cover
Contact Name
Partini
Contact Email
partiniprasetia2@gmail.com
Phone
+6281378522370
Journal Mail Official
unisiagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri Jl. Provinsi Parit 1, Tembilahan Hulu Indragiri Hilir, Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 23015330     EISSN : 2598733x     DOI : https://doi.org/10.32520/agribisnis
Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan pembangunan wilayah pertanian, pemberdayaan masyarakat petani dan kebijakan pembangunan pertanian . Scope/Ruang lingkup kajian jurnal Agribisnis mencakup hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan pertanian mulai dari hulu sampai hilir serta seluruh sektor pendukungnya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS" : 8 Documents clear
Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Sawi Pakcoy Organik Brenjonk Milanda Nisful Laili; Wahyu Santoso; Sri Widayanti
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan segmenting, targeting dan postioning dari sawi pakcoy organik Brenjonk. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah responden 50 orang konsumen. Analisis data untuk segmenting dan targeting menggunakan cluster analysis dan crosstab, sedangkan analisis data positioning menggunakan correspondence analysis. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 segmen dengan presentase dari segmen 1 (44%), segmen 2 (20%) dan segmen 3 (36%). Berdasarkan daya tarik pasar, target pasar utama sawi pakcoy organik Brenjonk adalah segmen 1 (44%). Positioning produk berdasarkan correspondence analysis sawi pakcoy organik Brenjonk memiliki keunggulan pada atribut harga, kesegaran, tekstur dan rasa. Target of this research is to know segmenting, targeting and positioning of Brenjonk organic pakcoy mustard. The sampling technique used in this study was purposive sampling with 50 respondents as consumers. Data analysis for segmenting and targeting used cluster analysis and crosstab, while positioning data analysis used correspondence analysis. Methods of data collection carried out by observation, interviews and questionnaires.The results of this study indicate that there are 3 segments with a percentage of segment 1 (44), segment 2 (20%) and segment 3 (36%). Based on market attractiveness, the main target market for Brenjonk organic pakcoy mustard is segment 1 (44%). Product positioning based on correspondence analysis of Brenjonk organic pakcoy mustard has advantages in the attributes of price, freshness, texture and taste.
Strategi Pemasaran Mangga Klonal 21 di Kabupaten Pasuruan Nur Yunita Puspitasari; Wahyu Santoso; Hamidah Hendrarini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1539

Abstract

Tujuan penelitian ini guna mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang tepat pada sentra budidaya mangga klonal 21. Data dikumpulkan melalui tahap observasi dan wawancara mendalam kepada petani mangga klonal 21 menggunakan kuisioner. SWOT digunakan untuk menentukan strategi yan tepat dalam memasarkan mangga klonal 21 berdasarkan faktor internal dan eksternal. Strategi yang tepat sesuai SWOT berupa melakukan diversifikasi produk guna menaikkan penjualan revenue secara signifikan. Strategi diversifikasi yang dapat diterapkan pada komunikasi pemasaran yakni mengembangkan promosi di media sosial dengan memanfaatkan e-commerce seperti shopee dan website resmi mangga klonal 21 sehingga konsumen akan mengetahui informasi dari pemasaran tersebut. Matriks QSPM digunakan untuk mengetahui alternatif strategi yang akan digunakan. Alternatif strategi tersebut berupa melakukan pengembangan off season guna memenuhi permintaan pasar. The purpose of this study was to determine the right marketing communication strategy at the clonal 21 mango cultivation center. The data collection method used quantitative descriptive with the stages of observation, interviews and the use of SWOT questionnaires to clonal 21 mango farmers which was used to determine the right strategy in marketing clonal 21 mango based on internal and external factors. The sampling technique used was purposive sampling method which used non-random sampling with a population of 120 farmers who used a sample of 50 farmers because they were still members of one Gapoktan. The right strategy according to SWOT is to diversify products to increase revenue sales significantly. Diversification strategies that can be applied to marketing are developing processed products made from clonal 21 mangoes and using social media as a marketing medium to attract consumer buying interest while outside Pasuruan Regency. The QSPM matrix is ​​used to find out the alternative strategies to be used. The alternative strategy is conducting off season development to meet market demand and developing processed products by prioritizing the quality of human resources in the form of using technology to support the quality and quantity of clonal mangoes.
Penentuan Status Pemanfaatan Ikan Teri (Stolephorus sp) di Perairan Selat Lalang Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau Zulkarnaini Zulkarnaini; Zuriati Murni; Hazmi Arief
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1551

