cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: February-April 2022" : 30 Documents clear
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Aktif berorientasi Higher Order Thinking Skill: Pemberdayaan Guru SD selama Pandemi Covid-19 Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Emy Yunita Rahma Pratiwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022232

Abstract

Students are dissatisfied with online education after the Covid-19 epidemic. Students, especially in this digital era, need to develop higher order thinking skills in their academic activities. Although most teachers still do not have strong knowledge about HOTS-based active learning, the value of the teaching process carried out by teachers is not yet very capable of measuring high-level thinking skills, especially in Tiris Regency. For primary school educators in Tiris District, this program will help them improve the quality of HOTS-based teaching. Elementary school teachers from Tiris Regency took part in this program. This six-month program includes a combination of classroom instruction, hands-on workshops, and one-on-one tutoring. The teacher's ability to apply HOTS-based active learning has increased as a result of the boot camp that has been given.  Abstrak: Siswa tidak puas dengan pendidikan online setelah epidemi Covid-19. Siswa, khususnya di era digital ini, membutuhkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam kegiatan akademik mereka. Meskipun sebagian besar pengajar masih belum memiliki pengetahuan yang kuat tentang pembelajaran aktif berbasis HOTS, nilai proses pengajaran yang dilakukan oleh guru belum terlalu mampu dalam melakukan pengukuran kemampuan berpikir lelvel tinggi, khususnya di Kabupaten Tiris. Bagi para pendidik sekolah dasar di Kabupaten Tiris, program ini akan membantu mereka meningkatkan kualitas pengajaran berbasis HOTS. Guru SD dari Kabupaten Tiris ikut ambil bagian dalam program ini. Program enam bulan ini mencakup kombinasi instruksi kelas, lokakarya langsung, dan bimbingan satu lawan satu. Kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran aktif berbasis HOTS meningkat sebagai hasil dari boot camp yang telah diberikan.
One-on-one and Door-to-door Learning: Upaya Memaksimalkan Pembelajaran Dari Rumah selama Pandemi Covid-19 Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Nafiah Nafiah; Andini Hardiningrum
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022228

Abstract

Probolinggo Regency's primary school-aged children, many of whom have difficulty studying at home owing to the remoteness of the area, would benefit from this community service program. For limited families, this involves aiding kids who don't have the facilities to learn from home, and also encouraging to alleviate the load on families of children who do have the facilities to do so. This exercise consists of six parts: (1) Questions and answers, (2) Examining needs, (3) Design and execution of advice and assistance, (4) Application of assistance, and (5) Monitoring of activity outcomes. Lower-grade pupils have been supported by offering materials for classroom teaching and lending facilities, as well as Media for Instructional Reasons, during the Covid-19 epidemic. Parents are pleased with this mentorship activity. as well as during the worldwide Covid-19 epidemic, while still adhering to health procedure guidelines.  Abstrak: Anak-anak usia sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo yang banyak mengalami kesulitan belajar di rumah karena letaknya yang terpencil akan mendapat manfaat dari program pengabdian masyarakat ini. Untuk keluarga terbatas, ini termasuk membantu anak-anak yang tidak memiliki fasilitas untuk belajar dari rumah, dan juga mendorong untuk meringankan beban keluarga anak-anak yang memiliki fasilitas untuk itu. Latihan ini terdiri dari enam bagian: (1) Tanya jawab, (2) Meneliti kebutuhan, (3) Merancang dan melaksanakan saran dan bantuan, (4) Penerapan bantuan, dan (5) Pemantauan hasil kegiatan. Siswa kelas bawah telah didukung dengan menawarkan materi untuk pengajaran di kelas dan fasilitas pinjaman, serta Media untuk Alasan Instruksional, selama epidemi Covid-19. Orang tua senang dengan kegiatan bimbingan ini. serta selama epidemi Covid-19 di seluruh dunia, dengan tetap mengikuti pedoman prosedur kesehatan.
Peningkatkan Kesehatan Ibu dan Janin Selama Kehamilan di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta pada masa Pandemi Covid-19 Agustina Ida Pratiwi; Yetty Leoni M. Irawan
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022224

