cover
Contact Name
Tutut Suryaningsih
Contact Email
tututsuryaningsih@gmail.com
Phone
+6281259900456
Journal Mail Official
tutut@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jupeko/about/editorialTeam
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jupeko (Jurnal Pendidikan Ekonomi)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 25025767     EISSN : 25486187     DOI : -
Jupeko(Jurnal Pendidikan Ekonomi) e-ISSN : 2548-6187 a journal of scientific research with a focus on issues in economics education formal, non-formal and informal. Economic education is intended as a form of problem solving global economy based on observation, in-depth study of various economic problems that arise in society. Jupeko contains Research, Conceptual Idea, Study of Education and Teaching, Small and Medium Enterprises and Cooperative, and Business. Jupeko is a journal that is managed by economic education program STKIP PGRI Tulungagung. Journal has been indexed by Google Scholar.Jupeko in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidik Ekonomi Indonesia (ASPROPENDO) PGRI Jawa Timur
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X-IIS DI SMAN 1 KAMAL Ruski Ruski
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.33

Abstract

ABSTRAK. Model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja secara kolaboratif dengan mencari kartu pasangan yang telah dimiliki. Model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru sangat berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil belajar setelah mengikuti program pembelajaran yang dinyatakan dengan skor atau nilai. Guna mengetahui sejauh mana signifikansi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match terhadap prestasi belajar siswa maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen yang mengacu pada pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X – IIS di SMAN 1 Kamal. Dan yang menjadi sampel adalah kelas  yang berjumlah 36 siswa dimana kelas tersebut akan dijadikan kelas eksperimen. Design yang digunakan  dalam penelitian ini adalah One Group Pretest – Postest Design, dalam desain ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dna sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Pada penelitian ini peneliti menggunakan tes awal sebelum pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dan tes akhir setelah menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa variabel bebas yaitu pembelajaran kooperatif tipe Make A Match (X) mempunyai pengaruh  yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar (Y), diperoleh  (16,074 ≥ 1,688) dengan menggunakan taraf signifikansi 5% (0,05), sehingga  diterima dengan kata lain model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match, Prestasi Belajar Siswa
Modal Sosial Pondok Pesantren Imam Sukwatus Sujai
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v1i1.28

Abstract

ABSTRAK. Modal sosial digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekhasan modal sosial yang dimiliki sebuah pondok pesantren dalam hal ini pondok pesantren Wali Aminah (PPWA). Terdapat 6 bentuk modal sosial pondok pesantren, yaitu: 1) Struktur kewajiban (obligations); 2) ekspektasi (expectations); 3) kepercayaan (trustworthiness); 4) Norma-norma (norms); 5) dan sanksi-sanksi yang efektif (effective sanctions); 6) Jaringan informasi (information channels). Struktur kewajiban (obligations) di  PPWA meliputi: pendidikan, pengajaran, dan bimbingan kyai, nyai, ustadz, ustadzah kepada santriwan dan santriwati. Ekspektasi (expectations)  masyarakat terhadap PPWA khususnya kepada kyai (KH. Muhammad Syihaabuddin atau Gus Syihaab) adalah menyelesaikan persoalan keagamaan praktis, percaya diri, rendah hati, dan penyembuhan terhadap berbagai macam penyakit. Kepercayaan (trustworthiness) masyarakat terhadap PPWA tercermin dari: hubungan sosial, harapan di masa depan, interaksi inti, dan tindakan inti. Norma-norma (norms) yang berlaku di PPWA antara lain: norma agama, norma sosial, dan norma susila. Sanksi-sanksi yang efektif (effective sanctions) di PPWA terdiri dari: peniruan dan pengekangan. Jaringan informasi (information channels) yang dimiliki PPWA adalah jaringan santri dan masyarakat.
ANALISIS STABILITAS BETA SEBAGAI UKURAN RISIKO SISTEMATIS SAHAM Joni Hendra
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.32

