Komunikasiana: Journal of Communication Studies
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Print ISSN 2654-4695 | Online ISSN 2654-7651 is an academic journal published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This journal publishes the results of research on communication studies: Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibilty (CSR), Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication, Cross Culture Communication, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.
Articles
67 Documents
Representasi Tentang Cinta Melalui Tokoh Richard Dalam Film “Love For Sale†(Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Sangsyarifsyah, Muhammad Farid;
Aminudin, Amin
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v2i1.9389
Film Love For Sale merupakan film dengan genre drama komedi. Film berdurasi 104 menit ini Diproduksi oleh Visinema Pictures, dengan arahan Andi Bachtiar Yusuf selaku director. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang cinta melalui tokoh Richard yang terkandung dalam film Love For Sale. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisan semiotika Charles Sanders Peirce. Paradigma dalam penelitian ini ialah paradigma kritis. Unit analisis dalam penelitian ini adalah film Love For Sale. Data primer dalam penelitian ini Sceen dalam film Love For Sale dan data sekunder penelitian ini didapatkan dari kajian pustaka ataupun jurnal yang membahas film Love For Sale. Hasil Penelitian ini, peneliti mendapatkan 5 scene yang mengandung unsur tentang cinta melalui teks/ dialog yang terdapat dalam film Love For Sale. Unsur tentang cinta yang ditampilkan dalam film Love For Sale melalui karakter Richard. Film ini mengajarkan tentang cinta karena cinta dapat mengubah karakter seseorang, seperti pada tokoh utama dalam film ini yaitu Gading Marten sebagai Richard Wijaya memiliki sifat yang sangat individualis terhadap dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain, namun semua berubah disaat dia mengenal cinta Bersama arini.
Kekuatan Media Digital pada Pembentukan Budaya Populer (Studi pada Komunitas Moarmy Pekanbaru)
Fatimah Zahra;
Nurul Mustaqimmah;
Muhammad David Hendra
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v2i2.11119
Media digital saat ini memiliki peran besar sebagai sumber informasi utama dan mampu membawa sesuatu yang baru terhadap lingkungan sekitar. Media digital juga berperan sebagai alat utama dalam penyebaran budaya populer, serta berfungsi sebagai mengenalkan budaya populer pada khalayak umum. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana peran media massa sebagai media perantara dalam penyebaran budaya populer pada komunitas Moarmy Pekanbaru. Penulis menggunakan teori imperialisme sebagai pisau analisis dalam penelitian ini yang dianggap relevan. Adapun metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan netnografi. Penulis melalukan wawancara online sebagai pengumpulan data utama dengan 4 informan menggunakan media Whatsapp, serta melakukan observasi secara online melalui media Whatsapp sebagai data pendukung dengan analisa triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah media yang berpengaruh pada komunitas Moarmy dalam pembentukan budaya baru yaitu Twitter dan Youtube. Perubahan yang terjadi setelah mengonsumsi media massa adalah perubahan dalam segi emosional, gaya berpakaian, perilaku, serta berbicara menggunakan bahasa campuran.
Diferensiasi Produk Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran pada Lahan Pemakaman Firdaus Memorial Park
Entus Nuryana Ahmad
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.13035
Produk yang memiliki diferensiasi unik dan berbeda dapat dijadikan sebagai ciri khas dari suatu perusahaan. Diferensiasi produk merupakan bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Keunggulan bersaing dimunculkan melalui berbagai penciptaan diferensiasi akan menjadi strategi terbaik untuk membentuk persepsi konsumen atas keunikan yang ditonjolkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diferensiasi produk sebagai strategi komunikasi pemasaran yang dibangun oleh Firdaus Memorial Park di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang mencoba memaparkan situasi atau peristiwa dan tidak mencoba untuk mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Firdaus Memorial Park dinilai konsisten dengan mengklaim posisinya sebagai pemakaman yang berbeda dari pemakaman komersial dari perspektif komunikasi pemasaran. Diferensiasi produk yang dibangun berdasarkan syariat islam rupanya memposisikan Firdaus Memorial Park sebagai pemakaman muslim pertama di Indonesia yang menggunakan konsep wakaf. Kemudian diperkuat dengan beberapa produk wakaf produktif yang dijalankan demi kemaslahatan umat muslim.