Abstract

Abstrac : Pandemi covid-19 mengakibatkan terjadinya pembatasan hampir kesemua pelayanan kesehatan, termasuk maternal dan neonatal. kondisi ini juga berdampak pada kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan khusus nya puskesmas johar baru. dari survey yang dilakukan terjadi penurunan kunjungan dipoli KIA yang secara tidak langsung juga berdampak pada pengetahuan ibu hamil yang dapat mengakibatkan penurunan kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan janin. kehamilan adalah suatu kejadian yang dinantikan dan diharapkan, akan tetapi perjalanan selama kehamilan dapat menimbulkan kekhawatiran karena adanya perubahan baik fisik maupun psikososial. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait pentingnya pemenuhan gizi, aktivitas fisik, pola istirahat, personal hygiene, dan komunikasi sejak dini pada janin sehingga ibu dan keluarga dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia. Metode yang digunakan adalah dengan membagikan pertanyaan secara pre test yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi secara daring dengan media dan gambar yang menarik dan di evaluasi dengan post test. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi peningkatnya pengetahuan pada ibu-ibu hamil. dapat disimpulkan bahwa informasi  terakit kesehatan selama kehamilan sangat penting dilakukan karena efektif dapat meningkatkan pengetahuan selama kehamilan sehingga proses kehamilan dan persalinan yang lancar.
Pelatihan Pembelajaran online: Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Nailul Authar; Edi Pujo Basuki; Emy Yunita Rahma Pratiwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022229

Abstract

Students can study whenever and wherever they want using online learning, which is a popular technique for distance education. However, the students' drive and enthusiasm for learning goes down when they study at home, which is a problem. Students become bored because they do not have time to meet their friends and because there is not enough variety in assignments and learning materials. Because of the importance of motivating children to learn, this KKN focuses on providing knowledge and technical assistance to the instructors of SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo who use a Game-Based Learning approach. The contents of the lectures, questions and answers, and the practice of using the Kahoot program are used to start community service activities. By using Kahoot as a game-based learning tool, participants will be able to produce their own game-based educational materials as a consequence of this community project. An innovative way to motivate children to learn has been developed. Abstrak: Siswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun mereka mau menggunakan pembelajaran online, yang merupakan teknik populer untuk pendidikan jarak jauh. Namun, dorongan dan semangat siswa untuk belajar turun ketika mereka belajar di rumah, yang menjadi masalah. Siswa menjadi bosan karena tidak sempat bertemu dengan temannya dan karena tidak cukup variasi dalam tugas dan materi pembelajaran. Karena pentingnya memotivasi anak-anak untuk belajar, KKN ini berfokus pada pemberian pengetahuan dan bantuan teknis kepada instruktur SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo yang menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Game. Isi ceramah, tanya jawab, dan praktik pemanfaatan program Kahoot digunakan untuk memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan Kahoot sebagai alat pembelajaran berbasis permainan, peserta akan dapat menghasilkan materi pendidikan berbasis permainan mereka sendiri sebagai konsekuensi dari proyek komunitas ini. Sebuah cara inovatif untuk memotivasi anak-anak untuk belajar telah dikembangkan.
Peningkatan Pembelajaran Mata Pelajaran Melalui Kursus Bimbingan Belajar Gratis di SDN 03 Rantau Selatan Monalisa Marta Siahaan; Rebika Afrina Br Simanjuntak; Mia Agustine Carolina Sianturi; Inka Wulansari Manik; Efriana Pangaribuan; Jesica Sandrina Lumbantobing; Marrejeki Siahaan
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022225

Abstract

The purpose of implementing community service (PkM) is to establish professional teachers/educational staff through training activities at partner schools. Learning activities are carried out using tools including smartphones and laptops. and using applications including through WhatsApp (WA), and learning outside of school held at the Command Post as a medium for increasing knowledge. Community Service Program (PkM) activities are carried out at the SMP Negeri 2 Rantau Selatan for 1 month starting from February 2, 2022 to February 26, 2022. Good communication, coordination, and cooperation are the main keys to the smooth implementation of PkM activities. The result of this PkM implementation is that students at the school become more helpful and also make it easier for them to repeat every material that has been studied at school and repeated in additional lessons held in PkM. The hope is that the school can also continue to facilitate any additional lessons for students that are useful for them to improve their learning of each subject at school.
Upaya Pemberdayaan Melalui Kader Remaja dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Wilayah Pesisir Donny Tri Wahyudi; Mega Octamelia
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022291

