cover
Contact Name
Suyahman
Contact Email
suyahman.suyahman@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
suyahman.suyahman@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Letjend. S. Humardani No. 1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Civics Education And Social Science Journal (CESSJ)
ISSN : 26863162     EISSN : 26863170     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/cessj
Core Subject : Education,
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara. CESSJ memiliki scope teori dan praktik pendidikan kewarganegaraan. CESSJ terbit 2 kali dalam setahun, yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PPKNPOKOK BAHASAN PROSES PILKADES MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SIMULASI PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 PUCANGAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2019-2020 MH Sri Rahayu
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v2i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajarmata pelajaran PPKn dengan materi Pilkades dengan menerapkan metode simulasibagi siswa kelas VI SD Pucangan 03 Kecamatan kartasura kabupaten SukoharjoTahun Pelajaran 2019-2020. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengansubjek penelitiannya guru dan siswa kelas VI SD negeri pucangan 03, dan objeknyaadalah Pilkades dan metode simulasi. Metode pengumpulan data menggunakan :observasi, tes, dan dokumentasi, Validitas data menggunakan trianggulasi sumberdan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dankualitatif. Hasil penelitian berdasarkan data awal diketahui banyak siswa yangmendapatkan skor di bawah KKM ketika diberikan pembelajaran PPKn materiPilkades dengan menggunakan metode ceramah, selanjutnya dilakukan tindakan 1hasilnya ada peningkatan yang signifikan tetapi kurang maksimal, selanjutnyadilakukan tindakan ke dua hasilnya sangat optimal. Kesimpulannya bahwapenggunaan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaranPPKn dengan materi Pilkades bagi siswa kelas VI SD Pucangan 03 Kecamatankartasura kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2019-2020
INTERNALISASI INDEOLOGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN PLURALISME DI UNIVERSITAS MUHAMAMDIYAH KUPANG Sahrul Sahrul
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v2i1.764

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ideologi pendidikan multikultural yangditerapkan dalam menumbuhkan kesadaran pluralisme di UMK. Metodepenelitianini adalah kualitatif denganpenentuan subjekpurposive samplingyang terdiridarimahasiswa Islam, Protestan, Katolik, dan dosen. Data penelitian dikumpulkanmelalui wawancara, observasi, dan catatan lapangan yang dianalisis dengan tekniklingkaranyang bergerak di antara pengumpulan data, pengorganisasian data,pembacaan, memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, dan penyajian/visualisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi pendidikan multikultural diUMK dipengaruhi oleh tiga ideologi, di antaranya [1] multikulturalisme konservatifmerupakan ideologi yang paling berpengaruh, oleh karena itu, ideologi inimenghambat proses penumbuhan kesadaran pluralisme di UMK.[2]Multikulturalisme liberal banyak disalah artikan di UMK karena pada prinsifnyaideologi ini adalah bagian dari pluralisme yang dianggap tidak sejalan denganagama Islam. [3] Multikulturalisme kritis adalah sebuah terobosan baru dan jugaparadigma baru di UMK yang sulit mucul di permukaan karena mengalami tekanansecara struktural.
PERAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN SIKAP BELA NEGARA PADA REMAJA Ika Murtiningsih
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v2i1.769

Abstract

Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam menanamkan sikap bela negara padaremaja. Keluarga merupakan sumber pendidikan pertama dan utama dalammenumbuhkan sikap mencintai tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakinadanya Pancasila sebagai ideologi negara, rasa rela berkorban untuk bangsa dannegara Indonesia, dan memiliki kemampuan awal bela negara. Peran keluargadalam menanamkan sikap bela negara masih kurang ditandai dengan: 1) keluargadan remaja kurang menyukai produk dalam negeri, 2) tidak hafalnya lagu nasional,3) remaja tidak memakai atribut lengkap saat mengikuti upacara, 4) seringnyaremaja bolos sekolah, dan 5) belum melestarikan budaya belajar dengan rajin. Perankeluarga dalam menanamkan sikap bela negara telah terlaksana secara optimal,namun hanya perlu aktualisasi secara mendalam dan berkelanjutan.
SOCIOLOGY SHORT MOVIE: KERJASAMA KONKRET DAN PENDORONG MINAT BELAJAR Fatoni Ihsan
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v2i1.765