Abstract

ABSTRAK: Ukuran relatif risiko sistematis juga dikenal sebagai koefisien beta. Beta suatu saham adalah nilai matematis yang mengukur sensitivitas return dari suatu saham terhadap pergerakan return pasar secara umum, nilai beta yang tinggi mengidentifikasikan tingkat risiko yang tinggi, juga sebaliknya untuk beta yang rendah mengidentifikasikan tingkat risiko yang rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah beta saham individual dan portofolio saham stabil dari suatu periode estimasi ke periode estimasi berikutnya, (2) apakah stabilitas beta saham individual dan beta portofolio saham dari suatu periode estimasi ke periode estimasi berikutnya semakin meningkat sejalan dengan bertambah lama waktu estimasi beta dalam periode estimasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan/perspektif explanatory atau confirmatory research, sedangkan data sekunder yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian dikumpulkan dengan teknik dokumentasi secara pooled sectional, yaitu data harga penutupan saham (closing price) mingguan dari 75 saham yang terpilih dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan IHSG mingguan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. Pengujian stabilitas beta saham dilakukan dalam tiga sub periode 52 mingguan yaitu; 52 minggu pertama, 52 minggu kedua dan 52 minggu ketiga, dengan alat uji matriks transisi dan uji korelasi. Untuk menghindari dari bias beta, sebelum dilakukan pengujian beta saham terlebih dahulu dikoreksi dengan menggunakan metode koreksi Fowler dan Rorke empat lead dan empat lag. Kata Kunci : Koefisien Beta, Stabilitas Beta, Bias Beta, Koreksi Beta   dengan empat lead dan empat lag
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X-IIS DI SMAN 1 KAMAL Ruski Ruski
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.22

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja secara kolaboratif dengan mencari kartu pasangan yang telah dimiliki. Model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru sangat berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil belajar setelah mengikuti program pembelajaran yang dinyatakan dengan skor atau nilai. Guna mengetahui sejauh mana signifikansi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match terhadap prestasi belajar siswa maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen yang mengacu pada pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X – IIS di SMAN 1 Kamal. Dan yang menjadi sampel adalah kelas  yang berjumlah 36 siswa dimana kelas tersebut akan dijadikan kelas eksperimen. Design yang digunakan  dalam penelitian ini adalah One Group Pretest – Postest Design, dalam desain ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dna sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Pada penelitian ini peneliti menggunakan tes awal sebelum pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dan tes akhir setelah menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa variabel bebas yaitu pembelajaran kooperatif tipe Make A Match (X) mempunyai pengaruh  yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar (Y), diperoleh  (16,074 ≥ 1,688) dengan menggunakan taraf signifikansi 5% (0,05), sehingga  diterima dengan kata lain model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match, Prestasi Belajar Siswa
MENUMBUHKAN EKONOMI KREATIF ANAK USIA DINI MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA Sunanik Sunanik
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.29

Abstract

ABSTRAK-Dalam menghadapi era ekonomi kreatif yang berbasis kepada modal kreativitas sumberdaya manusia, maka kreativitas harus dipupuk sejak usia dini melalui pendidikan khususnya dalam pendidikan keluarga. Keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama, diharapkan mampu mendorong kreativitas anak. Untuk itu orang tua selaku pendidik utama dapat melakukan hal-hal sbb: Menunjang dan mendorong kegiatan yang diminati anak, menikmati keberadannya bersama anak, menjalin kerjasama yang baik dengan anak, mendorong kemandirian anak dalam bekerja, memberikan pujian yang sungguh-sungguh terhadap karya anak, memberi kesempatan kepada anak untuk berpikir, merenung dan berkhayal, merangsang daya pikir anak dengan cara mengajak berdiskusi  tentang hal yang mampu dipikirkan anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat menentukan atau mengambil keputusan, membantu anak yang menemukan kesulitan dengan memberikan penjelasan yang dapat diterima akal anak,  memberikan fasilitas yang cukup bagi anak untuk bereksperimen dan bereksplorasi, dan memberikan contoh dalam membuat karya kreatif. Adapun cara menumbuhkan ekonomi kreatif pada anak usia dini maka keluarga dapat melakukan dengan permainan masak-masakan, pasaran, membuat permainan dari bahan sekitar, bongkar pasar mainan, bernyanyi/menari/membaca puisi, menggambar/melukis, bermain drama, fashion-fashiona, membuat kerajinan tangan disesuaikan dengan minat anak. Kata kunci: Ekonomi kreatif, Anak Usia Dini, Pendidikan Keluarga.
PENERAPAN MODEL PENGAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) PADA MATA KULIAH TEORI EKONOMI MIKRO (PERMINTAAN DAN PENAWARAN) Sulastri Rini Rindrayani
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.23

