The results of this study are, firstly the term empowerment in Al-Quran and Sunnah is in line with da‟wah, the culprit is referred to as da‟i and the action is referred to as “amar ma’ruf nahi munkar” which is equally inviting people to change for a better approach individual. The second empowerment in the form of organization/institution and government is called jam’iyah which means a group of people who have the power to make the right decision with consideration of the benefit of the community. Thirdly an empowering agent is called umara’ who is demanded to be able to carry out his duties and maintain the mandate entrusted to him, the four isolated communities are the main objects of empowerment activities, preachers or perpetrators must have special abilities that can find appropriate solutions to overcome problems and be able to develop the potential of the community.Keyword: Subject of Empowerment, Al-Qur‟an, and SunnahAbstrak: Kesejahteraan masyarakat saat ini menjadi masalah utama diberbagai belahan dunia khususnya di Indonesia, banyak program-program pemberdayaan yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak sesuai dengan harapan, bahkan malah menimbulkan masalah baru. Oleh sebab itu perlu mengkaji kembali hakikat pemberdayaan masyarakat dari sudut pandang yang berbeda. Didalam artikel ini penulis tertarik untuk mengkaji hakikat pemberdayaan masyarakat dalam Al-Quran dan Sunnah yang dilihat dari empat sifat pemberdayaan yaitu, pemberdayaan yang bersifat fardiyah, jam‟iah, umara dan masyarakat terisolir dengan menggunakan kajian pustaka dan pendekatan sosiologis yang sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Adapun hasil dari kajian ini yaitu, pertama istilah pemberdayaan di dalam Al-Quran dan Sunnah sejalan dengan dakwah, pelakunya disebut sebagai da’i dan aksinya disebut sebagai amar ma’ruf nahi munkar yaitu samasama mengajak manusia kepada perubahan yang lebih baik dengan pendekatan individual, kedua pemberdayaan dalam bentuk organisasi/lembaga dan pemerintahan disebut jam’iyah yang memiliki arti sekumpulan orang yang memiliki kuasa membuat sebuah keputusan yang tepat dengan pertimbangan kemaslahatan masyarakat, ketiga seorang pelaku pemberdaya disebut sebagai umara‟ yang dituntut mampu menjalankan tugas dan menjaga amanah yang dititipkan terhadapnya, keempat masyarakat terisolir merupakan objek utama dari kegiatan pemberdayaan, da’i atau pelaku pemberdayanya harus memiliki kemampuan khusus yang mampu mencarikan solusi-solusi tepat dalam mengatasi masalah serta mampu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat.Key word: Subject of Empowerment, Al-Qur‟an and Sunnah
Pembentukan Manhaj Jamaah Dalam Pengembangan Masyarakat Islam Dianto, S.Sos.I., M.Kom.I, Icol
Jurnal at-Taghyir Vol 1, No 2 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v1i2.1341

Abstract

AbstractIslam as the religion of rahmatanlil'alamin means that Islam is universal and flexible to all aspects of life, including the life of mankind. Da'wah of Islam touches on the development of the resources of the Muslim community and the global community in humanizing humans, achieving a decent standard of living materially and immaterial (hasanah fid-dunya wal akhirat). However, the availability of potential natural resources has not been maximally utilized because of the low capacity and weak work ethic. Therefore, the establishment of Manhaj Jama'ah in development and empowerment activities is important to implement. Development that is centered on pilgrims can have a broader impact in efforts to build people's welfare and can build "peer networks" in community development activities.This paper is not an applicative study of a study but contains theoretical-academic exposures, which explain the efforts to develop Islamic society in congregation. In this article, it was explained the reason for the need for community development activities carried out in congregation, what strengths the pilgrims have and the stages of forming strong and independent jama'ah.Keywords: Manhaj, Jamaah, Community Development. AbstrakIslam sebagai agama rahmatanlil’alamin bermakna bahwa Islam itu universal dan fleksibel terhadap semua aspek kehidupan makhluk, termasuk kehidupan umat manusia. Dakwah Islam menyentuh pembangunan sumber daya komunitas muslim dan masyarakat global dalam memanusiakan manusia, mencapai taraf hidup layak secara material dan immaterial (hasanah fid-dunya wal akhirat). Akan tetapi, ketersediaan potensi sumberdaya alam itu belum maksimal dimanfaatkan karena rendahnya kemampuan dan lemahnya etos kerja. Oleh karena itu, pembentukan manhaj jama’ah dalam kegiatan pengembangan dan pemberdayaan menjadi penting untuk dilaksanakan. Pengembangan yang dipusatkan pada jamaah dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam upaya membangun kesejahteraan umat dan dapat membangun “jaringan sebaya” dalam kegiatan pengembangan masyarakat.Paper ini bukanlah kajian aplikatif dari sebuah penelitian melainkan berisi paparan teoritis-akademis, yang menjelaskan upaya pengembangan masyarakat Islam itu dilakukan secara berjamaah. Dalam artikel ini dijelaskan alasan perlunya kegiatan pengembangan masyarakat itu dilakukan secara berjamaah, kekuatan apa yang dimiliki oleh jamaah dan tahapan membentuk jama’ah yang kuat dan mandiri.Kata Kunci: Manhaj, Jamaah, Pengembangan Masyarakat.
Komunitas Muslim Minoritas: Problematika Migrasi dan Muslim Minoritas di Uni Eropa Dianto, Icol
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 2 (2020): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i2.2097

