cover
Contact Name
Randy Muhammad Anif
Contact Email
randy.071199@gmail.com
Phone
+6285227788222
Journal Mail Official
runtiko@gmail.com
Editorial Address
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 4126443     EISSN : 26206676     DOI : https://doi.org/10.20884/1.actadiurna
Core Subject : Education, Social,
JAD aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but are not limited to: Media dan culture studies; Political communication; Cross-cultural communication; Business communication; Organizational communication; Health communication.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 2 (2024)" : 7 Documents clear
THE PUNK COMMUNITY'S RECEPTION OF SELF-CONCEPT PORTRAYALS IN THE MEDIA salsabila, Nilna fassya; Akbar, Moh. Rifaldi
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.9433

Abstract

The problem is punk kids are always considered negative and underestimated by society. This study aims to find out how punk children perceive their self-concept in media. The method used is a qualitative method with a descriptive type. The data sources obtained by researchers used data collection, such as interviews with punk child informants, observation and documentation. The results of the study found that there were several factors for punk children, namely from family factors and friendship factors. This punk kid always gets negative comments about him. However, all the punk kids did was stay silent and didn't care about what was being commented on. This punk kid perceives his self-concept image in online media with its pros and cons. Punk kids see their self-concept as negative because there are people who wear punk-worthy attributes or appearances, but these people don't know what punk really means and often commit crimes. Therefore, punk is always labeled negatively even though it is not punk who does it. And also punk kids who think positively because one of the punk kids has seen his self-concept in a movie and in that movie he has high solidarity with social concerns.
ANALYSIS OF LANGUAGE VARIETIES IN POLITICAL COMMUNICATION ON X: A CASE STUDY OF GIBRAN RAKABUMING'S SOCIAL MEDIA ACCOUNT Raharjo, Mochammad Zakariya; Fahrizzal, Farrel; Rani, Aqiilah Shafa
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.11020

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan beberapa jenis ragam bahasa dalam komunikasi politik bermedia oleh seorang politikus yang akan menjadi calon wakil presiden Indonesia pada pilpres 2024. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi partisipatif dengan mengamati reaksi dari cuitan serta interaksi antara Gibran Rakabuming dengan sesama pengguna di platform media X. Hasilnya ditemukan bahwa dalam kesehariannya, politikus Gibran Rakabuming menggunakan beberapa jenis ragam bahasa dan cenderung menggunakan ragam bahasa formal yang memiliki keterbacaan yang tinggi. Penggunaan beberapa jenis ragam bahasa yang dilakukan oleh Gibran Rakabuming berhasil membangun citra positif dan menjadi lebih dekat dengan masyarakat karena dinilai komunikatif serta informasi yang disampaikan mudah diterima oleh masyarakat.
INTEGRATED MARKETING COMMUNICATIONS PT TELKOMSEL SUMBAGTENG REGION IN AN EFFORT TO INCREASE INDIHOME CONSUMERS Masliati, Mardiyah; Zurani, Ikhma
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.11028

Abstract

The increasing public need for the internet has made companies compete in providing internet service provider products. One of the internet service provider products with many users in Indonesia is IndiHome, which is a product of PT Telkomsel. Despite being the largest internet service provider, it does not necessarily make IndiHome the only internet service that people are interested in, so it takes integrated marketing communication (IMC) or integrated marketing communication to retain consumers and offer products that are of interest to potential consumers. This is what is being done by PT Telkomsel Sumbagteng Region in the Pekanbaru City area in an effort to increase IndiHome consumers. This research uses the descriptive-qualitative method by collecting data through observation, interview, and documentation techniques. The results showed that the marketing communication carried out by PT Telkomsel Sumbagteng Region includes advertising through print media, electronic media, and digital media; sales promotion through event activities such as bazaars and giving prizes; public relations by establishing good relations with consumers and partnerships; personal selling through door-to-door and open car product offerings; and direct marketing through the use of media such as websites, WhatsApp, and telephone in offering products to consumers.
TREASURE MAKER'S MOTIVATION TO LOVE TREASURE BOYBAND Rohana, Viny Septin
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.12281

Abstract

ABSTRACT The study aims to identify and analyze the factors that motivated Treasure Maker to become a fan of the South Korean boyband Treasure, which, under the umbrella of YG Entertainment, has gained global popularity since its debut in 2020. These boy bands are known for their dedication to their careers, despite facing a variety of challenges, including changing members. Treasure fans, known as the Treasure Maker, showed strong loyalty and regarded the boyband as a source of inspiration. The study uses a qualitative approach with in-depth interview methods and content analysis to collect data from Treasure Maker members in Indonesia. The results show that the key factors that motivate Treasure Makers are the dedication and hard work of Treasure members, the quality of their music and appearance, as well as the positive interaction between boy bands and fans. Moreover, treasure makers feel motivated by the positive messages delivered through treasure songs, which encourage them to pursue their dreams and face life's challenges. The research is expected to provide a deeper understanding of the motivation of K-Pop fans and their contribution to Indonesian fan culture. Keywords: Motivation, Treasure Maker, boyband Treasure, K-pop Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memotivasi Treasure Maker dalam menggemari boyband Treasure. Treasure, boyband asal Korea Selatan di bawah naungan YG Entertainment, telah meraih popularitas global sejak debutnya pada tahun 2020. Boyband ini dikenal karena dedikasi mereka dalam berkarya, meskipun menghadapi berbagai tantangan termasuk perubahan anggota. Penggemar Treasure, yang dikenal sebagai Treasure Maker, menunjukkan loyalitas yang kuat dan menganggap boyband ini sebagai sumber inspirasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan analisis konten untuk mengumpulkan data dari anggota Treasure Maker di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang memotivasi Treasure Maker adalah dedikasi dan kerja keras anggota Treasure, kualitas musik dan penampilan mereka, serta interaksi positif antara boyband dan penggemar. Selain itu, Treasure Maker merasa termotivasi oleh pesan-pesan positif yang disampaikan melalui lagu-lagu Treasure, yang mendorong mereka untuk mencapai impian dan menghadapi tantangan hidup.
COMMUNICATION NETNOGRAPHY IN ONLINE GAMING COMMUNITIES ON DISCORD Aprilia, Anggi
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.13589