Abstract

Ikan Teri (Stolephorus sp) merupakan salah satu sumberdaya ikan yang bernilai ekonomi penting dengan tingkat produksi yang meningkat di perairan selat Lalang. Meskipun sumberdaya ikan sebagai sumberdaya alam yang bersifat open access jika tidak dikelola dengan baik, maka pengelolaan sumberdaya perikanan tidak optimal dan berkelanjutan. Salah satu analisis yang digunakan untuk pengelolaan sumberdaya ikan ialah dengan menggunakan potensi maksimum lestari dari model Produksi Surplus Walter-Hilborn. Penelitian dilakukan di desa-desa yang menjadi penghasil sumberdaya ikan Teri di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan dan upaya tangkap ikan teri yang diperoleh dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa status pemanfaatan ikan Teri ialah 70 %, dengan tingkat pengusahaan sebesar 41%. Ini menunjukkan bahwa, ikan Teri di Perairan Selat Lalang berada dalam status moderately exploited. The anchovies (stolephorus sp) need to be well managed, for although they are open access resources if not properly managed, fisheries resources are poorly maintained and sustainable. One approach to managing fish resources is with a production surplus model. As for the data method used is a secondary data analysis method, which USES a production surplus model. Analysis was done to acquire the best production model that could provide information on the extent of use and the completion of anchovies. Data from catch and catch fish were obtained from the registry service of siak district fisheries and livestock. Analysis suggests that the best surplus production model, which is used to assess the potential for anchovies, is the walter-hilborn model. The level of utilization for 2020 is 70 percent, with a 41% reduction rate. It shows that, anchovies in the lalang strait in the state of moderately expoited.
Kelayakan Usahatani Jagung (Zae Mays L.) di Lahan Tadah Hujan Desa Genengsari Kecamatan Polokarto Umi Nur Solikah; Tria Rosana Dewi; Abdul Bashir
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1572