Abstract

Abstract: The European Union is a destination country for immigrants from the Middle East and Africa. These immigrants seek protection (asylum) to the European Union because of conflicts in their home countries, both religious conflicts, political oppression, economic difficulties, and social unrest. This article aims to uncover the problems of the Muslim community as a minority group in the European Union. The author uses library research methods with a qualitative descriptive approach. The author found that the cause of Muslim migration to the European Union was due to conflict and war, economic crisis, and political oppression so they sought protection from the European Union. The election of the European Union as a destination country is because the European Union has opened itself to accept immigrants and is bound by international agreements so that the European Union has the responsibility to provide security protection for asylum seekers. The author also found that the arrival of immigrants to the European Union posed problems such as an immigrant identity crisis between national identity and citizenship identity, concerns of local European Union citizens over the issue of Islamization of Europe, fear of the threat of terrorism, and jealousy for Muslim immigrants because it was funded by EU member states. EU leaders are working to resolve this migration issue through joint financing between member countries and countries of origin of immigrants, equal distribution of immigrants, and strict selection of immigrants entering the European Union. Meanwhile, to solve the identity crisis, there are three models offered, namely integration, assimilation, and multiculturalism to create community inclusivism.Keywords: Muslim minorities, Muslim Europe, Muslim immigration, Islamophobia. Abstrak: Uni Eropa menjadi negara tujuan bagi para imigran dari Timur Tengah dan Afrika. Para imigran ini mencari perlindungan (suaka) ke Uni Eropa karena terjadi konflik di negara asalnya, baik konflik agama, penindasan politik, kesulitan ekonomi dan kerusuhan sosial. Artikel ini bertujuan mengungkap problematika komunitas muslim sebagai kelompok minoritas di Uni Eropa. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penulis menemukan bahwa penyebab migrasi muslim ke Uni Eropa karena terjadi konflik dan peperangan, krisis ekonomi dan penindasan politik sehingga mereka mencari perlindungan ke Uni Eropa. Terpilihnya Uni Eropa sebagai negara tujuan disebabkan Uni Eropa membuka diri untuk menerima kedatangan imigran dan terikat oleh perjanjian internasional sehingga Uni Eropa memiliki tanggungjawab untuk memberikan perlindungan keamanan bagi para pencari suaka. Penulis juga menemukan bahwa kedatangan imigran ke Uni Eropa menimbulkan persoalan yaitu krisis identitas imigran antara identitas kebangsaan dan identitas kewarganegaraan, kekhawatiran masyarakat lokal Uni Eropa atas isu islamisasi Eropa, ketakutan atas ancaman terorisme, dan kecemburuan kepada imigran muslim karena dibiayai oleh negara anggota Uni Eropa. Pemimpin Uni Eropa berupaya menyelesaikan isu migrasi ini melalui pembiayaan bersama antara negara anggota dengan negara asal imigran, pemerataan imigran, dan seleksi ketat terhadap imigran yang masuk ke Uni Eropa. Sementara itu, untuk menyelesaikan krisis identitas, ada tiga model yang ditawarkan yaitu integrasi, asimilasi dan multikultural untuk menciptakan inklusivisme masyarakat.Kata kunci: Muslim minoritas, Muslim Eropa, Muslim imigrasi, Islamophobia.
Evaluasi Penyaluran Dana Ekonomi Bergulir Untuk Memberdayakan Masyarakat di Kelurahan Padangmatinggi Hasibuan, Nurharisyah
Jurnal at-Taghyir Vol 1, No 1 (2018): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v1i1.959

