cover
Contact Name
Hayatullah Kurniadi
Contact Email
hayatullah.kurniadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6285265505309
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiana@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sultan Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Komunikasiana: Journal of Communication Studies
ISSN : 26544695     EISSN : 26547651     DOI : -
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Print ISSN 2654-4695 | Online ISSN 2654-7651 is an academic journal published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This journal publishes the results of research on communication studies: Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibilty (CSR), Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication, Cross Culture Communication, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.
Articles 73 Documents
Impression Management: Identitas dan Harga Diri dalam Motivasi Penggunaan Instagram di Kalangan Mahasiswa Afrida Intan Wijaya; Hayatullah Kurniadi
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i1.19055

Abstract

Penelitian ini mengulik tentang motivasi impression management yang dilakukan Mahasiswa pada media sosial Instagram. Impression management adalah proses secara sadar atau tidak sadar oleh individu dengan tujuan untuk mempengaruhi persepsi orang lain tentang seseorang. Kehadiran media sosial meningkatkan potensi ketidaklarasaan antara dunia nyata dengan dunia maya. Melalui jenis penelitian kualitatif dan metode fenomenalogi penelitian ini menjelaskan bagaimana motivasi impression management mahasiswa pada media sosial Instagram. Motivasi mahasiswa melakukan impression managament untuk mempertahankan dan mengembangkan identitas diri serta memperoleh imbalan sosial. Pada panggung depan mahasiswa sangat menjaga penampilannya. Pada panggung belakang mahasiswa lebih berpenampilan apa adanya. Mahasiswa mendapatkan penghargaan diri (self-esteem) di media sosial dibandingkan denan dunia nyata. Mahasiswa dengan self- esteem rendah cenderung tidak terlalu aktif melakukan aktivitas Instagram, sedangkan mahasiswa dengan self-esteem yang tinggi cenderung aktif dalam melakukan aktivitas dan mengungkapkan dirinya di Instagram
Strategi Komunikasi Pemasaran Paguyuban Batik Tulis Giriloyo Menghadapi Pandemi COVID-19 Goma, Nurhalisa Sy; Salim, Mufid; Marta, Rustono Farady
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i1.17963

Abstract

Paguyuban Batik Tulis Giriloyo adalah salah satu UMKM yang bergerak pada bidang pelestarian kebudayaan batik tulis khas Yogyakarta serta menaungi seluruh pengrajin batik yang ada di kawasan kelurahan Wukirsari. Pandemi COVID-19 membawa dampak yang sangat besar bagi Paguyuban Batik Giriloyo. Para pengrajin Paguyuban Batik Tulis Giriloyo mengandalkan penjualan batik dari kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran Paguyuban Batik Tulis Giriloyo di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui obeservasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Paguyuban Batik Tulis Giriloyo adalah segmentasi, targeting, positioning, dan bauran pemasaran. Dalam langkah awal Paguyuban Batik Tulis Giriloyo memetakkan terlebih dahulu dari strategi komunikasi dengan menjadikan wisatawan lokal dan pelajar sebagai pasar sasaran dalam menghadapi COVID-19. Paguyuban Batik Giriloyo juga menerapkan bauran pemasaran yang memiliki tujuh elemen, yaitu produk, harga, tempat, sarana fisik, orang, proses dan promosi.
Personal Branding: Pembentukan Identitas Yulia Baltschun sebagai Diet Specialist di Media Sosial Sukma Fitria; Febby Amelia Trisakti
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i1.17770

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana personal branding yang dilakukan oleh Yulia baltschun sebagai diet specialist di media sosial. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan mengunakan metode studi kasus. Teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik dan konsep personal branding oleh Peter Montoya. Hasil dari penelitian ini bahwa kompetensi yang dimiliki Yulia dalam personal brandingnya adalah Yulia merupakan diet specialist. Tujuan Yulia menjadi seorang diet specialist adalah untuk meluruskan miskonsepsi diet yang terjadi di Indonesia, terus mengedukasi, mengupgrade ilmu dengan mengikuti sertifikasi-sertifikasi, dengan Teori Interaksi Simbolik yang betujuan untuk menanamkan pola pikir kepada audiens dan membentuk makna melalui proses komunikasi yang terjadi. Berdasarkan konten postingan yang didapat di media sosial Instagram dan Youtube. Identitas diri Yulia Baltschun diperlihatkan dari spesialisasi, kepribadian, perbedaan, kenampakan, kesatuan, keteguhan, dan nama baik yang dimilikinya. Pembentukan identitas diri yang tepat tersebutlah maka Yulia Batschun berhasil dalam membentuk personal branding yang tepat yaitu sebagai diet specialist.
Strategi Branding Sembung Batik Kulon Progo dalam Menarik Minat Konsumen di Era Pandemi Covid-19 Prastiwi, Tika Widya; Fajri, Choirul
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21720

