cover
Contact Name
Ida Bagus Putu Eka Suadnyana
Contact Email
idabaguseka09@gmail.com
Phone
+6287862277494
Journal Mail Official
idabaguseka09@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja Jl. Kresna, Gang III No 2B Singaraja Telp. (0362) 21289
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
GENTA HREDAYA: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja
ISSN : 25986848     EISSN : 27221415     DOI : -
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja hadir untuk memberi ruang bagi para penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai filsafat Hindu. Implementasi ajaran filsafat khususnya filsafat Hindu ini hampir setiap saat dijumpai dalam setiap aspek kehidupan umat beragama. Genta Hredaya sebagai Jurnal Filsafat Hindu berusaha melakukan pencerahan melalui kontemplasi hakikat berbagai macam pengetahuan keagamaan. Fokus Genta Hredaya adalah: 1. Filsafat Hindu 2. Ilmu Filsafat 3. Ilmu Agama 4. Ilmu Budaya 5. Filsafat India 6. Filsafat Nusantara 7. Kajian Susastra Hindu
Articles 124 Documents
Elaborasi Pemikiran Tomas Aquinas Dengan Bharadaranyaka Upanisad Ida Bagus Wika Krishna
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i1.3200

Abstract

Hasil karya ilmiah ini murni hasil pemikiran dari penulis dengan dibantu oleh beberapa studi literature yang dapat diferifikasi. Artikel ini mengulas bagaimana pemikiran Thomas Aquinas sebagai seorang tokoh filsuf era abad pertengahan yang memberikan banyak sumbangan terhadap filsafat dan teologi khususnya dan juga pembahasan mengenai salah satu susastra Hindu yaitu Bharadaranyaka Upanisad yang berupakan karya sastra yang berusahan menjelaskan Tuhan dengan pendekatan filsafat atau logika. Mengelaborasikan pemikiran Thomas Aquinas yang merupakan aliran filsafat barat dengan Bharadaranyaka upanisad yang merupakan filsafat Timur memiliki kesulitan tersendiri, namun berkat bantuan Tuhan yang maha esa dan bantuan dari beberapa penelitian terdahulu artikel inipun berhasil terselesaikan. penulis melihat adanya persamaan konsef pemikiran antara Thomas Aquinas dengan konsef ketuhanan yang ada di Bharadaranyaka Upanisad. persamaan itu terletak pada bagaimana Thomas Aquinas dan Bharadaranyaka Upanisad memandang Tuhan,keduanya sama sama sepakat bahwa Tuhan itu ada dan bersifat esa atau tunggal.Persamaan konsef juga terletak pada usaha keduanya untuk memeberikan pengetahuan tentang tuhas dengan pendekatan filsafat.
SAKRALISASI TARI ANDIR PADA UPACARA PUJAWALI PURA SAREN GONG DI DESA TISTA KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN Ni Kadek Nia Ciptariani
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 4, No 1 (2020): Filsafat Ketuhanan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v4i1.3657

