cover
Contact Name
Darwin
Contact Email
jurnaltadbir123@gmail.com
Phone
+6282361377086
Journal Mail Official
jurnaltadbir123@gmail.com
Editorial Address
Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. (0634)22080.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan
ISSN : 27216012     EISSN : 2715811X     DOI : -
TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan merupakan wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Jurnal ini memiliki skop dan fokus pada Manajemen Dakwah (Tabligh, Cerama, Khotbah dan Kegiatan Dakwah atau Syiar Islam lainnya), Manajemen Travel Haji dan Umrah (Kajian Usaha Travel Haji dan Umrah dalam perspektif Manajemen Dakwah, Wisata Halal), dan Manajemen Dana Umat, ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), Manajemen Kelembagaan Islam dan aplikasi manajemen Islam dalam lembaga-lembaga konvensional. Selainjutnya urnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080. Penulis dapat mensubmit langsung artikelnya di sistem Open Journal System (OJS) pada http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Tadbir
Articles 142 Documents
Metode Dakwah Digital Bil Hikmah Programm Religi Pagi YouTUbe RRI Purwokerto Perspektif Konvergensi Budaya Henry Jenkins Dui Rohma Tunjanah; Charis Zain Fathoni; Abdul Basit
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 8, No 1 (2026): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v8i1.20694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metode da’wah digital yang diterapkan oleh RRI Purwokerto melalui program Religi Pagi di kanal YouTube mereka dengan menerapkan teori Konvergensi Budaya dari Henry Jenkins. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah lembaga penyiaran publik mengintegrasikan media tradisional dan media baru untuk menyebarkan pesan Islam yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perilaku audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis konten beberapa episode Religi Pagi yang diunggah di kanal YouTube RRI Purwokerto. Temuan menunjukkan bahwa RRI Purwokerto berhasil menerapkan prinsip-prinsip konvergensi media dengan memadukan kekuatan audio dari radio dengan daya tarik visual dari platform digital. Proses ini mengubah audiens dari pendengar pasif menjadi peserta aktif melalui komentar, like, dan berbagi konten, mencerminkan terwujudnya budaya partisipatif dalam da’wah. Selain itu, RRI Purwokerto’s dakwah digital mengadopsi pendekatan transmedia, di mana pesan-pesan Islam disebarkan melalui berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan Facebook, sehingga memperluas jangkauan dan efektivitas pesan dakwah. Kesimpulannya, dakwah digital RRI Purwokerto merupakan model komunikasi Islam yang inovatif, interaktif, dan relevan secara kontekstual dalam dinamika budaya media kontemporer.Kata Kunci: dakwah digital, konvergensi media, budaya partisipatif, RRI Purwokerto, YouTube.
Retorika Aristotelian Sebagai Kerangka Kompetensi Da'i dalam Mengatasi Distorsi Kebenaran Era Post-Truth charis zain fathoni; abdul basit; ismail ismail
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 8, No 1 (2026): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v8i1.20691

Abstract

Fenomena era post-truth telah mengubah secara mendasar dinamika dakwah Islam dalam masyarakat digital. Dalam konteks ini, kebenaran objektif kehilangan otoritasnya seiring dominannya narasi emosional dan opini subjektif dalam ruang publik. Artikel ini membahas kompetensi da’i dalam merespons tantangan epistemologis, etis, dan komunikatif yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis literatur yang relevan tentang kompetensi Dai, komunikasi persuasif, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah di era post-truth menuntut model kompetensi integratif yang meliputi tiga dimensi yaitu epistemik-rasional (logos), emosional-humanis (pathos), dan etis-digital (ethos). Ketiga kompetensi ini memungkinkan da’i tidak hanya menyampaikan ajaran Islam secara rasional dan empatik, tetapi juga menjaga integritas moral pesan dakwah di tengah ruang digital yang algoritmis dan penuh disinformasi. Figur seperti KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha’) dengan kekuatan logos, Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan daya pathos, serta Habib Ja’far Al Hadar dengan ethos digitalnya, menjadi representasi konkret dari model kompetensi da’i ideal di era post-truth. Kajian ini berkontribusi terhadap pengembangan konseptual kompetensi da’i dengan menekankan pentingnya integrasi antara kebijaksanaan moral, empati emosional, dan kecakapan literasi digital sebagai fondasi etika komunikasi Islam masa kini. Kata Kunci: Retorika Aristoteles, Kompetensi Da'i, Era Pasca-Kebenaran & Komunikasi Persuasif