cover
Contact Name
Hayatullah Kurniadi
Contact Email
hayatullah.kurniadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6285265505309
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiana@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sultan Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Komunikasiana: Journal of Communication Studies
ISSN : 26544695     EISSN : 26547651     DOI : -
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Print ISSN 2654-4695 | Online ISSN 2654-7651 is an academic journal published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This journal publishes the results of research on communication studies: Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibilty (CSR), Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication, Cross Culture Communication, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.
Articles 67 Documents
The Role of Local Culture in the Formation of Marketing Communication Networks for Microenterprise Sustainability in Coastal Areas Subekti, Priyo; Sjuchro, Dian Wardiana
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v6i2.33905

Abstract

This research aims to examine the importance of marketing communication networks in the growth of micro-enterprises and appreciate the role of social and technological integration in developing culture-oriented marketing networks. The case study method was employed with a descriptive qualitative research design. The data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and analysis of documents related to marketing strategies. A purposive sampling technique was adopted in sampling micro-entrepreneurs engaged in trade and tourism within the coastal region of Pangandaran Beach. The study depicts local values such as togetherness, gotong royong, and trust networks as values-based marketing communication that bridges the micro-enterprises and the local communities, families, and business partners. Social media proved otherwise in extending the marketing network through technological adaptation and brand recall. In addition, engagement with government institutions and other similar sectors, such as distributors and tourism actors, also contributes significance to the stability of the microenterprise. In summary, the inclusion of local cultural elements into marketing communicational networks creates a synergy that enhances not only the marketing strategies but also the viability of the micro-enterprises operating in the coastal region. This study helps policymakers and businesses devise culture-centered marketing strategies to enhance the growth of the local economy.
Fesyen Komunitas Subkultur Mods Kota Bandung dalam Penciptaan Program Feature Al Mulki, Abdul Arsyi; Undiana, Nala Nandana
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v6i2.31736

Abstract

Mods merupakan sebuah subkulutur yang muncul pada akhir tahun 1950-an di Inggris. Seiring perkembangan zaman, subkultur mods terus tumbuh dan diadopsi oleh komunitas subkultur mods di Kota Bandung yang memiliki ciri khas dari aspek fesyennya. Program feature ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai fesyen mods yang diadopsi oleh komunitas subkultur mods di Kota Bandung, yang digunakan untuk mengomunikasikan identitas mereka, atau terkhusus menunjukkan mereka adalah seorang penganut mods kepada masyarakat umum sebagai pembeda. Hasil penciptaan dari program feature ini didapat menggunakan teori fashion sebagai komunikasi yang digagas oleh Malcolm Barnard, agar dapat menganalisis fesyen sebagai media pesan. Adapun temuan yang didapat dalam proses penciptaan program feature ini, menunjukkan bahwa fesyen subkultur mods bukan hanya tentang penampilan yang rapih, gagah, necis (‘perlente’), tetapi bagaimana individu bisa tampil ‘smartdress’. Selain itu, komunitas subkultur mods di Kota Bandung dan di Inggris memiliki perbedaan dalam makna dan konteks sosial. Pentingnya peran media massa televisi dalam penyampaian informasi, edukasi, dan sarana rekreasi, yang ditujukan sebagai media yang efektif untuk memperkenalkan identitas subkultur mods, dan memberikan pemahaman publik tentang nilai-nilai fesyen yang diusung oleh komunitas subkultur mods di Kota Bandung.
Joget Prabowo dan Filter Bubble: Tinjauan terhadap Respon Masyarakat Pasca Pemilu di YouTube CNN Indonesia Safitri, Dini; Ramadhani, Aura; Tridewi, Sylfani; Suciati, Wening
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v6i2.33856

Abstract

Algoritma media sosial menciptakan "filter bubble", yang mengekspos pengguna hanya pada konten yang sesuai dengan preferensi mereka, yang mengarah pada polarisasi masyarakat dan memengaruhi persepsi terhadap peristiwa politik, seperti jogetan Prabowo Subianto setelah pidato kemenangannya. Penelitian ini menganalisis dampak filter bubble terhadap persepsi publik atas video joget Prabowo di kanal YouTube CNN Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mencakup wawancara mendalam dengan mahasiswa yang memiliki pandangan pro dan kontra terhadap Prabowo dan menganalisis konten media sosial terkait. Temuan menunjukkan bahwa gelembung filter dapat  membentuk persepsi dan mengekspos pengguna terutama pada konten yang menyenangkan. Keberadaan filter buble juga dapat membentuk opini publik yang terpolarisasi. Ada responden yang merasa terhibur dalam aksi joget Prabowo tersebut, namun ada juga yang tidak menyukainya dan menganggap joget tersebut tidak pantas. Polarisasi menyebabkan ada respon yang pro dan kontra di masyarakat. Untuk beberapa hal filter bubble dapat memperluas polarisasi dan mempersulit terjadinya konsensus pada masyarakat.
Modalitas Perkembangan Psikososial Erikson dan Tahapan Kedukaan Kubler-Ross pada Carl Fredricksen di Film UP Damayati, Anindita; Marta, Rustono Farady; Panggabean, Hana; Tjajadi, Octavia Putri; Briandana, Rizki
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v6i2.33766