Abstract

Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) merupakan varian virus baru yang masuk ke Indonesia pada tahun 2021. Dalam rangka mengendalikan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah mengambil tindakan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Kebijakan yang ditetapkan pemerintah tersebut mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi yang berdampak pada beberapa produsen, salah satunya produsen kain Batik milik Sembung Kulon Progo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi branding yang digunakan oleh Sembung Batik Kulon Progo untuk menarik minat konsumen di era pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan sepuluh elemen branding: Brand Identity, Brand Positioning, Brand differentiation, Brand Communication, Brand Image, Brand Personality, Brand Equity, Brand Experience, dan Brand Gap. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data akan dilakukan melalui wawancara, observasi, dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sembung Batik Kulon Progo dapat menarik minat konsumen di era pandemi dengan memperhatikan hal-hal sederhana yang kemudian dijadikan media branding. Dari sepuluh elemen branding yang digunakan peneliti dalam penelitian ini, Sembung Batik Kulon Progo memenuhi semua elemen branding yang ada. Dengan cara ini, Sembung Batik Kulon Progo memiliki branding yang kuat di pasaran, sehingga ketika salah satu brandingnya melemah, ada branding lain yang dapat menutupi kelemahan tersebut. Diharapkan penelitian ini akan memberikan informasi kepada khalayak luas mengenai ruang lingkup branding yang terjadi di lapangan.
Crowdsorcing pada Grup Facebook Komunitas Pecinta Kereta Api Indonesia untuk Penyebaran Informasi Gatari, Agatha Tasya; Puspita, Birgitta Bestari
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21712

Abstract

Teknologi membantu manusia memperoleh informasi. Hal ini bersamaan dengan kebutuhan informasi kredibel. Seperti yang dialami oleh konsumen KAI yang mendapatkan perbedaan informasi dari laman resmi PT.KAI dengan realita di lapangan membuat mereka harus bergerak mencari informasi. Salah satunya dengan bergabung komunitas virtual. Kemampuan mereka dalam komunitas dapat dimanfaatkan. Hal ini dikenal dengan crowdsorcing. Penelitian ini mencari tahu proses crowdsourcing pada Facebook Grup Komunitas Pecinta Kereta Api Indonesia untuk penyebaran informasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan yakni wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni penyebaran informasi  terjadi melalui crowdsourcing yang terdapat kehadiran sosial. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi dua arah dan terjadi kolaborasi informasi dalam komunitas. Penyebaran informasi ditunjang oleh ajakan terbuka, keuntungan yang diperoleh, akses kontrol informasi, dan sistem kontrol oleh admin KPKAI. Serta ditemukan pula pola komunikasi kelompok dengan bentuk bintang, yang artinya semua anggota bisa menjadi informan.
Menggali Dialektika Estetika Budaya Tutur Nusantara pada Kelas Studio Dokumenter Universitas Pendidikan Indonesia Pauhrizi, Erik Muhammad; Supiarza, Hery; Undiana, Nala Nandana; Sukanta, Sukanta
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21609

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan menggali dialektika estetika budaya tutur Nusantara pada kelas studio documenter dalam pengembangan kurikulum prodi FTV UPI 2021. Kekayaan budaya tutur Nusantara merupakan khasanah kekayaan keilmuan yang berkaitan dengan visi dan misi program studi Film dan televise FPSD Universitas Pendidikan Indonesia. Dimana hal ini telah diimplementasikan ke dalam kurikulum yang terwujud dalam beberapa perkuliahan yang seharusnya saling mendukung terutama film dokumenter yang dapat mengakomodasi kekayaan ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah konsep budaya tutur nusantara secara efektif telah terwujud dalam karya studio film dokumenter, dan apakah diperlukan metode khusus bagi pengajar di prodi film dan televisi. Metode kualitatif digunakan untuk menggali keterkaitan matakuliah sehingga dapat ditemukan formulasi pengajaran yang efektif untuk mata kuliah yang akan dilakukan disemester selanjutnya. Penelitian ini menemukan 1) beberapa matakuliah yang dilaksanakan pada semester genap menjadi penompang utama sebagai landasan memperkuat penggalian budaya tutur nusantara di mata kuliah studio dokumenter. Hal ini dilihat dari karya-karya studio dokumenter telah merepresentasikan khasanah budaya nusantara, 2) adanya matakuliah metodologi penelitian yang disinergikan dengan kelas studio dokumenter menjadi pengetahuan untuk mengumpulkan seluruh data penelitian. Namun keadaan yang baik ini tetap harus dievaluasi untuk semester selanjutnya guna mewujudkan visi dan misi prodi FTV, terutama penguatan pada sumber daya manusia dengan cara pertukaran dosen. Implikasi penelitian ini akan menjadi evaluasi bagi kesempurnaan kurikulum film dan televisi dan juga dapat menjadi role model pengajaran studi film documenter bagi program studi film di Indonesia. 
Representasi Profesional Public Relations pada Tokoh Bae Ta Mi dalam Drama Korea Search: WWW Putri, Riza Helmi; Rosyidah, Siti Nur; Damayanti, Ulfa Dwi; Sari, Mila
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21668

