RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam
Jurnal RETORIKA adalah Jurnal publikasi ilmiah yang berupaya memfasilitasi artikel akademik dan tulisan ilmiah dari sejumlah studi dalam penelitian di bidang Dakwah dan Komunikasi. Jurnal RETORIKA terbuka untuk akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi yang tertarik untuk berkontribusi dalam pemikiran mereka, terutama di bidang Dakwah dan Komunikasi. Fokus utama jurnal Jurnal RETORIKA adalah sejarah dakwah dan dinamika dalam dakwah Islam, studi ilmu komunikasi, dan pengembangan media kontemporer dalam ranah teoritis sekaligus praktis. ruang lingkup dalam publikasi ilmiah Jurnal Retorika meliputi: Dakwah dan propagasi Islam: - Studi dalam ilmu dakwah, seperti sejarah dakwah, filsafat dakwah, dan metodologi dakwah, termasuk secara budaya, ekonomi, dan politik. - Manajemen dakwah yang terkait untuk membuat rencana dan strategi untuk dakwah Islam, pariwisata global Islam, dan manajemen Islam dan wisata religi. - Dakwah, terutama dalam analisis sosial dan psikologis, konseling Islam, dan hubungan antara dakwah dan studi sosial-budaya. Ilmu komunikasi: - Studi dalam ilmu komunikasi secara umum, teori komunikasi, dan pendekatan dalam komunikasi, komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, dan komunikasi organisasi. - Komunikasi politik, termasuk strategi komunikasi politik, kampanye politik, pemasaran politik, pemerintahan, kebijakan publik, dan partai politik. - Pengembangan komunikasi, seperti perencanaan komunikasi, masalah komunikasi dan kontemporer, dan manajemen komunikasi. - Ilmu komunikasi dalam studi psikologi dan budaya sosial, termasuk dalam bidang sosiologi komunikasi, psikologi komunikasi, komunikasi dan kearifan lokal, dan komunikasi antar budaya. - Studi media, termasuk ruang lingkup jurnalisme, komunikasi massa, manajemen media massa, analisis konten media, dan studi media baru. - Hubungan Masyarakat (PR), yang terdiri dari hubungan manusia, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hubungan media, urusan publik, komunikasi pemasaran, dan periklanan. dan komunikasi antarbudaya. - Studi media, termasuk ruang lingkup jurnalisme, komunikasi massa, manajemen media massa, analisis konten media, dan studi media baru. - Hubungan Masyarakat (PR), yang terdiri dari hubungan manusia, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hubungan media, urusan publik, komunikasi pemasaran, dan periklanan. dan komunikasi antarbudaya. - Studi media, termasuk ruang lingkup jurnalisme, komunikasi massa, manajemen media massa, analisis konten media, dan studi media baru. - Hubungan Masyarakat (PR), yang terdiri dari hubungan manusia, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hubungan media, urusan publik, komunikasi pemasaran, dan periklanan.
Articles
50 Documents
Komunikasi Antar Budaya dalam perspektif Al-Qur’an Surat Al-Hujurât Ayat 13
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v1i1.333
Komunikasi merupakan suatu kegiatan berinteraksi yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun banyak tantangan dalam berkomunikasi khususnya dalam komunikasi di Indonesia disebabkan dari latar belakang yang berbeda-beda, dimana masyarakat Indonesia tergolong dalam masyarakat hiterogen karena terdiri dari berbagai keberagaman suku, agama, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Sehingga dalam melakukan komunikasi untuk menuhi kebutuhan individu ataupun kelompok melakukan interaksi baik sesama etnik maupun antarbudaya maka di situlah peran komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya merupakan interaksi yang dilakukan individu kepada individu dan masyarakat lainnya yang berbeda latar bekanag baik suku, ras, bangsa, budaya, bahasa dan sebagainya untuk saling mengetahui dan memahami satu sama lainnya. Komunikasi antarbudaya juga dijelaskan dan diajarkan dalam Islam, sehingga kaedah berkomunikasi tidak terlepas dari al-Qur’an dan Hadis yang menjadi landasan atau acuan dalam proses berkomunikasi, serta menjadi pedoman bagi komunikator. Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS al-Hujurât/49: 13, yakni bagaimana pandangan, ajaran, peringatan dan imbalan bagi setiap manusia (komunikator) agar selalu memperhatikan baik individu-individu maupun masyarakat dalam berkomunikasi
Komunikasi Efektif Dalam Organisasi
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i1.358
Komunikasi adalah instrumen yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi. Dalam organisasi komunikasi merupakan alat yang berfungsi sebagai penghubung serta pembangkit motivasi antar setiap anggota sehingga sebuah organisasi dapat berjalan maju. Proses komunikasi yang efektif merupakan syarat terbinanya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Terdapat dua aspek penting yang mempengaruhi efektivitas komunikasi organisasi. Pertama, masalah proses pengolahan informasi dalam organisasi, yaitu menyangkut masalah pemaknaan pesan (informasi) dan jumlah informasi; kedua, masalah gaya komunikasi organisasi. Pemahaman kedua hal tersebut menjadi bekal bukan saja bagi para (calon) pemimpin organisasi, manajer, akan tetapi juga bagi semua yang terlibat dalam organisasi. Kegagalan komunikasi adalah menjadi pertimbangan terpenting dari setiap proses komunikasi organisasi, dengan maksud dapat diprediksi, dianalisis, dan ditanggulangi jika hal itu terjadi.