Abstract

Distribution of revolving economic funds is carried out by means of savings and loans, which are given directly to the poor for business development. The results showed that the distribution of economic funds revolving in Padangmatinggi village was carried out by various selections by the BKM team and grouping all poor people who received revolving economic funds. Meanwhile, the evaluation of revolving economic fund distribution in the Padangmatinggi village is said to be not going well. This condition is seen from the four performance indicators of the PNPM team (survey, distribution, supervision and evaluation), some are not working well, namely supervision. This is evidenced by the existence of people who still have not paid the revolving economic fund loans in the Padangmatinggi village.Keywords: Empowerment, Revolving Fund AbstrakPenyaluran dana ekonomi bergulir dilakukan dengan cara simpan pinjam, yang diberikan langsung kepada masyarakat miskin untuk pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana ekonomi bergulir di kelurahan Padangmatinggi dilakukan dengan berbagai seleksi oleh tim BKM dan mengelompokkan semua masyarakat miskin yang menerima bantuan dana ekonomi bergulir. Sementara itu, evaluasi penyaluran dana ekonomi bergulir di kelurahan Padangmatinggi dikatakan kurang berjalan dengan baik. Kondisi itu dilihat dari empat indikator kinerja tim PNPM (survei, penyaluran, pengawasan dan evaluasi), ada yang tidak berjalan dengan baik yaitu tentang pengawasan. Hal ini dibuktikan dengan adanya masyarakat yang masih belum membayar pinjaman dana ekonomi bergulir di kelurahan Padangmatinggi.Kata Kunci : Pemberdayaan, Dana Bergulir
Pemberdayaan dalam Perspektif Al-quran Harahap, Masrul Efendi Umar
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 1 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i1.1954

Abstract

PEMBERDAYAAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’ANOleh : Masrul Efendi Umar Harahap, M. Sos  abstractDa'wah as one of the ways in community empowerment efforts, has many advantages because it does not study from the perspective of religion alone, but examines from various sources that can be used. Empowerment in the Koran includes economic fields such as through donations, alms, almsgiving, environmental empowerment, education, social, environment and so on. Islam teaches its people through the Qur'an. Islam teaches its people to look after each other, strengthen, educate for world life and the hereafter happiness. If seen empowerment in the context of da'wah then there are 4 functions of da'wah relating to empowerment, namely: i'tiyadi, muharriq, iqaf, and tahrifKey Word : Pemberdayaan, Al-Qur’an
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBINAAN KELOMPOK PERIKANAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Iswadi, Iswadi
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 1 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i1.1971

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pelaksanaan pemberdayaan, (2) faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah: kelompok pembudidaya ikan 'mandiri saiyo', anggota kelompok dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data melalui: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data penelitian dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian mengungkapkan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kelompok pembudidaya ikan 'Mandiri Saiyo' yaitu: mengubah pola pikir masyarakat terhadap budidaya ikan, memberikan pengetahuan tentang budidaya ikan yang baik dan benar serta memberikan keterampilan terkait dengan pembuatan pakan, faktor pendukung yaitu: dukungan dari warga, pemerintah, antusias masyarakat dan lokasi yang strategis, sementara faktor penghambat adalah: kurangnya manajemen organisasi, kurangnya kesadaran anggota kelompok, kurangnya kerja tim dan pemasaran hasil panen, hasil pelaksanaan pemberdayaan  meningkatnya stimulus masyarakat untuk menggunakan lahan mereka untuk budidaya ikan, lapangan kerja meningkat dan mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan anggota, meningkatkan pengetahuan tentang budidaya ikan dan meningkatkan kemampuan untuk membuat pakan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Pembudidaya IkanAbstract.This study aims to: (1) determine the implementation of empowerment, (2) supporting and inhibiting factors of empowerment, this study uses a qualitative descriptive approach. The research subjects are: 'saiyo independent' fish cultivator groups, group members and community leaders. Data collection through: interviews, observation, and documentation. In the data analysis is done through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Test the validity of research data by using source triangulation. The results of the study revealed (the implementation of community empowerment is done through the group of fish farmers 'Mandiri Saiyo' namely: changing the mindset of the community towards the benefits of fish farming, providing knowledge about good and right fish culture and providing skills related to making food, supporting factors namely: support from residents, government, community enthusiasm and supportive locations, while inhibiting factors are: lack of organizational management, lack of awareness of group members, lack of teamwork and marketing of yields, implementation results of increased community stimulus to use their land for fish farming, field employment and reduced unemployment, increased member income, increased knowledge about fish farming and increased ability to make feed.Keywords: Empowerment, fish cultivator  
Negara dan Kawasan Islam dalam Kontek Politik Global Hasibuan, Armyn
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 2 (2020): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i2.2725

