cover
Contact Name
Hayatullah Kurniadi
Contact Email
hayatullah.kurniadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6285265505309
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiana@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sultan Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Komunikasiana: Journal of Communication Studies
ISSN : 26544695     EISSN : 26547651     DOI : -
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Print ISSN 2654-4695 | Online ISSN 2654-7651 is an academic journal published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This journal publishes the results of research on communication studies: Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibilty (CSR), Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication, Cross Culture Communication, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.
Articles 73 Documents
Strategi TVRI Riau-Kepri Dalam Membangun Budaya Daerah Melalui Program Siaran Budaya Melayu Dewi Anggraini; Hayatullah Kurniadi
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v2i1.10536

Abstract

Salah satu misi yang ingin diusung oleh TVRI Riau-Kepri sebagai lembaga penyiaran publik (LPP) adalah membangun budaya daerah. Membangun budaya daerah oleh TVRI Riau-Kepri dengan menampilkan program siaran  yang mengandung unsur-unsur budaya melayu. Budaya melayu dapat dilihat melalui unsur-unsur yang meliputi pandangan hidup, kesenian, sastra, kuliner, busana, bangunan dan hukum adat melayu. Menampilkan unsur-unsur budaya melayu tersebut di televisi melalui sebuah program siaran, tentu dengan strategi acara yang sudah dipersiapkan oleh TVRI Riau-Kepri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi TVRI Riau-Kepri dalam membangun budaya daerah melalui program siaran budaya melayu. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi TVRI Riau-Kepri dalam membangun budaya daerah melalui program siaran budaya melayu yaitu dengan membuat beragam program talkshow (baik membahas secara detail maupun memperagakan) yang menghadirkan budayawan-budayawan sebagai narasumber yang memberikan informasi yang barkaitan dengan pandangan hidup, kesenian, busana, sastra dan yang berkaitan dengan hukum adat melayu. Menjaga kesenian melayu juga dengan melibatkan musisi-musisi dari daerah-daerah, serta bentuk yang lain adalah dengan pembuatan dokumenter yang berisikan tayangan kuliner dan busana melayu dari Provinsi Riau.
Manajemen Komunikasi Bencana Pemerintah Desa dalam Penanganan Covid-19 Muhammad Arif; Suci Sinta Lestari
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.13729

Abstract

Kompleksitas dari permasalahan bencana Covid-19 memerlukan suatu penataan atau manajemen komunikasi  yang matang dalam upaya penanganannya, sehingga dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu. Tujuan penelitian adalah menjelaskan bagaimana manjemen komunikasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam penanganan Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan sampel yang dengan menggunakan purposive sampling, sedangkan teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dan obesrvasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pentingnya koordinasi dan komunikasi antar pihak terkait manajemen komunikasi bencana. Melalui pendekatan model alternatif manajemen komunikasi bencana meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Hubungan baik antara pemerintah desa dan warga masyarakat, dapat menciptakan manajemen komunikasi bencana yang efektif sehingga resiko bencana yang mungkin muncul dapat dikurangi bahkan dihindari.
Nilai Edukasi pada Aplikasi TikTok di Kalangan Remaja Kota Bandung Fajar Nurdiansyah; Titin Suhartini
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.14212

Abstract

Aplikasi TikTok merupakan salah satu aplikasi yang sangat populer di kalangan remaja, berbagai macam konten dapat ditemukan di aplikasi TikTok, mulai dari konten hiburan hingga konten edukasi. Hal ini menjadikan aplikasi TikTok sebagai media informasi sekaligus mengedukasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dari pengalaman informan terhadap konten edukatif di aplikasi TikTok. Dengan informan penelitian yaitu remaja yang di berada di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan studi fenomenologi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi TikTok memudahkan untuk mendapatkan konten edukasi, nilai-nilai edukasi yang terkandung memiliki manfaat yang luas, menjadikan aplikasi TikTok memiliki keunggulan dari segi kebutuhan informasi dan bentuk pemfilteran belum memiliki keamanan yang kuat karena aplikasi ini digunakan diberbagai belahan dunia sehingga memiliki peranan akan nilai kebijakan yang pada akhirnya harus digeneralisasi secara umum.
Efektivitas Penggunaan Digital Marketing untuk Promosi pada Masa Pandemi Covid-19 di Petoss Mbok Sarinten Wonosobo Rike Tias Pemanis Sari; Ni Luh Ratih Maha Rani
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.14180