Abstract

The structure of the Andir dance performance is the result of pouring out ideas, concepts, values and norms held by the local community through sacralization activities by synergizing the Andir dance and Rangda Sungsungan which produces the sacred Andir dance. The structure of the Andir dance can be seen from the context of its emergence and development, the cultural context of the community, and the context of the performance which is the result of the evolution of the dance, which relies on both internal and external energy forces. The cultural conceptions of society, which are largely oriented towards complementary dualism, are applied to the Andir dance. Andir dance, which previously (from 1928) was a secular dance, later became a sacred art (from 1994 until now) involving sacred objects (rangda sungsungan), ritual ceremonies, sacred places, purified performers, and time that is considered sacred. The involvement of these elements makes the Andir dance a sacred palace Legong dance whose sacredness originates from the Rangda Sungsungan.
REKONTRUKSI PEMENTASAN TARI SAKRAL TABOR PADA PIODALAN Di PURA KAHYANGAN DESA ADAT PATEMON (Kajian Nilai Agama Hindu) I Gusti Ayu Desy Wahyuni; I Ketut Pasek Gunawan
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 2 (2023): FILSAFAT KETUHANAN
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i2.3721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan rekontruksi terhadap tari sakral yang belum secara utuh diketahui sejarah, bentuk tariannya dan landasan konsep tarian sakral juga nilai pendidikan agama Hindunya. Teori yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah teori fungsional struktural untuk mengkaji bentuk tari Tabor dan mengunakan teori nilai untuk membantu menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam pementasan tari Tabor tersebut. Sedangkan metode dalam penelitian ini yaitu penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengunakan teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara dan studi dokumen dengan teknik analisis data reduksi data.Bentuk pementasan tari Tabor di desa Patemon kecamatan Seririt secara umum terlihat seperti tari Pendet baik dari bentuk tariannya, pakaiannya, gambelannya dan juga gerakan-geraknnya hanya saja tari Tabor tidak menggunakan sarana bokor atau bunga dalam menari. Penari Tabor terdiri dari dua kelompok yaitu panari Tabor perempuan dan penari Tabor laki-laki. Pementasan tari Tabor memiliki perbedaan dari waktu pementasan yaitu dipentaskan diakhir segala rangkaian upacara piodalan setelah persembahyangan atau setelah pementasan tari topeng sidakarya. Penari minimal 5 dan maksimalnya tidak dibatasi sesuai dengan luas wilayah tempat pementasan. Pementasan dilaksanakan di jeroan hanya dipentaskan saat piodalan di pura kanyangan desa di patemon. Terdapat 21 istilah gerakan yang ada alam tarian tari Tabor tersebut kemudian terdapat 43 rangkaian gerakan dalam satu kali tarian Tabor perempuan dilaksanakan. Nilai ajaran agama Hindu terdiri dari (a) Nilai Pendidkan tattwa/filsafat Tri Krangka Dasar Agama Hindu, Tri Hita Karana dan Catur Purusha Arta. (b) Nilai Pembelajaran sikap bhakti kepada Tuhan, para dewa dan sesama manusia sangat penting untuk mewujudkan keharmonisan dan kedamaian. (c) Nilai pendidkan sosial budaya berdampak pada kehidupan bersosial saling menjaga budaya leluhur asli di desa Patemon. (d) Nilai sosial dengan menari bersama-sama mendidik kehidupan sosial dan kepekaan sosial setiap orang. (e) Nila estetika yaitu seni dan budaya Bali yang diberjiwakan agama Hindu. (f) Nilai kesakralan tari mendidik umat Hindu untuk selalu menghormati kesucian dan kesakralan pada sebuah budaya dan tradisi leluhur. Kata Kunci: Rekontruksi, Pementasan,  Tari Sakral Tabor dan Nila Agama Hindu
ESENSI WARIGA DALAM TUTUR MEDANG KEMULAN I Made Gami Sandi Untara; Ida Bagus Wika Krishna
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 2 (2023): FILSAFAT KETUHANAN
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i2.3731

Abstract

Medang Kemulan's text is one of the many text containing the teachings of Shiva. Judging from the language used and the sloka texts contained in it, it appears that the Medang Kemulan lontar is an old lontar. Tutur Medang Kemulan not only teaches about the teachings of wariga (kala or time) but also emphasizes the teachings of philosophy (Tattwa), namely ethics and human philosophy applied in community life. Tutur Medang Kemulan also teaches about regulating social institutions, especially Balinese society, which is widely discussed. Apart from being an understanding of the prohibition of incestuous marriage, Tutur Medang Kemulan also contains Hindu religious teachings, the aim of which is to realize human social life with individuals who are virtuous in accordance with the teachings of religious literature. Apart from that, in Tutur Medang Kemulan the teachings of self-control regarding human life are taught, namely a person's ability not to do things that are not good or appropriate. In general, this research aims to find out and understand the essence of the wariga teachings contained in Tutur Medang Kemulan so that it can be used as a guide by Hindus and the wider community regarding determining good and bad days. This type of research is qualitative research. The data source used is primary data sourced from literature/libraries. Data collection techniques were carried out using library methods. This research uses data analysis methods with qualitative descriptive techniques.Keywords: Medang Kemulan, Wariga

Page 13 of 13 | Total Record : 124