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Representasi Profesional Public Relations Pada Tokoh Bae Ta Mi Dalam Drama Korea Search: WWW. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui representasi profesional Public Relations pada tokoh Bae Ta Mi dalam drama Korea Search:WWW dengan memanfaatkan sudut pandang kajian semiotika John Fiske. Hasil penelitian ini  tokoh Bae Ta Mi memenuhi syarat profesional Public Relations dari ketiga level kajian semiotika John Fiske. Baik dari level realitas, representasi dan ideology. Tokoh Bae Ta Mi dapat merepresentasikan seorang profesional Public Relations. Dalam drama yang menggambarkan tentang kemajuan teknologi komunikasi di mana membahas tentang persaingan dua perusahaan portal web, Bae Ta Mi sebagai Public Relations yang bekerja di sana digambarkan berintegritas dan berkualitas
Komunikasi Dakwah Lembaga Cintai RAB dalam Penanaman RAB Values Kepada Mahasiswa Universitas Abdurrab
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v5i1.25514

Abstract

Komunikasi memiliki kedudukan yang cukup penting dalam Islam, karena komunikasi yang efektif dapat membantu proses dalam berdakwah termasuk dakwah dilingkungan kampus. Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi yang becorak Islami Universitas Abdurrab membentuk lembaga dakwah kampus yang diberi nama Lembaga Cintai RAB. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komunikasi dakwah lembaga Cintai RAB dengan menggunakan teori S-O-R (Stimulus-Organisme-Respon) dalam penanaman RAB values kepada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitiannya adalah direktur Lembaga Cintai RAB, Pembina Lembga Cintai RAB, Perwakilan Mentor Cintai RAB dan 2 orang perwakilan mahasiswa. Memperoleh data penelitian dilakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stimulus berupa komunikasi dakwah yang dilakukan lembaga Cintai RAB kepada mahasiswa selaku organisme. Komunikasi dakwah yang dilakukan yaitu kebijakan berupa kurikulum melalui komunikasi verbal. Respon yang diberikan oleh organisme menyatakan bahwa organisme mengerti dengan komunikasi dakwah yang dilakukan Lembaga Cintai RAB
Interaksi pada Content Marketing TikTok @vieraoleholeh Pekanbaru Rozanah, Herza; Fauzana, Rusyda
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.25544

Abstract

Membuat content marketing dan menyebarkannya di media sosial adalah cara mudah yang dilakukan saat ini untuk ajang promosi. Hal ini juga dilakukan oleh Viera Oleh-Oleh Pekanbaru dalam mempromosikan produk mereka melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi yang berlangsung antara followers dan pemilik usaha pada content marketing video pendek Viera oleh-oleh Pekanbaru di TikTok. Dengan demikian akan terlihat budaya interaksi yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis Netnografi melalui 6 tahapan, yakni Inisiasi, Investigasi, Interaksi, Imersi, Integrasi dan Inkarnasi (komunikasi). Hasil dari penelitian ini adalah @vieraoleholeh melakukan promosi dengan membuat content marketing berupa storytelling tentang produk dan pengalaman usaha. Hal ini memberi kesan positif, apresiasi, dan kepercayaan pada @vieraoleholeh serta terbangun kedekatan antara followers dan pelaku usaha.
Representasi Toxic Masculinity pada Tokoh Pria dalam Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Salshadilla, Illaya; Ismandianto, Ismandianto
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v6i2.29675

Abstract

Toxic masculinity menjadi salah satu bukti dari adanya ketidakadilan gender, di mana tidak hanya wanita yang dirugikan dalam budaya patriarki, namun pria juga mengalami ketidakadilan tersebut. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan salah satu film yang mengangkat isu toxic masculinity dimana menceritakan seorang pria yang menunjukkan maskulinitas untuk menyembunyikan impoten yang dia miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos toxic masculinity pada tokoh pria dalam film. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang dianalisa melalui teori semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian mengambil 12 dari 95 scene yang merepresentasikan toxic masculinity. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, dan menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian menemukan makna denotasi toxic masculinity tokoh pria merupakan penggambaran pria yang ingin mendominasi melalui kekerasan jika dihadapkan dengan suatu masalah. Makna konotasi toxic masculinity tokoh pria menggambarkan adanya sifat untuk memenuhi stereotipe maskulinitas, yang mana konstruksi laki-laki adalah sosok yang memiliki rasa ingin mendominasi, ingin terlihat kuat, selalu mengutamakan kekerasan jika dihadapkan dengan masalah agar tidak terlihat lemah dan selalu terlihat maskulin. Untuk makna mitos toxic masculinity tokoh pria dibuktikan dengan penggambaran bahwa laki-laki ditampilkan sesuai dengan konstruksi sosial menurut sistem budaya patriarki yang mengakibatkan ketimpangan gender.