Abstract

Covid-19 yang berjangkit serempak di belahan bumi saat ini memiliki dampak pada sektor kehidupan terlebih lagi di bidang ekonomi. Pelaku UMKM termasuk dalam bidang yang sangat terpengaruh dimana mereka dituntut memberikan informasi produk secara optimal dengan cara memanfaatkan digital marketing untuk kebutuhan promosi. Seperti yang dilakukan oleh UMKM Petoss Mbok Sarinten yang mencoba mengenalkan tempe kemul sebagai makanan khas Wonosobo. Penelitian berjenis penelitian kuantitatif. Promosi melalui marketing digital yang dilakukan Petoss Mbok Sarinten di masa pandemic covid-19 melalui yaitu whatsapp, instagram dan market place. Kesimpulan dari penelitian SPSS sebesar 76,4% adapun pengaruh antar variabel bebas dalam pemanfaatan media sosial terhadap variabel terikat adalah sarana promosi sebesar 74,4%  yang kuat sedangkan diketahui sisa 23,6% mendapat pengaruh dari variabel lainnya yang tidak masuk dalam penelitian ini. Hasil dari uji hipotesis yang dilakukan dominan terletak pada variabel whatsapp dalam pemanfaatan digital advertising (X) yang berperan sebagai sarana promosi Petoss Mbok Sarinten.
Fenomena Electronic Word-of-Mouth (eWOM) Bisnis Kuliner Menggunakan Instagram oleh Food Blogger Pekanbaru Thata Shafira; Tika Mutia
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.11325

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi saat ini, terutama penggunaan media sosial khusunya Instagram. Diketahui bahwa berselancar di internet memudahkan orang untuk mengakses informasi dengan cepat, begitu pula informasi kuliner yang saat ini bisa ditemui di Instagram. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana food blogger melakukan eWOM di Instagram agar informasi tersebut dapat tersebar luas dengan cepat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa mereka mempunyai motif melakukan eWOM kuliner untuk berbagi informasi, melakukan eWOM untuk membantu usaha-usaha kuliner yang ada di Pekanbaru dan juga terdapat pengalaman komunikasi food blogger dimana penyampaian informasi tidak selalu diterima baik oleh followers media sosial Instagram. Secara keseluruhan fenomena eWOM ini memberi dampak yang besar dikalangan generasi milenial Pekanbaru yang menggunakan Instagram sebagai gaya hidup.
Perlawanan Hegemoni Budaya di Era Globalisasi: Analisis Isi Poskolonial pada Produk Desain Instagram Kamengski Efen Nurfiana
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.14881

Abstract

Penjajahan baru di era globalisasi menekan kepentingan lokalitas budaya, hasilnya identitas budaya lokal memasuki situasi krisis. Terjadinya pembekuan gagasan modernisasi dan kemajuan yang mengacu kepada Barat, sehingga arah konsumtif masyarakat bercermin pada budaya dominan yang dibawa barat, implikasinya identitas budaya lokal semakin terancam. Oleh karenanya, penelitian ini harus dilakukan untuk mengetahui konsep perlawanan hegemoni budaya pada era kontemporer. Penelitian ini mengarah kepada konsep hibriditas budaya yang dikemas melalui mimikri produk desain Kamengski. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konten (content analysis) dengan menggunakan poskolonialisme Homi K. Bhabha. Penelitian ini menemukan bahwa Kamengski membuat desain produk mimikri sebagai bentuk interaksi budaya yang menghasilkan hibriditas (persilangan) kebudayaan. Kemengski menerapkan konsep kesadaran kritis identitas budaya dalam desain produk mimikri sebagai perlawanan hegemoni budaya dominan.
Personal Branding pada Akun Instagram Digital Influencer @boycandra Nurul Mustaqimmah; Wahyu Firdaus
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.13990

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial terpopuler saat ini. Instagram berada pada urutan ketiga pengguna tertinggi sebanyak 85 Juta pengguna (wearesocial, 2021). Personal branding merupakan suatu kesan yang coba dikemas baik secara sengaja ataupun tidak mengenai keahlian, sikap, perilaku dan prestasi bertujuan untuk menampilkan citra diri. Salah satu pengguna yang membangun personal branding di Instagram adalah @boycandra. Akun ini dipilih karena memiliki engagement rate sebesar 3,59% yang artinya sebagai salah satu influencer berpengaruh pada pengikut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana seorang influencer mengemas personal brandingnya pada laman sosial media Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teori sebelas elemen personal branding sebagai pisau analisis penelitian. pengumpulan data diperoleh dari observasi online, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Boy Candra memenuhi sebelas elemen personal branding yaitu Unggahan Boy Chandra selalu mengutamakan keaslian, Integritas sebagai pembentuk karakter, selalu konsisten bersikap dan berkarya, mengusung spesialisasi “anak jaman now”, selalu menjaga wibawa, ciri khas karya romantic, Relevan dari novel best seller ke film layar lebar, tidak hanya aktif di satu media sosial saja, gigih berkarya hingga menghasilkan delapan belas buku dan novel, memiliki reputasi baik dan mulai merambah dunia bisnis.
Analisis Wacana Kritis tentang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19 pada Media Alternatif Magdalene.co Firly Fenti; Aryo Subarkah Eddyono
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.16415