Model Komunikasi Politik di Era Dunia Virtualitas
Supriadi Supriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i1.359
Media massa dan politik tidak bisa dipisahkan karena media sebagai saluran komunikasi politik yang sangat efektif. Media massa memainkan peran yang sangat penting dalam peroses politik. Kemampuan media dalam menyampaikan penyiaran untuk menampilkan pesan kepada khalayak luas menjadikan media sebagai objek, media penyiaran merupakan organisasi yang menyebarkan informasi yang berupa produk budaya atau pesan yang dapat mempengaruhi dan mencerminkan budaya dalam masyarakat, seperti halnya aspek politik dan ekonomi. Kondisi politik yang dibangun di dalam berbagi ruang virtual (seperti cyberspace), yang memengaruhi bentuk, penampakan, nilai, dan kebeneran politik itu sendiri. Media merupakan ruang untuk perbuatan pengaruh para elit politik, baik yang berada di dalam pemerintah maupun yang di luar pemerintah, berupaya mendaptkan akses yang lebih lama dan luas untuk mempengaruhi persepsi masyarakat tentang politik, realitas politik, kebijakan dan lembaga pemerintah yang sedang berkuasa.
Konsep Dakwah Al-Ba>hy Al-Khauwly
Kusnadi Kusnadi;
Faridah Faridah;
Ahmad Sukardi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i1.397
This paper aims to describe how followers of Islam have their own concepts in preaching especially shaykhs, scholars, clerics, religious teachers and others in da'wah. Each individual preacher has a concept and characteristic in his preaching, especially Syekh Al-Bahy Al-Khauly. from this description the author discusses how the concept of da'wah in Al-Bahy Al-Khauly. The method used in this study uses a library research method or approach. The concept of da'wah Al-Bahy Al-Khauly in the book tazkirah du'at in general, there are two things, first a preacher who wrestles in the world of da'wah and second must have a good mood.
Media Sebagai Saluran Dakwah Lembaga Sosial Dan Komersial
Suriati;
Said Ramadhan
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i2.446
Media is everything, whether in the form of objects, humans, the results of mobile or immovable technology that can be used to transmit messages from the sender to the recipient, so as to stimulate thoughts, feelings, attention, and interests and attention of audiences in such a way that the information processing process occurs. . Then da'wah is a noble activity for every Muslim to do amar ma'ruf nahi munkar, so that the ultimate goal of da'wah is created, namely forming the khairul ummah. Furthermore, a social institution is a stable, stable, structured and well-established format in society that carries out activities based on the position of each individual or group, in an organized or orderly system of social relations that shows the existence of values, norms, regulations. , and the ways of relating to one another, which are arranged together to meet human needs in a given society. whereas commercial can be understood as an activity carried out for profit, either directly or indirectly.
Motivasi dan Persepsi Mahasiswa dalam Memilih Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Muhammadiyah Sinjai
Faridah
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i2.492
This study aims to explore students' motivation and perceptions in choosing the IAIM Sinjai Islamic communication and broadcasting study program (KPI) and to analyze the opportunities for developing the KPI Study Program. The method that researchers use is exploratory with a qualitative approach. The research subjects were 27 KPI IAIM Sinjai students out of 54 active students with the object of research being students' motivation and perceptions in choosing study programs. From the results of the study, it was explained that students chose the KPI study program because they were motivated to strengthen and develop their communication skills and the desire to pursue several professions, namely becoming practitioners and academics of da'wah and communication. As for the perception of KPI students related to the study program they have chosen, it is a study program whose alumni are needed by public and private agencies and are in great demand but not yet widely known among the public, especially in Sinjai so that the opportunities for developing study programs are very large by conducting a lot of socialization, strengthening the competence of graduates and increase the value of accreditation.
Komunikasi Interpersonal dan Iklim Komunikasi Organisasi Pada Divisi Redaksi Harian Radar Banjarmasin
Musliadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i2.529
Interpersonal communication of Radar Banjarmasin employees can support employee performance, this can be seen from openness, empathy, support, a sense of positivity and equality even though it is more semi-cultural by instilling an atmosphere of humor and only a small part occurs intensively among employees in interpersonal communication on the basis of ties. friendship, in the valence of self disclosure, builds positive strength semi-culturally to create a good working atmosphere. However, the research facts found that the intimacy of employees' self-disclosures is shallow, this is more often the case, is limited to the communication of colleagues in the team. Meanwhile, the communication climate of the Daily Editorial Division of Radar Banjarmasin is seen from the elaboration of the five dimensions of organizational communication climate, namely supportiveness, participation in decision making, trust, openness, and high performance goals. Although the dimension of openness is not too strong because there are some employees who are not always open with their superiors whether they are complaints, ideas, suggestions, or criticism. This is evident from the number of employees who grapevine both in the office and outside the office.
