cover
Contact Name
Lelya Hilda
Contact Email
darulilmitarbiyah@gmail.com
Phone
+6282272895729
Journal Mail Official
darulilmitarbiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. (0634)22080.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 23388692     EISSN : 27156745     DOI : 10.24952
DARUL ILMI: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman DARUL ‘ILMI merupakan jurnal ilmu kependidikan dan keislaman. Jurnal ini diterbitkan dua edisi setiap tahun yaitu edisi Januari-Juni dan edisi Juli-Desember. Tim redaksi menerima tulisan ilmiah baik merupakan hasil pemikiran konseptual maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian ilmu kependidikan dan keislaman yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Tim penyunting berhak untuk melakukan revisi terhadap tulisan yang masuk ke meja redaksi untuk keseragaman format tanpa mengubah isi dan maksud tulisan. Alamat redaksi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Padangsidimpuan Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. (0634)22080.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 01 (2019)" : 10 Documents clear
Pengaruh Pemberian Hukuman Terhadap Pembentukan Konsep Diri Siswa Di MTs. Baitur Rahman Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara Hasanah Daulay, Misla; Salim Daulay, Agus
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini bahwa pemberian hukuman yang diberikan oleh guru kepada siswa di M. Ts. BaiturRahman, Kecamatan batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara kurang edukatif sehingga pembentukan konsep diri siswa dalam proses pembelajaran rendah. Rumusan masalah dalam penelitian iniapakah terdapat pengaruh yang signifikan pemberian hukuman terhadap pembentukan konsep diri siswa di M.Ts. Baitur Rahman, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana  pengaruh pemberian hukuman terhadap pembentukan konsep diri siswa di M.Ts. Baitur Rahman, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara.              Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan ilmu psikologi dan pendidikan. Sehubungan dengan itu pendekatan yang dilakukan adalah teori-teori yang berkaitan dengan pemberian hukuman dan pembentukan konsep diri.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penarikan sampel dalam penelitian ini dengan populasi sampling yang berjumlah 35 siswa, untuk memperoleh data penelitian ini menggunakan angket. Sedangkan untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis korelasi.Berdasarkan hasil penelitian  diketahui bahwa: pemberian hukuman terhadap peraturan madrasah mencapai 77,57% termasuk dalam kategori tinggi.Untuk pembentukan konsep diri siswa termasuk dalam kategori baik mencapai  72,66%. Selanjutnya tidak terdapat pengaruh yang signifikan pemberian hukuman terhadap pembentukan konsep diri siswa di M.Ts. Baitur Rahman, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara. Dimana rhitung sebesar 0,183 rtabel (pada taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 35, 0,183 0,344), besar sumbangan variabel X terhadap variabel Y adalah 3,35% dan sisanya 96,65% ditentukan oleh faktor lain. Dalam analisis ini untuk memprediksi kenaikan yang disebabkan oleh variabel X terhadap variabel Y dari persamaan regresi linier yaitu = a + bX  = 41,640 + 0,172 X. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit X akan mengakibatkan 0,172 unit kenaikan Y. Sedangkan untuk melihat kesignifikanannya menggunakan Fhitung diperoleh Fhitung Ftabel =1,147 4,15, sehingga analisis tersebut tidak berarti atau tidaksignifikan.
Internalisasi Pendekatan Humanis Dalam Kurikulum Tersembunyi Asfiati, Asfiati
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum berfungsi sebagai alat dalam mencapai keberhasilan pendidikan. Salah satu aspek keberhasilan pendidikan adalah berbentuk afektif. Afektif menyangkut sikap dan tingkah laku. Standar sikap dan tingkah laku tidaklah dapat diukur secara terencana dan terprogram. Segala aktivitas pembelajaran yang tidak tertulis dan terprogram lebih dikenal dengan istilah kurikulum tersembunyi. Kurikulum tersembunyi tidak dapat dilihat dan sifatnya non akademik. Kurikulum tersembunyi membutuhkan aktualisasi diri peserta didik dan pendidik sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mampu mengedepankan nilai-nilai ruhiyah dan insaniah. Cara yang dapat dilakukan adalah internalisasi pendekatan humanis. Pendekatan humanis menjunjung tinggi prinsip fitrah dan rasional sehingga menciptakan manusia yang mempunyai keunggulan, keutamaan dan keistimewaan.