Abstract

Creating a healthy generation since adolescence is a form of empowering adolescents who care about their health independently. Empowering adolescents as role models for peers and family is a form of prevention and risk behavior toward disease. The implementation method is carried out to reinforce knowledge and skills to youth cadres by providing material and demonstrating skills. The results showed an increase of more than 60% in knowledge and skills about clean and healthy living behavior. It is hoped that it can provide periodic reinforcement of information as a form of prevention to make cadres a role models for health agents. Abstrak: Menciptakan generasi yang sehat sejak remaja merupakan bentuk pemberdayaan remaja yang peduli terhadap kesehatan secara mandiri. Memberdayakan remaja sebagai role model bagi teman sebaya dan keluarga merupakan bentuk pencegahan dan perilaku beresiko terhadap timbulnya penyakit. Metode pelaksanan yang dilakukan untuk memberikan penguatan dalam pengetahuan dan keterampilan pada kader remaja berupa pemberian materi dan mendemontrasikan keterampilan. Hasil menunjukan terdapat peningkatan lebih dari 60% pengetahuan dan keterampilan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Diharapkan dapat memberikan penguatan informasi secara berkala sebagai wujud preventif untuk menjadikan kader sebagai role model agen kesehatan.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di Rumah Yatim dan Dhuafa Putri An-Nisa Galuh Permatasari; Antari Yugi Antari
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022292

Abstract

The importance of maintaining reproductive health can affect adolescent health. Good knowledge about the reproductive system can be the basis for a sense of responsibility from each teenager. Therefore, it is important to increase knowledge about reproductive health through counseling to adolescents. Counseling was carried out at the An Nisa orphanage on March 26, 2020, with 20 participants. Participants focused on adolescent girls who ranged in age from 12 to 19 years. Counseling is carried out by conducting pre-test and post-test to determine the increase in adolescent understanding. It was found that there was an increase in adolescents' understanding of the reproductive system. Abstrak: Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dapat mempengaruhi kesehatan remaja. Pengetahuan yang baik mengenai system reproduksi dapat menjadi dasar akan rasa tanggung jawab dari tiap remaja. Oleh sebab itu penting adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi melalui penyuluhan pada remaja. Penyuluhan telah dilakukan di rumah yatim piatu an nisa pada tanggal 26 maret 2020 denganjumlah peserta 20 orang. Peserta difokuskan pada remaja wanita yang bervariasi dari usia 12 sampai 19 tahun. Penyuluhan dilakukan dengan melakukan pre test dan post test untuk mengetahui peningkatan pemahaman remaja. Didapatkan bahwa terdapat peningkatan pemahamn remaja tentang system reproduksi.
Edukasi Peningkatan Daya Tahan Tubuh dan Penggunaan Masker Kepada Anak Prasekolah Untuk Mencegah Penularan Covid-19 di Dusun Gadungan Kecamatan Poncokusumo Patemah Patemah; Ervin Rufaindah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022298

Abstract

Community activities during the COVID-19 pandemic are recommended to comply with health protocols. But in reality there are still people who carry out activities outside the home without wearing a mask or wearing a mask but placing it on the chin without covering the nose and ears, especially for preschool children who have not been disciplined in the use of masks. Improper use and storage of masks can increase the risk of transmission of COVID-19. In Indonesia, we have implemented the New Normal indealing with this pandemic. New Normal is associated with new habits such as increasing endurance and wearing masks. This definitely has an impact on preschoolers. So the purpose of this community service is to provide education to preschool children about increasing body resistance and the correct use of masks to prevent the transmission of COVID-19. Community service is carried out in Gadungan Hamlet, Poncokusumo District. The activities are carried out by counseling with interactive methods and games as well as screening nutritional status and giving milk to increase body resistance. After measuring BBand TB, the highest BMI was Good Nutrition, which was 56.6%. It is hoped that parents can fulfill their child's nutrition and can monitor the correct use of masks so that the transmission of COVID-19 in preschool children can decrease.Abstrak: Aktivitas masyarakat pada masa pandemi COVID-19 dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Tetapi pada kenyataannya bahwa masih terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker atau menggunakan masker tetapi diletakkan di dagu tanpa menutupi hidung dan telinga, terutama pada anak-anak prasekolah yang belum disiplin dalam penggunaan masker. Penggunaan dan penyimpanan masker yang kurang tepat dapat meningkatkan resiko penularan COVID-19. Di Indonesia sudah menerapkan New Normal dalam menghadapi pandemi ini. New Normal dikaitkan dengan kebiasaan baru seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan penggunaan masker. Hal tersebut pasti berdampak pada anak-anak prasekolah. Jadi tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada anak-anak prasekolah tentang peningkatan daya tahan tubuh dan penggunaan masker yang benar untuk mencegah penularan COVID-19. Pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun Gadungan Kecamatan Poncokusumo. Kegiatannya dilakukan dengan penyuluhan dengan metode dan permainan interaktif serta skrining status gizi dan pemberian susu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah dilakukan pengukuran BB dan TB di dapatkan IMT terbanyak adalah Gizi Baik yaitu 56,6 %. Diharapkan orang tua dapat memenuhi gizi anaknya dan dapat memantau penggunaan masker yang benar sehingga penularan COVID-19 pada anak prasekolah bisa menurun.
Pemberdayaan dan Pembinaan Bidan Dalam Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Klinik Ibu bersalin Melalui Penerapan Pengunaan Partograf Digital dan Konvensional di Puskesmas Biromaru Nurasmi Nurasmi; Yuhana Damantalm; Irnawati Irnawati
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022303