Abstract

Indonesia adalah negara agraris yang mayoritas penduduknya hidup dibidang pertanian. Pertanian merupakan sektor yang mampu menopang sektor pembangunan dan meyumpang pendapatan nasional yang cukup besar. Salah satu komoditas pengan yang mempunyai peran stategis adalah jagung, permintaan terhadap jagung dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, pendapatan dan kelayakan usahatani usahatani jagung (Zae Mays L.) di lahan tadah hujan. Metode analisis yang digunakan sebagai berikut, total biaya dihitung dengan menjumlahkan biaya tetap dengan biaya variabel, penerimaan dihitung dengan mengalikan harga produk dengan jumlah produk, pendapatan dapat dihitung dengan mengurangi total penerimaan dengan biaya total, R/C rasio dapat dihitung dengan membandingkan antara total penerimaan dengan total biaya. Biaya total usahatani jagung di lahan tadah hujan dengan luas 0,4 Ha per garapan besar Rp. 4.257.071,-. Penerimaan usahatani jagung Rp. 6.240.000,-. Tingkat pendapatan usahatani jagung sebesar Rp.1.982.929,-. Kelayakan usahatani jagung sebesar 1,46 artinya hal ini berarti perbandingan menghasilkan nilai di atas nilai 1 (R/C rasio > 1), artinya kegiatan usahatani jagung layak diusahakan karena usahatani jagung memperoleh keuntungan yang ekonomis bagi petani. Indonesia is an agricultural country where the majority of the population lives in agriculture. Agriculture is a sektor that is able to support the development sektor and support a fairly large national income. One of the confectionery commodities that has a strategic role is corn, the demand for corn from year to year also increases. The purpose of this study was to determine the cost, income and feasibility of farming corn (Zae Mays L.) in rainfed land. The analytical method used is as follows, total costs are calculated by adding up fixed costs with variable costs, revenue is calculated by multiplying product prices by the number of products, revenue can be calculated by subtracting total revenues from total costs, R/C ratio can be calculated by comparing the total revenues with the total cost. The total cost of farming corn in rainfed land with an area of ​​0.4 ha per arable is Rp. 4.257.071,-. Revenue from corn farming Rp. 6.240.000,-. The income level of corn farming is Rp. 1,982,929,-. The feasibility of farming corn is 1.46, meaning that this means that the comparison produces a value above the value of 1 (R/C ratio > 1), meaning that maize farming activities are feasible because maize farming obtains economic benefits for farmers.
Model Jaringan Komunikasi Dalam Mengolah Lahan Tanpa Bakar Oleh Masyarakat di Kota Dumai Jeki rahman; Rosnita
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui metode pengolahan lahan tanpa bakar yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Dumai ,(2) mengetahui struktur jaringan komunikasi yang terbentuk antar individu dalam mengolah lahan tanpa bakar.Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kota Dumai tidak lagi melakukan pengolahan lahan dengan cara bakar melainkan sudah beralih dengan menggunakan metode dengan tanpa bakar, karena pemerintah memberlakukan larangan pembakaran dalam proses mengolah lahan. Struktur jaringan komunikasi yang terbentuk dalam mengolah lahan tanpa bakar yaitu membentuk struktur roda yang memusat pada satu individu dalam jaringan komunikasi, di Kelurahan Bangsal Aceh informasi terpusat pada aktor Muhammad Rizal sedangkan di Kelurahan Tanjung palas terpusat pada aktor Yustanto dan Warino, Sebaiknya struktur jaringan komunikasi yang terbentuk yaitu struktur semua saluran (all Channel) agar setiap individu dalam jaringan dapat melakukan interaksi secara timbal balik tanpa menganut siapa yang menjadi tokoh sentral dalam memperoleh informasi. This research aims to (1) knowing the method of processing land zero burning that people in the city of Dumai., (2) to know the structure a network of communication between individuals in processing land zero burning. The method of sampling used in this study is an application of the snowball sampling technique. The results showed that people in the city of Dumai stopped processing by burning but turned to the method of processing land zero burning,as the government imposed a ban on burning in the cultivation of land.The structure of communication networks in processing land zero burning that of forming wheel structures that dissolve in one indvidual within the communication network, in Bangsal Aceh village centered on Muhammad Rizal actor,while in Tanjung Palas village centered on yustanto and warino actors,it is better if the network communication that formed is the structure of all channels so that each individual in the network can interact reciprocally without adhering to the theory of who is the central figure in obtaining information.
Pendapatan Peternak Ayam Broiler Dengan Pola Kemitraan di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota : Mega Amelia Putri; Nila Sari Putri; Yuliandri Yuliandri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan dan pendapatan peternak ayam broiler dengan pola kemitraan di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode survey dan observasi langsung kelapangan menggunakan kuesioner, dengan 30 orang peternak yang bermitra. Analisis data dilakukan menggunakan analisis biaya, total penerimaan dan keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh biaya produksi ayam broiler dengan pola kemitraan sebesar Rp 162.319.201/periode dan Rp 33.420/ekor. Total penerimaan adalah Rp 174.638.833/periode dan Rp 35.956/ekor. Pendapatan peternak broiler selama satu periode adalah Rp 12.319.633/periode dan Rp 2.536/ekor. This study aims to analyze the costs, revenues and income of broiler breeders with a partnership pattern in Harau District, Lima Puluh Kota Regency. The study used survey methods and direct field observations using questionnaires, with 30 farmers who partnered. Data analysis was carried out using cost, total revenue and profit analysis. Based on the results of the research that has been done, the production costs of broiler chickens with a partnership pattern are Rp. 162,319,201/period and Rp. 33,420/head. The total revenue is Rp. 174,638,833/period and Rp. 35,956/head. The income of broiler breeders for one period is Rp. 12,319,633/period and Rp. 2,536/head.
Analisis Nilai Tambah Santan Kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Nina Sawitri; Partini Partini; Yeni Afiza; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1799