Abstract

Salah satu pengajaran yang bersifat inovatip adalah Model Pengajaran berdasarkan masalah (Problem Based Instruction).Ciri pengajaran berdasarkan masalah yang membedakan dengan model pengajaran lain adalah  adanya pemberian masalah yang autentik kepada peserta didik, yaitu masalah yang dialami peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan penyelesaian masalah secara kolaborasi/bekerjasama. Hasil dari pemecahan masalah dapat berupa produk, hasil karya, portopolio dan lain-lain yang nantinya akan dipamerkan untuk dievaluasi.        Materi permintaan dan penawaran merupakan materi ekonomi pada mata kuliah Teori Ekonomi Mikro. Isi  materi tersebut banyak membahasan masalah permintaan dan penawaran yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dialami oleh mahasiswa. Agar mahasiswa dapat memahami konsep dan mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, maka pengajaran materi ini menggunakan pengajaran berdasarkan masalah Penerapan pengajaran berdasarkan masalah harus direncanakan matang oleh dosen antara laian (1)Tahap perencanaan meliputi : menetapkan tujuan pembelajaran, merancang situasi masalah, dan mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia/sarana prasaran, (2) Tahap pelaksanaan: menerapkan langkah-langkah pengajaran berdasarkan masalah dimana peran dosen sebagai pembimbing , memotivasi dan mefasilitasi jalannya diskusi. Dosen harus bisa menciptakan suasana dimana siswa aktif secara langsusng dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan akhir tahap ini memamerkan hasil karya berupa grafik permintaan dan penawaran.(3) Tahap akhir melakukan evaluasi: yaitu evaluasi proses pembelajaran dengan menggunakan penilaian proses dan evaluasi hasil pemecahan masalah dengan menggunakan penilian hasil karya.         Dengan penerapan pengajaran berdasakan masalah ini (1) dapat mengembangkan ketrampilan berpikir  tingkat tinggi, (2) mengembangkan ketrampilan memecah masalah yang ada  di masyarakat seperti seorang peneliti, (3)secara berangsur-angsur peserta didik akan terlatih untuk menjadi pelajar yang mandiri, (4) Mengembangkan sikap bekerjasama, saling menghargai dan menghormati antar sesama teman dan guru/dosen.  Kata Kunci. Model Pengajaran Berdasarkan masalah, Permintaan dan Penawaran
Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Pemahaman Tentang Informasi Pendidikan Terhadap Keputusan dalam Mengambil Jurusan (Studi pada Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri Di Kabupaten Tulungagung) Bayu Cahyoadi
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.30