Abstract

Tulisan ini dilatari oleh program literasi digital abad 21 dan era industri 4.0.Kondisi yang menuntut inovasi pembelajaran digital agar siswa mampumenyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Apabila guru sebagai gardaterdepan dalam proses pembelajaran hanya menggunakan pembelajarankonvensional – ceramah, tidak link and match dengan perkembangan zaman, makakemampuan guru akan terlampaui oleh siswa di era milenium ini. Sociology ShortMovies (SOSMOV) hadir sebagai solusi pembelajaran yang inovatif dan inspiratifsekaligus penyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini yang kiancanggih. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini menggunakan pendekatan kualitatif.Secara umum, PTK adalah penelitian tindakan (action research) yangdilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Tujuannya untuk meningkatkan dan ataumemperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi, mutu,serta efisiensi pengelolaan pendidikan. Penelitian SOSMOV ini termasukpenelitian tindakan kelompok (collaborative action research) dan menggunakanPTK model Kurt Lewin. Proyek pembuatan film ini melibatkan penguasaan konten,komitmen, dan kerjasama kelompok. Persamaan kepentingan, cukup pengetahuan(stock of knowledge) dan pengendalian terhadap diri sendiri (self control).Implikasinya interaksi sosial diantara anggota kelompok menjadi lebih dalam dansiswa belajar memahami perbedaan karakter satu sama lain. Fungsi laten prosespembuatan SOSMOV yaitu terciptanya solidaritas kelompok yang positif,keterampilan komunikasi, serta meningkatnya minat belajar siswa terhadapsosiologi. Kerjasama dan peningkatan minat belajar itulah yang dibangun dalamproses pembuatan SOSMOV.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJUKAN PENDAPAT DALAM PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN MATERI PERLINDUNGAN DAN PENEGAKAN HAM MELALUI PENGGUNAAN METODE DISKUSI BAGI SISWA KELAS VII SMPN 24 SURAKARTA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Tri Agustini
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v2i1.766

Abstract

Tujuan dari penelitian ini membina anak didik agar suka mendengarkan pendapatorang lain sekalipun berbeda dengan pendapat sendiri, membiasakan bersikaptoleran. Subjek penelitian adalah siswa kelas tujuh A berjumlah 32 siswa, bertempatdi SMP Negeri 24 surakarta pada semester dua tahun 2014 (selama 6 bulan ).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan netode penelitian tindakan kelasyang terdiri dari dua siklus. Siklus pertama diskusi dalam kelompok besar dansiklus kedua diskusi dalam kelompok kecil. Langkah-langkah dalam setiap siklusterdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan(observing) dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data melalui observasidengan menggunakan alat skala penilaian (checklist) untuk mengamati prosesdiskusi tentang kemampuan siswa dalam berpendapat dan juga menggunakanangket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan metodediskusi.Cara menganalisa data menggunakan analisis diskriptif kualitatifberdasarkan hasil observasi dan refleksi.Hasil yang diperoleh membuktikan bahwadengan berdiskusi baik dalam kelompok kecil maupun dalam diskusi kelompokbesar dalam pembelajaran Kewarganegaraan terjadi kenaikan kemampuan dalamberpendapat. Kondisi awal siswa aktif dalam berpendapat + 4 siswa dari 32 siswaatau 12,5%. Pada siklus pertama siswa yang aktif menjadi 15 siswa atau 46,88 %,terjadi kenaikan 34,38%. Dan siklus dua siswa yang aktif menjadi 21 siswa atau65.63 %, terjadi kenaikan 18,75% dari siklus pertama. Kondisi awal dibandingkandengan siklus dua terjadi kenaikan sebesar 53,13%.
PERANAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER NASIONALISME PADA SISWA SEKOLAH DASARNEGERI GENENGSARI 01 KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Aris Kurniawan; Suyahman Suyahman; Meidawati Suswandari
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v2i1.767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam membentukkarakter nasionalisme pada siswa Sekolah Dasar Negeri Genengsari 01 KecamatanPolokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2020.Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guruSD Negeri Genengsari 01.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dandokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru dalammembentuk karakter nasionalisme pada siswa SD Negeri Genengsari 01 masihkurang sempurna, hal ini terlihat guru hanya menerapkan 4 peranan saja dari 12peranan guru di sekolah,sehingga kurangnya tindakan nyata dari guru kepada siswadalam membentuk perilaku dan sikap nasionalisme. Wujud nyata tersebut tampaksiswa kurang memahami bentuk sikap nasionalisme.

Page 1 of 1 | Total Record : 6