Abstract

Angka kematian maternal dan perinatal yang tinggi juga disebabkan oleh dua hal penting yang memerlukan perhatian khusus yaitu terjadinya partus terlantar atau partus lama dan terlambatnya melakukan rujukan. Kematian ibu pada saat persalinan karena komplikasi yang sering tidak dapat diperikirakan sebelumnya seperti perdarahan, partus lama, dan partus tak maju, beberapa penyulit tersebut dapat dicegah apabila penolong persalinan menggunakan partograf untuk mendeteksi dini penyulit persalinan. Partograf merupakan panduan observasi persalinan yang memudahkan penolong dalam mengidentifikasi secara dini kasus kegawatdaruratan dan penyulit pada ibu dan janin sehingga pengambilan keputusan yang tepat dalam penanganan maupun dalam mengambil tindakan atau rujukan lebih optimal. Tujuan kegiatan Meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang pengisian partograf kovensioanl dan partograf digital, Meningkatkan kepatuhan dan keteramiplan dalam penggunaan partograf digital dan konvensioanl, Membantu dalam penyamaan persepsi dan refresing penilaian kala I sampai kala IV menggunakan partograf. Adanya penyamaan persepsi dengan semua bidan pelaksana terkait pengisian partograf yang terbaru, semua bidan pelaksanan memahami penggunaan partograf dengan benar dan tepat serta menjadikan partograf sebagai catatan pendokumentasian dalam proses persalinan dan alat pengambilan keputusan klinik pada ibu bersalin. Peningkatan pengtahauan dan keterampilan bidan dalam penggunaan partograf digital maupun partograf konvensional. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diperlukan pelatihan yang rutin terkait penggunaan partograf dalam persalinan sehingga pengetahuan dan keterampilan bidan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi
Edukasi Pencegahan Stunting Anak pada Ibu Hamil di Desa Sijarango I Kec. Pakkat Kab. Humbang Hasundutan Ernawati Barus; Julia M Siahaan; Yunida Turisna Octavia; Indah Gowasa
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022299

Abstract

Stunting is a condition where a child has a length or height less when compared to his age. Children are said to be in the stunting category if their length or height shows a number below -2 standard deviation (SD). Moreover, if this condition is experienced by a child who is still under the age of 2 years. This health problem is the result of various factors that occurred in the past. These factors include poor nutritional intake, multiple infectious diseases, premature births, and low birth weight (LBW). The condition of not being adequate in the child's nutritional intake usually does not only occur after he is born, but begins when he is still in the womb. A case study proves that about 20% of stunting events already occur when the baby is still in the womb. This is due to the mother's intake during pregnancy which is less nutritious and quality so that the nutrients received by the fetus tend to be few. Finally, growth in the womb begins to be inhibited and continues after birth. The purpose of this activity is to conduct counseling related to education on child stunting prevention in pregnant women. The method of implementing this activity is counseling related to education on child stunting prevention in pregnant women, the partner in this service activity is Desa Sijarango I. Conclusions from the service activities obtained better knowledge of pregnant women related to stunting prevention in children. It is hoped that after this counseling and education, the incidence of stunting in children can decrease. Abstrak: Stunting merupakan kondisi dimana seorang anak memiliki panjang atau tinggi badan kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Anak dikatakan masuk kategori stunting jika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Masalah kesehatan ini merupakan akibat dari berbagai faktor yang terjadi pada masa lalu. Berbagai faktor tersebut antara lain asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, serta berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir saja, melainkan dimulai sejak ia masih di dalam kandungan. Sebuah studi kasus membuktikan bahwa sekitar 20% kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi dan berkualitas sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan terkait edukasi pencegahan stunting anak pada ibu hamil. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan terkait edukasi pencegahan stunting anak pada ibu hamil, mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Desa Sijarango I. Simpulan dari kegiatan pengabdian didapatkan pengetahuan ibu hamil semakin baik terkait pencegahan stunting pada anak. Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi ini angka kejadian stunting pada anak boleh menurun.

Page 3 of 3 | Total Record : 30