Abstract

Komplik global mewarnai hubungan lintas antar negara memungkinkan perdagangan, investasi modal melampaui ekonomi nasional, adanya AFTA batas batas ekonomi suatu negra tertembus dengan online, penyebaran ide, politik dan budaya lainnya akan terus berkembang dan gaya hidup tradisional selama ini akan ditantang modernitasi dan westernisasi serta bangsa yang mudah terpengaruh akan dapat meninggalkan tradisi lokal meskipun hal itu dipandang selama ini baik dan warisan nenek moyang. Bangsa pemenang tentunya mereka yang memiliki peran besar diberbagai bidang, katakan saja pemilik modal untuk menanam investasi di negara orang lain,membeli aset negara miskin,dan dapat beralih ke dunia politik. Tak terkecuali negara dan kawasan islam turut dalam komplik global, meskipun belum ada standar formal internasional ukuran negara atau kawasan yang islam, orang melihat eksistensi rakyatnya manyoritas, masih bergumul dengan keterbelakangan, lebih sering menjadi objek ketimbang subjek, baik ekonomi, politik , pendidikan dan sumber daya alam yang telah milik bangsa lain meskipun tetap berada di negeri sendiri akibat utang dan perdagangan.
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI HOME INDUSTRY BATIK DI DESA SENDANG DUWUR KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Muhtadi, Muhtadi
Jurnal at-Taghyir Vol 1, No 2 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v1i2.1344

Abstract

Abtract               In this paper, want to see how the empowerment process is done and what the results can be obtained by people who are members of the home industry batik. Thus, the method used in this paper is a qualitative method, namely observations and interviews in order to see how far the process done by batik home industry and see the results obtained by its members. The theory used is the theory of empowerment stages proposed by Sumodiningrat and theory of empowerment indicators proposed by Edi Suharto.               The results showed that the empowerment process conducted batik home industry in accordance with the three stages of empowerment stage of penyauaran, transformation stage and stage of intellectual improvement. While the results obtained by the community from the batik home industry use only 3 of the 8 indicators of empowerment proposed by Edi Suharto. Home industry batik can be said to have succeeded in empowering society around home industry location. Successfully transforming unproductive societies into productive ones and having income that is not only used to meet the needs of life, and can also be invested to be used in the future. Abstrak Dalam penulisan ini, ingin melihat bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan serta apa saja hasil yang dapat diperoleh masyarakat yang tergabung dalam  home industry  batik.Dengan demikian, metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif, yaitu pengamatan dan wawancara guna untuk melihat sejauh mana proses yang dilakukan oleh home industry  batik serta melihat hasil yang didapat oleh anggotanya. Teori yang digunakan adalah teori tahapan pemberdayaan yang dikemukakan oleh Sumodiningrat dan teori indikator pemberdayaan yang dikemukakan oleh Edi Suharto.Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemberdayaan yang dilakukan home industry batik sesuai dengan tiga tahapan pemberdayaan yaitu tahap penyadaaran, tahap transformasi dan tahap peningkatan intelektualitas. Sedangkan hasil yang diperoleh oleh masyarakat dari home industry batik  hanya menggunakan 3 dari 8 indikator pemberdayaan yang dikemukakan  oleh Edi Suharto.Home industry batik dapat dikatakan sudah berhasil memberdayakan masyarakat disekitar lokasi home industry. Berhasil merubah masyarakat yang tidak produktif menjadi produktif serta memiliki penghasilan yang tidak hanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan juga bisa diinvestasikan untuk dipergunakan dimasa yang akan mendatang.
Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Nagari Andaleh Baruh Bukik Kabupaten Tanah Datar Iswadi, Iswadi
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 2 (2020): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i2.2492

Abstract

The purpose of this research is to look at the role of youth in Nagari Andaleh Baruh Bukik in increasing community participation, the position of youth in the community, the breakthroughs that are carried out and the obstacles faced by youth to increase community participation. The research approach used was a qualitative description, the subject of the study was young Andaleh Nagari Baruh Bukik using purposive sampling technique data in this study were collected through interviews, observation and documentation, while data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation and drawing conclusions. The results of this study explain that young Andaleh Nagari  youth are able to create a society that has full trust in youth so that directly when youth carry out an activity the community directly provides their participation, all youth movements are self-help from the nagari andaleh nawak village. However, in addition to this, young people also experience obstacles in increasing community participation, including support from the nagari government, community leaders and the influence of political tendencies from the community leaders themselves.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peran pemuda di Nagari Andaleh Baruh Bukik dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, kedudukan pemuda di masyarakat, gebrakan yang dilakukan dan kendala yang dihadapi pemuda untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah deskripsi kualititatif, subjek penelitian adalah pemuda Nagari Andaleh Baruh Bukik dengan menggunakan teknik purposive sampling data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, obsevasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pemuda Nagari Andaleh Baruh Bukik mampu menciptakan masyarakat mempunyai kepercayaan penuh kepada pemuda sehingga secara langsung ketika pemuda melakukan suatu kegiatan, masyarakat langsung memberikan partisipasinya, semua gerakan pemuda adalah swadaya dari masyarakat Nagari Andaleh Baruh Bukik. Namun disamping hal tersebut pemuda juga mengalami kendala dalam meningkatkan partisipasi masyarakat diantaranya dukungan dari pemerintah nagari, tokoh masyarakat dan pengaruh tendensi politik dari tokoh masyarakaat itu sendiri.

Page 2 of 15 | Total Record : 141