Kreativits Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Di SMPN 1 Desa Pekan Sabtu Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara Jumiarti, Jumiarti; Sattar Daulay, Abdul
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMPN 1, untuk mengetahui apa faktor yang menjadi hambatan dalam mengembangkan kreativitasi dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMPN 1, untuk mengetahui solusi yang diberikan terhadap hambatan kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di SMP N 1.Berdasarkan analisis datanya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalahobservasi, wawancara, mengadakan studi dokumentasi terhadap data yang diperlukan di lapangan.Adapun responden dalam penelitian ini adalah guru.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa: 1) bentuk-bentuk kreativitas guru yang dilakukan di SMPN 1 Desa Pekan Sabtu ialah membangkitkan motivasi dan perhatian anak, memperhatikan perbedaan karakteristik anak, pengelolaan kelas, pengulangan,pemberian hadiah, memberikan pujian, mengadakan tanya jawab, menggunakan alat peraga, menyanyikan lagu, guru yang penggembira, interaksi antara guru dengan siswa, penugasan yang diberikan oleh guru, guru mengembangkan sumber belajar, persaingan atau kompetensi. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswayaitu: Kedisiplinan Siswa, Tingkat Pendidikan, Fasilitas, Guru merasa puas dengan pembelajaran yang dilaksanakan. 3) Solusi yang diberikan terhadap hambatan kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa ialah memberikan hukuman, mencari tempat kos,guru bekerja sama dalam menciptakan kreativitas yang baru, solusi meningkatkatkan fasilitas agar memadai ialah meningkatkan fungsi komite sekolah yang jujur, meningkatkan wawasan guru dengan mengikuti programMusyawarah Guru Mata Pelajaran,solusi yang diberikan agar guru percaya diri dalam memberika pembelajaran ialah bahwa seorang guruharuspercaya diri dari segi hal apapun baik ketika pembelajaran berlangsung.
Analisis Hadis-Hadis Tentang Walimatul ‘Urus Anwar Pahutar, Agus
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walimah gunanya mengumumkan kepada umat bahwa ada dua insan yang sudah mengamalkan sunnah Rosul. Walimah itu hewan yang disembelih saat akad nikah di rumah wanita dengan kambing, juga boleh di rumah suami setelah wali pertama. Para undangan seharusnya jangan hanya yang kaya saja masih wajib diundang yang miskin. Para undangan boleh saja membawa hadiah kepada pengundang sesuai dengan kemampuan. Pakain pengantin jangan berlebihan demikian juga acara musiknya diislamisasikan dengan kesepakatan. Acara musik jangan sempat menunda solat yang terkena waktu. Pemberangkatan pengantin wanita ke tempat pengantin pria jangan sampai menganggu waktu solat yang kena imbasnya. Selamat berwalimah yang islami agar mendapat barokah, taufiq dan hidayat, serta mendapatkan keluarga sakina mawaddah dan rohmah.
Analisis Hadis-Hadis Tentang Memandikan Jenazah Hifzhi Siregar, Neila
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memandikan jenazah disegerakan agar cepat dimakamkan, karena jenazah sangat ingin cepat diselesaikan fardu kifayahnya. Waktu memandikan jenazah sekitar 15 menit. Buat kain basahannya sampai menutup auratnya. Boleh dipangku secukupnya atau dibuat di atas tempat pemandian jenazah yang disediakan masyarakat. Yang memandikannya adalah antara suami dan isteri dan dibantu dengan ikatan muharromnya. Sebaiknya dibasuh dengan 3 kali yaitu air bersih secukupnya, air sabun dan diiringi dengan air bersih kemudian diakhiri dengan air bercampur dengan kapur barus sedikit saja sekedar melawan bau amis jenazah, jangan tambah lagi dengan air bersih seolah-olah air bersih yang terakhirnya. Jika masih belum bersih dengan 3 kali maka boleh 5 atau lebih, dengan cara basuhan 1,2 dan 3. Kemudian dilap tubuhnya dengan kain lap, mulut, mata dan hidung dilap dengan kain kecil yang digulung.