Abstract

Magdalene.co as an alternative media for women seeks to be a space for women to voice their interests, especially when this pandemic makes their position worse. The purpose of this study is to find out how Magdalene.co carries out women's discourse in the news about Covid-19 on the Issue channel. This research method is qualitative using critical discourse analysis from Sara Mills. The result of this research show that women are positioned as subjects and also objects. For discourse, Magdalene.co discusses women as those who are more severely affected by the corona pandemic, especially on the social and economic side.On the social side, it is discussed women are more vulnerable to experiencing domestic violence and experiencing burnout due to their dual roles. Meanwhile, on the economic side, women discourse as parties who are more likely to experience layoffs, so they are vulnerable to falling into poverty in this pandemic situation. The discourse carried out by Magdalene.co also illustrates the ideology of Magdalene.co as an alternative medium for women who hold the ideology of feminism.  Magdalene.co sebagai media alternatif perempuan berupaya menjadi ruang alternatif bagi perempuan dalam menyuarakan kepentingannya, terutama saat pandemi Covid-19. Ketika Covid-19 mulai merebak, Magdalene.co menampilkan beragam artikel yang menggambarkan situasi perempuan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menjawab bagaimana Magdalene.co mewacanakan perempuan dalam pemberitaan seputar Covid-19 di kanal Issue. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan diposisikan sebagai pihak yang terdampak efek pandemi Covid-19 lebih parah, terutama dalam konteks sosial dan ekonomi. Aspek sosial, perempuan rentan mengalami KDRT dan mengalami burnout akibat peran ganda mereka. Aspek ekonomi, perempuan juga merupakan pihak yang lebih berpotensi mengalami PHK sehingga rentan jatuh miskin. Pewacanaan tersebut amat tekait dengan ideologi Magdalene.co sebagai media alternatif perempuan yang memperjuangkan suara perempuan
Representasi Maskulinitas Perempuan dalam Drama Korea My Name Rafika Rahmah Hasanah; Rr. Pramesthi Ratnaningtyas
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i1.17792

Abstract

Maskulin erat kaitannya dengan laki-laki, seperti makna kuat, macho, perkasa, tidak emosional, sedangkan feminin erat kaitannya dengan perempuan, seperti sifat lemah lembut, keibuan, emosional, dan anggun. Konstruksi sosial tersebut terbentuk akibat lingkungan dan pengaruh budaya. Padahal sifat tersebut dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Pandangan terhadap gender dapat menimbulkan adanya femonema ketidaksetaraan gender seperti stereotype dan patriaki terhadap laki-laki maupun perempuan. Pada drama korea My Name maskulinitas atau sifat maskulin justru melekat dan ditonjolkan pada perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mengacu pada Semiotika Roland Barthes yakni denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian mengungkapkan representasi perempuan maskulin dalam drama korea My Name berupa ketekunan dalam memperkuat diri, perempuan yang berpenampilan seperti laki-laki, perempuan mampu bertarung, kuat dan mandiri, perempuan tegas, optimis, tidak mudah menyerah, cerdas dan rasional. 
Komunikasi Lintas Budaya: Proses Adaptasi Mahasiswa Papua di Universitas Trunojoyo Madura Mohammad Khairul Azman; Nikmah Suryandari
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i1.18534

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi komunikasi pada Mahasiswa Papua di Universitas Trunojoyo Madura. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa asal Papua di Universitas Trunojoyo Madura menemukan hambatan-hambatan seperti perbedaan bahasa, perbedaan sosial budaya, dan kejutan budaya (culture shock). Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa Papua melalukan upaya, seperti mempelajari budaya Madura, menjalin hubungan pertemanan dengan penduduk asli Madura, mengikuti organisasi, membentuk himpunan yang menaungi secara langsung mahasiswa asal Papua di Universitas Trunojoyo Madura. Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi, seperti pandangan atau persepsi tentang Madura, alasan atau motivasi untuk melakukan perpindahan budaya ke Madura, kendala saat melakukan interaksi, baik itu sesama mahasiswa atau masyarakat sekitar.