Peran Marketing Public Relations (MPR) dalam Membangun Brand Image Warunk Upnormal di Bandung
Rosy Febriani Daud;
Khairunnisa Khairunnisa
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v2i2.11331
Marketing public relations Warunk Upnormal memiliki peran yang bertujuan untuk membangun brand image. Brand image dalam perusahaan kuliner adalah hal penting. Peran marketing public relation pun menjadi penting sebagai ujung tombak dalam mempertahankan konsumen agar loyal di tengah kompetisi yang semakin tinggi. Alasan penulis memilih tema ini karena Warunk Upnormal sangat jauh berbeda dengan warung mie Indomie lainnya, Warunk Upnormal dengan ciri khas menu makanan anak muda, yakni menggunakan pendekatan “Indomie” sangat tepat untuk mendekati pasar anak muda terutama pelajar dan mahasiswa. Warunk Upnormal berbeda dengan kafe modern, Warunk Upnormal memposisikan sebagai kafe yang sama dengan warung-warung Indomie lainnya namun dengan nuansa yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ialah marketing public relations dengan melakukan promosi melalui media sosial yaitu instagram dengan opinion leader, melakukan tekhnik word of mouth, melakukan event sebagai alat promo dan memberikan permainan-permainan tradisional di setiap outlet Warunk Upnormal.
Komunikasi Seni: Representasi Masyarakat Urban di Kota Bandung dalam Bingkai Karya Seni Karya Mufty Priyanka
Dedi Warsana;
Salsa Solli Nafsika;
Nala Nandana Undiana
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.13233
Penelitian ini mendeskripsikan komunikasi seni melalui budaya masyarakat Bandung dalam bingkai penciptaan seni terfokus pada fenomena kota kosmopolitan kemudian mewujudkan bentuk masyarakat urban dengan segala bentuk gejala sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di daerah Cicadas, gejala sosial yang muncul menjadi dinamika tersendiri yang dapat dikaji dari berbagai perspektif. Dalam penelitian ini, peneliti membuat sebuah bingkai berdasarkan persepsi terhadap gejala sosial yang terjadi di tengah dinamika masyarakat urban. Metode yang digunakan adalah Analisis deskriptif bersifat kualitatif dalam menggambarkan persepsi terkait hal-hal istimewa dari gejala sosial yang ditemukan saat melakukan pengamatan pada karya seni ilustrasi yang erat kaitannya dengan gambaran masyarakat urban. Penelitian ini menjabarkan makna-makna dari karya seni yang diciptakan oleh seniman, ditemukan bahwa karya yang muncul merupakan wujud representasi gejala sosial yang dituangkan dalam bentuk karya seni dan secara tidak langsung maka pada karya seni Mufty Priyanka menjadi media komunikasi penciptanya merespon berbagai isu terkait gejala serta interaksi sosial yang muncul di kawasan padat penduduk, atau kawasan yang muncul di tengah hiruk pikuk masyarakat urban Bandung dalam perspektif seni.
Analisis Semiotika Sosial M.A.K Halliday Pemberitaan Kontroversi Kafir di Media Online Kompas.com dan Republika.co.id
Ismandianto Ismandianto;
Isnaini Isnaini
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v2i2.11407
Keputusan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdhatul Ulama yang melarang menyebut kafir pada non-muslim telah memantik kontroversi sehingga menimbulkan kritikan dan tanggapan kontra dari berbagai pihak. Beberapa media online yang memberitakan kontroversi pelarangan penyebutan kafir bagi non-muslim adalah Kompas.com dan Republika.co.id. Penelitian ini bertujuan untuk melihat medan wacana, pelibat wacana dan sarana wacana dalam pemberitaan kedua media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembahasan tentang kontroversi kafir di Kompas.com dan Republika.co.id adalah lebih menekankan latar belakang serta tanggapan pro dan kontra dari publik. Narasumber yang diangkat sebagai kutipan sesuai dengan bidangnya. Bahasa pada pemberitaan ini menunjukkan bahwa Kompas.com bersikap setuju sedangkan Republika.co.id bersikap setuju dan tidak setuju.
Pelaksanaan Program CSR Komposting Oleh Public Relations PT. Sinarmas Group Tapung Kabupaten Kampar
Siddiq, Ahmad;
Sukaesih, Atjih
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.12515
Peneliltian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah yang dihasilkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya, apabila sampah tersebut tidak ditangani dengan serius akan menimbulkan berbagai masalah terutama penyakit yang berefek terhadap manusia itu sendiri. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah kompos. Kompos dapat dibuat untuk meminimalisasi efek negatif yang ditimbulkan sampah dengan membuatnya lebih bermanfaat secara ekologis maupun finansial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran public relations dalam program CSR Komposting PT. Sinarmas Group Tapung Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengaplikasikan triangulasi data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran public relations sebagai CSR telah dilaksanakan, baik itu pihak manajemen maupun public relations serta marketing mencari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat disekitar perusahaan. Kemudian permasalahan yang muncul ditampung oleh pihak manajemen untuk dirancang menjadi sebuah kegiatan. Public Relations memiliki peran untuk mengakomodir ide dari seluruh karyawan kemudian ide tersebut dijadikan sebuah kegiatan sosial. Kegiatan tersebut di maksudkan untuk memperkenalkan kepedulian perusahaan kepada publik. Sehingga tercipta program CSR Komposting PT. Sinarmas Group Tapung Kabupaten Kampar.