Profil Guru Dalam Konteks Profesional Asnah, Asnah
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi pada hakekatnya adalah suatu pernyataan atau janji terbuka (to profess artinya menyatakan), yang menyatakan bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanan karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu. Dalam konteks profesional, profil guru yang diharapkan yakni guru dengan semangat tinggi, selalu memiliki inisiatif, gigih, tidak putus asa dan tidak gampang menyerah. Guru dalam dimensi kekinian digambarkan sebagai sosok manusia yang berakhlak mulia, arif, bijaksana, berkepribadian stabil, mantap, disiplin, santun, jujur, obyektif, bertanggung jawab, menarik, mantap, empatik, berwibawa, dan patut diteladani. Selain berkarakter, guru tentu perlu memiliki pondasi yang kokoh dalam ilmu, memiliki panggilan jiwa dan keikhlasan untuk berkorban demi bangsa dan Negara.
Revolusi Mental (Kajian atas: Ayat-Ayat Makkah Awal) Alhadi Siregar, Muhammad Shulhi
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter merupakan sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda-tanda perbuatan atau tindakan kebaikan lewat proses kematangan moral. Perubahan karakter didorong keinginan atau motivasi untuk berubah. Cerminan karakter awalnya seorang manusia biasa berubah menjadi seorang yang lebih mulia.Pembentukan karakter erat kaitannya dengan turunnya ayat-ayat Makkiyah awal. Metode penelitian ini adalah research question.Kajian ini menelusuri bagaimana pembentukan karakter nabi atas ayat-ayat Makkah awal?.  Dalam hal ini ayat-ayat makkiyah awal menurut penulis merupakan cermin besar untuk membuka pengetahuan tentang pembentukan karakter Nabi Muhammad.Pembahasan ini memfokuskan untuk mengkaji surah Al-‘Alaq dan Al-Muzzammil sebagai surah makkiyah awal. Adapunmetode yang digunakan adalah deskriptif-analisis, yaitu menguraikan penafsiran-penasiran terhadap kedua surah dan menganalisis data yang telah diuraikan dengan menelaah semua buku-buku yang terkait dengan tema di atas. Sumber primer yang peneliti gunakan ialah kitab-kitab tafsir yang berwajah sosial (Ijtima’i) dengan asumsi bahwa kajian tafsir sosial sidit banyaknya akan menyinggung permasalahan diatas, seperti tafsir Zamakhsyari, tafsir Baghawi, al-Tahrir wa al-Tanwir, dan lainnya. Dan analisis data dibantu dengan kitab tafsir Al-Quran Al-Karim karya Quraish Shihab.