Abstract

Seseorang dapat mengalami kesedihan mendalam dan berbagai perubahan emosi ketika kehilangan pasangan akibat penyakit kronis. Dalam film animasi "UP" yang diproduksi oleh Disney-Pixar pada tahun 2009 inilah yang memberikan sentuhan emosi pada karakter utama Carl Fredricksen, seorang duda lanjut usia (lansia). Menggunakan The Stages of Grief oleh Kubler-Ross dan Perkembangan Psikososial Erikson, studi ini bertujuan untuk memetakan visual kunci dari berbagai adegan film yang menggambarkan dinamika kedukaan pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan kerangka Multimodality Discourse Analysis (MDA) oleh O’Halloran. Hasil menunjukkan bahwa Carl tidak melalui tahap kedukaan secara berurutan, namun setelah melalui tahap penerimaan akhirnya ia mendapatkan penutupan (closure). Perasaan keutuhan tersebut membantu lansia untuk mencapai kesesuaian perkembangan psikososial berupa integrity. Studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang dinamika kedukaan pada lansia, serta proses kehidupan yang harus dilalui hingga mencapai tahap akhir dari kedukaan mereka agar mampu mencapai perkembangan psikosial yang sesuai dengan tahapan usianya.
Penguatan Literasi Agama pada Anak melalui Komunikasi Dakwah Nuzuli, Ahmad Khairul; Rimin, Rimin
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v6i2.34181

Abstract

Penelitian ini membahas peran orang tua dalam memperkuat literasi agama anak melalui komunikasi dakwah dalam keluarga. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi strategi orang tua dalam menghadapi tantangan era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua, komunikasi dakwah kreatif melalui cerita nabi dan media digital, serta keterlibatan anak dalam aktivitas keagamaan, berperan dalam meningkatkan literasi agama. Tantangan utama meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan agama, dan pengaruh negatif teknologi. Strategi parental mediation, seperti pendampingan aktif dan pembatasan konten, menjadi solusi efektif. Komunikasi berbasis kasih sayang menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran agama. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membentuk karakter anak yang beriman dan berakhlak mulia di era digital.
Komunikasi Keluarga sebagai Media Dakwah Preventif dalam Menyikapi Isu Akses Kontrasepsi Remaja Rubani, Mardhiah; Nurjanis, Nurjanis
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i1.37059

Abstract

Permasalahan akses kontrasepsi bagi remaja telah menjadi kontroversi di masyarakat Indonesia, khususnya yang memiliki nilai budaya dan agama yang kuat seperti di Kota Pekanbaru. Fenomena meningkatnya paparan remaja terhadap informasi seksual melalui media digital, hal ini menuntut peran keluarga sebagai pusat dakwah dan pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi keluarga sebagai media dakwah dalam memberikan pemahaman moral dan spiritual dalam menyikapi isu kontrasepsi bagi remaja. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap keluarga, remaja, serta tokoh agama dan tenaga kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dapat menjadi media dakwah preventif yang efektif dalam menyikapi isu akses kontrasepsi remaja melalui komunikasi yang terbuka, jujur, dan suportif, orang tua dapat memberikan informasi yang akurat, nilai dan norma yang positif, serta dukungan emosional kepada remaja. Komunikasi keluarga yang efektif dapat membantu remaja memahami tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat, serta membuat keputusan yang tepat untuk menghindari perilaku seksual yang berisiko. Keluarga yang aktif berdialog, menyampaikan pesan dakwah dengan bijak, serta memberikan ruang diskusi terbuka mampu menjadi benteng pertama dalam menangkal informasi negatif dari luar.
Pengaruh Kualitas Penyiaran Program English Premier League di Vidio terhadap Kepuasan Menonton pada Followers Akun X @idextratime Azhar, M. Raihan; Halim, Nurdin Abd
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i1.36623

Abstract

Menjaga kualitas penyiaran menjadi sesuatu yang penting untuk meningkatkan kepuasan penonton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas penyiaran program English Premier League di Vidio terhadap kepuasan menonton pada followers akun X @idextratime. Landasan teori penelitian adalah Uses and Gratification. Dengan paradigma positivistik dan metodologi kuantitatif menggunakan survei berbentuk angket terhadap 104 sampel dari populasi penelitian yaitu followers akun media sosial X @idextratime. Metode analisis adalah statistik deskriptif dan eksplantif berbentuk persentase dan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian  menunjukkan  terdapat  pengaruh  yang  positif dan signifikan antara kualitas penyiaran program English Premier League di Vidio terhadap kepuasan menonton pada followers akun X @idextratime, dan besar pengaruh 34,4%. Hal ini bermakna bahwa semakin baik kualitas penyiaran program English Premeir League akan semakin baik pula tingkat kepuasan menonton followers akun X @idxtratime.
Kepercayaan Interpersonal di Era Digital: Peran Nilai Moral dan Durasi Penggunaan Media Sosial sebagai Moderator Najah, Miftahun
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i1.37195