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara individu berinteraksi, memungkinkan terbentuknya komunitas online tanpa batas geografis, termasuk dalam industri game. Di Indonesia, industri game mobile mengalami pertumbuhan pesat, didukung oleh akses internet yang luas, dengan 79,5% populasi terhubung secara online pada tahun 2024. Aplikasi komunikasi seperti Discord telah menjadi platform utama komunitas gaming untuk berinteraksi, berkat fitur pesan, suara, dan video yang efektif. Discord memungkinkan pemain dari berbagai latar belakang untuk terhubung, membangun solidaritas, dan mengembangkan identitas komunitas. Penelitian ini menggunakan metode netnografi untuk menganalisis pola komunikasi dalam komunitas gaming di Discord. Pendekatan ini bertujuan memahami bagaimana interaksi virtual membentuk budaya, identitas, dan pola komunikasi unik yang memperkuat solidaritas antaranggota. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi, dianalisis menggunakan teknik reduksi dan penyajian data. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi di komunitas gaming Discord tidak hanya mencakup diskusi terkait game, tetapi juga interaksi sosial yang mendukung ikatan kuat di antara anggotanya.
ANALYSIS OF NORMAN FAIRCLOUGH’S CRITICAL DISCOURSE ON PT DELOITTE MASS EMPLOYMENT TERMINATION Prihardana, Marsha Aliffia; Fajrirroji, Miqdad Meutuah; Azmi, Rayhan Muhammad; Retnowulan, Roro
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.8991

Abstract

Fairclough mengemukakan bahwa analisis teks merupakan analisis terhadap teks yang terdapat dalam wacana, Fairclough juga menyatakan fakta penting melalui bahasa bagaimana bahasa digunakan sebagai alat kekuasaan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perbedaan berita yang ditampilkan di media terkait dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal yang dilakukan oleh Deloitte. terdapat tiga dimensi untuk menganalisis wacana dengan perspektif Norman Fairclough yaitu Mikrostruktural, Mesostruktural, dan Makrostruktural. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan metodologis yaitu deksriptif kualitatif dan pendekatan teoritis analisis wacana kritis Norman Fairclough. Berdasarkan penelitian ini, pada ketiga media pemberitaan mempunyai kemiripan kosakata yang dipilih dalam konteks judul mengenai pemberitaan dalam kondisi yang terjadi saat ini.
COMMUNICATION PATTERNS OF PARENTS TO CHILDREN IN BROKEN HOMES EXPERIENCING FAMILY DYSFUNCTION Tiyas, Wulandari Wahyuning; Permatasari, Diah Ayu
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.9432

Abstract

Wulandari Wahyuning Tiyas. 201910415191. Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak di dalam Keluarga Broken Home yang mengalamai Disfungsi Keluarga. Pada penelitian ini meneliti bagaimana pola komunikasi yang dijalankan oleh keluarga IN yang mengalami disfungsi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola komunikasi antar personal orang tua dan anak di dalam keluarga broken home dan menjelaskan bagaimana anak yang berada pada disfungsi keluarga dapat mematahkan stereotip masyarakat awam yang memandang bahwa anak broken home akan menjadi anak yang berantakan. Metode yang dipergunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil pada penelitian ini adalah pola komunikasi keluarga yang dijalankan oleh keluarga IN melewati berbagai fase pola komunikasi keluarga, ada masa pola komunikasi keluarga yang dijalankan melewati fase pola komunikasi tak seimbang terpisah dan pola komunikasi monopoli, sehingga fase pola komunikasi memasuki fase pola komunikasi seimbang terpisah yang mana pola komunikasi ini dapat memperbaiki hubungan antar orang tua dan antar anak sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasi didalamnya. Komitmen yang dilakukan oleh orang tua membuahkan hasil berupa fase pola komunikasi keluarga sudah pada pola komunikasi persamaan yang mana pada pola komunikasi ini membuat komunikasi di dalam keluarga berangsur-angsur membaik. Hubungan yang terjalin baik antara orang tua dan anak akan mempengaruhi karakter dan konsep diri pada anak. Di buktikan oleh IN, ia berhasil mematahkan stereotip terkait anak yang berasal dari keluarga yang hancur akan menjadi anak yang berantakan. IN menjadi berbeda karena IN berhasil mencapai tujuan hidupnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7