Fenomena Influencer Sebagai Salah Satu Bentuk Cita-Cita Baru di Kalangan Generasi Zoomer
Melvia Meifitri
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v2i2.11772
Penelitian ini membahas bagaimana fenomena influencer sebagai cita-cita baru khususnya di kalangan zoomer, karena mereka melihat dengan sadar setiap unggahan influencer bisa menghasilkan uang atau pendapatan. Mudahnya akses ke berbagai macam bentuk media sosial yang didukung dengan kemajuan teknologi, menjadikan influencer muncul menjadi sebagai suatu profesi atau cita-cita baru yang cukup menjanjikan, khususnya di kalangan generasi Z. Bahkan pebisnis menjadikan konten di media sosial terkomodifikasi menjadi konten bisnis. Setiap unggahan influencer bernilai ekonomi tertentu dan juga dihargai dengan tarif tertentu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian terlihat bahwa menjadi influencer kini memang menjadi salah satu cita-cita baru di kalangan zoomer. Di mata generasi Z atau zoomer, influencer menjadi salah satu cita-cita baru yang cukup menjanjikan secara ekonomi. Kemudahan membuat konten di media sosial dan pendapatan yang tinggi dari setiap unggahan di sosial media membuat zoomer menilai pekerjaan sebagai influencer adalah profesi yang menjanjikan sekaligus mengikuti perkembangan zaman.
Media dan Produksi Bahasa pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia
Romika Junaidi;
Didid Haryadi
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.12511
Penelitian ini membahas tentang media dan produksi bahasa selama pandemi Covid- 19 di Indonesia dan bagaimana konstruksi bahasa dan arus informasi dari tingkat pemerintah kepada masyarakat serta hubungannya dengan realitas sosial. Pemerintah Indonesia telah berusaha mengantisipasi fenomena pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 beserta pelbagai macam regulasi yang dihasilkan. Gestur komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi berubah dan mengalami proses. Seiring dengan penggunaan bahasa selama pandemi dan fase adaptasi kebiasaan baru merupakan suatu isu yang menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu komunikasi dan sosiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan paparan mengenai perkembangan produksi bahasa Indonesia dan interaksinya selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan konsep dasar ala Merton yaitu unintended consequency untuk membaca fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi seperti kasus wabah pandemi Covid- 19. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan penggunaan studi kasus untuk menjelaskan fenomena produksi bahasa selama pandemi. Hasil simpulan penelitian ini yaitu terdapat inkonsistensi penggunaan bahasa yang menggunakan gaya bahasa eufimisme dari level pemerintah ke level masyarakat kelas ekonomi menengah. Dalam kata lain hal ini menjadi kegagalan pemerintah dalam hal distribusi informasi dan strategi komunikasi selama pandemi Covid-19.
Manajemen Krisis Internal “Behaviour Safety Culture” dalam Menanggulangi Pandemi Covid-19
Sigourney Ruth Bunga Tanuwijaya;
Dasrun Hidayat
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v2i2.10846
Sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020, hingga update terakhir dilaporkan telah ada 88.214 kasus Covid-19 di Indonesia dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus berrtambah. Di tengah pandemi tersebut, beberapa sektor industri terpaksa tidak memberlakukan WFH (work from home) karena beberapa kendala, sehingga pada konteks inilah manajemen krisis diperlukan. Penelitian ini melihat manajemen krisis yang dilaksanakan PT. Moriuchi Indonesia terkait pemutusan rantai penularan Covid-19 di lingkungan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan studi etnografi public relation. Sumber data yang digunakan adalah kumpulan hasil wawancara mendalam dan kumpulan hasil pengamatan peneliti. Penelitian ini menjabarkan fase-fase manajemen krisis “Behaviour Safety Culture” yang dilaksanakan perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Manajemen Krisis Internal “Behaviour Safety Culture” yang dilakukan PT. Moriuchi Indonesia, di tengah pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa PT. Moriuchi Indonesia telah melakukan manajemen krisis yang berhasil terkait tenaga kerja yang bekerja di tengah pandemi Covid-19. Pengetahuan tenaga kerja tentang Program “Behaviour Safety Culture” dalam penelitian ini menjadi kunci yang sangat penting dalam pelaksanaan program. Tingkah laku yang didasari pengetahuan akan berlangsung lebih lama dalam penerapan program yang dijalankan sebagai dasar untuk menciptakan keselamatan karyawan dari bahaya terpapar virus Covid-19. Output atau hasil dari pelaksanaan manajemen krisis yang dilakukan perusahaan terbukti dengan tidak adanya penularan atau rantai penularan baru di sekitar wilayah PT. Moriuchi Indonesia (zero case).