cover
Contact Name
Rofi Budi Hamduwibawa
Contact Email
rofi.hamduwibawa@unmuhjember.ac.id
Phone
+628124990200
Journal Mail Official
hexagon@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember Alamat: Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia 68124 Phone & Fax: (0331)336728 | 337957 Email: hexagon@unmuhjember.ac.id
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagon
ISSN : 25282379     EISSN : 25408135     DOI : https://dx.doi.org/10.32528/hgn
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagon dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan di terbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Journal Infrastruktur Hexagon memfokuskan pada bidang ketekniksipilan berisi artikel-artikel tentang perencanaan, perancangan dan evaluasi pada bangunan dan objek teknik sipil
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON" : 6 Documents clear
STUDI TEBAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2013 DAN DRAINASE JALAN Fanditya Dwi Purangga; Rofi Budi Hamduwibawa; Taufan Abadi
HEXAGON Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i2.3572

Abstract

Flexible pavement is one of the pavements that generally uses a mixture of materials originating as a surface layer and a grained material as the layer underneath. So that the pavement layer has flexibility / flexibility that can create vehicle comfort when passing on it. It is necessary to conduct a more intensive study in its application and also take into account economically, according tolocal conditions, level of need, implementation capacity and other technical requirements, so that the planned road construction is optimal. Drainage which comes from English (drainage) means to drain, drain, remove, or divert water. In the field of civil engineering, in general, drainage can be defined as an action to reduce excess water, which comes from rain, seepage, or excess irrigationwater from an area / land, so that the function of the area / land is not disturbed. Drainage is also defined as an effort to control groundwater quality in terms of sanitation. So, it concerns not only surface water but also groundwater. Based on the data that has been processed using the Bina Marga method in 2013, it can be seen that there are several things that experience significantdifferences. It is known that ESA 20 years = 3,922,232 uses a pavement thickness of HRS WC 3 cm, HRS Base 3.5 cm, LPA class A 37.5 cm while for the duct dimensions the values of b are 0.6 m and h 0.6 m.
PENGARUH AREAL PERSAWAHAN TERHADAP DRAINASE JALAN Noor Salim
HEXAGON Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i2.3895

Abstract

Kawasan Jalan nasional pada areal persawahan  di wilayah Kabupaten Jember sering terjadi banjir akibat dari besarnya debit banjir yang melebihi debit saluran jalan yang ada. . Besarnya debit banjir dipengaruhi oleh keadaan topografi, tata guna lahan dan curah hujan. Berkaitan hal tersebut diatas maka perlu dilakukan kajian drainase jalan nasional pada areal persawahan . Dari hasil kajian diperoleh bahwa Kondisi geomerik jalan di ketiga lokas penelitian relatif  datar, kanan kiri jalan merupakan areal persawahan yang posisi permukaan hampir sama.  Curah hujan rencana di daerah ketiga lokasi penelitian adalah 80,3968 mm untuk periode ulang 2 tahun, 92.7792 mm untuk periode 5 tahun, 100.0930 mm untuk periode 10 tahun,  dan 108.2195 mm untuk periode 25 tahun. Debit banjir rencana  di daerah ketiga lokasi penelitian yaitu masing-masing  lokasi penelitian 1, 2 dan 3 adalah 0,2962521 m3/dt ;  0,0572584 m3/dt ; 0,4395604 m3/dt untuk periode ulang 2 tahun, 0,3418797 m3/dt ;  0,0660771 m3/dt ; 0,5072598 m3/dt untuk periode 5 tahun, 0,3688301 m3/dt ;  0,0712860 m3/dt; 0,5472472 m3/dt untuk periode 10 tahun,  dan 0,3987754 m3/dt ;  0,0770737 m3/dt; 0,5916782 m3/dt untuk periode 25 tahun. Debit saluran   untuk  lokasi penelitian 1, 2 dan 3 adalah 0,411 m3/dt ;  0,079 m3/dt ; 0,627 m3/dt dan debit rencananya masing-masing adalah 0,400 m3/dt ;  0,078 m3/dt ; 0,592 m3/dt .Berdasarkan hasil tersebut lokasi penelitian 1 dan 2 perbedaan debit saluran dan rencana amat tipis dan ini menyebabkan seringnya banjir di lokasi jalan tersebut. Hal tersebut disebabkan hujan yang sangat deras melebihi normal dan adanya sampah yang   mengurangi besarnya debit saluran. Untuk lokasi penelitian 3 debit saluran jauh lebih besar dari  debit rencana sehingga tidak terjadi banjir hal ini sesuai yang terjadi di lapangan.
STUDI PENGARUH SPASI DAN PANJANG GEOTEXTILE PADA PERKUATAN LERENG DIBAWAH PONDASI DANGKAL DENGAN PEMODELAN DI LABORATORIUM Ikhromul Khoirul Aqshom; Arief Alihuedin; Suhartinah Suhartinah
HEXAGON Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i2.3575