Abstract

ABSTRAK.Berkembangnya opini publik yang negatif mengenai jurusan IPS relatif berkembang di masyarakat sebagai jurusan yang kurang difavoritkan di sekolah. Opini tersebut dapat sedikit ditepis jika orang tua dan pihak sekolah mampu memberikan informasi yang lengkap dan senantiasa perhatian penuh terhadap kemampuan dan keinginan siswa dalam mengambil jurusan. Dengan penelitian ini akan teruji secara empiris faktor perhatian dan pemahaman informasi tersebut terhadap keputusan siswa dalam mengambil jurusan.Rumusan masalah yang dapat diambil adalah adakah pengaruh dari perhatian orang tua dan pemahaman tentang informasi pendidikan terhadap keputusan siswa dalam mengambil jurusan IPS baik secara parsial maupun secara simultan, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua dan pemahaman tentang informasi pendidikan terhadap keputusan siswa dalam mengambil jurusan IPS baik secara parsial maupun secara simultan. Hipotesis penelitian yaitu diduga terdapat pengaruh positif dan signifikan perhatian orang tua dan pemahaman tentang informasi pendidikan terhadap keputusan siswa dalam mengambil jurusan IPS baik secara parsial maupun secara simultan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan angket tanggapan siswa untuk mendapatkan data dari masing-masing indikator variabel yang meliputi perhatian orang tua (variabel X1), pemahaman tentang informasi pendidikan (variabel X2), dan keputusan  memilih jurusan (variabel Y). Sifat penelitian ini merupakan uji hipotesis yang dibuktikan hasilnya dengan uji linieritas antar variabel, uji signifikasi koefisien regresi, dan uji asumsi regresi. Populasi adalah seluruh siswa jurusan IPS SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung . Sampel diambil secara stratifikasi dari segi wilayah perkotaan, pinggiran dan pedesaan yang kemudian ditentukan jumlah sampel per masing-masing wilayah menggunakan rumus Slovin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang tua dan pemahaman tentang informasi pendidikan mempengaruhi keputusan siswa dalam mengambil jurusan IPS. Dengan pembuktian bahwa terdapat linearitas (F) yang signifikan sebesar 0,000 0,050, uji hipotesis dalam signifikasi 5% dimana nilai t (X1) sebesar 2,926, t (X2) sebesar 2,866. Besar koefisien R Square dalam memberikan sumbangan efektif sebesar 0,213, maka dinyatakan ada pengaruh positif dan signifikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar terhadap prestasi belajar, dimana kenaikan satu poin perhatian orang tua dan pemahaman tentang informasi pendidikan dengan pengaruh sebesar 21,3% terhadap keputusan siswa dalam mengambil Jurusan IPS.Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Pemahaman Tentang Informasi Pendidikan, Keputusan Siswa.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (Eq) TERHADAP MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN PADA SISWA KELAS XII Ma DARUL HIKMAH TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Mohammad Anasrullah
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.24

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap motivasi melanjutkan pendidikan pada siswa kelas XII MA Darul Hikmah Tulungagung. Populasi dalam penelitian adalah seluruh guru yang berjumlah 63, selanjutnya dilakukan sampling 80% dengan simple random sampling sehingga mengasilkan sampel sejumlah 50. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil pengujian hipotesis tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap Motivasi Melanjutkan Pendidikan pada siswa kelas XII MA Darul Hikmah Tulungagung Tahun Pelajaran 2015/2016 menunjukkan nilai p value sebesar 0,008 lebih kecil dari pada α=0,05, sehingga menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap motivasi melanjutkan pendidikan pada siswa kelas XII MA Darul Hikmah Tulungagung. Hasil analisis data juga menunjukkan persamaan regresi linier sederhana Y (motivasi siswa melanjutkan pendidikan) = 2,662 + 0,454X (kecerdasan emosional siswa) dengan penjelasan konstanta sebesar 2,662 menyatakan bahwa jika variabel independen (kecerdasan emosional siswa) sebesar 0 (nol), maka nilai variabel dependen (motivasi siswa melanjutkan pendidikan) sebesar 2,662. Koefisien regresi dari X (kecerdasan emosional siswa) sebesar 0,454 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan variabel X(kecerdasan emosional), maka hal ini akan berpengaruh pada peningkatan variabel Y (motivasi siswa melanjutkan pendidikan) sebesar 0,454, dan sebaliknya apabila terjadi penurunan satu satuan variabel X(kecerdasan emosional siswa), maka variabel Y (motivasi siswa melanjutkan pendidikan) mengalami penurunan sebesar 0,454 dengan ketentuan variabel lain adalah tetap/tidak berubah. Adapun Koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai adjusted R2 adalah 0.722, hal ini berarti 72.2% variabel motivasi melanjutkan pendidikan siswa MA Darul Hikmah dapat dijelaskan oleh variabel independen kecerdasan emosional, sedangkan sisanya (100%-72.2 = 27,8%) dipengaruhi oleh faktor lain.         Kata Kunci : Kecerdasan emosional, Motivasi melanjutkan pendidikan.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MEUBEL DI UD. SEKAWAN RIMBA WANGKAL GADING KABUPATEN PROBOLINGGO Muhammad Syarif Hidayatullah
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.31