Analisis Hadis-Hadis Tentang Isro’ wa al-Mi’roj Siregar, Dame
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman kata بِعَبْدِهِ  arti aslinya adalah dengan hamba-Nya (berarti Malak Jibril), bukan hambanya (maksudnya Nabi Muhammad) dalam suroh al-Isro’ ayat 1. Dalam Ilmu Nahwu, maf’ul hazaf atau dibuang ada yakni (سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا ) artinya (mahasuci Alloh yang telah memperjalankan (hambanya Nabi Muhammad, objeknya dibuang yaitu) dengan hamba-Nya (Malak Jibril), pada malam hari sehingga. Menjadi سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى عَبْداً بِعَبْدِهِ لَيْلًا (Mahasuci Alloh yang telah memperjalankan akan (hamba yaitu Nabi Muhammad dibuang maf’ulnya) dengan hamba-Nya (Malak Jibril) pada malam hari. Kemudian Nabi memberikan nama Jibril dari sifatnya yang sangat cepat seperti barqun (kilat) sebagaimana  dijelaskan  pada suroh  al-Baqoroh ayat 20. Saat mi’rojnya sepakat yang membawanya adalah malak Jibril bukan Buroq itu lagi. Maka tentu yang membawanya saat isro’ malak Jibril juga pergi dan kembali. Solat fardu yang lima waktu 17 rokaat, awalnya 50 rokaat. Namun hakikatnya sama-sama 50 rokaat, dengan rincian 17 rokaat solat fardu + 22 rokaat solat rowatib dengan rincian, 4 rokaat Qobla zuhur+ 4 rokaat ba’da zuhur, + 4 rokaat qobla Asar, + 2 rokaat Qobla Magrib + 2 rokaat ba’da Magrib, + 4 rokaat ba’da Isya’, + 2 rokaat Qobla Subuh atau Fajr + 11 rokaat solat Witr atau 9 Witr 2 rokaat solat lail, atau 7 witr 4 rokaat lail, 5 rokaat witr 6 rokaat lail, 3 rokaat witr 8 rokaat lail. Solat fardu jangan abaikan solat sunnah, karena solat sunnah penyempurnanya doa kita dalam duduk antara dua sujud وَاجْبُرْنِيْ. Nabi jamin masuk sorga masih mendoakan tersebut, tentu kita semakin penting untuk mengamalkannya. Berdoa wajib bagi manusia terutama saat solat dan di luar solat
Penerapan Metode Kisah Dalam Peningkatan Pengamalan Shalat Anak Pada Orangtua Tunggal Di Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Zubaidah, Zubaidah; Magdalena, Magdalena
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pendidikan Islam orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam membina anaknya yaitu sebagai pendidik dan pembimbing dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam. Salah satu hal yang sangat penting untuk ditanamkan dalam kebiasaan anak adalah pengamalan ibadah Shalat. Skripsi ini membahas penerapan metode kisah dalam peningkatan pengamalan Shalat anak pada orangtua tunggal di Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.Metode kisah merupakan cara yang dilakukan untuk menyampaikan materi atau pelajaran melalui cerita kepada anak didik. Metode yang dilakukan dengan bercerita adalah mengungkapkan peristiwa yang mengandung nilai pendidikan moral, rohani dan sosial untuk anak didik baik cerita yang bersifat kebaikan, maupun kezaliman, atau juga ketimpangan jasmani-rohani, material-spritual yang dapat melumpuhkan semangat  manusia.Penelitian ini dibahas melalui studi lapangn dengan penelitian riset aksi partisipatori yang terdiri dari tiga siklus, yaitu siklus I, siklus II dan siklus III. Dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 6-12 tahun dalam keluarga orangtua tunggal yang berjumlah 6 orang anak. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi mendengarkan kisah dan observasi membaca kisah serta dokumentasi berupa catatan pengamalan Shalat anak yang disajikan dalam bentuk data kualitatif.Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil bahwa pengamalan Shalat anak mengalami peningkatan meskipun pengamalan Shalat perminggu perkelompok masih jauh dari jumlah ideal. Jumlah pengamalan Shalat anak yang ideal perminggu dan perorang adalah 35. Sedangkan jumlah ideal pengamalan Shalat anak perminggu perkelompok adalah 210.
Implementasi Penentuan Zonasi Dalam Pemerataan Pendidikan Siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan Pulungan, Ihwanuddin
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan dilakukan dengan sistem zonasi. Rumusan masalah penelitian: 1. Bagaimana penentuan zonasi pada siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. 2. Bagaimana pemerataan pendidikan pada siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian adalah kualitatif. Prosedur pengumpulan data dengan pendekatan deskriptif.Sumber data penelitian terdiri dari dua sumber yaitu: primer dan sekunder.Instrumen Pengumpulan data observasi, wawancara, dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penentuan zonasi pada siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan pada dasarnya kurang tepat mengingat SMA Negeri 1 Sayur Matinggi berlokasi 1 km dari ibukota kecamatan Sayur Matinggi di mana wilayahnya  akses transfortasi tidak ada dengan angkutan umum, sehingga masyarakat Sayur Matinggi mencari sekolah yang akses tranportasi mudah. Pemerataan pendidikan pada siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan dikategorikan  merata. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10