Abstract

The development of infrastructure in Indonesia has recently developed so rapidly that the need for land has increased to meet infrastructure development. This encourages humans to make the best use of the land, one of which is slopes and hilly areas. The safety of a slope is influenced by several factors, including the slope factor and the load that works on it. The high level of slope and large loads thatwork on it can trigger landslides so that a solution is needed to prevent it, one of which is reinforcing using a geotextile. To determine the performance of the geotextile as slope reinforcement, further research is needed on the effect of the length of the geotextile reinforcement (p) and the spacing between the geotextile (s).
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN JALAN RAYA BERBASIS WEB SERVICE MAPPING & SOLUSINYA Ahmad Lutfi Manfaluti; Irawati Irawati; Daryanto Daryanto
HEXAGON Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i2.3596

Abstract

On Jl. M. H. Thamrin with a length of 2.1 km and a width of 6.5 m with flexible pavement,there are various kinds of damage such as cracks, patches, depression, bleeding, and rutting along the road section. The evaluation of road damage condition is needed to monitor the level of damage that occurs. The method used in this condition survey is the Pavement Condition Index (PCI) method. This survey is intended to obtain the road pavement conditions based on the type, level extent of damage, and can be used as a reference in the road maintenance efforts, then analyzed using the Pavement Condition Index (PCI) Method.The survey results show the average type of damage percentage on the Jl. M. H. Thamrin Kec. Ajung Kab. Jember included: Alligator Cracks 45.11%, Longitudinal/ Transverse Cracks 18.5%, Patches 11.28%, Block Cracks 11.28%, Depression 0.75%, Bleeding 1.50%, Rutting 2.26% and 9.77% Edge Crack. Average PCI value on the Jl. M. H. Thamrin is 33% which is included inthe category of Very Poor. From the results of data processing of PCI, LHR, and CBR are sta 0 + 000 to 0 + 100, sta 0 + 100 to 0 + 200, sta 0 + 200 to 0 + 300, sta 0 + 400 s / d 0 + 500, sta 0 + 600 to 0 + 700, sta 0 + 900 to 1 + 000, sta 1 + 000 to 1 + 100, sta 1 + 200 to 1 + 300, sta 1 + 300 to 1 + 400, sta 1 +500 to 1 + 600, sta 1 + 800 to 1 + 900, sta 1 + 900 to 2 + 000, and sta 2 + 000 s / d 2 + 100 with recommendations for improvement used is the Local Patch with the Routine Maintenance Method of the 1995 Bina Marga Road.The damage is from 0 + 300 to 0 + 400, 0 + 500 to 0 + 600, 0 + 700 to 0 + 800, 0 + 800 to 0 + 900, 1 sta +100 to 1 + 200, sta 1 + 400 to 1 + 500, sta 1 + 600 to 1 + 700, and sta 1 + 700 to 1 + 800 The recommendations for improvement used is Overlay. Planning an additional layer (Overlay) with the 1987 Bina Marga Component Analysis Method with 7 cm result for an additional layer (Overlay) with Laston (MS. 590). From the database that has been obtained, integrates data into a database that has been created in SQLyog-64bit, and then enters the data attribute into QGIS Desktop 3.12.2 then enter to Pmapper, the last integrates into Web Service Mapping (Road Repair Decision Support System). It is make it easy to see each segment on the Jl.M. H. Thamrin Kec. Ajung Kab. Jember just click the point of damage in the map view will appear sta, the location of the damage, the level of damage, the length of the damage, the width of the damage, the depth of the damage, the extent of the damage, the width of the crack, the type of damage, documentation of the damage, and suggestions for repair.
Metode Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Sakit Pasca Gempa Totok Dwi Kuryanto
HEXAGON Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i2.3935