Dakwah di Tengah Isi Radikalisme
Muhlis;
Muliaty Amin
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i2.533
Radicalism has become an issue that is never absent to discuss. Moreover, current developments, such as the issue of radicalism, also continue to develop. Radicalism is something that needs to be watched out for because its existence is quiet like an underground movement which is quite difficult to detect. However, evidence of the existence of radicalism in Indonesia still exists even today. The da'wah movement which is an effort to prevent and overcome radicalism movements must develop in accordance with the current developments. Da'wah must be packaged more attractively and involve all parties in the current problem of radicalism. Da'wah with a structural and cultural approach can be a strategy in preventing and overcoming radicalism.
Dakwah dan Hedonisme
Suriati
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v3i1.577
Hedonisme merupakan pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan serta kenikmatan materi adalah ujuan utama hidup. Kaum hedonis ini pada umumnya beranggapan bahwa hidup ini hanya satu kali, matipun sekali dan harus dinikmati dengan senikmat-nikmatnya dan sebebas-bebasnya tanpa batas. Gaya hidup hedonis ini tidak dapat dilepaskan dengan budaya populer (biasa disingkat sebagai budaya pop) yang menyertai dinamika pada kehidupan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mengetahui hakikat hedonisme pada masyarakat modern (2) Mengetahui pengaruh hedonisme terhadap masyarakat modern (3) Mengetahui peran dakwah dalam menghadapi paham hedonisme masyarakat masa kini. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif yang difokuskan pada penelitian pustaka atau library rescarch. Penelitian ini menggunakan pendekatan dakwah, Sejarah, Psikologi, dan pendekatan sosiologi. Sedangkan metode pengumpulan data melalui data dari buku-buku dakwah dan hedonism serta karya-karya yang memiliki kaitan serta pendukung penelitian ini data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode komperasi dengan teknik analisis isi (content analiysis). Hasil penelitian menunjukkan (1) Hedonisme tidak hanya sebuah gaya hidup yang serba bebas, melainkan sebagai pemikiran dan kepercayaan yang tentunya berakhir pada kehancuran nilai-nilai agama. Kesenangan yang ditawarkan dalam budaya hedonisme tidak lain bersifat fana dan menipu. Apa yang kini dianggap modern belum tentu berbuah baik bagi kehidupan manusia. Narkoba, seks bebas, musik, korupsi, dan lain sebagainya adalah bagian dari beberapa tindak kriminal yang dilakukan karena hanya ingin mencari kenikmatan dan kesenangan. (2) Dampak dari arus globalisasi ternyata tidak hanya dalam hal prilaku individu akan tetapi prilaku sosial seperti berpengaruh terhadap, gaya hidup, politik, akidah dlll. (3) Dakwah harus tetap dihidupkan oleh generasi Islam, karena hidup dan matinya Islam terletak terhadap eksistensi dakwah itu sendiri. Dalam menghadapi dampak negatif dari kehidupan global saat ini dakwah harus secara berkala untuk merepormulasi dan memenej dakwah secara universal agar dapat sebagai sarana pembanding terhadap dunia hedonism dan global.
Analisis Perkembangan Islam Di Perancis
Faridah Faridah;
Herawati Syamsul;
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v3i1.578
Tulisan ini membahas tentang analisis Perkembangan Islam Di Perancis yang diuraikan dari beberapa aspek yakni Proses Islamisasi, Perkembangan dan Problematika serta Eksistensi Umat Islam di Perancis Dewasa ini. Hasil penelusuruan dari berbagai kajian ilmiah mengungkapkan bahwa Proses Islamisasi di Prancis terjadi melalui jalur peperangan yakni pada masa perang salib kemudian melalui jalur perdagangan. Dan di masa perkembangannya proses Islamisasi di Prancis terjadi melalui jalur dakwah dan perkawinan. Adapun perkembangan Islam di Prancis terus berjalan dinamis dari tahun ke tahun dan dewasa ini terdapat 25 persen warga Prancis telah memeluk Islam, meskipun berkembang dinamis namun kehidupan umat Islam di Prancis diwarnai oleh beragam problematika yang cukup pelik seperti pelarangan penggunaan jilbab bagi kaum Muslimah. Namun eksistensi umat Islam di Prancis dewasa ini dapat dilihat dari kemampuan mereka bertahan hidup melawan situasi dan kondisi yang mengitarinya. Mereka tetap antusias dalam menjalankan ajaran agamanya seperti pelaksanaan ibadah-ibadah secara rutin semisal shalat,puasa dan zakat, dan lain sebagainya.