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang utama interaksi antarindividu, termasuk dalam menjalin relasi sosial. Studi ini bertujuan untuk menguji peran nilai moral sebagai prediktor kepercayaan interpersonal dalam konteks daring, serta menguji peran durasi penggunaan media sosial sebagai moderator. Penelitian ini mengukur peran dua dimensi nilai moral individualizing dan binding terhadap kepercayaan interpersonal daring. Subjek dalam penelitian ini adalah 365 remaja pengguna aktif media sosial berusia 12–20 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Moral Foundations Questionnaire dan Online Trust Scale. Moderated regression analysis dilakukan menggunakan perangkat lunak JAMOVI. Hasil menunjukkan bahwa nilai moral binding berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan interpersonal daring (p = 0.025), sedangkan nilai individualizing tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0.383). Durasi penggunaan media sosial juga terbukti sebagai prediktor signifikan (p < .001), serta memoderasi hubungan antara nilai moral binding dan kepercayaan daring (p = 0.037). Hasil ini mengindikasikan bahwa kepercayaan interpersonal dalam konteks daring lebih dipengaruhi oleh keterikatan sosial pada nilai moral binding (loyalty, authority, dan sanctity) dibandingkan nilai-nilai moral individualizing (care dan fairness). Temuan ini selaras dengan Social Identity Model of Deindividuation Effects (SIDE), yang menyebut bahwa dalam situasi ambiguitas seperti anonimitas di media sosial, kesadaran individu terhadap identitas pribadi cenderung bergeser menuju identitas kelompok. Implikasi hasil ini menyoroti pentingnya ekspresi identitas kelompok dan keterikatan kelompok dalam membangun kepercayaan di ruang digital.
Praktik Gatekeeping Berbasis Popularitas dalam Pemberitaan Persib di Instagram @radarbandung.id Hikmi, Adinda Nurul; Fanaqi, Chotijah; Erfan, Muhamad
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i1.37044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik gatekeeping berbasis popularitas dalam pemberitaan klub sepak bola Persib di Instagram @radarbandung.id. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, studi kepustakaan, dan wawancara kepada informan meliputi, pemimpin redaksi, editor berita, dan admin media sosial, serta dua narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses seleksi, penyuntingan, dan publikasi berita dipengaruhi oleh lima level Hierarchy of Influence Teori Shoemaker dan Reese: individu, rutinitas media, organisasi, ekstramedia, dan sistem sosial. Popularitas Persib menjadi faktor dominan yang mendorong intensitas pemberitaan, memengaruhi gaya penyajian, dan menciptakan ekspektasi tinggi dari audiens. Temuan ini menegaskan bahwa media digital dituntut tidak hanya cepat dan menarik perhatian publik, tetapi juga tetap menjaga akurasi, etika, dan keseimbangan informasi. Penelitian ini penting untuk memperkaya kajian tentang dinamika jurnalisme digital berbasis popularitas, serta memberikan kontribusi pada pengembangan literasi media dan profesionalisme pemberitaan olahraga di era media sosial.
Identifikasi Stan Twitter sebagai Komunitas Fandom yang dibayangkan Savitri, Syahnaz
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i1.37243

Abstract

Penelitian ini menjelaskan proses identifikasi komunitas fandom Inner Circle di Stan Twitter sebagai komunitas virtual yang dibayangkan. Menggunakan pendekatan etnografi digital, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi digital, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi terbentuk melalui tiga dimensi: inti, konten, dan perilaku. Proses identifikasi ini juga dipengaruhi oleh faktor seperti interaksi parasosial, ukuran dan demografi anggota fandom, serta audiens yang dibayangkan. Penggemar membangun citra fandom yang dewasa melalui afiliasi emosional, bahasa khusus, serta ekspresi diri dalam profil dan twit menggunakan akun khusus penggemar. Penanda seperti ini berfungsi untuk membedakan diri dengan fandom lain dan membentuk citra kolektif positif. Budaya partisipatif menjadi elemen penting dalam memperkuat keterhubungan antar anggota fandom. Penelitian ini menunjukkan bahwa Stan Twitter bukan hanya tempat afeksi terhadap idola, melainkan menjadi ruang dinamis bagi penggemar untuk mengonstruksi identitas kolektif melalui partisipasi aktif di media digital.