Abstract

Abstract: The present study was conducted to respond  to the significant effect between the mixed marketing and quality of the products simultaneously in making decision for buying  the products  in UD. Sekawan Rimba Wangkal 1 Gading, Probolinggo.  The sample of this study is 30 people as the respondent which took the population of UD. Sekawan Rimba  Wangkal 1 Gading, Probolinggo. The analysis method used in collecting data is quantitative analysis which doubles linier regression.   The result of this study shows that result of F (simultaneous regression) analysis test, show that mixed marketing and the quality of products have the same significant effects in making decision for buying the products in UD. Sekawan Rimba Wangkal 1 Gading, Probolinggo. Based on statistic result of F (simultaneous regression) test, shows that the highest score 14.253  which 0,000  significant scores. It shows that, if the significant scores (p value) ≤ 0,05, then Ha is received and Ho is rejected. The mixed marketing and the quality of products  have the same significant effect in making decision for buying  the products  (furniture’s) in UD. Sekawan Rimba  Wangkal Gading Kabupaten Probolinggo, partially. Based on the result of t partial test of mixed marketing has a significant effect in making decision. The result shows 0,374  of coefficient score are significant with 0,034. Meanwhile, the effect of the quality of products  in making decision shows 0,262 coefficients score with 0,009. If the significant score (p value) ≤ 0,05, then Ha is received and Ho is rejected. Key words: mixed marketing, quality of the products, making decision (buying)
ANALISA SURVEI KEPUASAN KONSUMEN (SKK) BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR TAHUN 2015 Nafik Umurul Hadi
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v1i1.27

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik, kualitas produk data, memberikan gambaran dan analisis tentang segmentasi pengguna data dan persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi. Lingkup  pekerjaan  dalam  penyusunan  SKK BPS  dapat dibedakan menjadi beberapa cakupan diantaranya penyusunan instrumen survei, pelaksanaan survei, dan analisis hasil survei. Pelayanan publik merupakan pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang lain atau masyarakat sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Kepuasan konsumen dapat diciptakan melalui kualitas, pelayanan dan nilai. Kualitas mempunyai hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas akan mendorong konsumen untuk menjalin hubungan yang erat dengan perusahaan.Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif, yaitu tipe desain konklusif yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakter, persepsi atau fungsi dari penelitian tentang suatu kelompok (konsumen pengguna data BPS). Populasi penelitian ini adalah total/seluruh konsumen BPS Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan data pada periode setahun terakhir. Penelitian SKK BPS Kabupaten Mojokerto ini menggunakan metode survei dengan beberapa cara pengumpulan data yaitu kuesioner, wawancara dan observasi.Dari penelitian ini diperoleh hasil deskripsi responden mayoritas adalah berasal dari Lembaga/Instansi Pemda/SKPD. Kategori lembaga ini diwakili dari Pemda/SKPD; Lembaga Legislatif/DPRD; dan KPU. Diperoleh Kepuasan dan harapan konsumen BPS kabupaten Mojokerto mempunyai indeks rata-rata 3,08 dan indeks kepuasan sebesar 77,00 dan berada pada predikat “B” atau “Baik”.  Perilaku anti korupsi di lingkungan BPS dari hasil pengolahan data yang didapat dari 40 responden, mayoritas menyatakan dengan nilai “A” atau mempunyai makna “Sangat Anti Korupsi”. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10