Abstract

Dalam suatu proyek, pengendalian biaya dan waktu  merupakan hal yang sangat penting sehingga harus dilaksanakan dengan baik. Bila jadwal tidak dikendalikan sebagaimana mestinya, maka akan terjadi banyak kendala dilapangan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari Rehabilitasi Rumah Sakit Umum, maka perlu membuat rencana pelaksanaan pada bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan. Kajian ini membahas bagaimana menganalisa dan mengevaluasi kembali pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Rumah Sakit Umum di kota Palu.Evaluasi pelaksanaan rehabilitasi Rumah Sakit Umum diawali dengan survey bersama dari pihak terkait. Metode survey yang digunakan adalah asesmen langsung di lapangan dan diadakan evaluasi hasil asesmen yang diperoleh. Secara garis besar data evaluasi yang didapatkan berupa data primer dan data sekunder.Pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Rumah Sakit Umum sudah berdasarkan kerangka acuan dan spesifikasi teknik yang ada dan pada analisa harga satuan sudah mengacu pada peraturan pemerintah.Pada tahap perencanaan ada upaya perkuatan bangunan melalui perkuatan lantai dasar dengan pemasangan plat beton bertulang dengan harapan tekanan lumpur (likuifaksi) saat gempa bisa diminimalisir efeknya, untuk pengaruh gaya geser (efek gempa) perlu dikaji ulang terhadap slab-sloof conection, juga pada kolom, serta perlu difikirkan terhadap perkuatan Kolom dengan sloof atau perkuatan kolom-balok-slab (pada lantai atas).Untuk pelaksanaannya juga sudah sesuai dengan aturan kebencanaan, dan proses pelaksanaan sesuai dengan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2017 tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Dan Bangun.
USULAN PENYEDERHANAAN DESAIN TULANGAN DAN ANALISIS KOLOM BETON BERTULANG PADA PENAMPANG KONDISI KEGAGALAN TARIK DISAAT TULANGAN TEKAN TELAH LELEH SESUAI SNI 2847:2013 Pujo Priyono
HEXAGON Vol 5, No 2 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i2.3934

Abstract

Semenjak terbitnya SNI 2847:2013, syarat batasan tulangan maksimum sudah bukan suatu hal yang konstan lagi, melainkan tergantung pada jenis mutu baja tulangan yang digunakan dalam desain , karena nilai regangan baja tulangan tarik  pada kondisi kuat lentur nominal harus lebih besar atau sama dengan 0,005.Di SNI 2847:2013 ,nilai faktor reduksi   ditentukan berdasarkan nilai regangan tarik pada serat terluar yang terjadi ,(Net Tensiile Strain,NTS). Yang bisa dijelaskan bahwa nilai  dibedakan atas saat penampang terkendali tekan, terkendali tarik dan daerah transisi. Bila  maka penampang dikatakan terkendali tekan dan nilai , saat  maka penampang dalam keadaan transisi dan nilai Ø=0,65+(εt- ), serta saat  penampang dikatakan terkendali tarik maka nilai dengan 0,005.Penampang kegagalan tarik memiliki tingkat daktilitas yang baik ,untuk penampang kolom terjadi saat nilai eksentrisitas gaya aksial tekan, e, lebih besar dari nilai eksentrisitas gaya aksial tekan kondisi setimbang,eb. Langkah analisisnya yang rasional adalah melakukan cara coba-coba dan menyesuaikan, yang merupakan tahapan yang melelahkan.Tujuan studi ini, adalah memandu desain luas tulangan lentur dan aksial tekan yang berada pada kategori kegagalan tarik  saat tulangan tekan telah leleh sesuai yang disyaratkan oleh SNI 2847:2013 dengan langkah yang sederhana,  penulangan  dua sisi.Metode studi  ini pada dasarnya mengolah kembali rumus-rumus dasar  teori kekuatan penampang  kolom beton bertulang yang telah diturunkan oleh beberapa penulis sebelumnya serta SNI 2847:2013 agar mendapatkan sebuah perumusan lain yang dapat digunakan secara umum dengan tujuan bisa dibuat  grafik yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah dan menyederhanakan desain luas tulangan lenturnya.                 Studi telah menghasilkan suatu perumusan umum dan grafik yang bisa digunakan untuk segala jenis mutu baja dan  mutu beton yang lebih kecil atau sama dengan 28 MPa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6