Abstract

Salah satu produk turunan kelapa yang diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Tembilahan adalah santan kelapa. Adanya usaha pengolahan santan kelapa diharapkan dapat memberikan solusi bagi pemasaran buah kelapa dan mampu meningkatkan nilai tambah dari buah kelapa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui besarnya penerimaan dan keuntungan usaha pengolahan santan kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. (2) Mengetahui besarnya nilai tambah usaha pengolahan santan kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan nilai tambah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya total pada usaha pengolahan santan kelapa sebesar Rp. 28.234.959,56 per bulan, rata-rata penerimaan sebesar Rp. 34.339.200,00 per bulan, rata-rata keuntungan sebesar Rp. 6.104.240,44 per bulan. (2) Nilai tambah yang diperoleh pada usaha pengolahan santan kelapa sebesar Rp. 1.654,17. Rasio nilai tambah yang diperoleh adalah sebesar 32,34 %. One of the coconut derivative products cultivated by the community in Tembilahan District is coconut milk. The existence of a coconut milk processing business is expected to provide a solution for the marketing of coconuts and be able to increase the added value of coconuts. The purpose of this study was (1) to determine the amount of revenue and profits from the coconut milk processing business in Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency. (2) to determine the added value of coconut milk processing business in Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency. Analysis of the data used is the analysis of costs, revenues, profits and added value. The results of this study are: (1) The average total cost of the coconut milk processing business is Rp. 28,234,959.56 per month, the average revenue is Rp. 34,339,200.00 per month, the average profit is Rp. 6,104,240.44 per month. (2) The added value obtained in the coconut milk processing business is Rp. 1,654.17 per kg. The added value ratio obtained is 32.34%.
Analisis Bioekonomi Sumberdaya Ikan Baung di Perairan Umum Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ulfa Rizki Pradini; Novia Dewi; Fajar Restuhadi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1800

Abstract

Kabupaten Kampar memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan yaitu salah satunya adalah kegiatan perikanan tangkap. Salah satu hasil tangkapan yang memiliki produksi tertinggi yaitu ikan baung. Kelestarian sumberdaya ikan baung akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, dan tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis tingkat optimum pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap ikan baung secara biologi dan ekonomi di perairan umum kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan produksi optimal (Copt) pada MSY sebesar 61.510 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 116.764 unit/tahun dan rente ekonomi sebesar Rp2.353.594.693.969. Produksi optimal (Copt) pada MEY sebesar 61.489 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 114.567 unit/tahun dan rente ekonomi sebesar Rp2.354.461.065.478. Kampar Regency has potential that can be exploited, one of which is capture fisheries activities. One of the catches that has the highest production is Baung Fish. The sustainability of fish resources will be threatened if the use of efforts continues to increase, if no control measures are taken. The purpose of this study was to analyze the optimum level of biological and economic utilization of baung fishery resources in the public waters of Kampar district. This research was conducted in July-August 2020. The results showed that the optimal production (Copt) at MSY was 61,510 ton / year with optimum effort (Eopt) of 116,764 unit / year and economic rent of IDR 2,353,594,693,969. Optimal production (Copt) in MEY is 61,489 ton / year with optimum effort (Eopt) of 114.567 unit / year and economic rent of IDR 2,354,461,065,478.

Page 1 of 1 | Total Record : 8